Thursday, April 16, 2015

Pertunjukan teater, tari dan musik : I Laga Ligo

Mungkin banyak yang belum tau dan baru mendengar nama I Laga Ligo. Seperti halnya saya, pertama kali saya mendengar nama Laga Ligo itu ketika saya tinggal di kota Makassar. Itu pun dari nama sebuah restoran di Makassar yang menjual es pisang ijo hehe.

Ternyata nama Laga ligo ini mempunya arti besar, La Galigo adalah sebuah karya sastra yang terbentang sepanjang zaman yang sempat menjadi kepercayaan di antara masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan. Namun karya sastra ini lebih banyak dikenal di kalangan akademisi.

I La Galigo merupakan karya sastra (epos) yang terpanjang di dunia. La Galigo adalah hasil karya sastra dari Kerajaan Luwu, Sulawesi Selatan.
 Karya I La Galigo semakin hebat setelah ditransformasi ke dalam bentuk teater, disutradarai oleh Robert Wilson atas bantuan tokoh-tokoh dari Bugis Makassar seperti H. Muhammad Salim (alm.), Andi Pangeran, Fachruddin (alm), dsb kemudian dipentaskan di beberapa negara.

Pertunjukkan teater I laga ligo untuk pertama kalinya diadakan di kota Makassar yaitu bertempat di benteng Rotterdam, pada tanggal 23-24 April 2011. Suguhannya yang apik, tampil dalam kemasan yang sangat menarik. Walaupun pertunjukkan tersebut dibawakan menggunakan bahasa Bugis asli tapi saya tetap bisa mengikuti karena ada semacam prolog ato wacana sehingga memudahkan penonton untuk memahami jalan ceritanya.


salah satu scene dari pertunjukkan panggung i laga ligo


pengalaman pertama menonton pertunjukkan teater


bersama suami dan saudara sepupu yang sengaja datang dari jakarta tuk meliput

Walaupun kala itu harga tiketnya termasuk mahal (sekitar rp 300rb-an), pertunjukkan i laga ligo ini memang layak untuk ditonton, terutama oleh warga makassar, karena i laga ligo ini merupakan bagian dari sejarah.

bersambung..

No comments:

Post a Comment