Monday, August 28, 2017

Wot Batu, Tempat Wisata Yang Kaya Arti Dan Bisa Bikin Hati Tenang

Sabtu pagi itu, saya meluncur ke sebuah tempat di daerah Dago Atas. Untuk bertemu dengan seorang kawan lama, teman semasa kuliah dulu, sekaligus untuk refreshing (baca : berolahraga sambil menghirup udara segar di pagi hari).

Setelah sekitar 15 menit berkendara, sekitar pukul 8 pagi, tibalah saya di sebuah tempat yang bernama Wot batu. Sebuah bangunan yang dari luar hanya terlihat bagian temboknya yang tinggi dengan satu buah pintu pagar besi berwarna hitam. Tak lama muncul seorang bapak-bapak yang kemudian membukakan pintu pagar.



Saya pun masuk, dan bertemu dengan dua orang anak muda yang sudah berpakaian olahraga. Oya, Sabtu pagi itu di Wot Batu akan diadakan sesi olahraga yoga bersama yang akan dipandu oleh instruktur yoga berhijab bernama Dyah Synta (yang biasa dipanggil dengan sapaan Cita). 

Outdoor yoga di Wot Batu diadakan setiap 2 minggu sekali
Dont forget to bring your own yoga mat ya.. | Yoga mat bag by Tutumi.id


Sesi yoga kali ini, terasa special karena diadakan di sebuah tempat yang special pula. Ya, Wot Batu adalah sebuah tempat wisata yang terletak di kawasan Dago Atas, tepatnya di Jl. Bukit Pakar Timur no 98, Bandung.
Lokasinya yang terletak di Bandung utara, identik dengan daerah pegunungan, hingga udara pagi itu pun terasa masih segar. Suasana di Wot Batu begitu tenang, karena jauh dari keramaian. Pemandangan kolam dengan bunga teratai menambah syahdu suasana. Ditambah iringan musik yang mengalun damai, mengiringi sesi olahraga yoga yang memang membutuhkan ketenangan dan konsentrasi. 

Pemandangan kolam teratai di atas ketinggian kota Bandung

Setelah berolahraga selama satu jam, kami pun beristirahat sambil menikmati segelas teh rosella hangat, yang diberi potongan batang serai😘.

Teh rosella berasal dari bunga rosella (hibiscus sabdariffa) kering | mengandung vit C dan baik untuk kesehatan

Mengenal Wot Batu 

Oya ini adalah kali pertama saya mengunjungi Wot Batu. Sebelumnya saya pernah mendengar dari cerita seorang teman, bahwa Wot Batu adalah sebuah tempat untuk menenangkan diri. Dan setelah saya datang langsung kesana, saya pun setuju dengan hal tersebut. Dan bahkan lebih dari ekspektasi saya. Wot Batu ini ternyata menarik sekali karena merupakan sebuah taman batu (stone gallery) yang memiliki nilai seni tinggi.

Tampak indah walaupun sebenarnya memiliki nilai filosofi tentang kematian | waduh..
Susunan batu yang berjumlah 10 buah dan diartikan sebagai lambang gravitasi
 
Gerbang dengan replika sidik jari pak Sunaryo di bagian atas, sebagai pembatas dari area kelahiran menuju area kematian

Konsep taman dan suasana yang nyaman di Wot Batu adakalanya dimanfaatkan untuk mengadakan acara bertema Seni

Wot Batu adalah sebuah taman dengan konsep luar biasa yang memajang berbagai macam bentuk batu hasil karya seorang Seniman bernama Sunaryo. Mungkin kita sudah sering dengar tentang sebuah tempat bernama Selasar Sunaryo. Nah, Wot batu ini juga merupakan tempat milik pak Sunaryo yang sama. (FYI : Wot batu berlokasi di sebelah kanan sekitar 50 meter sebelum Selasar Sunaryo). Dibangun pada tahun 2012, dan kemudian mulai dibuka untuk umum pada tahun 2015. 

Wot Batu diresmikan pada 04 September 2015 oleh Anies Baswedan,
 yang kala itu menjabat sebagai menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

Berwisata di Wot Batu, Wisata penuh arti

Setelah sesi olahraga yoga berakhir, saya berdua memutuskan untuk berkeliling taman. Yang pagi itu dipandu oleh seorang guide muda (mahasiswi bernama Lia). Lia menceritakan tentang filosofi dari semua bebatuan yang ada di Wot Batu. Mulai dari pintu gerbang masuk sampai batu terakhir (batu waktu). Berdasarkan informasi, terdapat sekitar 135 batu, di area Wot Batu yang masing-masing memiliki nilai/ arti tersendiri.
Lokasi Wot Batu dikelilingi oleh lebih dari 20 gunung-gunung yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat
 
Batu waktu dengan mesin jam terpasang didalamnya. Memiliki filosofi bahwa 'Akan ada nanti kalo ada sekarang, dan tidak akan ada nanti kalo tidak ada sekarang'. (Hana nguni hana mangke, tan hana nguni tan hana mangke).

Sekitar setengah jam kami berkeliling taman, Dan kami pun takjub, begitu tahu nilai-nilai filosofi apa saja yang melekat pada berbagai macam bebatuan di taman tersebut. Setelah itu, kami pun masuk ke dalam sebuah ruangan gelap yang memutarkan sebuah tayangan video berdurasi pendek tentang terjadinya bumi. 
Tangga menuju ruang bawah tanah tempat pemutaran video
Dan saya pun memperoleh sebuah hal baru, betapa  Pak Sunaryo begitu cerdas menuangkan konsep kehidupan dalam karyanya tersebut. Semua batu yang ada disana, mempunyai nilai spiritual dan pesan yang sarat akan makna. Dan pesan tersebut ditujukan kepada kita. Mengingatkan akan asal-usul kita sebagai manusia, yang lahir, hidup dan kemudian akan meninggal dunia. Bahwa Tuhan menciptakan semua mahluk yang ada di dunia itu berpasang-pasangan. Di taman Wot Batu ini terdapat 5 elemen unsur alam yang saling melengkapi seperti tanah, air (kolam), udara, api (sudut api abadi) dan angin. Dan masih banyak lagi nilai-nilai luar biasa lain tentang kehidupan, yang kayaknya harus saya catat supaya ga lupa hehe.

Dan dengan berkunjung ke Wot Batu, berhasil mengingatkan saya untuk selalu bersyukur dan selalu ingat, bahwa manusia adalah mahluk yang sangat kecil di hadapanNya, dan semua manusia akan kembali kepada alam, kembali kepada sang pencipta, Tuhan Yang Maha SegalanyaHiks, saya pun jadi agak-agak merinding gimanaa gitu. Masih banyak hal yang belum saya lakukan dan belum saya capai.

Ya, dengan mengunjungi tempat seperti Wot batu ini, kita seolah ditegur dan diingatkan kembali akan makna hidup yang sudah kita jalani selama ini.

Yuk sesekali kunjungi tempat-tempat wisata yang sedikit ‘berbeda’, karena  banyak hal baru dan manfaat positif yang bisa kita peroleh.

Saturday morning at Wot Batu
Di Wot Batu tersedia sudut untuk menikmati light meals (makanan ringan)

Wot Batu (Stone Bridge)
Jl. Bukit Pakar Timur No 98, Bandung
IG : @ wotbatu
www.wotbatu.id

Baca juga : Pengalaman menarik berkunjung ke galeri seni Nuart

16 comments:

  1. Udh tau lumayan lama belum kesampean juga kesana :) aseek ya tempatnya, mksh ya udh sharing

    ReplyDelete
  2. selalu suka kalau ngafe di selasar sunaryo, atmosfirnya nyamannnn banget

    ReplyDelete
  3. Sering lewat tapi belum sempat main kesini^^ tfs ya Teh semoga nanti saya bisa cari inspirasi disini hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sandra..wot batu cocok banget buat cari inspirasi :)

      Delete
  4. teh pengennnnn kesini huhu ajak-ajak

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayu rara..kesana rame2 seru kayaknya ya:)

      Delete
  5. gimana caranya bisa yoga di sana? belum pernah ke Wot Batu. Kata temen2 gak boleh moto pake kamera selain kamera hp ya? tiket masuknya berapa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. info yoga bisa diliat di ig wot batu teh ulu :)..n becul disana hanya boleh motret pk kamera hp aja. tiket masuknya 50k

      Delete
  6. Baru tau di dago ada tempat kaya gini hihi *kudet kereen batu2annyaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes apalagi filosofi nya..lebih keren lagi :)

      Delete
  7. Aduh keren banget, Git. Ini haratis apa gimana? Bener cerdas ya pak Sunaryo. Seniman yg sadar banget sm kekuatan alam..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya theh..kepikiran banget buat bikin taman batu kyk begono hehe..tiket masuknya 50k teh ayu..tp worthed kok :)

      Delete
  8. Wah, baru tahu ada teman adem senyap seperti ini padahal sering sekali ke Bandung jenguk anak-anak yang lagi kuliahan. Biasanya kami jalan ke tempat-tempat yang heits dan instagrammable, belum pernah ke tempat se tenang ini. Kalo ke Bandung saya akan sempatkan duduk santai disini menikmati suasana. Makasih infonya sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. masama mba novie :)..wot batu ini bisa jadi alternatif tempat wisata, kalo lagi bosen sama tempat wisata kekinian :)

      Delete