Friday, April 28, 2017

Temu Blogger di Hotel Bidakara Savoy Homan : Ayo Dukung Germas !

Pada tanggal 21 April 2017 lalu, saya berkesempatan mengunjungi hotel Savoy Homan untuk menghadiri acara Temu Blogger yang bertema Urang Bandung Dukung Germas (Gerakan masyarakat hidup sehat) yang diadakan oleh Kemenkes (kementrian kesehatan) RI yang bekerja sama dengan pemerintah kota Bandung dan didukung oleh TOSKA PR.

Temu Blogger kesehatan 2017 : Urang Bandung dukung Germas
Pemateri di acara temu blogger kesehatan 2017 : (dari kiri) Indra Rizon (kepala bagian hubungan media dan lembaga kemenkes RI) , drg.Oscar Primadi (kepala biro dan komunikasi pelayanan masyarakat kemenkes RI), Nina Manarosana (sekretaris dinas kesehatan kota Bandung) , dan Uus  (Sukmarasekretaris dinas kesehatan provinsi Jawa Barat).

Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIB saya sudah tiba di hotel Homan dan langsung menuju ke lantai 1 tepatnya ke ruangan Embassy, tempat dimana acara temu Blogger ‘Urang Bandung dukung Germas akan diselenggarakan.

Ternyata pada hari itu yang bertepatan dengan peringatan hari Kartini, di  hotel Savoy Homan terdapat beberapa acara lain yang sedang berlangsung, diantaranya yaitu acara salah satu partai politik dan juga acara dari Kemenhum (kementrian Hukum) RI,  yang tempatnya bersebelahan dengan ruang Embassy, sehingga ada beberapa peserta yang nyasar sewaktu daftar di meja registrasi :).

Setiba di meja registrasi saya langsung mengisi daftar hadir dan  mendapatkan sebuah tas serta sebuah kaos berwarna hitam yang kemudian langsung saya pakai bertuliskan Temu Blogger Kesehatan 2017. Acara blogger ini dihadiri oleh sekitar 40 orang blogger yang berasal dari komunitas blogger (@bloggerbdg) yang berada di kota Bandung dan komunitas blogger dari daerah Jawa Barat lainnya seperti Cianjur, Karawang, Cirebon, Purwakarta dan Garut.

Apa itu Germas ?

Jujur ini adalah kali pertama saya mendengar istilah Germas, dan berdasarkan pemaparan dari Kepala Biro Komunikasi Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, yaitu bapak drg. Oscar Primadi, Germas merupakan :

Pengertian Germas | doc : sehatnegeriku.kemkes.go.id

Tujuan Germas

Germas merupakan bagian dari Instruksi Presiden (Inpres) no 1 tahun 2017 yang bertujuan agar masyarakat dapat berperilaku sehat sehingga berdampak pada terjaganya kesehatan, masyarakat menjadi lebih produktif, lingkungan menjadi bersih serta berkurangnya biaya untuk berobat.

Tujuan Germas yang diharapkan dapat tercapai
Bentuk kegiatan Germas

Sebagai masyarakat termasuk saya banyak yang belum tahu seperti apa contoh kegiatan yang termasuk ke dalam Germas.

Berikut ini adalah 7 contoh kegiatan Germas yang bisa dilakukan dalam aktifitas sehari-hari :

1. Melakukan aktifitas fisik.
2    2. Mengonsumsi buah dan sayur secara rutin terutama buah dan sayuran lokal.
      3. Tidak merokok.
4    4. Tidak mengonsumsi alkohol.
5    5. Memeriksa kesehatan secara rutin dan berkala.
6    6. Membersihkan lingkungan sekitar.
7    7. Menggunakan jamban.

Bentuk kegiatan Gerakan masyarakat hidup sehat

Dan yang menjadi fokus Kemenkes di tahun 2017 ini sehubungan dengan kegiatan Germas melalui pendekatan keluarga mencakup 3 hal yaitu melakukan aktifitas fisik, mengonsumsi buah dan sayur serta memeriksa kesehatan secara rutin dan berkala.

Fokus kegiatan Germas tahun 2017

Melakukan aktifitas fisik

Disadari atau tidak, masyarakat jaman sekarang mulai jarang melakukan aktifitas fisik yang mengeluarkan keringat yaitu olahraga. Padahal banyak sekali contoh kegiatan fisik yang bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, seperti halnya di sela-sela acara temu blogger Germas ini, seluruh peserta diajak untuk melakukan kegiatan fisik bersama berupa berolahraga di dalam ruangan. Hanya membutuhkan sekitar 15 menit saja, dan badan pun terasa lebih segar.

Jadi, di awal dan di tengah-tengah acara, pihak panitia memutar sebuah tayangan video yang berisi tentang gerakan-gerakan senam yang bisa dilakukan di dalam ruangan. Dan setelah melakukan gerakan-gerakan ringan tersebut, rasa kantuk dan sedikit rasa pegal yang saya rasakan karena duduk berjam-jam di dalam ruangan pun bisa berkurang.

Hal tersebut merupakan hal positif dan perlu disosialisasikan terutama di instansi-instansi dan organisasi yang karyawannya lebih banyak duduk dan bekerja di dalam ruangan.

Sedangkan salah satu contoh kegiatan fisik yang bisa dilakukan di rumah, antara lain ikut aktif mengerjakan pekerjaan rumah tanpa harus tergantung pada tenaga asisten rumah tangga. Aktifitas kecil seperti menyapu lantai, menyiram bunga dan membersihkan meja bisa menjadi salah satu kegiatan rutin yang bisa kita lakukan setiap hari.

Selain itu, aplikasi penghitung langkah yang ada di dalam handphone juga bisa menjadi  sarana pendukung supaya kita terpacu untuk aktif bergerak dengan berjalan kaki setiap harinya. Jadi kita bisa memasang target untuk berjalan kaki setiap hari sebanyak minimal sekian ribu langkah. Yang mana hal tersebut bisa berdampak positif bagi kesehatan jantung dan tubuh kita.

Karena berdasarkan data dari dinas kesehatan, dalam jangka 20 tahun terakhir, jumlah penyakit tidak menular naik drastis dibandingkan penyakit menular. Beberapa contoh penyakit tidak menular seperti diabetes, infeksi saluran pernapasan (ISPA), jantung koroner dan sebagainya lebih banyak disebabkan oleh pola gaya hidup manusia yang dari waktu ke waktu semakin tidak teratur (kurang istirahat), makan makanan instan yang kurang sehat serta jarang melakukan kegiatan fisik (olahraga).

doc : sehatnegeriku.kemkes.go.id

Mengonsumsi buah dan sayur

Sebagai penyuka buah dan sayuran, saya setuju sekali apabila hal ini dijadikan sebagai fokus dalam kegiatan Germas 2017, karena dalam keseharian saya masih sering melihat banyak orang yang jarang mengonsumsi buah dan sayur dengan alasan karena tidak suka rasanya. 

Padahal menurut saya makan buah dan sayur itu bukan karena rasanya tapi karena manfaatnya. Bahkan beberapa orang yang saya kenal mau makan buah dan sayur tapi dengan syarat rasa buahnya harus manis dan rasa sayurnya harus enak, waduh…, sementara rasa buah dan sayur itu sendiri beraneka ragam, ada manis, asam dan pahit. Dan buah atau sayur yang pahit itu sebenarnya memiliki khasiat khusus yang dibutuhkan oleh tubuh dan bisa mengobati penyakit tertentu.

Oya, untuk buah dan sayur, ada baiknya kita mengonsumsi buah dan sayuran lokal produksi daerah kita sendiri, karena selain mudah diperoleh, kualitasnya pun jauh lebih baik dan harganya relatif lebih murah. Sementara masih banyak masyarakat yang lebih tertarik untuk mengonsumsi buah dan sayuran impor, yang mungkin secara tampilan jauh lebih menarik. Akan tetapi kita tidak tahu bahwa sebenarnya sayuran dan buah-buahanan yang berasal dari luar negeri sudah mengalami beberapa proses pengawetan dengan tujuan untuk menjaga kualitas dan kesegaran buah serta sayuran tersebut.

Memeriksa kesehatan secara rutin dan berkala

Berbicara soal memeriksa kesehatan, peraturan umum yang berlaku di masyarakat yaitu bahwa orang yang berkunjung ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatan adalah orang yang sedang sakit sedangkan orang yang sehat tidak mesti memeriksakan kesehatannya. 

Dan hal tersebut merupakan pemahaman yang salah dan harus di sosialisasikan lagi kepada masyarakat, karena berdasarkan ilmu kesehatan sebaiknya kita memeriksakan kondisi kesehatan secara rutin dan berkala.

Sehingga dengan demikian tindakan pencegahan dapat dilakukan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam tahapan pengobatan yang tentunya bisa menguras tenaga, pikiran serta materi. Waktu yang ideal untuk memeriksakan kesehatan yaitu setiap 6 bulan sekali.

Memang hal ini membutuhkan proses dan pemahaman yang lebih dari masyarakat yang tentunya juga harus didukung oleh aparat kesehatan yang terkait termasuk pemerintah didalamnya.

Jadi yuk kita dukung program Germas ini dengan mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang.

Komunitas bloggerbdg mendukung program Germas 2017 | photosource : IG bunda @intan_roosmadewi




2 comments:

  1. Replies
    1. hai ambuu :)senang bisa kenal dan ketemu ambu disana:)

      Delete