Friday, September 15, 2017

Ketika Ibu Rumah Tangga Mengenal Literasi Digital

Maraknya berita hoax yang beredar di masyarakat akhir-akhir ini, tentu membuat khawatir kita semua. Sebagai pengguna sekaligus penerima informasi khususnya informasi dari internet, setiap informasi yang sampai kepada kita hendaknya merupakan sebuah informasi yang kita butuhkan dan bermanfaat, namun pada kenyataannya, banyak sekali berita palsu yang bermunculan dan kemudan ‘dianggap’ benar. Hoax adalah berita yang tidak jelas sumber kebenarannya (cenderung bohong) dan kemudian beredar di masyarakat luas.

Yuk biasakan untuk THINK terlebih dahulu sebelum men-share sebuah informasi yang berasal dari internet

Kemudahan dalam mendapatkan informasi dari internet serta kemudahan dalam menyebarkannya, membuat arus hoax seolah tak bisa dibendung.

Apalagi didukung oleh semakin canggihnya perangkat komunikasi yang beredar di masyarakat. Penggunaan smartphone dalam kehidupan sehari-hari memang cenderung tak bisa dihindari. Iya ga sih? Coba perhatikan, dalam sehari biasanya berapa jam waktu yang kita habiskan bersama smartphone kita?😃. Hehe, sepertinya smartphone sudah menyita sebagian besar waktu dan kehidupan kita semua ya😃🙈.

Hampir semua aktifitas yang kita kerjakan berpusat pada smartphone yang membutuhkan koneksi internet. Dan pengguna smartphone tersebut tidak hanya kaum muda saja melainkan sudah merambah ke semua kalangan seperti ibu rumah tangga dan bahkan anak-anak.

Baca juga : Pentingnya Literasi Digital di Era Milenial

Ibu Rumah Tangga dan Penggunaan Internet

Tidak bisa dipungkiri saat ini, ibu-ibu rumah tangga sudah menjadi pengguna aktif internet. Selain untuk berkomunikasi, ibu rumah tangga juga banyak yang memanfaatkan internet sebagai sarana untuk menambah penghasilan.

Dalam menggunakan perangkat internet tersebut tentu dibutuhkan kemampuan untuk mengoperasikan gadget (smartphone), termasuk didalamnya kemampuan untuk menerima dan memilah semua informasi yang datang melalui internet. Dalam keseharian, banyak ibu rumah tangga yang berkomunikasi dengan dunia luar melalui social media. Termasuk menerima berbagai macam informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Biasanya informasi yang sedang ramai dibicarakan dan cukup menarik untuk dibahas, mendorong kita untuk dengan mudah menyebarkannya ke teman-teman melalui tombol share. Padahal ada beberapa hal yang harus kita perhatikan sebelum membagikan sebuah berita yang berasal dari internet. Karena tidak semua berita dapat dipercaya dan layak untuk dikonsumsi oleh semua kalangan. Think before posting, #bijakbersosmed.

Ketahui etika dalam bermedia sosial | Yuk #BijakBersosmed

Membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya tentu bisa menimbulkan efek negatif, karena bisa menimbulkan kesimpang siuran serta keresahan dan tentunya bertentangan dengan undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) yang sudah berlaku dan bisa menjerat siapa saja yang melanggarnya. Undang-undang ITE berisi hukum yang mengatur tentang penggunaan informasi dan transaksi elektronik yang dilakukan melalui media elektronik termasuk social media.

Social Media sudah menjadi sindrom yang membuat kita menjadi ketergantungan | Yuk#BijakBersosmed

Literasi Digital Untuk Ibu-Ibu Penggerak Tim PKK Kota Bandung

Berkaitan dengan hal tersebut, bertempat di Ballroom Trans Studio Mall, Bandung, Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) kota Bandung, mengadakan sebuah acara bertemakan literasi digital untuk ibu-ibu penggerak tim PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) di kota Bandung.

Pihak Diskominfo kota Bandung merasa peduli dan perlu untuk memberikan edukasi mengenai literasi digital kepada ibu-ibu, dimana ibu merupakan tonggak utama dalam keluarga yang memiliki peran penting dalam mendidik anak. Mengingat saat ini anak-anak juga menggunakan internet dalam kegiatannya sehari-hari.
Ibu merupakan madrasah utama bagi anak selain guru di sekolah | yuk bekali diri dengan ilmu mengenai penggunaan gadget untuk anak

Menilik beberapa kasus yang pernah terjadi di masyarakat, akibat kurangnya pengetahuan tentang bahaya internet, para ibu pun dituntut untuk lebih melek digital. Melek dalam arti, ibu harus cerdas dan sedikit banyak tahu tentang ilmu dasar internet, serta mengetahui efek positif dan negatif apa yang bisa diakibatkan oleh penggunaan internet yang kurang bijak. 

Di acara Kamis (07/09) pagi itu, hadir ibu Atalia Ridwan Kamil (istri walikota Bandung). Yang berhasil mengundang antusias para ibu PKK, yang berasal dari 30 kecamatan di kota Bandung untuk berpartisipasi dalam acara tersebut.

Ibu-ibu PKK dari 30 kecamatan di kota Bandung | wah rame yaa
Ibu Atalia Kamil sedang berbicara di depan ibu-ibu PKK kota Bandung

Kemampuan public speaking Bu Atalia dalam menyampaikan materi patut diacungi jempol, mengingat beliau adalah seseorang yang pernah memiliki profesi sebagai seorang MC (pembawa acara). Didukung oleh penampilannya yang segar menggunakan busana batik berwarna orange terang. Bu Atalia memaparkan beberapa hal tentang peran ibu dalam mendukung terciptanya internet yang sehat dalam keluarga yang sehat.

Sebagai tonggak dari pendidikan dalam keluarga, seorang ibu layaknya mengetahui lebih banyak mengenai dunia internet, membekali diri dengan ilmu sehingga ketika anak semakin kritis dan cerdas dalam menggunakan internet, sosok ibu pun bisa senantiasa mengawasi dan mencegah supaya hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.
Kenali apa kebutuhan anak, bagaimana tanggung jawab serta resiko dalam menggunakan gadget
Karena saat ini banyak sekali contoh buruk dari konsumsi internet yang menimpa anak-anak dan menimbulkan efek negatif yang tidak diinginkan seperti bullying atau bahkan bunuh diri. Sungguh miris dan sangat memprihatinkan, sehingga sudah seharusnya dilakukan tindakan pencegahan supaya hal seperti demikian tidak terjadi di lingkungan kita.

Oya, selain ibu-ibu PKK kota Bandung, di acara tersebut hadir juga perwakilan dari komunitas Kumpulan Emak Blogger (KEB), yaitu sebuah komunitas yang menaungi emak-emak (baca : ibu-ibu) yang memiliki minat dan hobi positif yaitu menulis di media internet, atau yang biasa dikenal dengan sebutan Emak blogger.

Perwakilan Komunitas Emak Blogger Bandung yang mayoritas adalah ibu rumah tangga dan aktif menulis di internet.
Ketua Komunitas KEB yaitu Mira Sahid sengaja datang dari Jakarta untuk hadir dan memberikan paparan mengenai penggunaan internet di kalangan ibu rumah tangga. Yaitu salah satunya bahwa selain aktif bersocial media, ibu rumah tangga juga bisa berkarya melalui internet. Ibu-ibu bisa menulis hal positif melalui status di media social ataupun belajar menulis sebuah ulasan berupa cerita positif, dan kemudian membagikan tulisan tersebut sebagai informasi dengan harapan bisa menjadi inspirasi yang bermanfaat bagi orang lain.

Jadilah masyarakat CERDAS yang mampu MEMILIH DAN MEMILAH INFORMASI yang diterima maupun yang akan disebarkan kembali.
Literasi Digital Adalah Tugas Kita Bersama (Dari Kita dan Untuk Kita).

Sekiranya, sosialiasi mengenai literasi digital ini merupakan sebuah pekerjaan rumah yang sudah selayaknya menjadi tugas kita bersama. Yuk kita mulai dari sekarang, dan mulai dari lingkungan terkecil, ikut membantu mensosialisasikan tentang apa itu literasi digital kepada masyarakat. 

Langkah Diskominfo kota Bandung sebagai perwakilan dari pihak pemerintah, bekerjasama dengan beberapa komunitas, termasuk diantaranya komunitas RTIK, yaitu sebuah komunitas yang bergerak di bidang teknologi dan ilmu komunikasi. R-TIK adalah singkatan dari Relawan Teknologi dan Ilmu Komunikasi. 

Relawan TIK ini tersebar di seluruh kota di Indonesia dan melibatkan banyak anak muda yang peduli untuk ikut berpartisipasi dan terjun langsung mendampingi masyarakat di bidang informasi dan komunikasi. Salut ! Hal tersebut merupakan langkah positif yang patut diapresiasi.

Informasi lebih lengkap mengenai relawan TIK khususnya relawan kota Bandung, bisa dilihat di www.rtikbdg.or.id .  

Dan mudah-mudahan, untuk langkah selanjutnya, akan dibuat program lanjutan dengan terjun langsung ke lingkup yang lebih kecil seperti ke tiap kecamatan atau sekolah, supaya lebih tepat sasaran.

Yuk kita dukung langkah pemerintah dan R-TIK dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang melek digital.

Setelah acara selesai boleh dong berfoto bareng dulu sama #sicinta ☺☺

16 comments:

  1. bermanfaat ilmunya, bisa buat referensi seminar nih hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih mas dhanang..topik ini menarik buat dibahas dan bakalan panjang kayaknya :)

      Delete
  2. Semua lapisan masyarakat harus melek digital ya sekarang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih..bener banget..penting banget soalnya:)

      Delete
  3. Think before posting and sharing anything ya Teh kadang syka gmz kalo ada seorang Ibu yang kurang bijak bersosmed^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu dia..sebagai ibu rumah tangga mudah2an kita ga termasuk ke barisan gemez itu ya..hihi

      Delete
  4. Nah bener tuh, harus think dulu.. acaranya keren n pembicaranya cantiiik

    ReplyDelete
    Replies
    1. think before posting yes :)..ibu atalia si cinta yang cantik tea ;)

      Delete
  5. Seru banget ya acaranya, saya jadi gagal fokus sama tas ibu Atalia

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi..kalo aku salfok sama baju batiknya..tas n bajunya memang Indonesia banget tuh :)

      Delete
  6. Materi yang dibawakan sama bu Atalia dan Mak Mira ini bermanfaat untuk kita khususnya ibu-ibu yang memang ga boleh ketinggalan informasi mengenai perkembangan internet dan medsos. Apalagi ada anak-anak kita yang jadi tanggung jawab yang harus tetap didampingi dan diawasi lingkungannya baik di dunia nyata atau maya.

    Nice article,Teh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget..materinya sangat bermanfaat dan harus disosialisasikan ke semua lapisan masyarakat..mudah2an program literasi ini berjalan lancar sesuai harapan ya

      Delete
  7. Ish, keren acaranya. Zaman sekarang, ibu-ibu juga kudu melek digital ya. Biar gak kudet dan sekaligus bisa mantau anak-anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes betul..jangan sampai emak2 kalah cerdas dibanding anak2 soal teknologi digital ini ya teh

      Delete
  8. ibu ibu ngebloggggg, ibu ibu instagraamm.. ibu2 sagalaa yaa yaaa kitamahhh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha..dan sebagai ibu2 kita harus melek digital juga pastinyah :)

      Delete