Tuesday, December 16, 2014

Ada apa dengan kota Solo? (sebuah cerita)

Solo, sebuah kota yang berada di wilayah jawa tengah. Pernah dikepalai oleh seorang Joko Wi  sebagai walikota nya pada periode 2005 - 2010.

Ada yang istimewa dengan kota Solo, terutama untuk saya pribadi :D
Untuk pertama kalinya pada tahun 2012, saya mengunjungi kota Solo. dan itu pun, secara tidak sengaja. Peristiwa tersebut terjadi beberapa waktu setelah liburan idul fitri 2012 berakhir. Mengapa saya sebut 'perisitiwa '? karena, ada kejadian 'lucu' dibalik kunjungan saya ke kota Solo :p.

Jadi ceritanya, saya dan suami pulang mudik ke Bandung untuk berkumpul bersama keluarga merayakan hari raya Lebaran. Kami berangkat ke Bandung menggunakan pesawat terbang, dengan pertimbangan supaya lebih cepat tiba (surabaya - bandung sekitar 1 jam an menggunakan pesawat). Dan tuk nanti pulangnya menggunakan kereta api, karena lebih santai. maka tiket pulang pun sudah di tangan. (bandung -surabaya menggunakan kereta api memakan waktu sekitar 12 jam an)




Kami pun menghabiskan masa liburan di Bandung sekitar 4 hari. Dua hari sebelum hari raya dan dua hari setelah hari raya. Berkumpul bersama keluarga memang sangat menyenangkan. Waktu terasa berlalu begitu cepat. Tau-tau kebersamaan kami harus berakhir karena masa cuti sudah habis.

Kakakku bersama istri dan ketiga anaknya pun harus segera kembali ke Jakarta.
Begitu pun saya, saya dan suami harus segera kembali ke Surabaya.
Malam hari nya saya pun segera melakukan packing, karena besok pagi sekitar pukul 8 pagi harus sudah tiba di stasiun Bandung untuk naik kereta api Argo Wilis menuju Surabaya.

Singkat cerita, setelah berpamitan pada orang tua, kamipun melanjutkan perjalanan menuju Surabaya.
kami duduk berdua di gerbong 5 deretan kursi sebelah kiri. Perjalanan begitu lancar. Kami pun menikmati  hampir 5 jam perjalanan dengan pemandangan asri dari jendela kereta.

Nah, setelah melewati stasiun kereta di kota Banjar, dimulailah cerita petualangan saya bersama suami. eng ing eng..
Saat itu, naiklah sepasang suami istri yang kemudian langsung datang menghampiri tempat duduk kami berdua. Dan si ibu 'mengklaim' bahwa tempat duduk tersebut adalah 'miliknya'. Kami pun langsung merasa aneh sekaligus campur bingung. Dan setelah terjadi percakapan singkat dengan saling mengecek kembali tiket kereta masing-masing, kamipun langsung terbangun lemas. olalaa..

Ternyata oh ternyataa, tanggal keberangkatan di tiket kami adalah tanggal 15 alias besoknya. Jadi waktu itu kita berangkat dari bandung ke surabaya naik kereta api dengan jadwal satu hari lebih cepat.
oemjii, kok bisa yaa..hahaha, sampai sekarang, saya dan suami kalo inget kejadian itu selalu tertawa dan tak habis pikir.

Maka, setelah 'insiden kecil' tersebut terjadi, saya langsung menjadi merasa seperti penumpang gelap dalam kereta. Kami memang punya tiket, tapi salah jadwal :p :p

akhirnya sambil membawa koper, kami pun pindah kursi dari kursi satu ke kursi lain dengan perasaan was-was dan deg-deg an takut ketahuan.
Sementara perjalanan saat itu masih cukup panjang, sekitar 8 jam lagi. Rasanya tak mungkin apabila kita mengambil resiko untuk tetap berada di dalam kereta , karena di setiap stasiun pasti akan ada pemeriksaan tiket dan akan ada penumpang yang turun naik. Kalo semisal kursinya penuh semua, masa kita harus berdiri? hehe

Akhirnya, suami saya pun mengambil keputusan untuk lapor kepada petugas kereta yang ada di sana saat itu.
Dan setelah melakukan negosiasi yang lumayan bikin deg-deg an, antara apakah kita kena denda karena salah jadwal naik kereta alias dianggap sebagai penumpang gelap ataupun kita diturunkan secara 'tidak hormat'.

Beruntung, petugas kereta yang bertugas kala itu berbaik hati, dengan meminta kita untuk turun di staiun solo balapan untuk kemudian melanjutkan perjalan esok hari ke surabaya. wow, sungguh luar biasa.

perasaan saya kala itu, antara lucu, deg-deg an dan ada-ada aja. mestinya kejadian seperti ini tidak terjadi ya..

Dan beruntung yang kedua, ternyata tiket kereta api yang kita pegang bisa direfund alias dikembalikan dengan kompensasi dipotong 25% dari nilai total harga tiket. Tapi gapapa, yang penting kita masih bisa tetap melanjutkan perjalanan ke surabaya.
Berhubung jadwal keberangkatan kereta dari solo menuju surabaya, adanya mulai jam 4 pagi, dan saat itu hari sudah sore, maghrib menjelang malam, maka kamipun memutuskan untuk menginap dulu semalam di kota Solo
Tanpa berbekal informasi mengenai kota solo, kami pun mencari penginapan terdekat dari stasiun solo balapan.

Sore itu, taksi susah sekali didapat, dan akhirnya kita pun menggunakan jasa carteran mobil odong-odong, sebuah carry yang ternyata tarifnya lebih mahal dari standard. tapi gapapalah, yang penting kita bisa sampai ke tempat penginapan.

Berada sekitar 6 jam di kota solo, dengan menginap beberapa jam saja dan akhirnya bisa skalian reunian sama teman lama waktu di Makassar yang sedang berada di Solo.


jam setengah 4 pagi di stasiun solo balapan




Saya pun merasa malu untuk menceritakan perisitiwa lucu ini pada orang tua di rumah, mau cerita gimana mau ga cerita gimana, karena orang tua pasti akan menelpon menanyakan apakah kita sudah sampai di surabaya atau belum dengan selamat.
Tapi setelah menelpon dan bercerita, merekapun hanya tertawa dan berkomentar dengan bijak. Yang penting kita selamat, anggap aja, ini adalah sebuah pengalaman lucu yang tak akan terlupakan.
Sementara lain lagi dengan teman kita, mendengar cerita kami, mereka tertawa terbahak-bahak. mentertawakan kekonyolan kejadian salah tanggal tersebut .ada-ada aja ya :D

Dan intinya, kita mesti lebih teliti untuk mengecek tanggal atau jadwal yang berhubungan dengan perjalanan ke luar kota.
Karena sebenarnya kalo soal cek mengecek, sebenarnya di stasiun dan di dalam kereta kita melewati beberapa pengecekan oleh petugas, tapi rata-rata yang di cek hanya data identitas penumpang sesuai KTP atau tidak.
Ingat kereta api, pasti ingat kota Solo :D

No comments:

Post a Comment