Wednesday, July 26, 2017

Pentingnya Literasi Digital di Era Generasi Millenial

 
Seiring berkembangnya zaman, jumlah pengguna internet terus bertambah. Termasuk kaum perempuan dan anak-anak, sekarang mereka sudah menjadi pengguna aktif internet. Saat ini banyak perempuan yang menggunakan internet untuk mendapatkan penghasilan tambahan, seperti berjualan via online (online shop). Ataupun sekedar mencari berbagai macam informasi. Mulai dari resep masakan, tips kecantikan sampai dengan tips parenting. Bahkan mau beli lipstik pun, biasanya perempuan mencari referensi dulu lewat internet, haha *pengalaman pribadi 🙈. Karena melalui akses internet, semua informasi bisa kita peroleh dengan mudah dalam sekejap. 

Sedangkan anak-anak cenderung menggunakan internet untuk bermain games (permainan interaktif yang bisa dimainkan secara online), bermain social media bersama teman-temannya, atau menonton tayangan video melalui media you tube, yang sekarang sedang digemari.

Namun tidak semua orang mampu menggunakan internet secara benar (secara sehat dan cerdas). Karena pada nyatanya masih banyak pengguna internet yang belum mengerti dan belum memahami bagaimana sih cara menggunakan internet yang sehat dan cerdas itu.

Terbukti dengan masih banyaknya orang yang menyalahgunakan internet dengan melakukan penipuan atau pun mempercayai dan atau menyebarkan informasi sesat (hoax) yang belum jelas kebenarannya, tanpa melakukan cek dan re-check terlebih dahulu. Atau memposting status di media sosial yang mengundang komentar negatif sekaligus mengundang kebencian.

Atau bahkan, seperti kasus terbaru, viralnya sebuah video yang berisi tentang kegiatan bullying (perisakan) yang dilakukan oleh anak-anak usia sekolah dasar. 

Hal tersebut tentu memicu keprihatinan kita semua. Dan membuktikan bahwa sebenarnya penggunaan teknologi internet harus disertai dengan pemahaman dan kemampuan kognitif (cara berpikir) yang cerdas.

Dan pada Kamis, 20 Juli 2017 lalu, serempak.id salah satu portal internet yang mengulas tentang dunia wanita dan anak, bekerjasama dengan KemenPPPA (Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), mengadakan sebuah acara seminar dan talkshow (roadshow serempak 2017) yang bertema Literasi Digital Generasi Millenial.

Sebagai peserta, di acara tersebut hadir perwakilan komunitas emak blogger (KEB) Bandung, sebagai salah satu komunitas perempuan yang kegiatannya menulis melalui media internet, serta siswi dan mahasiswi sekolah naungan Yayasan Muhamadiyah Bandung, mewakili generasi millenial yang lahir pada periode tahun 90-an dan 2000-an.

Seminar dan talkshow tentang Literasi Digital Generasi Millenial bertempat di Aula Mesjid Mujahidin, Bandung

Para narasumber di acara kreatif bersama serempak : (kika : Ibu Martha (ketua serempak sekaligus founder Indonesia women IT Awareness), Ibu Yulis (perwakilan Kemenkominfo), Ibu Indari (penulis sekaligus penggiat pemberdaya perempuan), dan Ibu Andalusia (dosen Fikom Unisba)


Apa itu Literasi Digital Generasi Millenial

Literasi digital merupakan seperangkat kemampuan yang harus dimiliki seseorang dalam menggunakan perangkat digital seperti internet yang melibatkan kemampuan teknis dan kecerdasan kognitif.

Dan generasi millenial adalah istilah untuk generasi yang lahir pada era 1980-an sampai dengan 2000 dan akrab (fasih) dengan teknologi digital.

Kedua hal tersebut saling berkaitan mengingat teknologi digital yang terus berkembang dengan pesat, dan erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Maka sebagai pengguna perangkat tersebut, kita pun dituntut untuk melek terhadap dunia digital. Melek dalam arti memahami, mengevaluasi dan membuat sesuatu (bisa menjadi produsen, bukan hanya konsumen). Seperti yang disampaikan oleh ibu Andalusia Neneng Permatasari (Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba) selaku salah satu nara sumber di acara roadshow serempak 2017, pada Rabu, 20 Juli 2017 lalu.

Teknologi internet tidak hanya memudahkan kita dalam mendapatkan informasi terkini, tapi juga memberikan kesempatan bagi kita untuk bisa berkarya. Ibu Andalusia memberikan contoh salah satu produk bentuk literasi digital, hasil karya beliau bersama tim nya yang berupa sebuah website di bidang pendidikan anak bertitel serusetiapsaat.com

Website tersebut memberikan layanan berupa free e-book (buku elektronik) bagi anak-anak, yang bisa diunduh secara gratis. Dan situs tersebut merupakan sebuah hasil karya yang lahir bermodalkan passion (minat) dalam dunia anak yang kemudian dikolaborasikan dengan kemampuan teman-teman bu Andalusia di bidang story telling dan web design. Sungguh menarik. 

serusetiapsaat.com salah satu website yang menyediakan buku dongeng online untuk anak | dan bisa diakses secara gratis melalui internet
Jadi alangkah baiknya, apabila internet bisa kita manfaatkan sebagai sarana untuk menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat positif bagi orang lain. 


Berkarya dari rumah melalui internet

Di acara seminar dan talkshow serempak 2017 tersebut, hadir pula teh Indari Mastuti, sosok perempuan aktif yang inspiratif. Beliau sudah memiliki banyak karya berupa buku (ada 65 judul buku yang sudah Teh Indari tulis hingga saat ini). Termasuk beberapa bisnis lain seperti bisnis penulisan (sekolah menulis khusus perempuan) dan bisnis jualan (memberi wadah dan support bagi perempuan khususnya ibu rumah tangga yang ingin memanfaatkan internet untuk berjualan), dan sudah melibatkan ratusan hingga ribuan perempuan Indonesia. Wow, hebat ya. Dan bisnis tersebut Teh Indari rintis dengan memanfaatkan jaringan internet. Ya, dengan internet siapapun bisa ikut berkarya, termasuk ibu rumah tangga yang waktunya lebih banyak dihabiskan di rumah. 

Teh Indari merupakan salah seorang contoh sukses, perempuan yang cerdas memanfaatkan internet dengan berkarya dari rumah. Semua aktifitas Teh Indari sehari-hari memang tak lepas dari dukungan internet. Beliau pun mengulas tentang beberapa tips bagaimana cara menggunakan internet khususnya dalam bersocial media, secara sehat dan cerdas, yaitu diantaranya :

1. Hindari menggunakan social media ketika kita sedang marah, karena ketika sedang marah (emosi), kita cenderung memposting sesuatu yang bersifat negatif dan bisa merugikan orang lain dan bahkan merugikan diri kita sendiri.
2. Jika sedang bahagia, postinglah lebih banyak tulisan, sebagai salah satu bentuk kebaikan yang bisa menjadi sumber inspirasi bagi orang lain.
3. Fokuslah  pada membagi ilmu yang kita kuasai, dibandingkan memposting tulisan yang sedang ramai dibicarakan (hot topic) atau isu yang sebetulnya tidak (kurang) kita kuasai. 

Perempuan dan internet

Berbicara soal perempuan dan internet, ibu Martha Simanjuntak  (ketua Pokja Serempak), juga merupakan founder Iwita atau Indonesia Women IT Awareness. Sebagai perempuan kita hendaknya ikut peduli dan ikut memantau akan perkembangan dunia teknologi, khususnya teknologi informasi. Karena perempuan juga merangkap sebagai ibu, dengan anak-anak (generasi millenial) yang sangat akrab dan fasih dengan teknologi informasi dalam kegiatannya sehari-hari.

Dengan adanya Iwita diharapkan dapat mewujudkan perempuan Indonesia yang tanggap akan teknologi informasi, dan dapat berperan serta berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi  Indonesia juga membentuk generasi bangsa yang berahlak mulia dan berprestasi.

Informasi lengkap mengenai iwita bisa diakses di www.iwita.id | photo source : IG @iwitacreative
Selain itu, dalam rangka melek digital, salah satu bentuk kepedulian Serempak pada perempuan juga difasilitasi melalui fitur yang bernama e-learning. Fitur e-learning merupakan layanan bagi para Indonesia yang ingin mengembangkan diri melalui pelatihan online (melalui komputer) dan meliputi beberapa bidang, seperti :


1.  Pengenalan komputer dan internet (basic).

2.  Pemanfaatan internet (search engine, blog dsb).

3. Open office dasar (membuat dokumen, spreadsheet, presentasi).

4.  Multi media dasar (digital photo, film).

5.  Webdesign dan blog.

Serempak.id situs yang memberikan informasi mengenai dunia perempuan dan dunia anak

    Dan untuk kita, kaum perempuan yang ingin ikut berkarya dari rumah melalui internet, serempak.id membuka lowongan dengan mengajak kaum perempuan untuk bergabung menjadi kontributor, menulis artikel yang berhubungan dengan dunia wanita dan dunia anak.
 
Serempak.id juga menerima kontributor yang ingin berpartisipasi dalam menyumbangkan ide dan pikiran dalam bentuk tulisan | photo source : IG @serempakid
 Kemenkominfo serta Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Turut Mendukung Kegiatan yang Berhubungan dengan Literasi Digital.

Dalam mendukung kegiatan literasi digital ini, pihak pemerintah pun ikut berperan aktif. Berdasarkan pemaparan ibu Yulis (kepala divisi pelaksana, monitoring dan evaluasi ekosistem BP3TI) dari Kemenkominfo, dalam agenda tahunannya, dinas Kemenkominfo (Kementrian Komunikasi dan Informasi) sudah memiliki banyak program yang berkaitan dengan pemerataan fasilitas internet di wilayah Indonesia.

Dinas Kemenkominfo melakukan kunjungan ke setiap wilayah di nusantara dan bekerjasama dengan beberapa pihak terkait untuk membangun sarana infrastruktur (palapa ring), supaya jaringan internet bisa diakses secara merata oleh masyarakat di seluruh Indonesia. 

*Palapa ring adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau sebanyak 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel daratan sejauh 21.807 kilometer. (sumber : wikipedia.org).

Karena seperti kita ketahui, saat ini akses internet di Indonesia masih belum merata ke seluruh wilayah terutama di wilayah bagian timur Indonesia. Mudah-mudahan program tersebut dapat segera terealisasi supaya semua masyarakat Indonesia bisa segera menikmati fasilitas internet yang cepat dan memadai.

Dan sebagai puncak sekaligus penutup acara, hadir tamu kehormatan yaitu ibu menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip. Apling, MA. Ibu menteri mengulas tentang pentingnya mencantumkan sumber informasi yang diambil dari internet. Khususnya untuk informasi yang digunakan dalam sebuah karya tulis atau untuk kepentingan akademik. Mengingat siapa saja bisa memposting informasi di internet tanpa bertanggung jawab akan isi informasi tersebut. Maka dalam hal ini, akan lebih baik apabila kita juga mau membaca buku sebagai referensi yang lebih terpercaya. #marimembaca #yukbacabuku.

(foto kiri) : Ibu Yohana selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sedang memberikan pemaparan mengenai pentingnya literasi digital di masa sekarang

Pengetahuan tentang literasi digital ini memang menjadi tugas kita semua, termasuk orang tua didalamnya, karena peluang untuk terjadinya mis-informasi dan penyalahgunaan informasi di internet masih terbuka lebar. 

Tidak ada kata terlambat, jadilah generasi millenial yang cerdas dalam menerima dan mengolah informasi. Pilah dan pilih serta saring terlebih dahulu, apakah informasi yang kita peroleh melalui internet adalah informasi yang bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Mengingat saat ini sudah diberlakukannya undang-undang ITE (informasi dan Transaksi Elektronik). Undang-undang ITE adalah UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik atau teknologi informasi secara umum.

Jadi, yuk  bijak dan manfaatkanlah teknologi internet untuk tujuan yang positif.










14 comments:

  1. internet user sekarang emang dituntut bukan sekedar pintar berselancar namun juga harus pintar berinternet yaa teh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul teh Tian, melalui internet kita juga bisa berkarya. kayak emak2 blogger, berkarya lewat tulisan di internet :)

      Delete
  2. Internet bagai pisau bermata dua, ada manfaat dan ada dampak negatifnya juga, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul teh Rani, kita mesti cerdas menggunakan internet. terutama untuk hal yang positif ya :)

      Delete
  3. Acara seru yang penuh manfaat, jadi tahu permasalahan literasi zaman sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bunda acaranya bermanfaat banget, dan permasalahan literasi digital ini merupakan PR (pekerjaan rumah) buat kita semua. ga ada kata terlambat untuk melek digital.

      Delete
  4. Jaman sekarang produktif bisa dr mana aja ya, gak mesti kerja kantoran. Ibu2 atawa pekerja lepas waktu sekarang mah punya banyak peluang kerja (uang, maksudnya eheheheheh). Yg penting mah make internet utk kebaikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju teh Ulu, dengan adanya internet, kita bisa tetep produktif dengan bekerja di rumah :).

      Delete
  5. Banyak ilmu yang didapat dari acara ini ya, Teh. Ulasan teteh bagus banget dan lengkap. Beruntung bisa ikut acara ini. Maju teru perempuan Indonesia. Semoga semakin banyak masyarakat kita yang melek internet.

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih teh Zia :). Betul sekali acaranya sangat bermanfaat ya, nambah ilmu buat kita tentang apa itu literasi digital. maju terus perempuan Indonesia dan terus berkarya :)

      Delete
  6. Kerja dari rumah memang menyenangkan asal produktif. Maka pintar"lah untuk menggunakan internet hehe

    www.extraodiary.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mba Inez. sekarang kita bisa tetep produktif dengan bekerja dari rumah memanfaatkan internet ya :)

      Delete