Showing posts with label seputar bandung. Show all posts
Showing posts with label seputar bandung. Show all posts

sarrahgita.com - Bosan beraktivitas di rumah,  dua orang keponakan saya yang sedang berlibur di Bandung tiba-tiba mengajak saya untuk pergi jalan-jalan ke Taman Robot.

Taman Robot adalah taman favorit mereka. Setiap berkunjung ke Bandung mereka pasti mengajak saya kesana.

Taman Robot alias Taman Cibeunying berlokasi di Jalan Taman Cibeunying Selatan sekitar 100m dari Masjid Istiqomah, Bandung. 

Mengingat tempat yang ingin dituju adalah tempat terbuka dan relatif tidak terlalu banyak pengunjung, saya pun mengiyakan permintaan mereka. Tentunya dengan tetap patuh pada protokol kesehatan selama situasi New Normal saat ini. Memakai masker dan membawa hand sanitizer sebagai salah satu bentuk proteksi.

 

Ada Apa sih di Taman Robot? Sesuai namanya, di taman Robot, Bandung ini terdapat dua buah robot berukuran besar. Yang satu  berwarna hijau merah ('jelmaan' angkot jurusan Cicaheum-Ciroyom) dan yang satu lagi berwarna kuning (replika robot Transformer).  Tak heran kedua robot tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi anak-anak hingga kemudian menjadi ikonik di taman Cibeunying. 

 

Baca juga : Taman Sejarah, Taman Kebanggaan Orang Bandung

 

Selain tempatnya yang rindang dengan banyak pepohonan dan kursi untuk duduk-duduk, di taman robot juga terdapat beberapa jenis permainan khusus anak-anak, seperti permainan pancing ikan sepuasnya serta layanan sewa skuter alias otoped.

 

cibeunying park
 

 

Nah, maksud hati sengaja datang ke taman robot karena ingin bermain skuter, ternyata tadi pagi permainan skuternya sudah tidak tersedia lagi. Keponakan saya pun sedikit kecewa. Tak ingin melihat mereka sedih saya pun memutar otak mencoba mencari jenis permainan lain yang bisa mereka lakukan. Tak sengaja mata saya melirik ke arah deretan sepeda yang terletak di area trotoar taman Cibeunying.



Layanan Sewa Sepeda Boseh di Taman Cibeunying


Sebenarnya sudah sejak lama saya mengetahui kalo di Taman Cibeunying ada layanan sewa sepeda Boseh. Namun baru kali ini saya memutuskan untuk menyewa sepeda Boseh tersebut.

 

FYI sepeda Boseh adalah sistem bike sharing di kota Bandung yang juga dikenal sebagai bike sharing tingkat kota pertama di Indonesia.

 

sepeda boseh

Seperti dikutip dari web boseh.bike, bike sharing adalah moda transportasi untuk bepergian jarak pendek. Misalnya dari tempat tinggal atau tempat menginap ke lokasi berbelanja atau ke lokasi lainnya seperti halte bus atau stasiun kereta. Yang menarik stasiun khusus disediakan untuk mengambil sepeda dan pengguna bisa mengembalikan sepeda di stasiun lain yang terdekat dengan tempat tujuan pengguna.

 

Saya pun menghampiri booth berukuran 1 meter x 1 meter yang terdapat di samping kanan Taman Cibeunying (persis di sebrang Rumah Selaras). Di dalam booth tersebut terdapat seorang perempuan muda berkacamata yang bertugas melayani registrasi bagi masyarakat yang ingin menyewa sepeda.

 

Cara Sewa Sepeda Boseh Bandung


Tanpa banyak basa-basi saya pun menanyakan harga dan cara sewa sepeda Boseh kepada si mbak petugas tersebut. Si mbak pun menjelaskan bahwa untuk bisa menyewa sepeda Boseh calon pengguna harus menunjukkan KTP sebagai bukti identitas serta akan dikenakan biaya sebesar Rp 30.000.

 

Biaya registrasi sebesar Rp 30.000 tersebut merupakan biaya untuk mendapatkan kartu elektronik (Brizzi Card) yang bisa diisi ulang dan berlaku sebagai kartu pembayaran (e-wallet).  Di dalam kartu tersebut sudah termasuk saldo sebesar Rp 7500.

 


Untuk biaya sewa sepeda Boseh itu sendiri akan dipotong langsung dari jumlah saldo yang tersedia, dengan besaran Rp 1000 untuk satu jam pertama. Serta Rp 2500 untuk jam selanjutnya. Hmm, harga yang sangat terjangkau bukan?  Menurut saya harga yang dikenakan tersebut cukup worthed mengingat pengguna sepeda bisa menggunakan sepeda Boseh tersebut untuk berkeliling kota Bandung sepuasnya. 

 

Well satu jam sepertinya cukup untuk berkeliling kota mengunakan sepeda. Terkecuali kalo sepedaan  keliling kotanya rame-rame bareng teman-teman. Wih sekali-kali boleh juga tuh sepedaan rame-rame keliling kota Bandung pake sepeda Boseh. Sambil guide in teman dari luar kota seru juga nih kayaknya.

 

Oya untuk selanjutnya setelah mendapatkan kartu Brizzi, kita akan dipandu oleh mba petugas untuk men-tap (menempelkan) kartu tersebut ke mesin sewa sepeda. Memasukkan PIN (Personal Identification Number) sebanyak 4 digit yang kita buat sebelumnya serta mengikuti instruksi yang muncul di layar persewaan sepeda. Langkah-langkahnya cukup mudah sebetulnya tapi mungkin karena baru pertama kali, prosesnya membutuhkan  waktu selama beberapa menit.

 

mesin sewa sepeda boseh
Mesin sewa sepeda Boseh untuk menempelkan kartu

Lokasi Stasiun Khusus Sepeda Boseh Bandung


Karena tadi tujuan saya menyewa sepeda Boseh adalah untuk anak-anak bermain.  Maka sepeda tersebut hanya digunakan di sekitar area taman saja. Padahal sepeda Boseh tersebut bisa digunakan keliling kota Bandung. Dan bisa dikembalikan di stasiun khusus yang lokasinya paling dekat dengan tempat tujuan kita.

 

Misal : Tadi kan lokasi awal tempat saya menyewa sepeda adalah di Taman Cibeunying. Sedangkan lokasi tujuan saya berikutnya ada di daerah Dago. Maka saya bisa mengembalikan sepeda yang saya sewa tadi di stasiun khusus yang paling dekat dengan area Jalan Dago, yaitu stasiun khusus Jalan Teuku Umar.


Berikut ini lokasi stasiun khusus sepeda Boseh yang tersebar di berbagai sudut di kota Bandung :


1. Babakan Siliwangi (Forest Walk)

2. Jl. Teuku Umar (daerah Dago)

3. Jl. Ganesa (dekat kampus ITB)

4. Jl Tamansari  (Kantor Dispora, Bandung) 

5. Jl Cisangkuy (dekat Gedung Sate)

6. Jl R.E Martadinata (Jl Riau)

7. Area Taman Saparua

8. Area Masjid Al – Ukhuwah (Jl Wastukancana)

9. Area dekat Taman Lalu Lintas

10. Jl Asia Afrika

11. Jl Gudang Selatan, serta

12. Area Alun-alun, Bandung


So, buat teman-teman yang tertarik ingin juga menyewa sepeda Boseh buat keliling kota Bandung, dan ingin mendapatkan informasi lebih detail mengenai petunjuk serta cara menggunakan layanan sewa sepeda Boseh ini. Man-teman bisa langsung kunjungi web boseh.bike

 

Selamat ngaboseh..selamat sepedahan di kota Bandung !

 

Boseh adalah bahasa sunda yang memiliki arti kayuh. Ngaboseh = mengayuh

 
Belanja Seru di Alisha Fancy Shop Bandung, Butik Hijab Favorit Wanita - Ga kerasa sudah hampir lima belas tahun saya menggunakan hijab. Untuk kebutuhan hijab saya memiliki beberapa toko hijab langganan yang sering saya kunjungi. Dan salah satu toko hijab langganan saya tersebut adalah toko hijab Alisha yang berlokasi di jalan Merdeka sebrang mal Bandung Indah Plaza.

Toko hijab Alisha yang persis berada sekitar 30m dari toko buku Gramedia itu menjadi toko langganan saya sejak saya pertama kali memakai hijab. Saya masih ingat setiap saya ke Gramedia pulangnya saya pasti nyempetin mampir ke toko Alisha. Namanya perempuan, sekian banyak hijab yang sudah dimiliki rasanya kok berasa kurang terus ya haha.

Nah ngomongin soal si toko Alisha ini, sekitar pertengahan tahun 2019 lalu saya baru ngeh kalo toko Alisha yang ada di jalan Merdeka sekarang sudah tutup alias sudah pindah lokasi ke lokasi yang lebih strategis, lebih luas dan lebih nyaman yaitu ke jalan LL.RE Martadinata (Riau) no 147 Bandung.

alisha hijab


Alisha Fancy Shop, Butik Hijab di Bandung Dengan Konsep One Stop Shopping


Dari arah Bandung Indah Plaza, toko hijab Alisha yang baru berada di sebelah kiri jalan. Atau tepatnya berada persis di sebrang nasi Kalong (kuliner khas Bandung yang mulai buka pada malam hari). Jujur saya cukup surprise dengan bangunan toko Alisha yang sekarang. Memiliki desain interior yang mewah. Berkonsep one stop shopping dengan 3 lantai. Dan dilengkapi dengan fasilitas lift juga lho. Ga heran toko hijab Alisha membranding tokonya dengan sebutan Alisha Fancy Shop.

Sekilas tampak luar, bangunan toko Alisha terlihat biasa saja. Bercat putih dengan plang tulisan berwarna kuning di samping depan. Namun ketika memasuki area lantai 1. Kesan mewah langsung terasa. 



Ruangan yang luas dengan lampu ruangan yang terang serta beberapa patung mannequin dengan pakaiannya yang indah berjajar cantik mengalihkan perhatian saya. Membuat siapapun yang pertama kali datang ke toko Alisha dibuat takjub dan penasaran dengan suasana toko Alisha yang nyaman serta mewah dan ingin terus menjelajah setiap sudut ruangan di toko Alisha.

Tak lupa sambutan petugas yang menyambut di pintu masuk pun menambah hangat suasana berbelanja di Alisha.



Toko hijab Alisha ini menyediakan berbagai macam kebutuhan hijab seperti hijab segi empat, pashmina, aksesoris hijab (bros, ciput), mukena, sajadah dan tentu saja baju muslim. Bahkan beberapa kebutuhan perlengkapan haji dan umroh pun tersedia di Alisha. seperti krim pelembab kulit, kacamata hitam, boneka unta (untuk oleh-oleh haji) dan sebagainya.





Aneka aksesoris di lantai 1

Terdiri dari 3 lantai, toko hijab Alisha terbagi menjadi 4 bagian. Lantai dasar (Lantai G) sebagai area khusus parkir kendaraan. Lantai 1 khusus memajang aneka hijab segi empat, aksesoris dan perlengkapan haji. Lantai 2 adalah area untuk aneka pakaian muslim wanita, seperti baju atasan (kemeja, batik, outer, dalaman), bawahan (rok dan celana panjang), tunik, baju pesta, bahkan baju muslim untuk pria (baju koko) juga ada.   

Area pakaian muslim wanita di Alisha Fancy Shop lantai 2


Selain menjual pakaian dengan brand Alisha, di Alisha Fancy Shop juga terdapat pakaian muslim dari 16 brand terkenal lainnya (tersedia di area Memo Hijab)

Dengan range harga yang bervariasi, Alisha Fancy Shop menyediakan  aneka perlengkapan hijab wanita dari harga yang sangat terjangkau yaitu mulai Rp 15.000, ratusan ribu hingga harga jutaan rupiah. Karena Alisha juga memiliki butik (Alisha Butik) yang menyediakan pakaian premium dengan bahan impor yang khusus didatangkan dari luar negeri.


Toko hijab Alisha ini juga menyediakan harga grosir lho. Jadi untuk pengunjung yang ingin membeli kerudung dalam jumlah banyak (lusinan atau kodian), kita bisa memperoleh harga khusus yang lebih hemat dari harga eceran. Lumayan khan, barangkali mau sambil bisnis jualan hijab atau mau bagi-bagi hijab dalam rangka lebaran ke sanak saudara atau teman. Kita bisa manfaatkan penawaran tersebut.

Salah satu contoh kemasan box cantik dari Alisha, yang bisa kita request sebagai hadiah untuk teman atau kerabat

Alisha Hijab Dilengkapi Dengan Coffee Shop dan Spot Foto Instagramable


Selain itu yang menyenangkan sekarang toko hijab Alisha juga dilengkapi oleh sebuah coffee shop. Coffee shop yang bertitel Full Moon dan berada di dekat pintu masuk area lantai 1. 



 
Area balkon Full Moon coffee shop

Sebuah coffee shop yang multifungsi karena bisa digunakan untuk ngopi cantik bareng teman menikmati segelas es kopi susu kekinian. Coffee shop Full Moon juga bisa digunakan sebagai area bagi para suami, pasangan atau anggota keluarga lainnya yang ikut ke Alisha tapi hanya menemani.

Oya khusus tuk area lantai 3 merupakan area rooftop yang dijadikan sebagai spot khusus untuk foto-foto. 

Salah satu spot foto di lantai 3 Alisha Fancy Shop


Dan saya juga menemukan beberapa spot foto menarik lainnya di sekitar area toko Alisha. Seperti di sudut dekat kasir dan sudut area tangga ketika naik ke lantai atas. Spot-spot foto tersebut  tentu saja sayang banget kalo dilewatkan. Apalagi yang namanya perempuan. Kalo liat spot foto yang instagramable dikit aja, tangan langsung gatel pengen foto-foto. Yekan?

Spot foto instagramable di sudut tangga lantai 2

Area spot foto di sudut tangga menuju lantai 3

Jadi saya setuju banget nih kalo belanja di Alisha itu menyenangkan dan seru ! #BelanjaSeruDiAlisha karena selain bisa dapet aneka perlengkapan hijab sesuai kebutuhan, kita juga bisa dapet foto-foto yang instagramable buat diupload di media sosial.




Lomba Insta Contest di Alisha berlangsung mulai bulan Maret s/d 28 April 2020 | info lengkap cek aja di IG @alishafancyshop ya

Siapa tau saya bisa menang dan kebagian hadiah voucher belanja senilai total jutaan rupiah dari Alisha Insta Contest. Asiik.

Last but not least ada satu hal menarik lainnya yang saya temukan ketika mampir ke toilet di Alisha Fancy shop. Yaitu tersedianya fasilitas “printilan kebutuhan perempuan”  seperti tissue kering, tissue basah, hand sanitizer, panty liner hingga pembalut wanita. Aneka printilan wanita yang sepertinya terlihat sepele namun memiliki arti penting. Iyes Alisha Fancy Shop memang pas banget dijuluki sebagai toko hijab favorit para wanita.


Nice Idea dan perlu ditiru oleh sarana perbelanjaan lainnya

FYI di kota Bandung, Alisha hijab buka di 3 tempat, yaitu di Jl Riau, Mal Pasar Baru dan di Jl. Salendro (daerah Buah batu). Plus dua cabang lainnya yang ada di kota Bogor dan kota Tasikmalaya. 


Alisha Fancy Shop


Bandung :
 

Jalan Salendro Utara No. 27 (Alisha Pusat) - Jam operasional pukul 09.00 wib -17.30 wib  

Pasar Baru Trade Center Lantai 3 No. 38-42 - Jam operasional pukul 09.00 wib -17.30 wib



Jalan RE Martadinata (jl Riau) No. 147 - Jam operasional pukul 09.00 wib - 21.00 wib
 
Bogor :

 
Jalan Siliwangi No .170 - Jam operasional pukul 09.00 wib -18.30 wib

Tasikmalaya :

 
Jl. H. Zaenal Mustofa No. 325 - Jam operasional pukul 09.00 wib - 20.00 wib









Hotel Sandalwood, Lembang Hotel Bintang 4 Di Lembang - Siapa yang ga kenal dengan kawasan Lembang. Salah satu kawasan di Bandung yang memiliki banyak tempat wisata menarik seperti Floating Market, Farm House, The Great Asia Africa, Fairy Garden, Taman Bunga Begonia,The Lodge dan masih banyak lagi. Lembang pun menjadi tempat wisata favorit yang terkenal di kalangan para wisatawan. Hingga tak heran setiap weekend, Sabtu, Minggu dan hari libur. Lembang selalu penuh oleh turis-turis dari luar kota seperti Jakarta dan sekitarnya.

Maka di Lembang pun banyak terdapat penginapan dan hotel yang cocok untuk dijadikan sebagai tempat menginap sambil berlibur bareng keluarga. Bahkan hotel bintang 4 juga ada lho seperti Sandalwood Boutique Hotel, Lembang

hotel sandalwood lembang
Untuk pertama kalinya melihat langsung tanaman English Ivy yang asli di hotel Sandalwood haha

Menginap di Sandalwood Boutique Hotel, Lembang


Jujur, sebagai orang Bandung, saya cukup jarang berkunjung ke Lembang. Kalopun harus ke Lembang pasti karena ada acara khusus. Seperti hal nya di awal Januari lalu, saya sengaja datang ke Lembang untuk bertemu dengan kakak tercinta yang menginap di hotel Sandalwood Lembang bersama istri dan anak-anaknya. Kami pun sepakat untuk bertemu langsung di hotel Sandalwood, Lembang
Hari Jumat sore saya pun meluncur ke hotel Sandalwood, Lembang. Dan hanya butuh waktu sekitar 30 menit untuk tiba di hotel tersebut. Saya mengambil jalan pintas, menggunakan jalur Dago Atas. Jalur menuju Lembang lewat Dago Atas memang relatif lebih lancar dan juga lebih dekat dari rumah tempat saya tinggal.

Baca juga : Tempat Wisata Ramah Keluarga di Lembang, Fairy Garden

Begitu tiba di wilayah Lembang, cuaca mulai dingin dan sedikit berkabut. Yap Lembang memang identik dengan cuacanya yang cenderung dingin. Cuaca Lembang berkisar antara 19- 24 derajat celcius. Dan saking dinginnya, di hotel Sandalwood tidak terdapat fasilitas pendingin ruangan (AC) lho. Bagus juga sih, jadi hemat energi ya hehe.  Sebaliknya hotel Sandalwood Lembang menyediakan fasilitas perapian yang bisa digunakan oleh pengunjung hotel untuk menghangatkan diri.



hotel sandalwood lembang
Anak-anak seneng banget nemu perapian kayak gini


hotel sandalwood lembang
Hmm suasananya kayak lagi musim dingin dimana yaa 😃
Selain itu yang cukup menarik, di hotel Sandalwood tidak terdapat fasilitas lift. Jadi ketika saya tiba di hotel, saya harus naik tangga terlebih dahulu tuk menuju kamar tempat saya menginap, yang ternyata ada di lantai 3. Itung-itung sambil olahraga yes haha.  

Hal tersebut sedikit mengingatkan saya pada salah satu hotel yang ada di Garut, yaitu Kampung Sampireun. Konsep hotel Sampireun yang berbentuk resort dengan danau di tengah-tengahnya. Memiliki area makan (restoran) yang berada cukup jauh dari area kamar tempat tamu menginap. Sekitar 100m an gitu.

Tapi walaupun demikian, hal tersebut terobati dengan suguhan pemandangan indah yang menyegarkan mata. Di Sandalwood Boutique hotel Lembang saya dapat menikmati pemandangan indah berupa view kolam renang dengan pepohonan pinus yang hijau dan berjejer rapi serta pemandangan pegunungan dari balik jendela area lantai 2.

hotel sandalwood lembang

Total jumlah kamar yang ada di hotel Sandalwood hanya berjumlah 30 kamar. Setiap kamarnya memiliki tema dan desain interior yang berbeda. Dan saya senang sekali karena kamar yang saya tempati selama menginap di hotel Sandalwood Lembang memiliki nuansa modern minimalis. Dengan warna dinding sesuai dengan warna favorit saya. Yaitu warna hijau mint. Suka banget deh. Saya jadi ga sabar pengen juga punya ruangan di rumah yang dindingnya di cat warna hijau mint. Menurut saya warna hijau mint itu terasa segar sekaligus lembut dan adem di mata.

hotel sandalwood lembang

Alasan Kenapa Memilih Sandalwood Boutique Hotel, Lembang


Buat man-teman yang akan liburan di Lembang dan ingin mencari hotel di Lembang yang bagus atau hotel di Lembang untuk honeymoon. Menurut saya hotel Sandalwood Lembang ini sangat recommended.. Dan berikut ini lima alasan kenapa hotel Sandalwood cocok sebagai tempat untuk berlibur.

      1.       Lokasi Hotel Yang Strategis

      Hotel Sandalwood berada di lokasi yang sangat strategis. Berada di tengah-tengah kota Lembang. Tak jauh dari kios Tahu Tauhid (Penganan Tahu khas Lembang yang digemari banyak orang). Dari Tahu Tauhid pusat menuju hotel bisa ditempuh dengan hanya berjalan kaki. Jadi ga usah khawatir, buat para pengunjung hotel yang ingin sekalian mencari oleh-oleh untuk teman atau keluarga yang ada di rumah. Pengunjung hotel Sandalwood bisa sekalian beli oleh-oleh khas Bandung yang banyak terdapat di sekitar hotel.

      Oya hotel Sandalwood juga bisa disewa sebagai tempat pernikahan lho. Dan di hari Sabtu pagi ketika saya sedang sarapan saya menyaksikan ada seorang calon pengantin wanita yang sedang melakukan sesi foto pre wedding di samping kolam renang. Saat ini konsep wedding outdoor memang banyak digemari oleh kaum milenials.

     

     2. Hotel Dengan Sarapan Enak Di Bandung.

      Setiap penghuni hotel mendapatkan fasilitas berupa free breakfast. Dan saya beruntung karena ruang restoran hotel Sandalwood berada di dekat ruang kamar tempat saya menginap (hanya terhalang 1 kamar). Pagi itu saya menikmati berbagai macam menu sarapan special. Mulai dari bubur ayam, serabi, siomay Bandung dan masih banyak lagi. Menurut saya menu sarapan yang disajikan oleh hotel Sandalwood tergolong istimewa. Enak-enak dan bikin saya ga mau berhenti ngunyah hehe.

sarapan hotel sandalwood

pool view hotel sandalwood
Pemandangan dari arah restoran tepat menuju kolam renang
     

     
        3.      Hotel Di Lembang Yang Ada Kolam Renang.

      Ketika memasuki area bagian dalam hotel. Mata saya langsung terfokus pada area kolam renang yang tepat berada di tengah hotel. Sebuah kolam renang berbentuk segi empat yang dikelilingi oleh hamparan rumput hijau dan jajaran pohon pinus yang menjulang tinggi. Di samping kolam renang saya melihat sebuah ayunan gantung berbahan rotan berwarna putih. Hmm, one of my wish list banget nih punya ayunan gantung berwarna putih yang bisa saya pakai untuk bersantai, me time sambil baca buku.


hotel di lembang yang ada kolam renang

hotel di lembang yang ada kolam renang

     
hotel di lembang yang ada kolam renang
Pemandangan kolam renang dari kamar hotel


      4. Suasana Hotel yang Homy

Pertama kali tiba di hotel Sandalwood, saya merasakan suasana yang sangat homy. Sama sekali tidak bernuansa hotel. Dan benar saja hotel Sandalwood ini asalnya adalah rumah tinggal sang pemilik hotel. Kemudian disulap menjadi sebuah hotel. Dimana sampai saat ini sebagian area hotel masih ditempati oleh sang pemilik sebagai tempat tinggal. Tak heran hotel Sandalwood mengusung tema Feels Like Home.

view halaman hotel sandalwood

Untuk ukuran rumah tempat tersebut sangat luas. Karena memang dulunya di rumah tersebut terdapat kandang kuda yang merupakan hobi sang suami pemilik hotel. Saya sendiri baru ngeh kalo pemilik hotel Sandalwood adalah juga pemilik tempat wisata berkuda De Ranch. Yang lokasinya hanya berjarak sekitar 200m dari hotel Sandalwood.

Baca juga : Belajar Berkuda dan Memanah di Muslimah Academy

sudut favorit hotel sandalwood
Salah satu sudut di lantai 2 yang mewakili identitas hobi pemilik hotel (gambar Kuda) di bagian dinding

     
      5.      Interior Kamar Hotel yang Instagramable dan Bikin Betah.

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya. Kamar yang saya tempati selama menginap di hotel Sandalwood sangat pas dengan selera saya. Selain warna dinding kamar yang berwarna hijau mint, aneka perlengkapan lainnya seperti lukisan, sarung bantal dan bed cover nya pun terlihat cantik dan instagramable.

kamar hotel sandalwood lembang

mint color


lukisan di kamar hotel sandalwood

Sederhana tapi terlihat elegan. Ditambah dengan posisi kamar dengan pemandangan indah menuju arah kolam renang. Perfecto.

hotel sandalwood lembang
Salah satu sudut favorit di kamar hotel tempat saya menginap

Menginap di hotel yang nyaman dan bagus bersama keluarga memang bisa menjadi salah satu sarana refreshing dan sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat di perkotaan.


Sandalwood Boutique Hotel

Jalan Seskoau  No 1 Lembang, Bandung Barat

Instagram : @sandalwood.hotel
Website : www.sandalwoodlembang

Review Menginap Di De Braga By Artotel : Hotel Modern Di Kawasan Bersejarah Bandung - Mendapatkan kesempatan untuk staycation di sebuah hotel di Bandung adalah sebuah hal yang menyenangkan. Karena buat saya nginep di hotel biasanya selalu identik dengan bepergian ke luar kota alias travelling. Nah di pertengahan Maret 2019 lalu (13/03), bersama seorang teman perempuan, saya sengaja menginap satu malam di hotel de Braga by Artotel. Berasa jadi turis di kota sendiri nih hihi.

 

Sesuai namanya, hotel de Braga by Artotel terletak di jalan Braga. Tepatnya di jalan Braga nomor 10. Sangat mudah menemukan lokasi hotel bintang empat ini, hotel berlantai 14 yang posisinya berada tak jauh dari Gedung Merdeka, hanya sekitar 50 meteran saja. Alias bersebelahan dengan ikon tulisan Braga yang ada di belokan antara jalan Naripan - Braga.

Wih, lokasinya strategis banget ya, deket banget sama pusat kota Bandung, jadi kalo nginep di hotel de Braga dan pengen jalan-jalan ke Alun-alun Bandung atau ke jalan Asia Afrika, yang identik dengan bangunan-bangunan bersejarah peninggalan jaman Belanda itu, kita tinggal jalan kaki aja. 5 menit nyampe deh.

Selamat Datang di Lobby de Braga by Artotel


Sore itu sekitar pukul 16.30 saya tiba di lobi hotel de Braga. Sebuah hotel dengan konsep artdeco yang dikemas secara modern namun berada di tengah-tengah kawasan bersejarah kota Bandung. Oya ini adalah kali kedua saya berkunjung ke hotel de Braga by Artotel. Dan kesan pertama begitu memasuki lobi hotel de Braga, saya mendapati sebuah kesan yang sangat ‘welcome’. Karena meja lobi di hotel de Braga bentuknya terbuka, berbeda dengan meja lobi hotel lain pada umumnya. Jadi sebagai tamu saya merasa ‘disambut dengan tangan terbuka’ dan tak ragu untuk menghampiri.



Sambil menunggu Efi yang sudah tiba duluan di hotel, saya duduk di kursi lobi. Pandangan pun saya arahkan ke sekeliling area lobi. Saya mendapati beberapa hal menarik lainnya disana, seperti sebuah backdrop berwarna putih dengan latar belakang pepohonan yang berada di sebelah kiri pintu masuk.

 
Salah satu program menarik di bidang lingkungan hidup yang digagas oleh hotel de Braga #artotelforhope

Di area lobi di bawah tangga terdapat spot khusus cinderamata

Dan saya melihat ada sebuah pintu di pojok sebelah kanan dengan tulisan ‘Sarinah’ berukuran besar di atasnya. Ternyata pintu tersebut merupakan pintu masuk ke dalam toko cinderamata Sarinah yang menyediakan berbagai macam oleh-oleh serta kerajinan tangan khas Bandung. Dulu Sarinah ini dikenal sebagai pusat perbelanjaan pertama di kota Bandung, dan sudah ada sejak jaman pemerintahan Soekarno. Keberadaan Sarinah yang tetap dipertahankan hingga saat ini menjadi nilai plus dari konsep heritage building yang diusung oleh hotel de Braga by Artotel.



Tak lama menunggu, Efi pun muncul. Kami pun segera naik ke kamar yang berada di lantai 9. Oya ketika akan memasuki pintu lift saya sempat melihat sebuah mural berwarna eye catchy di dinding dekat lift. Sebuah mural hasil karya seniman asal Bandung yang instagramable banget buat dijadiin latar belakang pepotoan.




 
On frame : Teh Efi | captured by me

 

Pretty Room Number - 9006


Tiba di lantai 9 dan menyusuri lorong hotel, kami pun tiba di sebuah kamar bernomor 9006. Wah dapet kamar dengan nomor cantik nih. Saya pun ga sabar untuk segera masuk ke dalam kamar hotel.

Pemandangan pagi hari yang cantik dari kamar jendela hotel tempat saya menginap #9thfloorview
Oya hotel de Braga memiliki 112 kamar dengan 3 pilihan tipe kamar sesuai kebutuhan, yaitu tipe studio 25, tipe studio 35 dan tipe de Braga suite. Masing-masing kamar memiliki tiga interior design dengan tema berbeda.



Saya dan Efi menginap di kamar bertipe studio 25 (kamar paling ekonomis) yang memang cocok untuk kami berdua. Kamar studio 25 memiliki fasilitas 1 tempat tidur (queen size bed), safety deposit box, free wi-fi access, serta televisi berukuran 42 inchi (LED flat screen TV) yang sempat saya setel untuk nonton drakor haha. #eh sejak kapan saya kena ratjun nonton drakor yak?

 
Interior backdropnya fun n playful banget ya..

 
Selfie pake tripod hasil take yang ke 5 kali haha


Meja kerja di sudut ruangan kamar ( exclude laptop ya, laptopnya punya teh Efi hehe )


Oya yang menarik di setiap kamar yang ada di hotel de Braga, pengunjung mendapatkan fasilitas mesin pembuat kopi Dolce Gusto yang cara pakainya sangat praktis sekali. Tuang air putih di wadah yang ada di bagian belakang coffee machine. Pasang kapsul kopinya di laci bagian depan. Pencet tombolnya dan jadi deh segelas kopi nikmat tinggal minum. Ga nyampe 5 menit lho bikinnya.


Fasilitas di setiap kamar hotel de Braga by Artotel : Coffee machine Dolce Gusto


Kopi yang bikin saya penasaran karena kemasannya unik.

 
Quotes unyu di kemasan sikat gigi: Treat your toothbrush like your password dont let anybody use it!

 

Kamar mandinya bernuansa monochrome gitu, simple dan elegant


Makan Malam dan Sarapan di Kunst Bistro by de Braga


Menginap di hotel tentu belum lengkap kalo belum mencicipi menu makanannya. Karena menjadi sebuah nilai plus apabila pelayanan hotel bukan hanya dari segi kebersihan dan kenyamanan saja melainkan juga dari segi rasa makanan yang enak dan berhasil meninggalkan kesan khusus di hati pengunjungnya.

Di de Braga by Artotel ini terdapat area tempat makan khusus pengunjung hotel yang bernama Kunst Bistro. Kunst Bistro terletak di lantai 3. Satu area dengan kolam renang. Dari pintu lift ke Kunst Bistro ke arah kanan, sedangkan ke kolam renang ke arah kiri.


 

Dan ini dia satu hal lainnya yang saya suka dari hotel de Braga ini, karena hotel ini bernuansa art, maka interior design ruangannya penuh dengan kejutan warna-warni menarik. I love it. Fyi semua karya seni di setiap lantai yang ada di hotel de Braga merupakan hasil karya 8 orang seniman berbakat asal Bandung lho.







Ketika waktu makan malam tiba, saya mencoba salah satu menu ala Carte di Kunst Bistro yaitu menu Snapper Grill, ikan kakap panggang dengan saus berwarna merah (yang untungnya tidak pedas, karena saya ga doyan pedas), ikan panggang tersebut disajikan dengan nasi ala Itali (risotto) serta bayam goreng (crispy fried spinach), unik juga ya bayam digoreng, dan hmm rasanya enak juga. Gurih gitu.



Untuk minumannya saya memesan Cleansing juice, yaitu jus campuran buah dan sayur. My favorito. You should try it ! Rasanya seger bangeet. Enaak.

Cleansing juice (campuran sawi hijau, nanas, jahe dan lemon)
 
Sedangkan ketika sarapan saya mencoba menu prasmanan. Btw kalo makan di hotel dengan menu prasmanan saya suka bingung nih mau makan apa. Kalian suka ngerasa gitu juga ga sih? Saking banyaknya menu yang tersedia malah jadi bingung deh hehe.

Aneka Assorted pastry yang menggoda

Akhirnya saya pun memutuskan untuk makan makanan ringan seperti schotel mie, beberapa kue serta fresh omellete (dadar telur).


Juice apelnya enak, rasa asem manisnya pas

Fasilitas di Hotel de Braga by Artotel


Pagi itu ruangan restoran lumayan ramai. Dipenuhi oleh pengunjung hotel yang sedang sarapan. Rupanya mereka adalah peserta acara pelatihan yang diadakan di salah satu meeting room hotel de Braga. Di hotel de Braga ini memang terdapat meeting room yang bisa dipakai untuk mengadakan berbagai macam acara. Meeting room-nya lumayan banyak lho dan tersedia dalam berbagai ukuran. Dan disewakan untuk wedding juga.

Selain meeting room, de Braga by Artotel memiliki fasilitas kolam renang. Dua kolam renang yang terbagi menjadi kolam khusus dewasa dan khusus anak.

Spot kolam renang di hotel De Braga by Artotel
Dan yang istimewa sebagai hotel yang mengusung konsep art, hotel de Braga memiliki sarana Space art yang biasa digunakan untuk memajang hasil seni karya para seniman. Ruang art space ini berada di lantai 2, satu area dengan meeting room.


Gambar di belakang saya adalah hasil karya para seniman dengan tema Printmaking & Paper (bagian dari art exhibition yang rutin diadakan di hotel de Braga)


Oya fasilitas yang tak kalah menarik lainnya, hotel de Braga menyediakan sepeda gratis lho. Iya jadi setiap pengunjung yang menginap di hotel de Braga boleh menggunakan sepeda untuk berkeliling kota Bandung, menyusuri kawasan jalan Asia Afrika, kawasan Banceuy, Braga dan sekitarnya. Wah seru juga nih. Pagi-pagi sepedahan menikmati suasana kota Bandung. Sayang sekali waktu itu saya ga sempat coba. Karena  ada agenda lain.

So hotel de Braga by Artotel ini is one of recommended hotel buat man-teman yang ingin menginap di Bandung sambil menikmati suasana pusat kota Bandung yang penuh sejarah.

De Braga by Artotel – 4 stars hotel

Jl Braga No 10 Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Instagram : @debragabyartotel
Website : www.debragahotel.com
Room Rate : Start from Rp 600k/night