Monday, December 12, 2016

Keseruan Acara Food photography Dapur Hangus Playdate

Foodphotography... ga tau kenapa..saya selalu tertarik ketika mendengar tentang sesuatu yang berhubungan dengan food photography.. entah, mungkin karena saya suka makan dan saya suka memotret semua hal yang saya lihat dan saya suka, termasuk diantaranya ya makanan itu tadi.

Dan Sabtu pagi tanggal 10 Desember kemarin  saya mengikuti sebuah workshop food photography yang bertemakan Dapur Hangus Playdate yang diadakan oleh Dapur Hangus si food photographer yang punya banyak koleksi foto keren bertemakan food photography yang bisa langsung dikepoin di instagramnya.


I love cherry so this is my favourite one | photo source : instagram Dapur hangus

Oya, udah pada follow akun instagram dan akun facebooknya Dapur Hangus khan? Kalau belum buruan deh follow dan kepoin hasil foto nya si empu Dapur Hangus yaitu Ika Rahma. Hasil jepretan mba Ika bagus-bagus bangett..dan sayang untuk dilewatkan begitu saja. Menurut saya hasil jepretan mba Ika terlihat cantik, sederhana tapi sekaligus menggugah hati #eaa maksudnya menggugah hati dalam arti mampu membangkitkan sebuah perasaan bahwa saya pengen banget bisa belajar moto makanan kayak mba Ika #kagum 

Dapet hadiah (goodie bag Dapur Hangus) yang isinya piring dkk #yeay

Foto bawang bombay ini yang berhasil bikin saya dapet hadiah dari Dapur Hangus | thanks to bawang | photo source : instagram dapur hangus


Berkenalan dengan Dapur Hangus

Pertama kali saya mendengar nama Dapur Hangus yaitu ketika saya sedang membuka akun facebook. Saya mendapati sebuah fanpage facebook bernama Dapur Hangus yang menampilkan foto-foto cantik dengan teknik food photography. Foto nya bagus-bagus dan saya sempat tergoda untuk membeli salah satu property foto tersebut yaitu mangkok bergambar ayam.
Lama berselang saya lupa akan si mangkok ayam itu sampai suatu waktu saya sedang buka-buka akun instagram tiba-tiba muncul sebuah postingan yang menjual mangkok ayam tersebut. Saya jadi keingetan lagi deh sama si mangkok ayam dan langsung menghubungi si pemilik akun yang menjual mangkok itu. Tapi entah bukan jodoh atau gimana, si penjual mangkok merasa kesulitan untuk mengirim mangkok tersebut ke alamat saya, dengan alasan jarak Jakarta Bandung yang tidak memungkinkan. Sampai akhirnya saya pun memutuskan untuk order mangkok ayam ke Dapur Hangus saja yang ternyata berlokasi di kota Bandung juga.
Singkat cerita, transaksi mangkok berjalan lancar, si mangkok ayam sampai ke tangan saya dengan selamat dalam waktu satu hari saja.

Ini dia si mangkok ayam yang sempet bikin penasaran | photo source : facebook fanpage Dapur Hangus

Dan yang berkesan si pemiliki akun dapur hangus, mba Ika Rahma..orangnya cenderung ramah dan cepat akrab loh, buktinya ketika saya chat dengan mba Ika melalui inbox fb saya merasa seperti chat dengan teman. Ga tau kenapa, atau cuma perasaan saya aja? #nahlo .. Sampai ketika mba Ika mengatakan kalau dia suka makan pecel di deket kampus Unisba dan menawarkan tuk ketemuan disitu sambil ngambil si mangkok. Walopun akhirnya engga jadi ketemuan di warung pecel kala itu, baru loh saya transaksi jual beli via online kayak transaksi sama temen. Dan saya baru tahu kalo mba Ika asli orang Kediri dan makanan kesukaannya adalah pecel #catet, oya, pecel sama rawon, terutama rawon buatannya mba Didi alias mba Dyah Prameswarie. #hehe
Waktu berlalu dan kemudian di bulan Desember ini saya pun kembali dipertemukan dengan si Dapur Hangus dan mba Ika nya langsung di acara workshop food photography yang diadakan oleh komunitas KEB (kelompok emak blogger).


Belajar foodphotography bareng dapur hangus

Workshop food photography yang saya ikuti kali ini adalah workshop kedua setelah workshop pertama yang pernah saya ikuti sekitar tahun 2015 lalu di sebuah acara yang bertemakan festival Teknologi dan Ilmu Komunikasi (TIK) yang bertempat di Sasana Budaya Ganesha, Bandung.
Di workshop yang pertama saya belajar food photography di sebuah kelas bersama puluhan orang yang memiliki minat yang sama pada food photography. Laki-laki dan perempuan digabung jadi satu dan sebagian besar dari peserta adalah mahasiswa/mahasiswi dan sebagian lainnya adalah ibu rumah tangga seperti saya, bahkan ada juga yang datang sambil membawa anak.

Baca juga : Belajar food fotografi menggunakan kamera handphone

Namun di acara workshop food photography bareng Dapur Hangus, acaranya sedikit istimewa karena lebih personal dan lebih intim. Kenapa demikian? Karena peserta yang ikut hanya berjumlah tujuh orang yang kebetulan perempuan semua secara diadakan oleh komunitas KEB (Kelompok Emak Blogger) ya #hehe dan bukan kebetulan pula semua peserta workshop sabtu itu memakai jilbab. Serta masih banyak unsur kebetulan-kebetulan lainnya #bandungsempit #womanwithsamepassion.

Sebelum memulai praktek food photography, mba Ika membuka kegiatan dengan melakukan doa bersama serta perkenalan antar sesama peserta, setelah berkenalan satu sama lain, acara dilanjutkan dengan sesi pertanyaan sambil membahas beberapa poin penting yang dibutuhkan dalam belajar foodphotography yang meliputi pencahayaan (lighting), property foto (peralatan pendukung foto),  tema yang akan digunakan, alat foto (kamera) dan komposisi.

Dan ketika waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang maka kami pun makan siang terlebih dahulu dengan menyantap menu nasi plus ayam dari Eat Box.

Menu makan siang yang menjadi salah satu objek foto di workshop foodphotography #dapurhangusplaydate

Setelah selesai makan siang dan sholat dzuhur, kegiatan pun langsung dilanjutkan ke praktek foto. Mayoritas peserta menggunakan kamera yang ada di handphone masing-masing walaupun ada juga peserta yang membawa kamera DSLR.
Oya, sebelum beranjak ke praktek foto, ada kegiatan awal yang disebut dengan food styling (menyusun makanan). Food styling dikerjakan oleh mba Didi dibantu oleh ibu Vivera.

Makanan disusun diatas piring dengan komposisi yang semenarik mungkin. Untuk komposisi itu sendiri meliputi ukuran, warna dan posisi. Dan saya baru tahu kalo meletakkan posisi makanan yang akan menjadi objek foto kita itu ada ilmunya loh yaitu dengan menggunakan teknik Rule of Third (ROT). Rule Of Third itu adalah meletakkan objek dengan susunan bentuk segitiga karena mata manusia didesain untuk menyasar seluruh permukaan objek yang dilihatnya. Jadi tidak hanya tertuju pada satu objek di tengah saja misalnya.

Objek foto pertama kami di workshop foodphotography #dapurhangusplaydate

Selain itu masih banyak ilmu lainnya yang mba Ika bagi mengenai ilmu food photography termasuk diantaranya salah satu hal yang paling mendasar yaitu kenali kamera kita sendiri. Yang dalam hal ini mayoritas orang banyak yang menggunakan fitur kamera yang ada di smartphonenya untuk berfoto tanpa tahu sebenarnya ada fitur apa saja di kamera hp nya tersebut. #termasuksaya #hihi

Dan menurut saya kegiatan food photography ini memang menyenangkan apalagi apabila ditekuni dengan benar-benar serius, insyaAllah bisa menjadi sebuah peluang yang menarik yang bisa menghasilkan uang. Seperti mba Ika contohnya, yang awalnya hanya menjual property (perlengkapan) foto sampai akhirnya terus menekuni dan hasilnya sampai sekarang ini.

Salah satu liputan tentang mba Ika Rahma di majalah Aulia | photo source : instagram dapur hangus


Contoh properti foto yang bisa mendukung hasil foodphotography jadi menarik



Berikut ini 6 fakta tentang  dapur hangus playdate tanggal 10 desember 2016 :

  1. Pesertanya perempuan semua dan berjilbab semua
  2. 5 dari delapan orang peserta ternyata tinggal di satu area yang saling berdekatan.
  3. Walaupun berbeda angkatan, ternyata saya, Cucu, ibu Vivera dan mba Ika, sama-sama alumni Universitas Padjajaran.
  4. Saya pertama kali belajar foodphotography sekitar tahun 2014 lalu di sebuah kelas yang dipandu langsung oleh ibu Vivera Siregar. Dan di play Dapur Hangus playdate saya ketemu lagi sama beliau. #bandungkecil . Dan walaupun sudah jadi guru beliau masih terus belajar #kagum
  5. Tanggal lahir saya dan mba Ika ternyata beda 2 hari, saya tanggal 14 mei mba Ika tanggal 16 mei #pentinggasih #haha, I mean sepertinya kita memiliki selera yang hampir mirip, buktinya kita sama-sama punya perasaan ‘love at the first sight’ sama si teko biru (produk Kandura Studio), dan kita sama-sama suka hal-hal yang berhubungan dengan foodphotography #maksa, cuman yang jelas bedanya mba Ika udah jago, kalo saya mah masih pemula. #hihi
  6. Acara workshop Dapur Hangus playdate dikemas dengan SANTAI dan MENYENANGKAN. Dapet goodie bag, dapet hadiah, dapet temen baru dan yang pasti DAPET ILMU BARU. Dan juga bikin saya tambah mupeng tuk punya kamera DSLR sendiri. #mywish #mydream

Teko corak biru (properti dari Kandura Studio) yang sudah berhasil menarik perhatian saya dan mba Ika

Yuk cobain deh belajar foodphotography..it is fun, exciting and also challenging !

14 comments:

  1. Jadi penasaran sama dapur hangus. Stalking ke ig aaah.. Hehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. langsung aja cuss ke IG nya dapur hangus mba ferna :)

      Delete
  2. Aih, jadi pengen belajar food photography juga mba dari Dapur Hangus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk mba ikutan food photography nya dapur hangus..fun n chalenging :)

      Delete
  3. masih heran dengan puluhan juta rupiah dari food photography, pasti professional nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih, kalau ditekuni dengan serius kayaknya bisa mas :)

      Delete
  4. Duh sayang banget ga ikutan waktu itu. Padahal pengen banget, semoga ada lagi ya
    Aku juga pernah ngopi bareng sama teh Ika Rahma, orangnya baik luar biasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. mudah2an ada lagi ya :)..aku juga pengen ikutan lagi..

      Delete
  5. Halo, Gitaaa :D

    Seru ya acara kemarin. Semoga kita ketemu lagi ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai teh didii..iyaa see u soon..sambil belajar bikin roti di rumah teh didi khan? #ups #hehe

      Delete
  6. Seru banget mba acaranya, dan fotonya keren keren semua. Duuu aku jadi penasaran nih sama akunnya Dapur Hangus.

    Btw, aamiin. Semoga disegerakan punya DSLR ya mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. foto-fotonya si dapur hangus emang bikin penasaran yah akarui cha :)..aamiin,*tahun 2017 punya kamera dslr sendiri

      Delete
  7. aku juga selalu tertarik dengan food photography, walau belum bisa ngasilin photo yang bagus. Asik ya mbak bisa ikutan workshop kaya gini. Oo pakai teknik rule of third ya mbak. Btw, makasih sharingnya ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. masama muthi..yuk sama-sama belajar :) saya juga masih pemula :)

      Delete