Showing posts with label kuliner. Show all posts
Showing posts with label kuliner. Show all posts
Warung Taru, Tempat Nongkrong Di Dago - Adalah Warung Taru sebuah tempat  bernuansa kayu yang menjadi tempat nongkrong favorit saya bareng teman-teman. Terletak di daerah Dago atas, sekitar 50 m di sebrang terminal Dago (sebelah jalan yang mau ke arah Punclut).
Sekilas warung Taru ini tidak begitu terlihat jelas seperti tempat makan. Mungkin karena lokasinya yang sedikit ‘nanggung’ karena berada di jalur jalan yang agak sempit alias pas-pasan. Tak heran area parkirnya pun hanya muat untuk sekitar 5 mobil saja.

Namun yang menarik warung ini relatif ramai oleh pengunjung. Padahal plang dengan tulisan warung Taru tidak terpampang di bagian depan lho, melainkan hanya terdapat di dinding sebelah pintu dekat meja kasir.

Kira-kira faktor apa aja sih yang bikin warung Taru ini jadi favorit ?

Pintu depan warung Taru

Nuansa Kayu di Warung Taru


Memasuki area warung Taru, pengunjung langsung disambut oleh nuansa kayu yang kental. Furniture yang terbuat dari kayu hingga perlengkapan meja makan di atas meja seperti wadah sendok garpu serta wadah tissue yang terbuat dari bambu. Menarik.



warung taru dago

Selain meja dan kursinya yang terbuat dari kayu. Di salah satu sudut warung Taru terdapat sebuah lemari berukuran besar yang mengingatkan saya pada suasana rumah jaman dulu. Homey dan bikin betah. 

lemari kayu antik

Pemandangan Alam ke Arah Kawasan Punclut


Karena berlokasi tak jauh dari kawasan Dago Punclut, pengunjung yang datang ke warung Taru bisa menikmati pemandangan indah pepohonan hijau yang ada di area Dago Punclut.
Dago Punclut adalah sebuah kawasan sejuk di dataran tinggi Dago yang juga identik sebagai area kuliner dan sering dikunjungi oleh para wisatawan.


Menu Makanannya Sederhana Tapi Bikin Kangen

Menu makanan dan minuman di warung Taru sebenarnya cukup sederhana. Berupa makanan ringan seperti roti bakar, gorengan (tempe mendoan, bala-bala /bakwan, pisang goreng), bubur ketan hitam, siomay atau cuankie yang cocok untuk disantap sambil nongkrong bareng teman. Dan ada juga beberapa menu berat seperti nasi timbel, nasi plus sop ayam dan nasi pecel.

Sedangkan tuk menu minumannya ada es cingcau hijau, kopi, teh, jeruk peras dan ada juga minuman rempah yang menghangatkan tenggorokan. Ya menu-menu makanan yang tampak sederhana namun istimewa tersebut sangat cocok disantap di warung Taru dengan suasananya yang tradisional dan nyaman bikin mager.
 
es cingcau hijau
Harga makanan dan minuman di warung Taru mulai Rp 15.000 s/d Rp 30.000

Menu Makanan Favorit di Warung Taru

Setiap datang ke warung Taru, ada menu wajib alias menu favorit yang selalu saya pesan. Yaitu pisang goreng palm sugar dan Tempe Mendoan. Pisang goreng ala warung Taru memang istimewa, pisangnya manis dan lembut di lidah. Enak deh pokoknya. Begitupun dengan Tempe Mendoannya, dimakan hangat-hangat plus cabe rawit yang bikin nagih. Sesuai dengan cuaca Dago yang sejuk dan bikin enak makan.

Foto : IG @ sari.hera
Oya selain menu favorit, saya juga punya spot tempat duduk favorit lho hehe. Saya dan teman-teman biasanya memilih tempat duduk yang ada di pojokan dekat meja bar. Disitu ada kursi berukuran besar yang cocok buat duduk rame-rame nongkrong bareng teman.

spot mojok favorit di warung Taru

Jam Operasional Warung Taru


Warung Taru buka setiap hari (Minggu-Senin) mulai jam 08.00 pagi sampai jam 20.00 wib malam. Dan buat man-teman yang pengen berkunjung ke warung Taru ada baiknya kesananya pake taksi online aja, jadi ga usah khawatir ga kebagian tempat parkir. Untung-untungan gitu deh, soalnya saya pernah tuh pas kesana ga kebagian tempat parkir mpe harus muter balik dulu ke arah Tahura (Taman Hutan Raya) Juanda hehe. Oya warung Taru juga menyediakan fasilitas mushola yang cukup luas dan bersih. Musholanya ada di lantai bawah. Masuknya dari area parkir. Selamat nongkrong di warung Taru !

fyi pemilik warung Taru dan warung Lela (wale) adalah orang yang sama | dua2nya punya ciri khas nuansa kayu

Salam,





3 Makanan Khas Aceh Ini Berhasil Bikin Saya Ketagihan! - Makanan khas Aceh yang gurih dan berempah adalah salah satu makanan favorit saya. Dan saya baru ngeh kalo di dekat rumah ada sebuah kedai yang menyajikan makanan khas Aceh. Kedai tersebut bernama kedai kopi Tarik Ulur. Lewat sih sering, tapi sekalipun saya belum pernah mampir ke kedai tersebut.

Hingga akhirnya di bulan Ramadan lalu, saya dan beberapa orang teman berkunjung ke kedai kopi Tarik Ulur untuk berbuka bersama. Sekali-kali berbuka puasa sama makanan khas Aceh..seru juga kali ya?

Btw selama ini makanan khas Aceh yang saya kenal hanya sebatas mie Aceh dan roti Cane saja. Duh kemana aja neng hihi. Padahal masih banyak lho aneka makanan khas Aceh lainnya yang wajib coba dan recommended.

makanan khas aceh
Aneka makanan khas Aceh di kedai kopi Tarik Ulur

Makanan Favorit Di Kedai Kopi Tarik Ulur


Dan diantara menu makanan dan minuman yang ada di kedai kopi Tarik Ulur, ada 3 pilihan makanan yang yang menjadi favorit saya dan berhasil bikin saya ketagihan.

  1. Ayam Tangkap



Kabarnya di kedai kopi Tarik Ulur ini ada salah satu menu andalan yang wajib coba dan recommended. Menu tersebut adalah ayam Tangkap. Jujur saya belum pernah coba dan penasaran ingin segera mencicipi.

Ayam tangkap ini adalah masakan khas Aceh yang terbuat dari ayam goreng dengan bumbu gurih dan rempah-rempah khas. Rempah-rempah khas tersebut terdiri dari dedaunan seperti daun pandan dan daun kari. Daun kari juga biasa disebut sebagai salam koja. Bentuk daunnya hampir mirip dengan daun salam biasa, cuma ukurannya lebih kecil dan baunya lebih tajam.

Daun Kari
Daun Kari alias daun Temurui a.k.a salam Koja | foto : Kaskus


Oya begitu pesanan ayam Tangkap muncul di atas meja, saya cukup surprise lho karena menu ayam Tangkap hadir dengan sajian yang sedikit berbeda. Ayamnya ga keliatan hehe. Karena ayamnya memang sengaja diletakkan di bawah tumpukan rempah dan dedaunan. Dan hal tersebut justru yang menjadi daya tariknya.

ayam tangkap khas aceh
1 porsi Ayam Tangkap bisa kamu nikmati dengan harga Rp 35.000  | foto : fb Agung Pecunk


Saya pikir tumpukan rempah tersebut sekilas mirip parutan kelapa, tapi ternyata bukan. Berdasarkan informasi dari Kang Agung Pecunk selaku owner kedai kopi Tarik Ulur, tumpukan rempah yang rasanya gurih dan agak kriuk-kriuk itu adalah parutan lengkuas yang dibumbui. Sehingga rempah tersebut bisa dijadikan sebagai lalapan kering pelengkap potongan ayam. Hmm. Unik juga ya. Enak enak enak. Saya suka. Apalagi kalo dimakan pake nasi anget plus sambelnya. Hmm. Dijamin nambah hehe.




Kang Agung Pecunk (tengah), owner kedai yang juga merupakan mantan anak Band hits Bandung di tahun 90an. Dan saat ini blio menjadi dosen di salah satu universitas swasta di Bandung


  1. Mie Rendang Sapi ala Kedai kopi Tarik Ulur

Kurang lengkap rasanya kalo datang ke rumah makan khas Aceh dan ga makan mie Aceh. Di kedai kopi Tarik Ulur terdapat 3 varian rasa mie, yaitu mie rasa Tomyam Seafood, rasa Kari kambing dan rasa Rendang Sapi. Hmm yang rasa rendang sapi agak menarik juga nih buat dicicipi.


Kami pun memesan 2 porsi mie, satu mie goreng rasa tomyam seafood dan satu lagi mie tumis rasa rendang sapi. Udah mulai kalap nih kayaknya..pengen coba ini itu haha. Ternyata selain mie, ada juga menu bihun. Dan saya belum pernah coba. Maybe next time yes.

menu kedai tarik ulur
Ada 3 pilihan mie, berdasarkan cara pembuatannya, ada mie goreng, mie rebus atau mie tumis


Setelah mencicipi mie tumis rasa rendang sapi. Ternyata rasanya enak banget. Dagingnya empuk dan bumbunya terasa meresap di lidah. Hmm. Buat yang doyan kulineran wajib coba nih.


  1. Es Timun (Es Sirop Timun Kerok)


Selain berbagai macam makanan utama (ayam tangkap, sate bebek, nasi goreng) dan makanan kudapan (ketan durian, martabak aceh, roti Cane), kedai kopi Tarik Ulur juga menyediakan beberapa jenis minuman seperti kopi/es kopi, minuman coklat, teh Tarik dan tentu saja Es Timun Serut, minuman wajib penggemar kuliner Aceh.


Es Timun Serut atau es Timun Kerok, rasanya sangat segar. Ada sensasi dinginnya gitu pas saya menggigit butir-butir serutan timunnya. 

es timun serut
Es timun serut (kiri) & teh Tarik (kanan) | foto : tribun jabar

Cara membuat es timun memang relative mudah dan cukup sederhana. Berbahan dasar mentimun, gula pasir, sirup, es batu dan jeruk nipis (apabila suka sesuai selera). Menurut saya es Timun ini cocok banget, buat dijadiin sebagai minuman pembuka di saat berbuka puasa. Atau bisa juga disantap ketika cuaca sedang panas. Karena Mentimun memiliki banyak manfaat penting buat tubuh baik dari segi kesehatan ataupun kecantikan.

Lokasi Kedai Kopi Tarik Ulur


Buat man-teman yang ada di kota Bandung n penasaran pengen coba juga makanan khas Aceh di kedai kopi Tarik Ulur. Silakan mampir aja ke Jl. Terusan Cigadung No 6 Bandung (sekitar 30 meter dari RM. Ampera jl Tubagus Ismail). Dan catat waktu operasionalnya ya..buka setiap hari Selasa s/d Minggu (mulai pukul 11.00 s/d 22.00 wib), hari Jumat (buka mulai pukul 13.00 s/d 22.00 wib) dan tutup setiap hari Senin.

Hati-hati ketagihan kayak saya hihi.


  Salam,






Toko Kue Harvest Bandung : Toko Kue Enak Untuk Acara Special - Sebuah momen istimewa biasanya identik dengan sajian makanan enak seperti kue. Kue menjadi pilihan yang tepat karena dapat dinikmati oleh semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. 

Dan untuk memperoleh kue yang enak, saat ini masyarakat sudah dipermudah dengan adanya toko online. Di Bandung sudah banyak tersebar beberapa toko kue yang melayani via online seperti salah satunya yaitu toko kue Harvest Cakes.  



Toko kue Harvest Cakes tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, dan di kota Bandung, Harvest Cakes sudah memiliki 3 cabang.

Cabang Toko Kue Harvest di Bandung


Saya lupa kapan pertama kali mencicipi kue buatan toko kue Harvest. Tapi saya masih ingat kesan pertama ketika mencicipi kue Harvest tersebut. Menurut saya rasa kue buatan toko kue Harvest berbeda dengan rasa kue di toko lainnya. Enak dan istimewa. Hmm.. Yummy. Kalo yang udah pernah nyicipin kayaknya bakal setuju deh sama saya hehe. Selain itu tampilan luar kue Harvest memang menarik dan istimewa.



Ya, toko kue Harvest adalah toko kue premium yang menyajikan berbagai macam kue enak dan beberapa makanan hantaran lain seperti cupcakes, pastries, roti (bread) dan macarons. Selain kue, toko kue Harvest juga menyediakan coklat untuk gifts dan homemade ice cream lho.

Nah buat man-teman yang ingin berkunjung langsung ke cabang toko kue Harvest Bandung, berikut ini 3 cabang toko kue Harvest di Bandung :


  1. Harvest Cake Jl Dago (Jl IR.H.Juanda Nomor 15)
Toko kue Harvest di jl Dago berlokasi tak jauh dari perempatan Jalan Dago - Jalan Merdeka (Sejajaran Hotel 101). Kalo dari arah BIP tokonya berada di sebelah kiri jalan. Sekilas tokonya ga begitu keliatan, namun bangunan berlantai dua  tersebut setiap harinya selalu ramai dikunjungi oleh customer yang ingin membeli kue.

  1. Harvest Cake Jl Burangrang Nomor 31C
Toko Harvest yang di Jl Burangrang berlokasi dekat jalan Halimun atau sejajaran dengan Bakso malang Enggal. Daerah tersebut merupakan kawasan kuliner. Banyak sekali jajanan menarik yang bisa kita kunjungi seperti salah satunya tukang bubur ayam enak langganan saya.

  1. Harvest Cake Jl Buah Batu Raya
Toko Harvest cabang Buahbatu berada tak jauh dari Hokben Buahbatu (kurang lebih 100 meter-an setelah Hokben Bubat).


Special Promo di Toko Kue Harvest



FYI sekarang lagi ada promo menarik nih di toko kue Harvest. Tuk man-teman yang membutuhkan kue dan ingin pesan kue yang enak, terdapat beberapa jenis kue yang bisa dijadikan pilihan. Seperti Triple Chocolate (A tripartite classification of dark, white & milk chocolate relish sensation), Chocomaltine Cheesecake (A new chocolate flavor filling mixed with cheesy cream in moist soft sponge), Mon Cherie ( A delicate balance of pineapple, mango, passion fruit, coconut purees and silky creamy Belgian chocolate),  Opera Classic (The perfect combination of dark chocolate and fresh coffee. Every bite is full of indulgence) dan masih banyak lagi.

Kue enak yang bikin mupeng tersebut dibandrol dengan harga ekonomis yaitu Rp 190.000 (ukuran kue 20x10 cm).

Hmm..jadi penasaran nih sama kue Opera Classic nya Perpaduan dark chocolate dan kopi. Menarik nih. Dan kebetulan bulan Mei yang akan datang ada sebuah acara istimewa yang memungkinkan saya tuk pesen kue ini. Jadi ga sabar deh hehe.


Cara Order Kue Via Online di Harvest Cake Bandung


Walaupun toko kue Harvest sudah memiliki 3 cabang di Bandung, adakalanya kita ga sempat untuk mampir langsung ke tokonya. Namun kita ga usah khawatir karena kita bisa melakukan order via online melalui website toko Harvest dengan cara yang sangat mudah.

  1. Klik web harvestcakes.com
  2. Pilih jenis kue yang diinginkan.
  3. Periksa ukuran kuenya apakah sesuai dengan kebutuhan,
  4. Pilih nominal kue yang akan dipesan
  5. Kemudian pilih jenis lilin yang diinginkan (lilin klasik berbentuk lurus atau lilin berbentuk angka).
  6. Selain itu kita juga bisa menambahkan kalimat ucapan untuk si penerima, (gratis untuk max 25 karakter).
  7. Klik add to cart
  8. Proceed to checkout (apabila sudah selesai), atau klik continue shopping apabila ingin lanjut berbelanja menu lainnya.
  9. Oya jangan lupa login terlebih dahulu ya (masukan alamat email dan password). Kalo belum pernah daftar kita tinggal register dengan cara memasukan data pribadi seperti nama, tempat tanggal lahir, alamat dan sebagainya. Data tersebut dibuat untuk memudahkan kita dalam berbelanja (sebagai data base) dan juga karena biasanya suka ada promo spesial untuk pelanggan baru atau pelanggan setia. Lumayan nih.
Setelah proses transfer selesai, kue pun akan langsung diantar ke alamat yang dituju. Praktis banget khan?

Café Di Dago Atas : Dasa Roof Top, Pas Banget Buat Hang Out Bareng Pasangan Dari sekian banyak café yang ada di daerah Dago Atas Bandung, ada sebuah café instagramable yang pas banget buat dijadiin sebagai tempat hang out bareng pasangan. Café tersebut bernama Dasa Roof Top. Sebuah café modern yang terletak di ketinggian Bandung utara, disana kita bisa melihat pemandangan kota Bandung yang terhampar luas (Bandung City View).

Dasa Roof Top, Café Dengan Nuansa Monokrom Yang Cozy Dan Instagramable

Menurut saya, Café Dasa Roof Top cocok buat dijadiin sebagai tempat buat hang out bareng pasangan, walopun nyatanya saya pertama kali datang kesana bukan sama pasangan, melainkan rame-rame bareng beberapa orang teman perempuan, itupun dadakan tanpa direncanakan terlebih dahulu.

Ya gitu deh yang udah-udah kalo pergi ke suatu tempat dan direncanakan dulu biasanya suka ga terealisasi alias cuma wacana doang. Iya ga sih hehe. Dan waktu itu tibalah kita disana sekitar pukul setengah empat sore.



Sebuah café dengan nuansa hitam putih (monochrome) yang sangat instagramable dan nyaman 

Fyi kami tertarik untuk datang kesana karena tergiur melihat postingan seseorang di salah satu akun media sosial dengan latar belakang pemandangan café yang instagramable tersebut. Tak dapat dipungkiri saat ini akun media sosial memang berperan penting dan menjadi salah satu sarana marketing yang ampuh dan dapat menarik pengunjung / pembeli.

salah satu spot yang bikin kita mupeng buat foto disana

Oya café Dasa Roof Top ini berada di ketinggian lantai 5, dan yang menarik begitu sampai di cafe, pengunjung langsung disambut oleh sebuah lift yang akan membawa kita ke area café dengan latar belakang pemandangan kota Bandung yang indah. Yuk intip suasana pintu masuk cafe (lantai 5) di video berikut ini ya..


 

Menu Di Dasa Roof Top


Sebagai sebuah café yang memiliki target market anak muda (milenials), Café Dasa Roof Top menyajikan berbagai macam menu kekinian seperti aneka kopi (Cappucino, Latte, Affogato dan lain-lain), menu western seperti spaghetti, steak dan sebagainya. Eh tapi menu berat ala Indonesia juga ada kok. Kayak Sop buntut misalnya. Dan yang paling menggoda adalah aneka menu dessert-nya (makanan penutup), selain tampilannya cantik, rasanya juga enak bangeet.

Wujud dessert Baked Alaska yang cantik, menggoda mata dan lidah. Sumpahh enak banget, dalemnya ada es krimnya gitu lho. Yummy


Minuman wajib pesan, coffee ! buat diupload di instagram ye kan? hehe

Hari semakin sore, cuaca pun terasa mulai sedikit berangin, maka saya pun memutuskan untuk memesan secangkir teh hangat (chamomile tea) untuk menghangatkan perut.

Enjoying tea sambil kruntelan di atas bean bag


Dan saya pun jadi membayangkan sepertinya akan lebih pas kalo saya mengajak pasangan untuk hang out disini. Makan bareng sambil ngobrol n bisa sambil pelukan #eh, maksudnya supaya ga kedinginan. Hihi. 

Menu Black Rice With Calamari yang pertama kali saya coba di Dasa Roof Top | Fyi bunga nya bukan cuma hiasan, tapi bisa dimakan juga lho | foto : IG @myculinartytrip

Karena cuaca di daerah Dago memang relatif dingin, apalagi ketika malam menjelang. Dan yang bikin romantis begitu langit mulai gelap (setelah maghrib) lilin-lilin pun mulai dinyalakan dan diletakkan di masing-masing meja. Harus segera dijadwalin nih ajak pasangan buat berkunjung ke sana lagi, mungkin di event istimewa kayak ulang tahun or pas wedding anniversary kali ya. Noted !

Pemandangan di malam hari dari cafe Dasa Roof Top

Lokasi Dasa Roof Top


Dasa Roof Top ini berlokasi dl Jalan Bukit Pakar Timur IV No 8, atau sekitar 10 menit dari hotel Sheraton Bandung. Tinggal lurus ngikutin jalan, belok kiri ke arah jalan Ciburial (jalan satu lagi setelah jalan masuk ke arah Tahura).

Fyi Dasa Roof Top ini dulunya adalah sebuah café bernuansa Jepang yang bernama Takigawa Meatbar In The Sky, yang kemudian pada September 2018 berubah konsep dan berganti nama menjadi Dasa Roof Top.

Saat ini Dasa Roof Top menjadi salah satu café yang recommended untuk dikunjungi. Tempatnya nyaman, instagramable, dan buat saya, penting banget nih, Dasa Roof Top juga nyediain fasilitas mushola dan menyediakan mukena yang bersih. 

Salah satu sudut instagramable di Dasa Roof Top

Btw yang nyenengin, waktu kita berkunjung ke sana kita dilayani oleh salah seorang waiter yang cukup faham gimana cara motret sesuai keinginan kita. Dia mau berbaik hati melayani kita untuk bantuin fotoin. Dan fotoinnya ga cukup satu dua kali dong. Tapi berkali-kali haha. Maap ya mas.

Di area pintu masuk dekat lift, sayang kalo dilewatin


gaya apa nih kira-kira judulnya? hehe

Pasti pada hafal dong ya kalo perempuan udah ngumpul bareng di café, pasti ga lepas dari yang namanya foto bareng. Dan untungnya waktu itu kita datang pas weekdays (bukan hari libur), dan sekitar setengah jam sebelum café buka, jadi tempatnya masih sepi dan pengunjung lain belum pada datang. Waiternya masih belum banyak kerjaan pula. Berhubung tempatnya masih kosong, kita jadi leluasa buat foto-foto di berbagai spot.

Candid style ala-ala hasil foto mba waitress 


Well, yang pasti next time saya harus berkunjung lagi nih ke Dasa Roof Top. Special candle light dinner with hubby. Ulala.



Dasa Roof Top ( A Modern Fusion Restaurant)

Jalan Bukit Pakar Timur IV No 8 - Dago Atas, Bandung 
Instagram @dasarooftop
Open Mon - Thu (16.00-22.00)

Fri (16.00-24.00)

Sat ( 11.30 – 24.00)

Sun (11.30-22.00)

 

Bandung memang terkenal akan kulinernya yang beragam, enak dan murah. Dari sekian banyak jenis kuliner yang ada di Bandung, ada beberapa makanan yang meninggalkan kesan 'tak terlupakan' di lidah saya. dan berhasil bikin saya kangen pengen mencicipi makanan itu lagi.

Seperti halnya di 5 restoran favorit di Bandung berikut ini.  Di 5 restoran ini ada jenis makanan yang bikin saya inget terus dan ngangenin, seperti 
Event Kuliner Spektakuler Pucuk Coolinary Festival - Sebagai penyuka kuliner, saya  merasa antusias sekali ketika tahu bahwa akan ada event kuliner besar yang diadakan di kota Bandung.

Ya sebuah event kuliner yang bertajuk Pucuk Coolinary Festival diadakan di lapangan Pussenif TNI AD, jalan Supratman Bandung. Acara tersebut berlangsung selama 2 hari, Sabtu dan Minggu (27 - 28 Oktober 2018)  dan menghadirkan lebih dari 100 tenant makanan favorit lho. Wow !



Begitu dibuka event Pucuk Coolinary Festival ini langsung diserbu oleh pengunjung. 

Cocok banget nih buat saya yang memiliki hobi mencicipi berbagai macam jenis makanan. Terutama makanan-makanan favorit dan makanan legendaris khas Bandung yang terbukti selalu bikin kangen. Seperti batagor, mih kocok, colenak dan masih banyak lagi.

Bandung memang dikenal sebagai pusat kuliner dengan berbagai macam makanannya yang enak, murah dan variatif. Urusan kreatifitas dalam mengolah makanan mah, orang Bandung juaranya.

Berbagai macam varian makanan bisa ditemukan di kota Bandung, mulai dari yang gurih, manis, hingga pedas. Semua ada.

Temukan Zona Gurih, Manis Dan Pedas di Event Pucuk Coolinary Festival (PCF)

Nah berbicara soal makanan favorit yang rasanya gurih, manis dan pedas.  Pucuk Coolinary festival menerapkan sebuah konsep yang cukup menarik. Yaitu konsep zona. Jadi di event Pucuk Coolinary Festival, man-teman bisa menemukan 3 zona makanan yang terbagi ke dalam zona gurih, zona manis dan zona pedas.

Zona gurih ada di bagian paling depan, dekat pintu masuk

Zona manis ada di bagian tengah


Zona pedas ada di bagian paling ujung

Dan coba tebak, zona makanan apakah yang kemudian menjadi favorit saya? Hmm..kalo diurutkan, mungkin urutannya adalah zona gurih, zona manis dan kemudian zona pedas. Tapi, kalo harus milih salah satu, saya akan pilih zona manis. 

Apalagi secara tak sengaja saya dan teman-teman ‘terdampar’ di zona manis. Cuaca kota Bandung yang siang itu cenderung panas serta banyaknya tenant makanan yang menawarkan berbagai macam varian makanan, membuat saya sedikit bingung sekaligus mupeng. Duh cobain makanan yang mana yaa? Jujur, sebenernya sih pengen coba semua hehe.

Hingga akhirnya saya pun memutuskan untuk mencoba makanan manis berupa dessert. Maksud hati sih supaya perut ga langsung kenyang. Jadi bisa nyobain banyak menu gitu haha.

Alhasil 3 jenis makanan manis pun berhasil mendarat ke dalam perut saya. Yaitu colenak Murdi Putra yang legendaris, batok manis ala Balista yang segar menggoda dan klappertaart Evita yang rasanya lembut dan bikin nagih. Sluuurp .

Klappertaart Evita cup kecil dijual dengan harga Rp 28 ribu


Colenak Murdi Putra yang manis menggigit dijual dengan harga Rp 12.000


Dessert Batok Manis ala Balista dijual dengan harga Rp 30ribu

Oya karena saya datang ke Pucuk Coolinary Festival rame-rame bareng teman, makanan yang kita pesan dinikmati bersama-sama alias saling icip. Dan rasanya pun ternyata lebih nikmat 😘.

Halo..kami adalah #timhore yang terdampar di zona manis hihi

Karena penasaran saya juga sempat mencicipi beberapa menu makanan lain, dari zona gurih dan zona pedas. Yaitu roti John yang sedang trend di Bandung, sushi dan ayam Sawce.

Ayam sawce (potongan ayam dengan pilihan topping keju atau telur) dijual dengan harga Rp 20.000

Wah, dipikir-pikir lumayan banyak juga ya makanan yang saya makan.hihi. Lupakan diet sejenak dan mari kita nikmati makanan yang enak-enak di PCF Bandung haha.

Menu Favorit Di Zona Manis Pucuk Coolinary Festival (PCF) Bandung

Mengintip lebih dekat zona makanan manis yang ada di PCF Bandung, saya memperhatikan ada beberapa tenant yang dikerumuni oleh para pengunjung terutama anak muda, yang salah satunya adalah tenant es krim.

Tekstur es krim yang lembut dan penuh topping warna-warni, berhasil membuat makanan   dingin tersebut digemari oleh banyak orang. Saya pun sempat melihat ada es krim yang ngeluarin asap. Makanan jaman sekarang nih. Ga tau tuh rasanya kayak gimana. Pas saya intip sih nama tenant nya adalah Mochio Ice cream. Menarik dan bikin penasaran.


Es krim Mochio yang ber 'asap'. foto : IG @mochioicecream parlour

Fyi di zona manis terdapat kurang lebih 30 jenis makanan yang bisa kita jumpai seperti Roti Bakar Gempol, Es Oyen, Es Lilin, Awug Cibeunying, Bandros Cowboy, aneka cake kekinian ( Bandung Kunafe, Princess Cake, Bandung Makuta), martabak San Fransisco, kue balok Djongko 67, Bolu Bakar, Belah Doeren, Lets Go Gelato, Pie World dan masih banyak lagi.

Man teman bisa pilih menu yang cocok dan sesuai dengan selera masing-masing. Tapi hati-hati jangan sampai kalap ya. Untuk harga makanan di Pucuk Coolinary Festival dibandrol dengan range harga rata-rata mulai Rp 10.000 sampai dengan Rp 40.000.

Keistimewaan Event Pucuk Coolinary Festival

Selain tenant es krim, tenant minuman dingin pun ramai dikerumuni oleh pengunjung. Minuman kemasan teh Pucuk Harum yang merupakan sponsor utama event Pucuk Coolinary Festival ini dipenuhi oleh para pengunjung yang ingin mendapatkan kesempatan mencicipi menu makanan khas Bandung secara gratis.
 
Karena menu makanan khas Bandung gratis tersebut bisa diperoleh oleh pengunjung yang datang ke PCF dengan cara menukarkan 2 botol kemasan teh Pucuk Harum.

Man teman ga usah khawatir ga kebagian karena di acara Pucuk Coolinary Festival ini tersedia 10.000 porsi Batagor Yunus yang bisa dinikmati oleh semua pengunjung. Asalkan siap antri aja ya, soalnya hampir semua pengunjung tampak berminat tuk dapetin makanan gratis tersebut.Namanya gratisan siapa sih yang nolak hehe.


Sebagai event kuliner terbesar di Jawa Barat, acara Pucuk Coolinary Festival ini juga menyuguhkan berbagai kegiatan seru yang tidak hanya bikin kenyang, tapi juga menghibur seperti adanya pertunjukkan musik asik dari band lokal Bandung, Angsa & Srigala dan band Mustache and Beard.

Lomba menarik berupa lomba makan makanan pedas Spicy King Noodles. Sesi Happy Hour berupa potongan Rp 10.000 pada jam-jam tertentu dan berlaku di semua tenant. Lomba foto terbaik. Dan tentunya undian doorprize dengan hadiah 1 unit motor Yamaha N Max untuk pengunjung yang beruntung. Caranya pun sangat mudah yaitu cukup melakukan voting untuk tenant makanan yang menjadi favorit kita.

Oya untuk tenant favorit yang berhasil terpilih akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai Rp 10 juta rupiah lho. Mantapp.

Bapak Erick Harijanto selaku Marketing Manager RTD Tea & Juice PT Mayora Indah, Tbk menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari bentuk dukungan Teh Pucuk harum untuk para pelaku UKM di kota Bandung agar bisa lebih berkembang lagi dan terus berinovasi di dunia kuliner.

Semoga akan ada acara-acara kuliner berikutnya yang diadakan di kota Bandung seperti acara Pucuk Coolinary Festival yang spektakuler ini.


Info lebih lengkap tentang Pucuk Harum bisa diikuti melalui website www.tehpucukharum.com, akun medsos @pucukharumid (instagram, twitter dan fb) atau  You Tube channel Pucuk Harum.

Salam,

 







Café Wifi Di Bandung Dengan Menu Chinesse Food  Saat ini banyak sekali café wifi yang jadi favorit anak muda. Café wifi yang berfungsi sebagai tempat nongkrong sekaligus sebagai tempat kerja (co working space).

Selain spot yang instagramable serta lokasi yang mudah dijangkau, sebuah café wifi akan semakin digemari apabila menyajikan menu makanan yang variatif, cocok di lidah dan tentunya ringan di kantong.

Seperti halnya sebuah café wifi di Bandung yaitu Blockchain café, menyajikan menu makanan istimewa chinesse food yang recommended dan harganya pun terjangkau.

Sebelumnya Blockchain café ini dikenal dengan nama Theatre café dan sejak Oktober 2018 berganti nama dan berganti konsep
 
Jujur, baru sekarang saya nemuin sebuah café wifi yang menyajikan menu Chinesse food. Apalagi Chinesse food adalah salah satu menu favorit saya. 

Selain menu Chinesse food umum seperti kwetiaw, capcay dan ifumi, Blockchain café juga menyediakan menu chinesse food lain seperti dimsum lho. Wow. Asiik. 

FYI head chef di Blockchain cafe ini memiliki pengalaman di bidang chinesse food, lebih dari 25 tahun lho. Jadi ga usah ragu lagi deh tuk soal urusan rasa.

Kalo ke Block chain wajib coba menu Dimsumnya.. My fav one !



Menu Favorit Di Blockchain Café

Diantara sekian banyak menu makanan dan minuman yang disajikan di Blockchain café, ada beberapa menu favorit yang sering dipesan oleh pengunjung yang datang. Menu tersebut antara lain : Nasi Ayam Nanking, Beef bistik, Ice Cappuccino, dan Black coffee.



     Menu-menu tersebut selalu berhasil memanjakan lidah pengunjung. Fyi selain rasa yang cocok di lidah, porsi makanan di Blockchain café ini lumayan banyak lho alias jumbo. So harga yang ditawarkan pun worthed banget. Untuk menu dimsum dibandrol mulai Rp 15.000, Rp 49.500 untuk menu beef, Rp 55.000 untuk nasi ayam Nanking, Rp 25.000 untuk Cappucino dan Rp 20.000 untuk black coffee.

Nasi goreng jumbo nya enak lho..bisa dimakan buat berdua

Oya, kalo mau datang ke Blockchain cafe, jangan lupa ajak teman rame-rame atau orang terdekat untuk menemani. Berbagi makanan bersama orang tersayang memang paling romantis deh hehe. Kumpul seru sambil makan dan perut pun kenyang.

Jam Operasional Blockchain Café


Untuk jam operasional, mulai awal November 2018, Blockchain café akan beroperasi mulai pukul 07.00 wib pagi. Karena Blockchain café juga menyediakan paket menu sarapan hemat (start from Rp 25.000) yang cocok untuk menemani kita sebelum beraktifitas. Dan ada juga varian menu bubur (bubur ayam, bubur sapi, bubur Ikan).

Menurut saya menu roti bakarnya recommended banget nih. Dengan tekstur roti yang terasa lembut di lidah dan topping roti yang manisnya pas ga berlebihan, menjadi pilihan yang tepat sebagai menu sarapan. Cobain deh.

Malaka toast, peanut butter toast dan nutella toast

Lokasi Blockchain Café


Blockchain café terletak di jalan Kamuning no 8A. Lokasinya berada tak jauh dari salah satu toko oleh-oleh khas Bandung yang terkenal itu lho.


Berada di area lingkungan perumahan yang tak terlalu ramai, menjadikan suasana di Blockchain café ini terasa santai dan homy. Ga heran kalo udah nongkrong disana suka jadi lupa waktu hehe.

Blockchain Cafe Menyediakan Privat Co Working Space Dan Event Space


Sesuai visi nya, nama Blockchain cafe dipilih dengan harapan tempat tersebut bisa menjadi tempat yang dapat menghubungkan orang-orang yang berbeda. Baik dari hobi, latar belakang, profesi dan bakat yang dimiliki.

Maka Blockchain café menyediakan fasilitas untuk berbagai komunitas yang ingin mengadakan acara (event) sebagai sarana untuk menjalin ikatan silaturahim. Fasilitas tersebut berupa ruangan yang bisa memuat sampai dengan 50 orang. Serta fasilitas OHP dan sound system (free of charge). Menarik nih.


Selain itu untuk para pekerja yang membutuhkan tempat meeting (private area) untuk bekerja. Di Blockchain café juga terdapat sebuah ruangan khusus (co working space) yang bisa disewa untuk mengadakan pertemuan seputar pekerjaan.


spot instagramable di blockchain cafe



Blockchain Café
Jalan Kamuning No 8A, Bandung (dekat jalan Riau)
Instagram ; @blockchain.cafe


 Salam,