Saturday, November 19, 2016

Restoran korea kekinian ala Chingu café

Demam akan hal-hal yang berbau Korea sepertinya belum berlalu, setelah sempat beberapa waktu yang lalu, televisi diramaikan oleh drama-drama Korea yang cenderung bikin penontonnya ketagihan, terutama kaum hawa, kecuali saya :D, sekarang restoran dengan menu ala Korea mulai banyak bermunculan di tengah-tengah kita, termasuk di kota Bandung.

Kalau anda berkunjung ke kota Bandung, anda bisa menemukan salah satu restoran bertema korea yang sedang happening di kalangan anak muda Bandung yang bernama Chingu.
Chingu Korea Fan Café terletak di kawasan Dago tepatnya di jl.Sawung Galing, sekitar 100 meter dari mal Baltos (Balubur Town Square) ke arah kampus Unisba (Universitas Islam Bandung).

Pohon kertas penuh wishlist yang bisa anda temui di pintu masuk Chingu Cafe

Sore itu entah kenapa, saya dan suami tiba-tiba ingin makan makanan khas Korea, maka di tengah cuaca hujan, melipirlah kami ke restoran Chingu. Ternyata restoran Chingu sedang ramai dikunjungi pengunjung, buktinya kami harus menunggu selama beberapa saat (masuk ke daftar waiting list) sebelum akhirnya dipanggil masuk dan mendapatkan tempat duduk. 

Design interior di Chingu Cafe dipenuhi foto artis Korea yang ga saya kenal satu pun *maapkeun :p

Sambil menunggu makanan yang dipesan datang, saya jadi ingat pengalaman pertama makan makanan korea yaitu di Galaxi Mal, salah satu Mal terbesar yang ada di kota Surabaya bagian timur. Waktu itu saya tertarik untuk mencicipi salah satu menu makanan khas Korea yang bernama Kimchi. Kenapa Kimchi? Karena dari sekian banyak nama menu makanan Korea yang terdengar tidak familiar di telinga, Kimchi lah yang termasuk menu paling popular dan sepertinya wajib coba. Ingat kimchi saya jadi ingat salah satu liputan di televisi yang menayangkan tentang seseorang yang berlibur ke Korea dan kemudian belajar cara membuat Kimchi. Sungguh menarik.
Dalam hal ini membuat Kimchi merupakan tradisi orang Korea yang dilakukan di musim dingin (sekitar awal November hingga pertengahan Desember). Tradisi membuat kimchi dalam jumlah besar di musim dingin dikenal juga dengan sebutan Kimjang. Nah, jadi kayaknya pertengahan bulan November sekarang ini adalah waktu yang pas untuk anda yang ingin belajar membuat Kimchi langsung di Korea :)

Kimchi, salah satu menu popular di korea.

Apa itu Kimchi?  Kimchi adalah makanan tradisional khas Korea yang berupa asinan sayur hasil fermentasi yang diberi bumbu pedas. Sayuran yang paling umum dibuat Kimchi  adalah sawi putih dan lobak. Sawi putih dan lobak tersebut dicuci dan diberi garam, kemudian dicampur dengan bumbu yang terbuat dari udang, kecap ikan, bawang putih , jahe dan bubuk cabai merah.
Kimchi sendiri berasal dari kata chim chae yang artinya ‘sayuran yang direndam’.

kimchi dengan rasa nano-nano : asin, asam dan pedas | photo source : pixabay.com

  Berikut ini beberapa fakta mengenai Kimchi yang mungkin belum anda ketahui :

  1. Di kota Seoul, Korea Selatan terdapat museum Kimchi yang mencatat 187 jenis kimchi, mulai dari kimchi zaman dulu hingga kimchi zaman sekarang.
  2. Bakteri Laktobasilus yang berperan dalam proses fermentasi Kimchi menghasilkan asam laktat dengan kadar yang lebih tinggi daripada yogurt.
  3. Kimchi bagus untuk pencernaan, karena terbuat dari berbagai jenis sayuran hingga mengandung kadar serat tinggi namun rendah kalori.
  4. Kimchi disebut sebagai salah satu dari lima makanan tersehat di dunia versi majalah Health Magazine.
  5. Di Korea terdapat lemari es khusus untuk menyimpan Kimchi karena Kimchi dibuat dalam jumlah banyak untuk persediaan selama setahun.
  6. Orang Korea sering mengucapkan ‘Kimchi’ sewaktu berfoto agar terlihat sedang tersenyum sebagai pengganti kata ‘Cheese’ yang biasa diucapkan.


Apa makanan korea favoritmu?

Di Chingu Café kemarin, tentu saja saya tidak memilih menu Kimchi lagi, dengan alasan saya sudah pernah mencobanya dan saya ingin mencoba menu lain. Oya buku menu di Chingu Cafe ini sangat menarik, bentuknya lebih mirip majalah daripada buku menu, full colour dengan ukuran gambar yang cukup besar. Harganya pun ditulis dalam mata uang korea yaitu Won (W), yang dikonversikan 1 won sama dengan 10 rupiah. Menurut saya ini merupakan sebuah konsep yang cukup menarik untuk target market anak muda yang memang addicted dengan Korean things.
Sebagai pecinta wisata kuliner, saya sangat senang mencoba menu makanan baru (kebalikan 180 derajat dari paksu yang makanannya itu lagi itu lagi, alias anti tuk coba-coba menu baru (baca : apakah ini termasuk ciri-ciri pria setia?) maybe yes maybe no..yang paling pas sepertinya setia pada makanannya haha.

Desert ala korea..Patbingsoo (Classic Shaved Ice Dessert)

Sebagai One Of Desserts Biggest Fan, saya langsung memesan salah satu menu desert yang paling favorit di Chingu, namanya Patbingsoo Original.


Ini dia penampakan si patbingsoo yang menggoda iman dan membuat air liur menetes #halah

Patbingsoo ini merupakan menu pencuci mulut berupa desert yang dikemas cantik dengan topping es krim di bagian tengah berbentuk mirip telur mata sapi. Ketika melihat gambar patbingsoo di buku menu, banyak orang terkecoh dengan bentuknya yang menarik sehingga menyangka kalau itu adalah telur mata sapi betulan. Patbingsoo ini memiliki rasa manis dan segar secara terdiri dari campuran es krim, buah-buahan, jelly, nata de coco, kacang merah, susu, es batu dan sirup.
Es batu sengaja disusun di bagian mangkuk paling bawah sehingga susunan topping-topping jelly dan buah yang warna warni pun terlihat eye catching dan instagramable banget. Desert patbingsoo original ini cocok disantap di siang hari.

Bibimbap (Korean mixed rice)


Bibimbap alias nasi campur ala Korea

Nama bibimbap ini terdengar lumayan familiar di telinga walaupun sekilas mengingatkan saya pada ‘bambi’ haha..jauh banget yak. Nah, paksu memesan menu bibimbap ini dengan topping telur mata sapi yang matang, soalnya tersedia juga menu bibimbap dengan topping telur yang setengah matang atau telur mentah. Ga usah heran karena cara makan bibimbap ini makanan harus diaduk terlebih dahulu selama mangkuknya panas sehingga si telur yang tadinya mentah bisa menjadi matang. Rasanya gurih, manis dan agak pedas dengan bumbu khas korea yang sudah diadaptasi terlebih dahulu ke lidah orang Indonesia.


Bulgogi (Korean Beef Barbeque)

Salah satu menu favorit saya di Chingu café adalah menu Beef Bulgogi nya. Daging sapi nya terasa sangat empuk begitu dikunyah, dan terasa pas di lidah dengan bumbu yang meresap di setiap irisannya, seporsi Beef Bulgogi ini rasanya ga cukup dan akan lebih mantap kalau ditemani sepiring nasi putih hangat (maklum perut orang Indonesia kalau belum nemu nasi berasa belum makan).
photo source : wikipedia.com

Pancake (Sweet Mini Pancake)


Pancake dengan vanilla ice cream | perpaduan antara cake yang hangat dan es krim yang lumer di mulut | yummy

Cuaca hujan dan suasana yang hangat di Chingu café membuat saya dan paksu seolah enggan untuk pulang, hingga kami pun memutuskan untuk memesan kembali makanan penutup berupa pancake. Waduhh, lapar atau apa nih? #doyanmakan. Kami seolah lupa kalau di luar sepertinya masih ada beberapa pengunjung yang masih antri menunggu untuk bisa makan di Chingu.
Dua piring kecil pancake kembali hadir menemani acara makan berdua paksu di Chingu..rasanya pas banget deh, suasana sore itu..kencan berdua sambil makan pancake es krim, dengan suara hujan gerimis diluar plus suara cekikikan anak abege yang sedang bergerombol makan makanan Korea kekinian sambil selfie. Haha, kita sampai ga sadar, kalo mayoritas pengunjung di Chingu adalah anak muda usia sekolah. Kalopun ada ibu-ibu itu juga karena beliau datang ikut serta menemani anak gadisnya*LOL. Sadar akan hal itu, kita pun memutuskan untuk segera menghabiskan pancake dan segera pulang ke rumah.


Chingu korea fan café

Oya, Chingu Café ini memiliki tempat yang lumayan luas, ditata dengan konsep ala Korea, dengan design mirip interior bis. Sayang saya ga sempat berkeliling ke dalam dan mengabadikan beberapa spot menarik disana. Jadi Chingu Café ini terbagi menjadi dua area. Area depan disebut sebagai area Dongdaemun Street, sedangkan area belakang adalah Chagiya yaitu area dengan pilihan menu Suki  (Korean Suki & Barbeque).
Bahkan di Chingu Café ini terdapat juga tempat penyewaan baju tradisional Korea yaitu Hanbok, jadi pengunjung yang datang ke Chingu bisa berdandan ala Korea dengan menyewa Hanbok dan tentunya berfoto dong..jangan lupa Say ‘Cheese’ yaa..eh..Say ‘Kimchii’ :) .  Khan lagi berasa di Korea. :D

Oke deh, sepertinya bulan depan saya akan berkunjung ke restoran Chingu lagi, mungkin dengan mengajak serta keponakan perempuan abege saya yang mulai menyukai figur idaman putih bersih ala Korea.

Promo ultah Chingu Cafe yang ke 3 | photo source : IG @chingucafe
Bulan November ini tepatnya tanggal 10 november lalu, restoran Chingu berulang tahun yang ke 3, dan chingu cafe memberikan penawaran menarik berupa promo berikut :
-       Buy 1 get 1 free  di Chingu dan Chagiya (berlaku 10 Nov 2016)
-     Promo buy 1 get  1 free di Chingu Dongdaemun Street dan FREE Korean Banana Milk di Chingu / Chagiya dengan min transaksi 200k.
-     Get 1 Lucky Spin berhadiah 10-100k untuk setiap transaksi 100k (Chingu Citizen) atau 150k (Non-Citizen). Berlaku kelipatan. (12 Nov-09 Des 2016).
-       Makan sepuasnya dan bayar sesukanya untuk 100 customer pertama (berlaku 09 Desember 2016)!


Yuk ke Chingu café!

Chingu in Korean mean Friend in English.


Chingu Korea Fan Café
Jam operasional : 10am – 10 pm
Alamat                 : Jl. Sawung galing no 10, Bandung
Telepon               : (022) 423-9963
Twitter                 : @chinguID
Instagram            : @chingucafe
Line                     : @chingucafe

No comments:

Post a Comment