Tuesday, April 18, 2017

Nasi Cikur Warung Inul Bandung

Kulineran di Bandung menjadi sebuah kegiatan yang ditunggu-tunggu di saat weekend tiba. Ga aneh apabila setiap menjelang weekend sebagian jalanan di kota Bandung menjadi padat dan ramai oleh wisatawan, terutama warga Jakarta yang sengaja datang ke Bandung hanya untuk berwisata kuliner.

Salah satu area kuliner yang terkenal di Bandung berada di kawasan Bandung utara yaitu di daerah Dago. Di Dago atas banyak sekali tempat hang out berupa restoran yang menawarkan beragam makanan dengan suasana yang nyaman dan udaranya yang sejuk hingga pemandangan city view yang menarik.

Selain restoran yang menyajikan menu western dan menu ngopi-ngopi cantik, di kawasan Dago atas terdapat sebuah warung makan sederhana bernama warung Inul yang menyajikan makanan khas sunda seperti nasi timbel, ayam goreng dan juga nasi cikur.

Awalnya warung inul terletak di area komplek perumahan mewah Dago Resort dekat sebuah taman tak jauh dari pintu gerbang komplek (sebelum hotel Marbella Suites), dan kemudian warung Inul pindah ke area parkir Tahura (Taman Hutan Raya) Juanda, Dago pakar yang kemudian diberi nama warung Inul 2.

Warung Inul 2 di area Taman Hutan Raya Juanda, Dago Pakar Bandung | photo source :serbabandung.com
Oya, warung Inul ini tak ada hubungan sama sekali dengan penyanyi dangdut terkenal Inul Daratista ya, kabarnya diberi nama warung Inul karena anak sang pemilik warung sering menonton video penyanyi Inul dan kemudian terinspirasi karena mudah diingat.

Makan Nasi Cikur di Warung Inul Setelah Jalan-Jalan di Tahura

Hari Sabtu (15/04) lalu saya berkunjung ke Tahura Juanda bersama teman-teman untuk berburu foto sekalian berburu biji buah pinus haha, ya di Tahura banyak sekali pohon pinus yang tumbuh tinggi menjulang dan biji-bijinya jatuh berserakan di tanah. 
 
Seseruan berfoto ria di Tahura

Dan beberapa dari pohon pinus tersebut dimanfaatkan oleh pihak pengelola Tahura untuk memasang hammock (ayunan yang diikat diantara batang pohon) dan menjadi salah satu daya tarik wisata anak muda kekinian di Tahura.

Hammock warna-warni diantara pohon pinus di Tahura | photo source : IG @sarrahgita

Di Tahura ada Goa peninggalan jaman penjajah yaitu goa Jepang dan Goa Belanda

Sebelum pulang wefie dulu di depan patung Ir.H.Juanda
Setelah berjalan-jalan dan berfoto, kami memutuskan untuk makan siang di warung Inul. Warung inul 2  terletak sekitar 20 meter dari pintu masuk Tahura. Dan saya pun memesan salah satu menu favorit di warung Inul yaitu nasi cikur.

Cikur berasal dari bahasa sunda yang artinya kencur. Jadi nasi cikur adalah nasi yang digoreng bersama rajangan kencur yang sudah dicampur dengan bumbu penyedap lain termasuk irisan bawang daun. Di bagian atas nasi cikur tersebut diberi taburan bawang goreng garing yang menambah rasa gurih. Terlihat sederhana namun dibalik kesederhanaan itulah yang membuat nasi cikur ini menjadi menu favorit.
Nasi cikur salah satu menu favorit di warung Inul | tumis kangkungnya juga enak lohh | photo source : pergidulu.com
Nasi cikur ini cocok dimakan dengan ayam goreng atau ikan asin kemudian dipadukan dengan sambal, petai goreng dan lalapan segar khas sunda. Wahh, pokoknya endes surendes, apalagi makannya sambil lesehan yang bisa menambah hangat suasana dan mengikat rasa kebersamaan bareng keluarga atau teman.

Makan lesehan bareng di warung Inul | sederhana dan nikmat
Jadi kalo lagi jalan-jalan kulineran di Bandung dan pengen nyobain makanan khas Bandung kayak nasi cikur atau batagor Bandung yang enak dan terkenal itu kamu sudah tahu harus datang kemana :)

Selamat  kulineran :)

                                                                                                                                                        

12 comments:

  1. Pgn nyobain ih nasi cikurnya... Sama tidur2an di hammock :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk atuh kita ngabring ke tahura teh nathalia :)..aku juga belum nyobain hammock nya :)

      Delete
  2. Tiba-tiba aku jadi pengen bikin nasgor cikur eh apa seblak, ya? Hehehe galau dan lapar kalau ketemu gini deh jadinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. dua-dua nya aja teh efi :)..nanti kalo udah jadi aku minta #eh *jadi pengen nyobain masakan teh efi #kode

      Delete
  3. Replies
    1. iya teh susi, warung inul lebih dikenal sama orang jakarta dibanding sama orang bandung :)

      Delete
  4. Nah, aku kira punyanya mba Inul, ternyata anak pemilik warungnya sering nonton video mba Inul :D. Unik. Aku belum pernah ke Tahura, jadi kabita pengen ke sana plus nyoba nasi cikurnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, brati berkunjung ke tahura sama makan nasi cikur di warung inul jadi daftar kunjung wajib gilang nih :)..yuk aku temenin :)

      Delete
  5. Ya ampun nasi cikurnya bikin ngiler

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya tuh..cocok buat menu makan siang :)

      Delete
  6. Replies
    1. hayu atuh teh ida..urang ka warung inul :)

      Delete