Showing posts with label memories. Show all posts
Showing posts with label memories. Show all posts




Lahir dan besar di kota Priangan membuat saya bangga menjadi orang Bandung. Bandung dengan cuacanya yang relative sejuk serta makanannya yang beragam, enak dan murah. Buat saya, Bandung is a comfort zone. Tak pernah terfikir sebelumnya kalo saya bakal hijrah, tinggal merantau di kota orang. 

Museum Sampoerna adalah.sebuah museum yang terletak di kota Surabaya. Terbuka untuk umum dan didesain dengan konsep modern, yang terdiri dari museum, tempat belanja, cafe dan galeri seni.

Ya museum Sampoerna atau yang juga dikenal dengan sebutan House of Sampoerna merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang sangat menarik yang bisa kita kunjungi bersama teman atau keluarga.
Dan saya sendiri baru tahu kalo museum tersebut ada, ketika saya tinggal di Surabaya, setelah melihat sebuah postingan foto seorang teman yang kala itu berfoto di museum tersebut.

Berfoto di salah satu spot di House of Sampoerna
Pertama berkunjung ke museum Sampoerna saya datang bersama suami dan untuk kunjungan kedua saya datang dengan mengajak serta kedua orang tua saya yang saat itu sedang berkunjung ke Surabaya.

Mamah dan bapak tercinta ketika berkunjung ke House of Sampoerna Surabaya

Lokasi Museum Sampoerna


Museum Sampoerna berlokasi di jl. Taman Sampoerna no 6 Surabaya. Sebenarnya lokasinya terletak di tengah kota, tak jauh dari area Jembatan Merah yang terkenal itu, tapi entah mengapa pertama kali berkunjung ke sana perjalanan terasa agak jauh alias sepertinya sedikit nyasar kali ya hihi.

Lokasi museum Sampoerna Surabaya | photo source : wisatamuseum.com

Dan apabila menggunakan kendaraan umum, kita bisa menggunakan bus dari Terminal Surabaya dengan tujuan Jembatan merah. Dari Jembatan Merah Plaza (JMP), lokasi House of Sampoerna sudah terlihat dan kita bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau naik becak.

Fasilitas Museum Sampoerna


Sebagai orang yang baru pertama kali berkunjung ke museum ini, saya baru tahu kalo museum Sampoerna menyediakan fasilitas berupa kendaraan gratis yaitu bus yang bisa digunakan oleh para wisatawan untuk berkeliling kota Surabaya, wah seru yaa :) ! Jadwal bus nya dimulai pukul 09.00 – 10.00 WIB, 13.00 - 14.00 WIB dan pukul 15.00 – 16.00 WIB.
Jadi persiapkan waktunya dengan matang apabila ingin menikmati fasilitas keliling kota Surabaya dari museum Sampoerna :).

Bus Surabaya Heritage Track yang akan membawa para wisatawan keliling kota Surabaya | photo source : surabaya.panduanwisata.id

Jam Operasional Museum Sampoerna


Museum Sampoerna buka setiap hari mulai hari Senin sampai dengan Minggu mulai pukul 09.00 - 22.00 WIB. Dan waktu itu saya berkunjung pada hari Minggu, sehingga sayang sekali saya melewatkan sebuah kegiatan yang sangat menarik, yaitu aktifitas para wanita pekerja melinting rokok.

Jadi di museum Sampoerna ini ada sebuah ruangan yang sampai saat ini masih digunakan sebagai tempat untuk membuat rokok dengan menggunakan peralatan tradisional yang mana semua pekerjanya adalah wanita yang berjumlah ribuan orang. Dan aktifitas tersebut hanya bisa kita lihat pada hari biasa (Senin - Sabtu) sebelum pukul 15.00 WIB.

Oya, museum Sampoerna buka sampai jam 10 malam karena selain museum dan galeri seni, di House of Sampoerna ini juga terdapat kafe yang bisa anda kunjungi setelah berkeliling di dalam museum ataupun untuk sengaja kita datangi untuk bersantap bersama keluarga atau orang tersayang. Tempatnya sangat nyaman dengan nuansa kafe yang membuat betah untuk duduk santai berlama-lama.

Galeri Seni Museum Sampoerna


Di dalam museum Sampoerna terdapat barang-barang memorabilia yang mewakili sejarah perjalanan perusahaan Sampoerna dari dulu hingga sekarang hingga bisa menjadi salah satu perusahaan rokok besar yang terkenal di Indonesia dan masih eksis sampai sekarang.

Barang-barang tersebut didesain sedemikian rupa menjadi sangat menarik, sehingga pengunjung menjadi betah dan ingin berfoto disitu.

Berfoto di balik kaca ruang pembuatan rokok Dji Sam Soe by Sampoerna | btw saya baru sadar kalo di kaca ada tulisan gambar kamera di coret alias no camera allowed | duh maap  :p
Selain benda-benda yang berhubungan dengan sejarah perusahaan Sampoerna, ada juga barang-barang seni lain yang dijual di tempat tersebut seperti kain batik, lukisan dan benda-benda lain yang berciri khas Indonesia.

Ketika berkeliling di dalam museum Sampoerna, pengunjung bisa mendapatkan informasi detail dari guide yang standby bertugas disana. Para guide-guide tersebut ternyata banyak yang masih berstatus sebagai mahasiswa/i. dan mereka memanfaatkan kesempatan untuk menjadi tour guide di museum sebagai salah satu kegiatan yang bisa memberikan penghasilan bagi mereka. Its nice :)

Dan apabila ada kesempatan untuk berkunjung ke kota Surabaya lagi saya ingin datang lagi lho ke museum Sampoerna, karena masih banyak tempat-tempat disana yang belum saya eksplore dan belum saya foto. Ga tau kenapa waktu itu kok saya ga banyak ambil foto ya? Dan saya juga pengen banget bisa ikut tour on bus Surabaya Heritage Track, akan seru dan menyenangkan sepertinya :)

Menurut saya museum merupakan salah satu alternatif tempat tujuan wisata yang sangat menarik dan sarat dengan edukasi terutama apabila kita turut serta mengajak anak-anak. Anak-anak pasti senang karena mendapatkan pengalaman menarik dan mendapatkan banyak ilmu pengetahuan baru :).

Yuk ajak anak-anak untuk berkunjung ke museum !
Ga mesti jauh-jauh ke Surabaya, ajak saja dulu ke museum terdekat yang terletak di kota tempat tinggal kita sekarang :)




Surabaya oh Surabaya..ada apa dengan Surabaya ?
Tiba-tiba saya teringat pada kota Surabaya.
Mungkin karena Surabaya adalah salah satu kota yang pernah saya tinggali dan  meninggalkan banyak cerita menarik yang cukup berkesan bagi saya.
Surabaya is a city with a lot of memories :)

Patung yang menjadi simbol kota Surabaya


Pertama kali berkunjung ke Surabaya

Pertama kali saya datang ke Surabaya yaitu sekitar awal bulan Februari tahun 2012. Jadi ceritanya waktu itu pak suami dipindah tugaskan dari kantor cabang di Makassar ke kantor cabang di Surabaya, dan suami berangkat duluan menuju Surabaya. Suami ke Surabaya dan saya pun pulang ke Bandung. Kami sepakat apabila sudah mendapat ‘tempat tinggal’ baru di Surabaya, saya pun akan datang menyusul.

Sekitar dua minggu di Surabaya, pak suami memberi kabar bahwa pak suami sedang sakit terkena gejala tipes, sebagai istri saya pun memutuskan untuk segera datang menyusul ke Surabaya, sekalian bersama bapak dan mamah yang ingin ikut mengantar.

Dengan beberapa pertimbangan, kami bertiga berangkat dari Bandung menuju Surabaya menggunakan kereta api. Perjalanan dari Bandung ke Surabaya menggunakan kereta api memakan waktu sekitar 12 jam. Jadi kami berangkat dari stasiun Bandung menuju stasiun Gubeng, Surabaya menggunakan kereta api Mutiara Selatan dengan jam keberangkatan sore hari yaitu sekitar pukul 16.00 dan tiba di Surabaya pada pukul 06.00 pagi.

Baca juga : Pengalaman Seru dan Tak Terlupakan Salah Naik Kereta Api dari Bandung ke Surabaya

Setiba di Surabaya saya langsung mencicipi salah satu makanan khas kota Surabaya yaitu lontong balap sebagai menu sarapan. Oya, sebagai orang yang baru pertama kali makan lontong balap saya cukup dibuat terkesima karena ternyata lontong balap ini disajikan dengan tumpukan toge yang lumayan banyak *serasa makan sayur toge deh haha dan menu lontong balap ini memiliki 'teman setia' yaitu sate kerang.

Disitu ada lontong balap pasti ada sate kerang | salah satu makanan khas Surabaya | photosource : inijie.com


Tinggal di tempat kost

Pertama kali tinggal di Surabaya, saya dan suami tinggal di sebuah kamar kos di daerah Kedungsari. Sebuah kamar kos berukuran 2x2m dengan kamar mandi dalam. Tempat kost tersebut terletak di tengah kota Surabaya, yaitu sekitar 5 menit dari plaza Tunjungan (salah satu mal terbesar di Surabaya). Dan tempat kost tersebut sengaja dipilih karena lokasinya yang memang berdekatan dengan kantor suami.

Kurang lebih satu bulan kami tinggal di kost-an tersebut, karena kemudian saya dan suami memutuskan untuk mencari tempat tinggal baru yang lebih layak untuk kita berdua tempati.


Tinggal Di Paviliun

Setelah mulai sedikit ‘gerah’ tinggal di kamar kost, karena 4L (Lu lagi Lu Lagi) hihi, kami bersyukur karena ada seorang teman yang memberikan informasi bahwa ada paviliun yang disewakan di daerah Gubeng, maka kami pun segera pergi mengunjungi tempat tersebut.

Sebuah paviliun di jalan Gubeng Kertajaya dengan satu buah kamar tidur, sebuah kamar mandi dan sebuah ruang tamu. Pemiliknya adalah seorang ibu keturunan Arab yang tinggal dengan dua orang anaknya. Dan setelah dirasa cocok dan sepakat dengan harga sewa per bulannya, kami pun memutuskan untuk segera pindah ke paviliun tersebut.

Lokasi paviliun baru kami ternyata dekat dengan Universitas Airlangga (Unair), salah satu universitas yang terkenal di Surabaya, memang sedikit lebih jauh dari kantor suami tapi tak mengapa, yang penting tinggal di paviliun sedikit lebih nyaman dibanding harus tinggal di kamar kost.

Sekitar tiga bulan kami tinggal di paviliun tersebut, tempat dan lingkungannya cukup nyaman, lingkungannya bersih dan mudah untuk mencari makanan. 

Tapi yang disayangkan, selama tinggal disitu, saya menemukan sebuah masalah baru yang terlihat sepele namun agak rempong juga buat emak-emak yang sudah berumah tangga, yaitu kita ga punya tempat untuk menjemur pakaian nih. Haha.
Iya, ternyata saya baru tahu, kalo wilayah Gubeng Kertajaya tersebut merupakan wilayah percontohan, di mana semua gang atau jalan ditata rapi, sepanjang jalan diberi tanaman dan para warganya sepakat untuk menerapkan peraturan tidak boleh menaruh jemuran di depan rumah. 
Dan suatu hari sempat terjadi sebuah hal yang kurang mengenakkan antara pemilik rumah dan warga sekitar, si ibu pemilik rumah sepertinya ditegur. Gara-garanya karena ketidaktahuan saya, yang pernah beberapa kali menaruh jemuran berukuran kecil di halaman depan persis di seberang rumah, waduh.

Selama tinggal di paviliun tersebut, saya memang memanfaatkan jasa cuci setrika yang bisa diantar jemput tapi ada kalanya saya harus menjemur beberapa pakaian lain seperti pakaian dalam atau handuk. Ibu pemilik paviliun sempat menawarkan untuk menjemur di tempat jemuran miliknya saja yang ada di lantai atas, tapi saya merasa kurang nyaman. 

Maka akhirnya saya dan suami pun memutuskan untuk mencari rumah kontrakkan saja, dengan berbagai pertimbangan, demi kenyamanan bersama, seperti apabila suatu waktu bapak dan mamah atau kerabat dan teman ada yang datang berkunjung ke Surabaya, maka kita akan dengan senang hati menyambut dengan mengajak mereka untuk datang berkunjung ke rumah kontrakkan kami :)

Karena pernah lho, suatu waktu bapak dan mamah datang berkunjung ke Surabaya, dan mereka harus menginap di sebuah penginapan, khan sayang tuh uangnya, daripada mesti ngeluarin uang buat penginapan selama 3 malam mendingan uang tersebut dipake jalan-jalan keliling kota Surabaya plus buat beli oleh-oleh khas Surabaya yang enak-enak, kayak bandeng presto, almond cookies dan masih banyak lagii :)


Tinggal di rumah kontrakkan

Setelah sempat tinggal di kost-an dan paviliun, kami pun hunting rumah kontrakkan dan akhirnya mendapatkan sebuah rumah yang cukup nyaman dan sesuai untuk kami. Rumah tersebut terletak di sebuah daerah bernama Semampir , nun jauh di daerah timur Surabaya. Sebenernya ga jauh-jauh amat sih, hehe tapi memang sedikit agak jauh dari pusat kota.
Daerah Semampir ini berdekatan dengan jalan baru (jalan Soekarno) yang terbentang lurus ke arah barat menuju daerah Rungkut. Kabarnya sih di area tersebut akan dibangun jalan tol langsung menuju bandara Juanda. Oya, di jalan Soekarno ini ada dua tempat makan enak yang wajib coba, yaitu bebek goreng Harissa dan Dimsum.


Disadari atau tidak, mencari tempat tinggal itu sama halnya dengan mencari jodoh lho hehe..iya, soalnya cocok-cocokan. Rumah yang kemudian kami tempati selama setahun lebih itu sebenarnya tak sengaja kami temukan. Awalnya kami datang ke daerah tersebut untuk survey rumah kontrakkan yang diiklankan di surat kabar  dan ternyata rumah-rumah yang ada di iklan dan sudah kami tandai tersebut rata-rata berukuran besar dan tidak sesuai dengan budget yang kami miliki. Sampai akhirnya kami pun bertemu dengan rumah yang kami anggap sebagai "jodoh" alias rumah kedua.
 .
Dan kami sangat bersyukur, karena sang pemilik rumah menyewakan rumah tersebut sekalian dengan furniture dan sebagian barang kebutuhan rumah tangga lain seperti kompor, kulkas, piring dan lain-lain ..wah kebetulan sekali :)

Salah satu hal yang sangat dibutuhkan oleh keluarga kecil seperti kami yang sering berpindah-pindah dan hanya akan tinggal di sebuah kota untuk sementara waktu adalah tempat tinggal yang sudah lengkap beserta isinya. Jadi kalo sewaktu-waktu diharuskan untuk pindah ke kota lain, kita tidak mesti repot-repot bawa perabotan atau beli barang peralatan rumah tangga baru lagi.

Dan setelah satu tahun setengah tinggal di Surabaya, pak suami dipindah tugaskan ke Bandung yang artinya kami pun akhirnya kembali ke Bandung alias pulang kampung. 
Sebuah pengalaman yang tak terlupakan, tinggal berpindah-pindah dan bisa menjadi cerita di kemudian hari.















Tak kenal maka tak tahu, seperti itulah yang saya rasakan, sebelumnya saya tidak mengenal sama sekali seperti apa kegiatan berkuda dan seperti apa kegiatan memanah. 

Yang saya tahu berkuda identik dengan hobinya princess Syahrini haha atau sebatas mengantar anak-anak untuk naik kuda di hari minggu haha (baca : naik kuda beda banget dengan berkuda). 

Kalo naik kuda, sebagai penumpang kita cenderung 'pasrah' dan hanya duduk manis di atas kuda karena si kuda dituntun oleh si mamang, tetapi melalui berkuda kita belajar untuk menjadi seorang leader (pemimpin) untuk berani mengarahkan dan mengendalikan kuda supaya berjalan sesuai tujuan. 

Sebagai sesama mahluk Allah ternyata kuda juga suka dipeluk dan dibelai :)
 
Begitupun dengan memanah, yang saya tahu sebelumnya, memanah hanya dilakukan oleh para atlet ataupun identik dengan sebuah aktivitas bagian dari peperangan di jaman dahulu..hehe. 

Ternyata memanah merupakan salah satu kegiatan olahraga yang bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk wanita dan anak-anak. Di jaman sekarang kegiatan memanah sudah mulai familiar serta dijadikan sebagai salah satu kegiatan ekstra kurikuler anak di sekolah.



Area memanah di Eco Pesantren daarut Tauhiid
 
Dan di kegiatan Muslimah Academy, kami para muslimah diajarkan untuk mengenal kegiatan berkuda dan memanah, dengan dasar bahwasanya, berkuda dan memanah merupakan salah satu kegiatan yang disarankan oleh Rasulullah SAW dan termasuk ke dalam ibadah sunnah.

Berkuda dan memanah merupakan salah satu bentuk olahraga yang dicontohkan oleh Rasulullah | photo source : IG Muslimah Academy

Mengapa Berkuda dan Memanah

Salah satu filosofi tentang mengapa kegiatan berkuda dan memanah termasuk ke dalam ibadah sunnah, yaitu bahwa kita sebagai umat muslim haruslah memiliki ‘kekuatan’. Kekuatan di darat, air dan udara. 

Yang ketiganya diwakili oleh kegiatan berkuda (darat), berenang (air) dan memanah (udara). Dan khusus di Muslimah Academy kegiatan utamanya adalah kegiatan berkuda dan memanah.



Jadi berdasarkan paparan dari Ustad Ganjar, Director Manager di area berkuda Eco Pesantren,Parongpong, Bandung, berkuda merupakan salah satu kegiatan yang sebaiknya kita kuasai, karena mengingat jauh ke depan, seandainya apabila suatu waktu semua kendaraan buatan manusia (khususnya kendaraan bermesin) seperti mobil, motor, sepeda dan sebagainya, yang ada di bumi ini hancur dan tidak bisa dipergunakan lagi maka Kuda merupakan sebuah pilihan kendaraan yang Tangguh dan Cepat dan bisa kita gunakan.


Sebelum memulai kegiatan berkuda dan memanah di Eco Pesantren Daarut Tauhiid, semua peserta sarapan bersama, dan beribadah sholat dhuha di mushola outdoor (mushola 3 lantai dengan pemandangan alam)

Setelah kegiatan berkuda dan memanah selesai, semua peserta makan siang bersama dengan menu Nasi Liwet | Alhamdulillah nikmat :) | photo source : IG Muslimah Academy

Sedangkan untuk memanah, ketika suatu waktu datang serangan dari udara, maka memanah merupakan sebuah kegiatan yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dengan cara menarik busur ke arah udara dan fokus pada sasaran.

Belajar memanah | selain membutuhkan konsentrasi, dalam memanah itu dibutuhkan tenaga serta keyakinan | banyak pelajaran yang bisa diambil dari aktivitas memanah

Muslimah Academy

Muslimah Academy merupakan sebuah kegiatan khusus muslimah yang berpusat di kota Bandung dan mulai terbentuk pada tanggal 12 Desember 2015 dengan program utamanya yaitu berkuda dan memanah. 

Kegiatan Muslimah Academy berpusat di Pondok Pesantren Daarut Tauhid yang terletak di daerah Gegerkalong, Bandung


Suasana setelah maghrib di area sekitar mesjid Darut Tauhid, Bandung

Dalam satu tahun, sudah 1000 orang alumni yang bergabung dan mengikuti kegiatan di Muslimah Academy. Para pesertanya tersebar di 40 kota di seluruh Indonesia. Kegiatan Muslimah Academy ini memiliki visi mencetak 1 juta muslimah yang memiliki karakter tangguh dan bertauhiid melalui olahraga sunnah berkuda dan memanah.

Ketika pertama kali mendengar informasi mengenai kegiatan Muslimah Academy yang diadakan oleh pondok pesantren Daarut Tauhid, Bandung pimpinan Ustad KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) , saya pun langsung tertarik dan memutuskan untuk ikut bergabung. Bulan November 2016, saya menghubungi Teh Dewi, contact person untuk kegiatan Muslimah Academy tersebut dan ternyata ga disangka, peminatnya banyak sekali, sehingga saya harus masuk ke pendaftaran waiting list.

Tak lama kemudian, saya mendapatkan konfirmasi bahwa saya baru bisa bergabung di bulan Januari 2017 (Muslimah Academy batch 19). Setelah dipikir-pikir lagi, oke deh gapapa masuk ke gelombang berikutnya. Buat saya hal ini merupakan kesempatan istimewa yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Lebih baik sabar menunggu dulu daripada ga jadi ikutan, begitu pikir saya.

Maka saya dan seorang teman kuliah pun resmi terdaftar sebagai anggota Muslimah Academy batch 19 yang berlangsung pada tanggal 21- 22 Januari 2017 lalu.

Muslimah Academy batch 19 berlangsung pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 21-22 Januari 2017 di Daarut Tauhid Bandung
Berfoto dulu bareng kuda boleh dong yaa :)

Muslimah Academy Batch 19

Kegiatan Muslimah Academy batch 19 dimulai pada pukul 13.00 bada dzuhur yang bertempat di Aulia Muslimah Centre pondok pesantren Daarut Tauhiid.
Selain berkuda dan memanah sebagai kegiatan utamanya, di Muslimah Academy ini juga diadakan kegiatan lain seperti kajian ilmu Tahsin (ilmu dasar membaca Alquran) dan kajian ilmu lainnya dengan mendatangkan nara sumber menarik seperti Ustadzah muda Siti Aminah serta ibu Khairati (pengarang salah satu buku best seller tentang Taubat ) yang sudah bekerja selama 19 tahun di pondok pesantren Daarut Tauhiid, Bandung.

Hari pertama diisi khusus untuk acara kajian, sedangkan hari minggu mulai pukul 06.00 wib pagi, saya bersama teman-teman sudah bersiap-siap untuk pergi menuju Eco pesantren yang terletak di daerah Parongpong (Ciwaruga) yaitu lokasi tempat berkuda dan memanah.
Jumlah peserta yang mengikuti Muslimah Academy batch 19 adalah sebanyak 62 orang yang berasal dari berbagai kota di Indonesia seperti Karawang, Purwakarta, Bandung, Serang, Jakarta dan sekitarnya (Bekasi, Cikarang, Depok).

Baca juga :  Keseruan acara 4th Meet Up Komunitas Fotografi @sobbaj_Bandung di Gunung Kareumbi Cicalengka

Dan bahkan ada juga yang sengaja datang dari kota Palembang. Termasuk diantaranya dua orang gadis cilik kakak beradik bernama Raqiqa (10 tahun) dan Tsabita (8 tahun) yang datang bersama ibunya dari Depok. Ternyata Raqiqa dan Tsabita memang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler memanah di sekolahnya sehingga mereka pun antusias untuk bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan Muslimah Academy batch 19 ini.
Raqiqa dan Tsabita peserta termuda di Muslimah Academy batch 19

Selain peserta termuda, di Muslimah Academy batch 19, terdapat peserta yang paling senior, yang dikenal dengan sebutan Ummi Riska. Ummi Riska berasal dari Bekasi, berusia 47 tahun dan sudah memiliki cucu. 

Selain itu ummi Riska juga memiliki sebuah profesi yang sangat menarik yaitu sudah 7 tahun (sampai sekarang) terdaftar di sebuah perusahaan BUMN sebagai salah satu dari 7 pengemudi perempuan bis Trans Jakarta khusus bis gandeng. Termasuk juga, menjadi instruktur les mengemudi serta instruktur renang. Wah luar biasa ya :). Salah satu sosok wanita muslimah yang mandiri dan tangguh serta layak untuk dijadikan contoh.

Manfaat yang Saya Peroleh dari Acara Muslimah Academy Batch 19 :

Setelah mengikuti kegiatan di Muslimah Academy batch 19 ini banyak hal bermanfaat yang saya peroleh yaitu diantaranya :

  1. Bisa menjalin SILATURAHMI antara sesama muslimah dengan berkumpul di pondok pesantren Daarut Tauhiid. Bahkan saya bertemu adik kelas satu almamater di jaman kuliah dulu. Jadi sekalian reuni deh hihi.
  2. Melalui kegiatan berkuda, para muslimah dituntut untuk BERANI serta PERCAYA DIRI dan juga belajar untuk menjadi seorang leader (PEMIMPIN) dengan cara belajar mengendalikan kuda bukan dikendalikan kuda :P
  3. Melalui kegiatan memanah, para muslimah dituntut untuk belajar FOKUS, konsentrasi dan YAKIN dalam mengambil keputusan.
  4. Mendapatkan pemahaman baru mengenai kegiatan BERKUDA dan MEMANAH sebagai salah satu kegiatan SUNNAH yang disarankan oleh Rasulullah SAW.
  5. Instruksi mengenai kegiatan berkuda dan memanah disampaikan secara SANTAI, penuh keAKRABan, dan disertai dengan humor-humor ringan yang MENARIK.
  6. Mendapatkan ILMU baru yang BERMANFAAT yang mudah-mudahan bisa segera saya terapkan dan amalkan di kehidupan sehari-hari. Aamiin.
.
Ternyata kita pernah kuliah di Universitas yang sama | satu fakultas beda angkatan | antara Jepang - Perancis dan Gegerkalong, dan ngobrolnya mah tetep pake bahasa sunda dong ya haha

Saran untuk Acara Muslimah Academy Batch 19

Acara kajian ilmu yang bertempat di ruangan Aulia Muslimah Centre sangat menarik, pembawa acaranya, yaitu Teh Ria, sangat aktif dan komunikatif, dan tiga pemateri lain (para nara sumber) menyampaikan materi dengan cukup jelas dan menarik (terutama Ustadzah Siti Aminah), karena ternyata banyak peserta yang ingin mengikuti kajian lanjutan dari ustadzah Siti Aminah. Mungkin karena topik yang dibawakan yang ga jauh dari tema kehidupan sehari-hari serta cara penyampaian materi yang cukup ekspresif :)

Teh Ria yang aktif dan komunikatif, pembawa acara di kegiatan Muslimah Academy batch 19
Tapi satu hal yang disayangkan, sound system (audio) yang digunakan saat itu kurang mendukung (suara kadang tidak muncul) sehingga  sebagian materi yang disampaikan tidak terdengar dengan jelas. Dan mudah-mudahan hal ini bisa menjadi SARAN dan masukan POSITIF untuk kemudian bisa diperbaiki di kegiatan selanjutnya.

Secara keseluruhan, kegiatan Muslimah Academy batch 19 yang saya ikuti di bulan Januari 2017, berjalan dengan lancar, acaranya dikemas dengan santai dan menarik. Sehingga semua peserta merasa senang karena sudah mendapatkan pengalaman baru yang memberikan kesan cukup mendalam terutama mengenai kegiatan berkuda *kalo yang ini khusus untuk saya pribadi ya :)

Oya, biaya untuk bisa mengikuti kegiatan Muslimah Academy ini yaitu Rp 299ribu, akan tetapi apabila kita mendaftar bersama-sama 4 orang teman muslimah lainnya maka biaya yang dikeluarkan cukup Rp 250ribu/orang.
Sangat sebanding dengan pengalaman dan manfaat yang akan diperoleh nanti.

Apabila tertarik, boleh silahkan langsung hubungi saja Teh Dewi selaku founder dan contact person acara Muslimah Academy di pesantren Daarut Tauhiid, Bandung di nomor WA 0857.9436.1111.
 
Data kontak Muslimah Academy

BeTeWe berkuda dan memanah itu seru sekaligus bikin dag dig dug serr, terutama buat first timer kayak saya haha. Bagaimana menurut teman-teman yang lain ? Yuk share disini :)

Menunggangi Sabha (salah satu kuda jantan yang ada di Eco Pesantren) | berkuda itu ternyata rasanya nano-nano yaa | seruu :) | wajib coba pokoknya mah.


Sertifikat yang diperoleh setiap peserta yang sudah mengikuti kegiatan Muslimah Academy

Selamat mencoba kegiatan berkuda dan memanah dan selamat ingin mencoba lagi yaa :)
Salam Tangguh dan bertauhiid :)










Disadari atau tidak, banyak sekali kejadian sepele yang terjadi di kehidupan kita sehari-hari. Dan hal tersebut ternyata memiliki arti banyak untuk kita, seperti halnya sebuah kejadian yang saya alami beberapa minggu yang lalu. Hingga kemudian saya pun belajar memaknai akan arti dari kedatangan seekor kucing ke rumah saya. 

Sore itu, ketika pulang ke rumah, saya mendapati seekor kucing yang sedang duduk di bawah pohon dekat pintu pagar. Seekor kucing hitam dengan warna putih di bagian dada serta ke empat bagian ujung kakinya. Pertama melihatnya, saya langsung memanggilnya dengan sebutan kucing kaos kaki yang kemudian saya singkat dengan sebutan Mengkoska .

kucing hitam
Warna putih di ujung kaki mengkoska mirip lagi pake kaos kaki :)

Beberapa lama kemudian, saya masih mendapati kucing tersebut duduk di bawah pohon. Posisi badannya kelihatan sedikit terkulai, saya pun menghampirinya dan memegangnya ternyata kaki belakang si kucing  lemas sehingga si kucing tidak bisa berjalan dengan normal. Melihat hal tersebut, saya jadi merasa kasihan dan membawanya masuk ke teras belakang dan memberinya alas tidur, dus sepatu bekas beralas kain supaya si kucing bisa beristirahat dengan nyaman.

Melihat tampilannya sekilas, Mengkoska tampak seperti seekor kucing garang dengan tatapan matanya yang tajam, tetapi nyatanya Mengkoska adalah seekor kucing lumpuh dengan suaranya yang kecil dan nyaris hampir tak terdengar.



Hingga kini, sudah hampir satu bulan Mengkoska saya pelihara di rumah. Saya bersyukur suami mendukung saya untuk memelihara kucing tersebut. Saya merasa penasaran kenapa kaki belakangnya bisa lumpuh seperti sekarang, semula saya sempat berfikir kalo kakinya mungkin tertabrak motor atau keseleo, dan saya berharap mudah-mudahan kakinya akan kembali pulih dalam beberapa hari, sehingga apabila dia sudah bisa berjalan normal, saya akan melepaskannya kembali ke dunia luar.

Tetapi nyatanya, kaki Mengkoska tidak mengalami kemajuan sama sekali, bahkan cenderung mengalami kemunduran. Ketika pertama datang saya sempat memperhatikan kalo kaki belakangnya masih bisa dipake bertumpu, tapi lama-kelamaan kedua kaki belakangnya semakin lemas, dan Mengkoska harus berjalan ngesot.

Melihat hal tersebut, hati saya seolah remuk, saya merasakan sebuah pengalaman yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Melihat seekor kucing yang hanya bisa duduk terkulai lemas, dia harus berusaha keras untuk bergerak, buang air kecil dan buang air besar pun, otomatis spontan di tempat dia berada, Koska tidak bisa menggerakkan kaki nya untuk menggali tanah untuk buang air besar, padahal tadinya saya ingin membelikan Koska bak pasir tempat dia bak (buang air kecil) dan bab (buang air besar).

Baca juga : Tips memelihara Kucing Bagi Pemula

Koska selalu setia menemani saya, Koska senang sekali dielus dan dibelai, tatapan matanya yang seolah seperti berbicara membuat saya sayang kepadanya. Dengan tatapannya Koska seolah berbicara kalo dia membutuhkan kasih sayang dan perhatian. Dan saya bersyukur kalo Koska datang ke ‘rumah’ yang tepat. Our blessing home :)



Sebelumnya saya pernah mendengar sebuah ungkapan, bahwa apabila kita didatangi oleh seekor kucing, hal tersebut merupakan pertanda khusus, bahwasanya ada sebagian rejeki si kucing yang ada di kita dan harus kita bagi. Maka berilah kucing yang menghampiri kita tersebut, makanan atau air minum atau bahkan tempat tinggal untuknya misal dengan mengadopsi kucing tersebut.

Belajar Tentang Sebuah Keikhlasan Dari Seekor Kucing

Dari hari ke hari Koska tidak menunjukkan kemajuan, dia lebih sering tiduran di dalam kardusnya tapi dia terlihat tetap semangat. Setiap pagi saya jemur di bawah sinar matahari dan saya sapa dengan mengajaknya bicara *kalau sesama pecinta kucing pasti tau rasanya gimana rasanya mengobrol sama kucing peliharaan kita :) . Its fun and relaxing. Apalagi ketika si kucing gelendotan di kaki kita dan mengeluarkan dengkuran halus yang memberikan efek menenangkan.

Koska sedang berjemur di pagi hari *abaikan pengki yang menggantung
Dengan datangnya Koska ke rumah saya, seolah mengingatkan bahwa kucing juga merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang harus kita sayangi dan sudah seharusnya kita perlakukan seperti kita memperlakukan mahluk hidup lainnya.

Mudah-mudahan ada keajaiban yang bisa membuat Koska menjadi bisa berjalan kembali atau setidaknya membuat dia tetap sehat dan tetap bertahan dalam kondisinya yang terbatas. 

PS : Setelah kondisi Koska semakin menurun, saya memutuskan untuk membawa Koska ke dokter. Setelah sempat disuntik dan diberi obat, sekitar seminggu kemudian, akhirnya Koska menghembuskan nafasnya yang terakhir. Dan kami pun menguburkannya di halaman depan rumah. Good bye Koska. #RIPkoska

Baca juga :  3 Kucing Unik Yang bikin Takjub

Entah kenapa, momen hari guru nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November berhasil menggerakkan hati saya untuk membuat sebuah tulisan tentang sesuatu yang berkaitan dengan profesi guru.

Belasan tahun belajar di sekolah, menjadi siswa dari banyak guru, membuat saya tidak sadar akan betapa pentingnya profesi guru. Hal tersebut baru saya sadari akhir-akhir ini setelah saya pernah mengalami menjadi seorang guru.

Facebook pun ikut memperingati Hari Guru di Indonesia | photo source : facebook

Percaya atau tidak, saya pernah memiliki pengalaman menjadi seorang guru.. ya seorang guru TK. Menjadi seorang guru taman kanak-kanak adalah sebuah pengalaman yang tak terlupakan sekaligus menyenangkan buat saya. Sebagian besar orang mungkin masih banyak yang melihat sebelah mata pada profesi guru terutama guru taman kanak-kanak. (mungkin karena yang diajar adalah anak-anak kecil yang mayoritas kegiatannya hanya diisi dengan bermain dan menyanyi). Padahal sebenarnya, di balik itu tersimpan sebuah cerita panjang dan perjuangan untuk bisa menjadi seorang guru.

Memiliki Cita-cita Menjadi Seorang Guru TK


Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit, tagline itu pasti sering kita dengar, terutama di masa-masa kita sekolah dulu. Cita-cita kamu apa kalau sudah besar nanti? Salah satu pertanyaan yang kerap ditanyakan pada setiap anak di masa perjalanan sekolahnya. Atau pertanyaan tentang cita-cita ini seolah menjadi bagian dari daftar pertanyaan yang wajib ada dalam sebuah buku biodata saat SD yang harus kita tulis dan kita isi sendiri.

Saya ingat bahwa ketika kecil saya mempunyai beberapa cita-cita yang masih berubah-ubah seiring perjalanan usia. Saya ingat salah satu cita-cita yang pernah saya tulis di buku biodata adalah insinyur pertanian.Selain insinyur pertanian cita-cita satu lagi adalah menjadi guru TK. Cita-cita yang pernah saya miliki karena saya teringat akan sosok guru TK saya yang cantik (menurut saya paling cantik diantara guru-guru TK saya yang lain), walaupun sebenernya beliau adalah guru cantik tapi galak, kok agak-agak mirip judul ftv ya?, buktinya saya ingat sampe sekarang tangan saya pernah jadi korban cubitan ibu guru TK idola saya itu gara-gara saya lupa gunting kuku.

Walaupun demikian, di hati kecil saya sempat terbersit sebuah keinginan untuk menjadi seorang guru TK. Dengan harapan siapa tau saya bisa menjadi salah satu sosok idola anak-anak kecil #haha #ngarep #abaikan
Dan waktu pun berlalu..lebih dari dua puluh tahun sejak masa taman kanak-kanak, tepatnya sekitar tahun 2010 saya tinggal di kota Makassar karena ikut suami yang dinas kerja di sana. Maka dengan tujuan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat saya pun memutuskan untuk mengikuti kursus singkat menjadi guru TK di PGTK Tadika Puri, salah satu PGTK yang lumayan familiar dan mempunyai banyak lulusan.

Kursus Pendidikan Guru TK


Entah kenapa rata-rata peserta kursus PGTK adalah perempuan lulusan SMA, padahal saya pikir, menjadi guru apalagi guru TK membutuhkan bekal ilmu yang cukup. Apalagi usia taman kanak-kanak adalah masa-masa kritis anak yang membutuhkan panduan khusus dari para tenaga pendidik yang harusnya kompeten.

Masa kursus yang singkat yang hanya 3 bulan, sepertinya tidak cukup untuk membekali para calon guru TK untuk kemudian layak menjadi seorang guru. Mengapa demikian? Karena saya sendiri, yang Alhamdulillah,sudah mengenyam pendidikan sampai jenjang sarjana dan kemudian mengikuti kursus PGTK, masih merasa belum mendapatkan ilmu yang cukup untuk langsung terjun menjadi tenaga pengajar.

Saya sendiri lupa materi apa saja yang pernah saya terima selama belajar di kursus PGTK tersebut, yang paling saya ingat hanya beberapa kegiatan yang menarik perhatian saya seperti belajar membuat materi bahan ajar, role play menjadi guru TK di depan kelas yang sempet bikin deg-degan dan keluar keringat dingin #hihi dan belajar menari tarian trasional khas Makassar dengan menggunakan baju daerah asli Makassar yaitu baju bodo. Menyenangkan dan tak terlupakan.

Kenang-kenangan hasil karya selama mengikuti kursus PGTK


Pengalaman Tak Terlupakan Ketika Belajar Mengajar di Taman Kanak - Kanak


Setelah selesai mengikuti kursus di PGTK kemudian saya mengikuti kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dengan belajar mengajar di Taman kanak-kanak Sandhy Putra, Makassar yang berada di bawah naungan PT Telkom.
Kegiatan mengajar di pagi hari dimulai dengan rutinitas berdoa sebelum belajar dan menyanyi. Menyenangkan ketika saya harus mengingat nama mereka (baca : murid TK satu kelas) satu-persatu dan mengingat kebiasaan-kebiasaannya.
Dan yang tak terlupakan, suatu hari, ada seorang anak perempuan yang duduk di sebelah saya dan selalu ingin dekat, yang ternyata kemudian baru saya ketahui kalau dia ingin BAB dan ingin diceboki oleh saya #omg.. apa daya saat itu saya tidak bisa menolak begitu saja atau menyerahkan ‘tugas negara’ tersebut ke rekan guru yang lain #hehe #sukadukamenjadiguruTK

Kalo ingat hal tersebut saya jadi ingat pengalaman saya yang lain ketika ‘latihan’ menjadi guru TK juga, waktu itu saya masih bekerja dan mendapatkan sebuah tawaran yang menarik dari seorang kerabat yang menjadi guru TK di sebuah taman kanak-kanak di sekitar Jl.Ganesha, Bandung. Dari dulu sepertinya saya memang sudah memiliki hasrat terpendam di dunia pendidikan anak yang belum tersalurkan dengan baik dan benar #eaa #catet #mydreamwish


Di TK di Bandung ini saya pernah mendapati seorang anak laki-laki yang malas untuk belajar menulis. Perawakannya lumayan cukup besar dibanding anak lain seusianya, tapi dia memiliki sifat manja dan malah meminta saya untuk menulis untuk dia. Dan ketika saya tidak menurutinya, dia akan merajuk yang akhirnya membuat saya jadi bingung. Untung rekan guru yang lain membantu saya dan mengalihkan perhatiannya.
Nah, hal-hal yang seperti demikian itu tentunya membutuhkan ilmu khusus tentang pendidikan anak usia dini yang sesuai dan bisa diterapkan di lingkungan sekolah usia taman kanak-kanak. Wah sepertinya sekarang bidang pendidikan anak dan psikologi anak menjadi sesuatu yang menarik buat saya #kode #pengensekolahlagi.

Perjuangan Menjadi Seorang Guru


Singkat cerita, setelah menjalani masa PKL, saya diterima di sebuah TK yang berada di kawasan masjid raya Makassar. Saya lupa nama TK nya tapi yang pasti pemilik TK tersebut merupakan pasangan yang pernah tinggal di Jepang dan memiliki anak perempuan bernama Aiko (what a cute name..Aiko in Japanese means Love in English and Cinta in Bahasa) dan di TK tersebut terdapat sebuah tempat kursus bahasa Jepang. 

Wah kebetulan banget nih saya pikir, secara saya adalah salah seorang alumni jurusan bahasa Jepang saya ingin sekali bekerja di sebuah institusi yang berkaitan dengan ilmu yang saya pelajari di masa kuliah. Tapi karena saat itu yang dibutuhkan adalah posisi guru TK maka diterimalah saya sebagai salah seorang guru yang mengajar mata pelajaran bahasa Inggris. Jarak dari tempat tinggal saya waktu di Makassar ke TK tersebut lumayan jauh,kurang lebih sekitar 10km, dari selatan ke utara. 

Namun kala itu saya menjalaninya dengan senang hati tanpa beban, walaupun kalo dipikir-pikir besar gaji yang saya terima dengan besar ongkos yang harus saya keluarkan tiap hari tentunya pas-pasan bahkan relatif tidak mencukupi, dan tidak ada uang makan. Hingga suatu waktu, pagi itu hujan turun lumayan deras, saya harus pergi mengajar akan tetapi pak suami tidak mengijinkan saya untuk pergi keluar rumah #waduh.. memang kala itu, menjadi guru bukanlah tujuan saya untuk mendapatkan penghasilan, menjadi guru hanyalah salah satu bentuk kegiatan positif yang ingin saya lakukan untuk mengisi waktu dan mengembangkan kemampuan saya. 

Dan larangan untuk pergi mengajar terjadi dua kali (karena pada waktu itu memang sedang musim hujan). Tak lama setelah itu, dengan berat hati dengan alasan tidak ingin meninggalkan tanggung jawab, dalam hal ini bolos mengajar gara-gara hujan, kemudian saya mengundurkan diri dari pekerjaan mengajar tersebut. Sungguh disayangkan padahal lingkungan mengajar di taman kanak-kanak tersebut begitu penuh dengan kekeluargaan yang membuat saya nyaman dan betah.
Hingga beberapa waktu kemudian, suami saya diharuskan untuk pindah kerja ke kantor cabang perusahaan yang ada di Surabaya. Mungkin memang sudah jalannya seperti demikian karena saya tidak bisa membayangkan apabila ketika saya sudah lama mengajar dan dekat dengan anak-anak terus kemudian saya harus berpisah dan mengucapkan selamat tinggal pada mereka. Tentu rasanya akan lain, sedih, campur aduk dan bikin galau.

Buktinya hal tersebut sempat terjadi pada salah satu teman seperjuangan di tempat kursus PGTK, serupa tapi tak sama, selepas PKL, teman saya diterima menjadi seorang kepala sekolah, mungkin pada awalnya terkesan lebih bonafid, namun pada akhirnya teman saya kemudian harus merangkap sebagai guru juga, yang mana hal tersebut terjadi karena kurangnya tenaga guru yang mau dan sanggup mengajar di TK tersebut. Dan setelah saya tahu ternyata gaji yang diterima di TK tersebut lagi-lagi  tidak sepadan dengan usaha yang dilakukan. Apa karena latar pendidikan atau karena jasa mengajar guru TK memang kurang dihargai? 
Dan yang lebih miris di TK tersebut, teman saya dituntut untuk mengeluarkan dana dari kantongnya sendiri yang memang dibutuhkan untuk kepentingan sekolah tersebut seperti biaya untuk membeli media penunjang kegiatan belajar contoh : karton, bolpen dsb. Memang terlihat kecil tapi seharusnya ada alokasi khusus untuk benda-benda tersebut. Satu dua kali teman saya ikhlas mengeluarkan dana tersebut karena mengingat untuk kebutuhan sekolah tapi lama-lama setelah dipikir-pikir hal tersebut tidak seharusnya terjadi
Sampai akhirnya, teman saya itu mengalami masa galau, antara akan tetap bertahan mengajar dan mengabdi di sekolah tersebut atau kemudian meninggalkan profesi mengajar yang dicintai namun penuh dilema.
Setelah berfikir masak-masak akhirnya keputusan tetap harus diambil, dan resign lah teman saya dari taman kanak-kanak tersebut.
 
Dari cerita teman saya, saya bisa ikut merasakan bagaimana suasana haru yang terjadi ketika teman saya berpamitan pada anak-anak yang selama hampir tiap hari bertemu, bermain, belajar dan memiliki ikatan istimewa antara guru dan murid.
Tapi begitulah, salah satu potret tentang dunia belajar mengajar yang pernah saya alami sendiri dan sepertinya masih menjadi fenomena dari dunia pendidikan di tanah air. Maka saya tak heran apabila masih mendengar apabila di Indonesia (luar pulau terutama) masih banyak guru-guru yang tetap setia mengabdi bahkan sampai puluhan tahun walaupun jasa mereka ‘sepertinya’ kurang dihargai. Seiring dengan kenyataan bahwa masih banyak guru yang menerima upah minimal atau menerima upah dalam bentuk barang berupa makanan hasil bumi dan sebagainya.
Memang berat, tapi hal tersebut terjadi karena adanya faktor panggilan hati untuk tetap menjalankan tugas mulia, karena tidak bisa lepas begitu saja meninggalkan anak-anak tanpa ilmu yang mereka butuhkan.
Sebenarnya masih banyak cerita ‘luar biasa’ lainnya mengenai dilema-dilema di dunia pengajaran ini terutama dilema menjadi seorang guru.

Mungkin satu hal yang bisa sampaikan adalah hargai jasa gurumu dan jangan pernah lupakan mereka. Sadar ga sih ada hal tidak terpuji yang pernah kita lakukan di masa sekolah dulu, yaitu pernah mengolok-olok ibu atau bapak guru kita, dan ketika kita berada di posisi mereka kita baru merasakan seperti apa rasanya.


Saya salut akan profesi guru, karena tidak semua orang sanggup dan mampu untuk menjadi GURU.
Terima kasih guruku.
Thank you for teaching me and always inspire us.