Monday, August 21, 2017

Flash Blogging : Tantangan seru Ngeblog Dalam Waktu Terbatas Di Acara Kominfo

Yes tanggal 17 Agustus 2017 lalu, seluruh rakyat Indonesia memperingati hari lahirnya yang ke 72 tahun ☺. Dimana dengan bertambahnya usia, tentu semakin beragam pula tantangan yang akan dihadapi oleh bangsa kita.


Flash blogging : menulis blog dalam waktu singkat
Seperti halnya salah satu ‘tantangan pelik’ yang sedang kita hadapi bersama saat ini. Yaitu maraknya berita online yang beredar di masyarakat, yang sangat disayangkan sumber berita nya cenderung masih belum jelas kebenarannya alias hoax.


Dan hari ini, Selasa, 22 Agustus 2017 dinas Kominfo (Komunikasi dan Informatika) Republik Indonesia bekerjasama dengan komunitas blogger (sebagai salah satu penggiat tulisan di dunia online), mengadakan sebuah acara flash blogging (temu blogger wilayah Jawa Barat) yang bertema 72 tahun memperkokoh kebhinekaan dalam membangun negeri.


Bertempat di hotel Holiday Inn, Pasteur, Bandung, acara ini mengundang dua orang nara sumber yang sangat inspiratif yaitu Bapak Prof. dr. Karim Suryadi, dosen di UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), yang merangkap sebagai praktisi online di harian Pikiran Rakyat serta  Enda Nasution, seorang penulis / penggiat blogger yang sekarang aktif di dunia start up digital. 

Berkaitan dengan maraknya berita hoax yang menyebar di dunia online, saya pun setuju dengan salah satu pemaparan dari Prof. Karim, bahwa kebebasan di dunia maya merupakan sebuah peluang atau kesempatan, yang sekaligus merupakan sebuah tantangan. Karena kebebasan itu tidak selamanya menjadi berkah, terutama dalam hal kebebasan mengakses dan menyebarkan informasi, khususnya di dunia maya.

Setiap orang mempunyai kebebasan untuk mengakses dan menyebarkan setiap informasi yang diperolehnya, namun kebebasan tersebut sebaiknya merupakan kebebasan yang bertanggung jawab. Karena kendali itu sepenuhnya ada di tangan kita. 

Kita ditantang untuk bisa mengendalikan keinginan dalam mengakses setiap berita, serta bijak dalam menyebarkan berita tersebut. Kita pun harus cerdas membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Karena tidak semua yang kita inginkan adalah sesuatu yang kita butuhkan dan begitupun sebaliknya.

Dan sebagai penutup, di akhir acara Enda Nasution mengulas tentang peran blogger sebagai salah satu pihak yang berkecimpung dalam dunia online. Blogger pun ikut mempunyai kendali akan hal tersebut. Para blogger ditantang sekaligus 'dituntut' untuk dapat memproduksi dan menyebarkan informasi yang positif dan bermanfaat bagi pembacanya.

Apalagi mengingat, internet merupakan salah satu media yang pertumbuhannya terus meningkat tajam seiring berjalannya waktu. Jumlah pengguna internet terus bertambah setiap waktu, mulai dari perempuan hingga anak-anak.

Saat ini banyak  sekali perempuan yang merambah ke dunia online, seperti berjualan online ataupun ibu rumah tangga yang tetap berkarya dari rumah melalui tulisan (menjadi blogger). Dan anak-anak pun sekarang menjadi penggemar setia media youtube (layanan video online), terbukti banyak vlogger-vlogger (penggiat video blogger) yang mempunyai banyak penggemar termasuk anak-anak.

Jadi, kegiatan berselancar di dunia online memang sebaiknya didukung oleh  kemampuan dalam mengolah dan mengevaluasi informasi yang ada (literasi digital), tidak hanya sebatas menerima dan dengan begitu saja menyebarkannya tanpa menyaring terlebih dahulu.

Yuk, bekali diri kita dengan ilmu mengenai literasi digital.

#flashblog72RI

Baca juga : Apa itu literasi digital?





No comments:

Post a Comment