Wednesday, December 28, 2016

Arti kucing datang ke rumah (belajar tentang sebuah keikhlasan dari seekor kucing)

Disadari atau tidak, banyak sekali kejadian sepele yang terjadi di kehidupan kita sehari-hari. Dan hal tersebut ternyata memiliki arti banyak untuk kita, seperti halnya sebuah kejadian yang saya alami beberapa minggu yang lalu. Hingga kemudian saya pun belajar memaknai akan arti dari kedatangan seekor kucing ke rumah saya. Cause everything happen for a reason.

Sore itu, ketika pulang ke rumah, saya mendapati seekor kucing yang sedang duduk di bawah pohon dekat pintu pagar. Seekor kucing hitam dengan warna putih di bagian dada serta ke empat bagian ujung kakinya.
Pertama melihatnya, saya langsung memanggilnya dengan sebutan kucing kaos kaki yang kemudian saya singkat dengan sebutan Mengkoska .

Warna putih di ujung kaki mengkoska mirip lagi pake kaos kaki :)

Beberapa lama kemudian, saya masih mendapati kucing tersebut duduk di bawah pohon. Posisi badannya kelihatan sedikit terkulai, saya pun menghampirinya dan memegangnya ternyata kaki belakang si kucing  lemas sehingga si kucing tidak bisa berjalan dengan normal.
Melihat hal tersebut, saya jadi merasa kasihan dan membawanya masuk ke teras belakang dan memberinya alas tidur, dus sepatu bekas beralas kain supaya si kucing bisa beristirahat dengan nyaman.

Melihat tampilannya sekilas, Mengkoska tampak seperti seekor kucing garang dengan tatapan matanya yang tajam, tetapi nyatanya Mengkoska adalah seekor kucing lumpuh dengan suaranya yang kecil dan nyaris hampir tak terdengar.

Hingga kini, sudah hampir satu bulan Mengkoska saya pelihara di rumah. Saya bersyukur suami mendukung saya untuk memelihara kucing tersebut. Saya merasa penasaran kenapa kaki belakangnya bisa lumpuh seperti sekarang, semula saya sempat berfikir kalo kakinya mungkin tertabrak motor atau keseleo, dan saya berharap mudah-mudahan kakinya akan kembali pulih dalam beberapa hari, sehingga apabila dia sudah bisa berjalan normal, saya akan melepaskannya kembali ke dunia luar.

Tetapi nyatanya, sampai detik ini, kaki Mengkoska tidak mengalami kemajuan sama sekali, bahkan cenderung mengalami kemunduran. Ketika pertama datang saya sempat memperhatikan kalo kaki belakangnya masih bisa dipake bertumpu, tapi lama-kelamaan kedua kaki belakangnya semakin lemas, dan Mengkoska harus berjalan ngesot.

Melihat hal tersebut, hati saya seolah remuk, saya merasakan sebuah pengalaman yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Melihat seekor kucing yang hanya bisa duduk terkulai lemas, dia harus berusaha keras untuk bergerak, buang air kecil dan buang air besar pun, otomatis spontan di tempat dia berada, Koska tidak bisa menggerakkan kaki nya untuk menggali tanah untuk buang air besar, padahal tadinya saya ingin membelikan Koska bak pasir tempat dia bak (buang air kecil) dan bab (buang air besar).

Koska selalu setia menemani saya, Koska senang sekali dielus dan dibelai, tatapan matanya yang seolah seperti berbicara membuat saya sayang kepadanya. Dengan tatapannya Koska seolah berbicara kalo dia membutuhkan kasih sayang dan perhatian. Dan saya bersyukur kalo Koska datang ke ‘rumah’ yang tepat. Our blessing home :)

Sebelumnya saya pernah mendengar sebuah ungkapan, bahwa apabila kita didatangi oleh seekor kucing, hal tersebut merupakan pertanda khusus, bahwasanya ada sebagian rejeki si kucing yang ada di kita dan harus kita bagi. Maka berilah kucing yang menghampiri kita tersebut, makanan atau air minum atau bahkan tempat tinggal untuknya misal dengan mengadopsi kucing tersebut.

Dan ini adalah Loli, salah satu kucing yang saya berikan pada sodara untuk diadopsi.

Belajar tentang sebuah keikhlasan dari seekor kucing

Dari hari ke hari Koska tidak menunjukkan kemajuan, dia lebih sering tiduran di dalam kardusnya tapi dia terlihat tetap semangat. Setiap pagi saya jemur di bawah sinar matahari dan saya sapa dengan mengajaknya bicara *kalau sesama pecinta kucing pasti tau rasanya gimana rasanya mengobrol sama kucing peliharaan kita :) . Its fun and relaxing. Apalagi ketika si kucing gelendotan di kaki kita dan mengeluarkan dengkuran halus yang memberikan efek menenangkan.

Koska sedang berjemur di pagi hari *abaikan pengki yang menggantung

Dengan datangnya Koska ke rumah saya, seolah mengingatkan bahwa kucing juga merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang harus kita sayangi dan sudah seharusnya kita perlakukan seperti kita memperlakukan mahluk hidup lainnya.

Mudah-mudahan ada keajaiban yang bisa membuat Koska menjadi bisa berjalan kembali atau setidaknya membuat dia tetap sehat dan tetap bertahan dalam kondisinya yang terbatas. 

PS : Setelah kondisi Koska semakin menurun, saya memutuskan untuk membawa Koska ke dokter. Setelah sempat disuntik dan diberi obat, sekitar seminggu kemudian, akhirnya Koska menghembuskan nafasnya yang terakhir. Dan kami pun menguburkannya di halaman depan rumah. Good bye Koska. #RIPkoska

No comments:

Post a Comment