Arti Bertambahnya Usia : Banyak Hal Yang Harus Disyukuri - Ga kerasa ya Ramadan tahun ini udah menginjak hari ke 14 aja. Dan Alhamdulillah, di hari ke 9 ramadan lalu, tepatnya tanggal 14 Mei usia saya pun ikut bertambah. Tambah ‘matang’ dan tambah bikin saya deg-degan hehe. Iya tahun depan usia saya sudah berubah angka depannya. Hmm. #menolaktua haha.

Dan saya merasa dengan bertambahnya usia, itu artinya jatah hidup saya di dunia menjadi semakin berkurang. Semakin sadar bahwa banyak sekali hal-hal yang belum saya persiapkan sebagai bekal kelak.

Sejenak fikiran saya pun melayang ke masa lalu, masa-masa dimana saya masih muda , masa-masa dimana hidup terasa relatif lebih ringan. Berusaha mengingat pencapaian apa saja yang sudah saya peroleh selama ini.

Well time flies so fast dan seiring berjalannya waktu banyak sekali hal-hal yang sudah saya lewati. Suka duka dan ujian - ujian hidup yang berhasil mendewasakan diri ini. Dan saya sadar itu adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus saya jalani sebagai manusia.

Saya ga nyangka sekaligus bersyukur bisa sampai di usia saat ini. 39 years. Wow. Usia matang atau lebih kerennya usia cantik untuk seorang wanita. Usia dimana mulai banyak hal-hal yang harus saya perhatikan secara ekstra. Mulai dari kesehatan kulit, tubuh, kesehatan mental dan masih banyak lagi.


" Terima kasih ya Allah, atas nikmat sehat dan nikmat usia yang telah Engkau berikan kepada saya selama ini ".


Banyak sekali nikmatMu yang terkadang sering saya abaikan dan membuat saya lupa untuk bersyukur kepadaMu.


Bersyukurlah Setiap Hari


Ada sebuah quotes favorit tentang bersyukur yang ga pernah saya lupa yaitu Bersyukurlah Setiap Hari . Sebuah kalimat singkat yang mempunyai arti mendalam. Mengingatkan kita untuk mensyukuri segala sesuatu tak hanya hal-hal besar tapi juga hal-hal kecil yang kita alami setiap hari.

Karena adakalanya sebagai manusia kita cenderung menilai sesuatu berdasarkan kadarnya atau besarnya saja. Padahal banyak sekali hal-hal kecil yang mempunyai arti dan bisa kita syukuri.

Ngomongin soal bersyukur, saya jadi ingat salah satu sesi menarik di sebuah acara workshop yang pernah saya ikuti beberapa waktu lalu. Di sesi tersebut seluruh peserta diminta untuk menyebutkan hal-hal apa saja yang belum kita syukuri selama satu minggu terakhir. Dan surprisingly banyak sekali hal-hal kecil yang ternyata bisa kita syukuri dan mengingatkan kita untuk tidak menjadi sosok yang suka mengeluh.

foto : gulanyagulali


Praktek bersyukur tersebut ada baiknya kita latih dan biasakan setiap hari. Kita bisa mulai dengan menuliskannya di dalam sebuah buku ataupun menuliskannya di secarik kertas kecil, menggulungnya dan memasukannya ke dalam sebuah toples. Dan di akhir bulan kita akan menyadari betapa banyak hal-hal indah yang sudah Tuhan berikan kepada kita dan patut kita syukuri.


10 Hal Yang Saya Syukuri Di Pertambahan Usia Saat Ini  :


  1. Saya bersyukur diberi kesehatan oleh Allah, bisa beraktifitas dan menjalani hari-hari dengan normal. Bisa belanja ke supermarket hanya dengan berjalan kaki. Lha wong jaraknya Cuma 300m-an aja hehe.
  2. Saya bersyukur bisa menjalani ibadah shaum tanpa suatu hambatan apapun. Bangun sahur dan buka puasa di rumah bersama keluarga.
  3. Saya bersyukur memiliki kedua orangtua yang mandiri di usianya yang sudah senja. Kedua orang tua yang sehat yang selalu memberi nasihat bijak dan senantiasa mendoakan anaknya setiap saat. Alhamdulillah ya Allah.
  4. Saya bersyukur dikelilingi oleh orang-orang tersayang, suami, teman dan sahabat yang selalu mengingatkan akan kebaikan dan memberi perhatian dengan tulus.
  5. Saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk terus belajar memperbaiki diri. Banyak sekali hal-hal yang ingin saya lakukan, seperti ingin mulai rajin berolahraga walaupun olahraga ringan dan ingin memperbaiki pola makan yang masih amburadul. Karena saya semakin sadar bahwa kesehatan itu penting banget. Tambah tua tambah banyak peer-nya.
  6. Saya bersyukur karena masih mempunyai banyak cita-cita yang ingin dicapai. Ingin ini ingin itu banyak sekali. Yang membuat saya tetap terus bersemangat dan bekerja keras untuk bisa mencapainya.
  7. Saya bersyukur masih bisa berkarya sesuai dengan minat yang saya miliki. Walaupun dalam bentuk bekerja dari rumah (online) but I’m enjoying it. Yang menyenangkan saya bisa mengatur waktu dengan fleksibel sesuai kebutuhan.
  8. Saya bersyukur memiliki tempat tinggal yang nyaman dengan banyak jendela dan sedikit halaman belakang tempat saya berkebun ala-ala, yes gardening is one of my me time.
  9. Saya bersyukur bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga sambil mendengarkan musik kesukaan. Di kala setrikaan sudah menggunung. dengerin siaran radio jadi hiburan tersendiri buat saya. Kerjaan pun jadi terasa lebih ringan. Emak-emak tjurhat nih judulnya haha.
  10. Saya bersyukur bahwa banyak sekali hal-hal yang bisa kita syukuri dalam hidup ini.
So jangan lupa untuk selalu bersyukur karena nikmat TuhanMu yang manakah yang kau dustakan.




Salam,



Buka Bersama Diluar Rumah..Yes Or No? - Alhamdulillah ya, saat ini kita udah masuk ke bulan Ramadan. Bulan dimana semua umat muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah shaum. Dimana moment shaum ini identik dengan acara buka bersama bareng teman atau keluarga. Dan cung siapa yang di awal Ramadan ini jadwal buka bersamanya sudah mulai padat terisi. Minggu ini buka bersama di café A bareng teman kuliah, minggu depan buka bersama di rumah makan B bareng temen kerja, minggu depannya lagi bukber bareng temen smp dan seterusnya. Hehe. 


Kayaknya tahun kemarin saya masih exciting dengan acara buka bersama seperti demikian. Membuat list jadwal dan hunting tempat, kira-kira tempat mana yang cocok buat dijadikan sebagai tempat buka bersama bareng teman atau keluarga.

Namun mulai Ramadan tahun sekarang (1440 H) ada yang sedikit berbeda. Saya memutuskan untuk mengurangi hadir di acara buka bersama, apalagi kalo buka bersamanya diadakan di luar rumah seperti di mal,café atau restoran. Karena saya merasa kalo buka bersama di tempat-tempat tersebut, esensi nikmatnya berbuka menjadi sedikit berkurang. Adakah yang merasakan hal yang sama dengan saya? Apakah mungkin karena faktor U yang mulai realistis dan ga doyan datang ke tempat yang ramai hihi atau karena saya memang menginginkan suasana berbuka puasa yang lebih tertib dan nyaman seperti halnya berbuka puasa di rumah.



Berbuka Puasa Di Rumah Terbukti Paling Nikmat


Menurut saya buka puasa di rumah memiliki kenikmatan tersendiri. Saya bebas menentukan jenis makanan apa yang ingin saya santap. Saya terbiasa mengawali kegiatan buka puasa dengan minum segelas air putih hangat.

Kemudian lanjut dengan makan makanan manis secukupnya seperti kolak, buah kurma atau buah-buahan manis lainnya. Setelah itu saya terbiasa untuk melakukan shalat maghrib terlebih dahulu baru kemudian makan makanan berat. Dengan makan setelah shalat maghrib saya memberi jeda pada perut untuk beristirahat dulu sejenak supaya ga kaget, setelah seharian kosong ada baiknya perut diisi makanan secara bertahap.



Dan yang menyenangkan kalo berbuka puasa di rumah kita bisa merasakan indahnya kebersamaan berkumpul di meja makan bareng anggota keluarga. Menikmati makanan rumahan. Sederhana tapi nikmat. Buat saya makanan semacam tempe goreng plus sayur asem doang juga udah cukup kok. Jangan lupa pake kerupuk hmm maknyuss. Pokoknya ga mesti yang neko-neko. Oya dulu saya pernah punya pengalaman bukber di restoran, makanan yang saya pesan saat itu adalah steak karena kabita lihat gambarnya. Tapi ga tau kenapa, setelahnya kepala saya mendadak pusing. Duh salah pilih menu nih kayaknya. Terkadang bukber di luar rumah emang suka bikin kalap. Liat ono itu pengen semua haha. 

Buka Puasa Di Rumah Bisa Shalat Maghrib Dengan Tenang

Berasa ga sih, ketika berbuka puasa di luar rumah, kita suka merasa kesulitan untuk melakukan shalat maghrib dengan tenang dan nyaman. Adakalanya atau seringnya sih kita harus mengantri terlebih dahulu, karena banyak orang yang akan melakukan shalat di waktu yang sama. Dan ruangan untuk shalatnya pun relatif terbatas. Agak-agak kurang nyaman dan kita jadi cenderung terburu-buru gitu shalatnya.

Kecuali kita harus memastikan terlebih dahulu kalo restoran tempat kita akan mengadakan buka bersama memiliki mushola yang cukup luas, bersih dan nyaman.  

Menurut saya, hal tersebut sangat penting. Karena acara buka bersama memiliki arti yang sangat indah, ga hanya untuk makan bersama saja melainkan sebagai sarana untuk bertemu dan bersilaturahim yang dibalut dengan kegiatan ibadah. Seperti bagi-bagi takjil gratis sebelum bukber misalnya, mengikuti kajian sebelum berbuka puasa dan atau shalat maghrib berjamaah. Kalo bukbernya di rumah ketiga kegiatan tersebut mungkin banget untuk dilakukan.



Buka Bersama Di Rumah Lebih Berkesan Dan Bisa Mempererat Kebersamaan


So saya memutuskan untuk menjadi tim bukber di rumah aja hehe. Kegiatan buka bersama memang lebih afdol apabila diadakan di rumah. Bisa di rumah kita, di rumah kerabat atau di rumah teman. Yang penting tempatnya memungkinkan dan mudah dijangkau. Dan supaya ga merepotkan pemilik rumah, kita bisa menerapkan konsep ala potluck alias membawa makanan dari rumah masing-masing. Jadi kita bisa bagi tugas, siapa yang mau bawa makanan A atau makanan B.

Dan ada baiknya, setelah acara buka bersama selesai, kita bareng-bareng membersihkan barang-barang bekas kita makan. InsyaAllah kegiatan buka bersama yang kita adakan akan lebih berkesan dan lebih mempererat kebersamaan. Gimana setuju?


Salam,