Monday, January 15, 2018

(Me time) Menginap Satu Malam Di Kampung Sampireun Garut

When you (really) need a vacation
And here I am
Enjoying one night at Kampung Sampireun Garut
Yeay !

Selamat datang di Kampung Sampireun, Garut
Jadi, setelah hampir 15 tahun yang lalu saya berkunjung ke desa Samarang, Garut, pada pertengahan Desember 2017, saya kembali menginjakkan kaki di desa Samarang, dengan berkunjung ke Sampireun Resort, Hotel and Spa atau yang lebih dikenal dengan sebutan kampung Sampireun.

Foto dulu yes

Hampir setengah tak percaya, kalo dulu saya pernah tinggal di desa Samarang, Garut, sekitar 3 bulan saya sempat tinggal di sebuah rumah milik penduduk di desa Samarang, beramai-ramai bersama 6 orang teman dalam rangka, menyelesaikan mata kuliah KKN (kuliah kerja nyata).

Pernah tinggal di Garut merupakan sebuah pengalaman yang tak terlupakan dan meninggalkan banyak cerita lucu dan cerita cinta  #eh hingga saya pun sempat 'terbang' sejenak ke masa itu  *ciyee *berasa dejavu 

Dan kali ini saya kembali ke desa Samarang untuk tujuan lain, yaitu untuk berlibur sambil bekerja.

Pengalaman Pertama Berkunjung Ke Kampung Sampireun

Sudah sejak lama saya mendengar tentang keberadaan kampung Sampireun, beberapa kali saya melihat liputan di televisi tentang  betapa indahnya suasana di kampung sampireun, namun baru sekarang saya benar-benar menginjakkan kaki di kampung Sampireun. 

Pemandangan indah di kampung Sampireun, Garut
Perjalanan menuju Kampung Sampireun relatif lancar, berangkat dari Bandung sekitar pukul 08.00 pagi dan tiba di Sampireun sekitar pukul 11.00 siang. Itupun karena sedikit terhambat oleh akses jalan yang kecil serta adanya pasar tumpah yang membuat bis harus berjalan lambat.

Kampung Sampireun adalah sebuah hotel yang bernuansa perkampungan sunda, memiliki luas 5,5 hektar dengan 58 bungalow
Kampung Sampireun ini berada sekitar 50m dari pinggir jalan raya, masuk ke sebuah jalan yang berada di area perkampungan warga.

Nama Sampireun diambil dari nama danau itu sendiri yaitu situ Sampireun. Situ dalam bahasa sunda memiliki arti danau. Situ Sampireun memiliki luas sekitar 1,5 hektar dengan ketinggian sekitar 1000 meter diatas permukaan laut.

Kalo mau naik perahu di Sampireun sebaiknya pake pelampung ya..soalnya danaunya lumayan dalem..kurang lebih 3 m
Tiba di lobby hotel Sampireun, saya langsung disambut oleh alunan musik sunda serta welcome drink, berupa minuman tradisional hangat khas Jawa Barat yaitu bajigur. Rasanya sungguh nikmat di tenggorokan, sesuai dengan cuaca di Kampung Sampireun yang relatif sejuk.

Seorang petugas hotel sedang memperbaiki letak lampu di area lobby hotel Sampireun
Setelah menikmati segelas bajigur hangat, saya pun melihat pemandangan di sekitar lobby, pemandangan sebuah danau besar yang konon katanya merupakan danau peninggalan jaman purba, yang dikelilingi oleh saung-saung tempat menginap para tamu. Sebuah pemandangan indah, yang membuat mata saya terasa segar kembali, karena jarang saya temui di perkotaan.

Kampung Sampireun mulai beroperasi sejak Januari 1999 | wahh udah lama juga yaa
 Pemandangan dari arah lobby Sampireun resort hotel & spa 
Semalam Di Kampung Sampireun

Saya merasa beruntung sekali bisa menginap di kampung Sampireun. Kamar yang saya tempati  merupakan sebuah kamar yang nyaman, dengan pemandangan menghadap langsung ke arah danau. Sepanjang mata memandang saya bisa melihat perahu-perahu yang siap untuk  dinaiki berkeliling danau. Wahh..sepertinya bakalan romantis banget kalo naik perahunya berdua sama suami ya hihi.

Ga kalah romantisnya..naik perahu di pagi hari bareng Risky sang pengantin baru
Ukuran kamar yang cukup besar (family room) dengan desain tradisional (terbuat dari bambu dengan dinding bilik), membuat saya merasa betah, 3 ruangan yang terdiri dari dua buah kamar tidur dengan 2 kamar mandi serta 1 buah ruang tengah (ruang televisi). Di bagian luar terdapat balkon tempat duduk-duduk sambil menikmati pemandangan ke arah danau.
Di bagian balkon terdapat permainan tradisional khas Jawa Barat Congklak

Bangun tidur di kampung Sampireun langsung disuguhi pemandangan indah ini


Menjelang malam hari, cuaca di kampung Sampireun terasa semakin dingin menusuk kulit, sementara saya lupa tidak membawa baju hangat, duhh, saya ga nyangka kalo udaranya bakal sedingin itu. *jaketmanajaket, dan kaos kaki yang saya bawa pun cuma satu, yang saya pakai sedari pagi. Padahal kalo lagi kedinginan, tidur memakai kaos kaki bisa membantu menghangatkan tubuh.

Kamar tempat saya menginap terletak tak jauh dari Amani spa ini | wah ada paket honeymoon nya #mupeng
Tapi cuaca dingin berhasil terlupakan dan terlewati oleh hangatnya suasana di dalam kamar, berbagi cerita sebelum tidur bersama teman-teman sekamar membuat saya merasa seperti abege lagi haha. Dan saya bahagia.. menikmati kebersamaan semalam bersama teman-teman.
Semalam (baca : me time) with emakblogger squad di kampung Sampireun
Yang Istimewa Di Kampung Sampireun

Selama menginap di kampung Sampireun, ada beberapa hal yang cukup menarik perhatian saya, diantaranya yaitu lokasi area makan (restoran hotel) yang berada cukup jauh dari area lobby, sehingga untuk menuju area makan tersebut pengunjung harus berjalan kaki terlebih dahulu menyusuri jalan setapak yang diapit oleh pepohonan bambu yang rimbun, serta kolam ikan berukuran besar.

Suasana di kampung Sampireun yang back to nature
Pengunjung pun seolah berpetualang, bisa kembali merasakan suasana alam yang asli (back to nature). Merasakan segarnya udara serta mendengar suara gemerisik daun bambu yang tertiup angin.

Selain itu, di salah satu sudut hotel (dekat lobby), saya mendapati seorang penjual buah-buahan. Seorang ibu berkebaya hitam yang menjajakan berbagai macam jenis buah seperti jeruk, pisang, mangga, alpukat dan jambu air.

Spot buah-buahan yang berhasil menarik perhatian para ibu

 
Jambu air segar yang berhasil menarik perhatian saya ☺☺

Sebuah pengalaman yang menarik, menginap di kampung Sampireun, Garut. Mudah-mudahan di kesempatan lain saya bisa datang lagi berkunjung ke kampung Sampireun, bareng keluarga atau pasangan.

Thank you kampung Sampireun

Thank you December


No comments:

Post a Comment