Showing posts with label seputar bandung. Show all posts
Showing posts with label seputar bandung. Show all posts
Belanja Seru di Alisha Fancy Shop Bandung, Butik Hijab Favorit Wanita - Ga kerasa sudah hampir lima belas tahun saya menggunakan hijab. Untuk kebutuhan hijab saya memiliki beberapa toko hijab langganan yang sering saya kunjungi. Dan salah satu toko hijab langganan saya tersebut adalah toko hijab Alisha yang berlokasi di jalan Merdeka sebrang mal Bandung Indah Plaza.

Toko hijab Alisha yang persis berada sekitar 30m dari toko buku Gramedia itu menjadi toko langganan saya sejak saya pertama kali memakai hijab. Saya masih ingat setiap saya ke Gramedia pulangnya saya pasti nyempetin mampir ke toko Alisha. Namanya perempuan, sekian banyak hijab yang sudah dimiliki rasanya kok berasa kurang terus ya haha.

Nah ngomongin soal si toko Alisha ini, sekitar pertengahan tahun 2019 lalu saya baru ngeh kalo toko Alisha yang ada di jalan Merdeka sekarang sudah tutup alias sudah pindah lokasi ke lokasi yang lebih strategis, lebih luas dan lebih nyaman yaitu ke jalan LL.RE Martadinata (Riau) no 147 Bandung.

alisha hijab


Alisha Fancy Shop, Butik Hijab di Bandung Dengan Konsep One Stop Shopping


Dari arah Bandung Indah Plaza, toko hijab Alisha yang baru berada di sebelah kiri jalan. Atau tepatnya berada persis di sebrang nasi Kalong (kuliner khas Bandung yang mulai buka pada malam hari). Jujur saya cukup surprise dengan bangunan toko Alisha yang sekarang. Memiliki desain interior yang mewah. Berkonsep one stop shopping dengan 3 lantai. Dan dilengkapi dengan fasilitas lift juga lho. Ga heran toko hijab Alisha membranding tokonya dengan sebutan Alisha Fancy Shop.

Sekilas tampak luar, bangunan toko Alisha terlihat biasa saja. Bercat putih dengan plang tulisan berwarna kuning di samping depan. Namun ketika memasuki area lantai 1. Kesan mewah langsung terasa. 



Ruangan yang luas dengan lampu ruangan yang terang serta beberapa patung mannequin dengan pakaiannya yang indah berjajar cantik mengalihkan perhatian saya. Membuat siapapun yang pertama kali datang ke toko Alisha dibuat takjub dan penasaran dengan suasana toko Alisha yang nyaman serta mewah dan ingin terus menjelajah setiap sudut ruangan di toko Alisha.

Tak lupa sambutan petugas yang menyambut di pintu masuk pun menambah hangat suasana berbelanja di Alisha.



Toko hijab Alisha ini menyediakan berbagai macam kebutuhan hijab seperti hijab segi empat, pashmina, aksesoris hijab (bros, ciput), mukena, sajadah dan tentu saja baju muslim. Bahkan beberapa kebutuhan perlengkapan haji dan umroh pun tersedia di Alisha. seperti krim pelembab kulit, kacamata hitam, boneka unta (untuk oleh-oleh haji) dan sebagainya.





Aneka aksesoris di lantai 1

Terdiri dari 3 lantai, toko hijab Alisha terbagi menjadi 4 bagian. Lantai dasar (Lantai G) sebagai area khusus parkir kendaraan. Lantai 1 khusus memajang aneka hijab segi empat, aksesoris dan perlengkapan haji. Lantai 2 adalah area untuk aneka pakaian muslim wanita, seperti baju atasan (kemeja, batik, outer, dalaman), bawahan (rok dan celana panjang), tunik, baju pesta, bahkan baju muslim untuk pria (baju koko) juga ada.   

Area pakaian muslim wanita di Alisha Fancy Shop lantai 2


Selain menjual pakaian dengan brand Alisha, di Alisha Fancy Shop juga terdapat pakaian muslim dari 16 brand terkenal lainnya (tersedia di area Memo Hijab)

Dengan range harga yang bervariasi, Alisha Fancy Shop menyediakan  aneka perlengkapan hijab wanita dari harga yang sangat terjangkau yaitu mulai Rp 15.000, ratusan ribu hingga harga jutaan rupiah. Karena Alisha juga memiliki butik (Alisha Butik) yang menyediakan pakaian premium dengan bahan impor yang khusus didatangkan dari luar negeri.


Toko hijab Alisha ini juga menyediakan harga grosir lho. Jadi untuk pengunjung yang ingin membeli kerudung dalam jumlah banyak (lusinan atau kodian), kita bisa memperoleh harga khusus yang lebih hemat dari harga eceran. Lumayan khan, barangkali mau sambil bisnis jualan hijab atau mau bagi-bagi hijab dalam rangka lebaran ke sanak saudara atau teman. Kita bisa manfaatkan penawaran tersebut.

Salah satu contoh kemasan box cantik dari Alisha, yang bisa kita request sebagai hadiah untuk teman atau kerabat

Alisha Hijab Dilengkapi Dengan Coffee Shop dan Spot Foto Instagramable


Selain itu yang menyenangkan sekarang toko hijab Alisha juga dilengkapi oleh sebuah coffee shop. Coffee shop yang bertitel Full Moon dan berada di dekat pintu masuk area lantai 1. 



 
Area balkon Full Moon coffee shop

Sebuah coffee shop yang multifungsi karena bisa digunakan untuk ngopi cantik bareng teman menikmati segelas es kopi susu kekinian. Coffee shop Full Moon juga bisa digunakan sebagai area bagi para suami, pasangan atau anggota keluarga lainnya yang ikut ke Alisha tapi hanya menemani.

Oya khusus tuk area lantai 3 merupakan area rooftop yang dijadikan sebagai spot khusus untuk foto-foto. 

Salah satu spot foto di lantai 3 Alisha Fancy Shop


Dan saya juga menemukan beberapa spot foto menarik lainnya di sekitar area toko Alisha. Seperti di sudut dekat kasir dan sudut area tangga ketika naik ke lantai atas. Spot-spot foto tersebut  tentu saja sayang banget kalo dilewatkan. Apalagi yang namanya perempuan. Kalo liat spot foto yang instagramable dikit aja, tangan langsung gatel pengen foto-foto. Yekan?

Spot foto instagramable di sudut tangga lantai 2

Area spot foto di sudut tangga menuju lantai 3

Jadi saya setuju banget nih kalo belanja di Alisha itu menyenangkan dan seru ! #BelanjaSeruDiAlisha karena selain bisa dapet aneka perlengkapan hijab sesuai kebutuhan, kita juga bisa dapet foto-foto yang instagramable buat diupload di media sosial.




Lomba Insta Contest di Alisha berlangsung mulai bulan Maret s/d 28 April 2020 | info lengkap cek aja di IG @alishafancyshop ya

Siapa tau saya bisa menang dan kebagian hadiah voucher belanja senilai total jutaan rupiah dari Alisha Insta Contest. Asiik.

Last but not least ada satu hal menarik lainnya yang saya temukan ketika mampir ke toilet di Alisha Fancy shop. Yaitu tersedianya fasilitas “printilan kebutuhan perempuan”  seperti tissue kering, tissue basah, hand sanitizer, panty liner hingga pembalut wanita. Aneka printilan wanita yang sepertinya terlihat sepele namun memiliki arti penting. Iyes Alisha Fancy Shop memang pas banget dijuluki sebagai toko hijab favorit para wanita.


Nice Idea dan perlu ditiru oleh sarana perbelanjaan lainnya

FYI di kota Bandung, Alisha hijab buka di 3 tempat, yaitu di Jl Riau, Mal Pasar Baru dan di Jl. Salendro (daerah Buah batu). Plus dua cabang lainnya yang ada di kota Bogor dan kota Tasikmalaya. 


Alisha Fancy Shop


Bandung :
 

Jalan Salendro Utara No. 27 (Alisha Pusat) - Jam operasional pukul 09.00 wib -17.30 wib  

Pasar Baru Trade Center Lantai 3 No. 38-42 - Jam operasional pukul 09.00 wib -17.30 wib



Jalan RE Martadinata (jl Riau) No. 147 - Jam operasional pukul 09.00 wib - 21.00 wib
 
Bogor :

 
Jalan Siliwangi No .170 - Jam operasional pukul 09.00 wib -18.30 wib

Tasikmalaya :

 
Jl. H. Zaenal Mustofa No. 325 - Jam operasional pukul 09.00 wib - 20.00 wib









Hotel Sandalwood, Lembang Hotel Bintang 4 Di Lembang - Siapa yang ga kenal dengan kawasan Lembang. Salah satu kawasan di Bandung yang memiliki banyak tempat wisata menarik seperti Floating Market, Farm House, The Great Asia Africa, Fairy Garden, Taman Bunga Begonia,The Lodge dan masih banyak lagi. Lembang pun menjadi tempat wisata favorit yang terkenal di kalangan para wisatawan. Hingga tak heran setiap weekend, Sabtu, Minggu dan hari libur. Lembang selalu penuh oleh turis-turis dari luar kota seperti Jakarta dan sekitarnya.

Tak heran banyak penginapan dan hotel di Lembang yang bagus seperti Sandalwood Boutique Hotel, Lembang. Salah satu hotel bintang 4 di Lembang yang nyaman dan cocok sebagai tempat untuk berlibur bareng keluarga.

hotel sandalwood lembang
Untuk pertama kalinya melihat langsung tanaman English Ivy yang asli di hotel Sandalwood haha

Menginap di Sandalwood Boutique Hotel, Lembang


Jujur, sebagai orang Bandung, saya cukup jarang berkunjung ke Lembang. Kalopun harus ke Lembang pasti karena ada acara khusus. Seperti hal nya di awal Januari lalu, saya sengaja datang ke Lembang untuk bertemu dengan kakak tercinta yang menginap di hotel Sandalwood Lembang bersama istri dan anak-anaknya. Kami pun sepakat untuk bertemu langsung di hotel Sandalwood, Lembang
Hari Jumat sore saya pun meluncur ke hotel Sandalwood, Lembang. Dan hanya butuh waktu sekitar 30 menit untuk tiba di hotel tersebut. Saya mengambil jalan pintas, menggunakan jalur Dago Atas. Jalur menuju Lembang lewat Dago Atas memang relatif lebih lancar dan juga lebih dekat dari rumah tempat saya tinggal.

Baca juga : Tempat Wisata Ramah Keluarga di Lembang, Fairy Garden

Begitu tiba di wilayah Lembang, cuaca mulai dingin dan sedikit berkabut. Yap Lembang memang identik dengan cuacanya yang cenderung dingin. Cuaca Lembang berkisar antara 19- 24 derajat celcius. Dan saking dinginnya, di hotel Sandalwood tidak terdapat fasilitas pendingin ruangan (AC) lho. Bagus juga sih, jadi hemat energi ya hehe.  Sebaliknya hotel Sandalwood Lembang menyediakan fasilitas perapian yang bisa digunakan oleh pengunjung hotel untuk menghangatkan diri.



hotel sandalwood lembang
Anak-anak seneng banget nemu perapian kayak gini


hotel sandalwood lembang
Hmm suasananya kayak lagi musim dingin dimana yaa 😃
Selain itu yang cukup menarik, di hotel Sandalwood tidak terdapat fasilitas lift. Jadi ketika saya tiba di hotel, saya harus naik tangga terlebih dahulu tuk menuju kamar tempat saya menginap, yang ternyata ada di lantai 3. Itung-itung sambil olahraga yes haha.  

Hal tersebut sedikit mengingatkan saya pada salah satu hotel yang ada di Garut, yaitu Kampung Sampireun. Konsep hotel Sampireun yang berbentuk resort dengan danau di tengah-tengahnya. Memiliki area makan (restoran) yang berada cukup jauh dari area kamar tempat tamu menginap. Sekitar 100m an gitu.

Tapi walaupun demikian, hal tersebut terobati dengan suguhan pemandangan indah yang menyegarkan mata. Di Sandalwood Boutique hotel Lembang saya dapat menikmati pemandangan indah berupa view kolam renang dengan pepohonan pinus yang hijau dan berjejer rapi serta pemandangan pegunungan dari balik jendela area lantai 2.

hotel sandalwood lembang

Total jumlah kamar yang ada di hotel Sandalwood hanya berjumlah 30 kamar. Setiap kamarnya memiliki tema dan desain interior yang berbeda. Dan saya senang sekali karena kamar yang saya tempati selama menginap di hotel Sandalwood Lembang memiliki nuansa modern minimalis. Dengan warna dinding sesuai dengan warna favorit saya. Yaitu warna hijau mint. Suka banget deh. Saya jadi ga sabar pengen juga punya ruangan di rumah yang dindingnya di cat warna hijau mint. Menurut saya warna hijau mint itu terasa segar sekaligus lembut dan adem di mata.

hotel sandalwood lembang

Alasan Kenapa Memilih Sandalwood Boutique Hotel, Lembang


Buat man-teman yang akan liburan di Lembang dan ingin mencari hotel di Lembang yang bagus atau hotel di Lembang untuk honeymoon. Menurut saya hotel Sandalwood Lembang ini sangat recommended.. Dan berikut ini lima alasan kenapa hotel Sandalwood cocok sebagai tempat untuk berlibur.

      1.       Lokasi Hotel Yang Strategis

      Hotel Sandalwood berada di lokasi yang sangat strategis. Berada di tengah-tengah kota Lembang. Tak jauh dari kios Tahu Tauhid (Penganan Tahu khas Lembang yang digemari banyak orang). Dari Tahu Tauhid pusat menuju hotel bisa ditempuh dengan hanya berjalan kaki. Jadi ga usah khawatir, buat para pengunjung hotel yang ingin sekalian mencari oleh-oleh untuk teman atau keluarga yang ada di rumah. Pengunjung hotel Sandalwood bisa sekalian beli oleh-oleh khas Bandung yang banyak terdapat di sekitar hotel.

      Oya hotel Sandalwood juga bisa disewa sebagai tempat pernikahan lho. Dan di hari Sabtu pagi ketika saya sedang sarapan saya menyaksikan ada seorang calon pengantin wanita yang sedang melakukan sesi foto pre wedding di samping kolam renang. Saat ini konsep wedding outdoor memang banyak digemari oleh kaum milenials.

     

     2. Hotel Dengan Sarapan Enak Di Bandung.

      Setiap penghuni hotel mendapatkan fasilitas berupa free breakfast. Dan saya beruntung karena ruang restoran hotel Sandalwood berada di dekat ruang kamar tempat saya menginap (hanya terhalang 1 kamar). Pagi itu saya menikmati berbagai macam menu sarapan special. Mulai dari bubur ayam, serabi, siomay Bandung dan masih banyak lagi. Menurut saya menu sarapan yang disajikan oleh hotel Sandalwood tergolong istimewa. Enak-enak dan bikin saya ga mau berhenti ngunyah hehe.

sarapan hotel sandalwood

pool view hotel sandalwood
Pemandangan dari arah restoran tepat menuju kolam renang
     

     
        3.      Hotel Di Lembang Yang Ada Kolam Renang.

      Ketika memasuki area bagian dalam hotel. Mata saya langsung terfokus pada area kolam renang yang tepat berada di tengah hotel. Sebuah kolam renang berbentuk segi empat yang dikelilingi oleh hamparan rumput hijau dan jajaran pohon pinus yang menjulang tinggi. Di samping kolam renang saya melihat sebuah ayunan gantung berbahan rotan berwarna putih. Hmm, one of my wish list banget nih punya ayunan gantung berwarna putih yang bisa saya pakai untuk bersantai, me time sambil baca buku.


hotel di lembang yang ada kolam renang

hotel di lembang yang ada kolam renang

     
hotel di lembang yang ada kolam renang
Pemandangan kolam renang dari kamar hotel


      4. Suasana Hotel yang Homy

Pertama kali tiba di hotel Sandalwood, saya merasakan suasana yang sangat homy. Sama sekali tidak bernuansa hotel. Dan benar saja hotel Sandalwood ini asalnya adalah rumah tinggal sang pemilik hotel. Kemudian disulap menjadi sebuah hotel. Dimana sampai saat ini sebagian area hotel masih ditempati oleh sang pemilik sebagai tempat tinggal. Tak heran hotel Sandalwood mengusung tema Feels Like Home.

view halaman hotel sandalwood

Untuk ukuran rumah tempat tersebut sangat luas. Karena memang dulunya di rumah tersebut terdapat kandang kuda yang merupakan hobi sang suami pemilik hotel. Saya sendiri baru ngeh kalo pemilik hotel Sandalwood adalah juga pemilik tempat wisata berkuda De Ranch. Yang lokasinya hanya berjarak sekitar 200m dari hotel Sandalwood.

Baca juga : Belajar Berkuda dan Memanah di Muslimah Academy

sudut favorit hotel sandalwood
Salah satu sudut di lantai 2 yang mewakili identitas hobi pemilik hotel (gambar Kuda) di bagian dinding

     
      5.      Interior Kamar Hotel yang Instagramable dan Bikin Betah.

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya. Kamar yang saya tempati selama menginap di hotel Sandalwood sangat pas dengan selera saya. Selain warna dinding kamar yang berwarna hijau mint, aneka perlengkapan lainnya seperti lukisan, sarung bantal dan bed cover nya pun terlihat cantik dan instagramable.

kamar hotel sandalwood lembang

mint color


lukisan di kamar hotel sandalwood

Sederhana tapi terlihat elegan. Ditambah dengan posisi kamar dengan pemandangan indah menuju arah kolam renang. Perfecto.

hotel sandalwood lembang
Salah satu sudut favorit di kamar hotel tempat saya menginap

Menginap di hotel yang nyaman dan bagus bersama keluarga memang bisa menjadi salah satu sarana refreshing dan sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat di perkotaan.


Sandalwood Boutique Hotel

Jalan Seskoau  No 1 Lembang, Bandung Barat

Instagram : @sandalwood.hotel
Website : www.sandalwoodlembang

Pengalaman Berharga Ikut Tour Sejarah Napak Tilas Perjuangan Soekarno Di Kota Bandung Bareng Komunitas GSC (Geostrategy Study Club) - Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah bangsanya. Ungkapan tersebut seketika muncul di ingatan saya. Ketika saya mendapatkan sebuah informasi di WA (whatsapp) group tentang sebuah kegiatan bertemakan tour sejarah Napak Tilas Soekarno di kota Bandung, yang akan diadakan oleh sebuah komunitas. Dan terbuka untuk umumHmm menarik nih kayaknya.




Jujur selama ini saya tidak begitu tertarik pada sesuatu yang berbau sejarah. Soalnya jaman sekolah dulu pelajaran sejarah itu cenderung membosankan dan bikin saya ngantuk #eh. Ditambah dengan pelajaran PSPB (pendidikan sejarah perjuangan bangsa)  anak jaman sekarang pasti ga ngalamin nih sama pelajaran ini yang ga tau kenapa identik  dengan kolom isian jawaban ‘Setuju - tidak setuju - sangat tidak setuju – sangat tidak setuju sekali dan seterusnya. Cenderung bikin saya bingung haha.



Namun kali ini, 3 hari menjelang HUT RI yang ke 74 tahun. Saya merasa terpanggil untuk tahu lebih banyak tentang sejarah bangsa Indonesia. Terutama yang berkaitan dengan sosok Soekarno bapak proklamator kemerdekaan republik Indonesia. Yang memang memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan negara kita tercinta ini.

Tour Sejarah Napak Tilas Soekarno ke 3 tempat di Kota Bandung (Gedung Indonesia Menggugat – Penjara Banceuy – Gedung Merdeka)


Di kota Bandung banyak sekali bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Seperti Gedung Sate, hotel Preanger, hotel Savoy Homann dan masih banyak lagi. Gedung-gedung yang dibangun pada jaman pemerintahan Belanda tersebut memiliki latar belakang sejarah dan cerita menarik yang sayang banget untuk dilewatkan.

Begitupun dengan tiga bangunan bersejarah yang menjadi lokasi kegiatan tour sejarah bersama komunitas GSC hari Selasa (13/08) lalu. Yaitu Gedung Indonesia Menggugat, penjara Banceuy dan gedung Merdeka. Ketiga bangunan tersebut menjadi saksi bisu dari perjuangan Soekarno di kota Bandung dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dan yang bikin saya 'malu', setelah hampir 40 tahun tinggal di Bandung, baru pada kesempatan kemarin itulah saya mengunjungi bangunan tersebut dan masuk ke dalamnya. Duh kemana aja neng hihi.



Selamat Datang di Gedung Indonesia Menggugat


Gedung Indonesia Menggugat berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, persis di sebelah kanan gedung bank BNI. Berdampingan dengan gedung yang tampak megah tersebut, bangunan Gedung Indonesia Menggugat ini memang tidak begitu terlihat, karena posisi bangunannya yang terletak agak di dalam. Yang saya tahu gedung ini sering digunakan oleh beberapa komunitas craft untuk mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan kerajinan tangan.


Lokasi Gedung Indonesia Menggugat sekitar 50 m dari balaikota Bandung
Dalam kegiatan tour sejarah bareng komunitas GSC (Geostrategy Study Club), pagi itu semua peserta berkumpul di ruangan tengah Gedung Indonesia Menggugat. Menggunakan kostum dengan nuansa merah putih, yang menggambarkan semangat kemerdekaan RI.



Ada sekitar 30 orang peserta yang hadir di Gedung Indonesia Menggugat. Berasal dari berbagai macam kalangan, perempuan dan laki-laki. Namun ketika saya perhatikan mayoritas peserta yang ikut kegiatan tour sejarah tersebut mayoritas adalah para senior yang berusia di atas 40 tahun. Bahkan ada yang usianya hampir sama dengan usia ayah saya hehe.

Selain itu peserta yang hadir tidak hanya berasal dari kota Bandung saja lho, melainkan ada juga peserta yang sengaja datang dari kota Jakarta. Mantul (mantap betul) ! Dan saya salut dengan semangat mereka yang terlihat antusias untuk mengikuti kegiatan tour sejarah tersebut.  

Kostum ibu yang satu ini paling juara nih :)

Di awal acara kegiatan tour sejarah tersebut, kang Furqan (ketua komunitas GSC) mengajak semua peserta untuk lebih jauh mengenal sosok Soekarno. Dengan menceritakan sekilas informasi tentang perjuangan Soekarno di kota Bandung.

Kang Furqan ketua komunitas GSC (memakai peci hitam)

Semua peserta menyimak penjelasan dari kang Furqan tentang sosok Soekarno yang sangat visioner

Di sela informasi tentang perjuangan Soekarno, para peserta pun diberi kesempatan untuk memberikan pendapat mengenai kegiatan tour sejarah tersebut. Dan hadir pula bapak Samsudin yang berbagi tentang pengalaman pribadi beliau, menyaksikan langsung sosok Soekarno yang kala itu sudah menjabat sebagai presiden RI pertama (ayah bpk Samsudin adalah mantan ajudan presiden Soekarno). CMIIW.

 Selain sebagai saksi sejarah, Bapak Samsudin  berprofesi sebagai dokter umum

foto yang masih tersimpan baik. ayahanda bpk Samsudin  (membawa map) sebagai ajudan presiden Soekarno

Back to gedung Indonesia Menggugat. Jadi gedung Indonesia Menggugat ini adalah gedung pengadilan (landraad), yang dulu digunakan untuk mengadili Soekarno dan ketiga orang teman pejuang lainnya, yang pada masa itu dianggap 'membangkang' pada  pemerintah Belanda. Dan gedung Indonesia Menggugat menjadi saksi tempat dibacakannya pledoi (gugatan) dari Soekarno dalam memperjuangkan kemerdekaan RI.

Selama di dalam gedung GIM, semua peserta tour sejarah napak tilas diajak untuk berkeliling gedung, melihat ruangan pengadilan tempat Soekarno diadili. Berkumpul di ruangan, berdoa untuk para pahlawan dan kemudian menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama. Sungguh sebuah moment istimewa yang berhasil membuat saya sedikit merinding dan tentunya membangkitkan rasa cinta bangsa, negara dan tanah air.


Ruang pengadilan tempat mengadili Soekarno

Berdoa sejenak untuk para pahlawan yang sudah berjasa bagi bangsa dan negara


Foto dulu disini boleh kali ya

Semua peserta juga diarahkan untuk membaca informasi tentang sejarah perjalanan perjuangan Soekarno. Informasi tersebut dipajang di dinding ruang depan gedung Indonesia Menggugat.


 
Ada 63 fakta menarik tentang Soekarno, kalo pengen tahu lebih jelas maen deh ke gedung Indonesia Menggugat




Setelah membaca fakta-fakta menarik tentang sejarah perjuangan Soekarno di kota Bandung, banyak sekali informasi penting yang baru saya ketahui. Seperti tentang siapa sebenarnya sosok ibu Inggit Garnasih, istri kedua presiden Soekarno, yang ternyata adalah ibu kost beliau. Bu Inggit memiliki jasa besar menyelundupkan buku-buku bacaan kepada Soekarno ketika beliau dipenjara. Serta tokoh pahlawan HOS Tjokroaminoto yang merupakan kawan ayah Soekarno yang kemudian pernah menjadi mertua Soekarno (istri pertama Soekarno adalah anak dari HOS Tjokroaminoto) dan masih banyak lagi nama-nama penting lainnya yang menjadi bagian dari sejarah perjuangan Soekarno.

Sejarah pun mencatat bahwa Soekarno pernah dipenjara di penjara Banceuy selama kurang lebih 8 bulan (1929-1930).

Jalan Kaki Rame - Rame Ke Penjara Banceuy   


Sekitar jam 11 siang, semua peserta tour sejarah bersiap-siap untuk berjalan kaki rame-rame menuju penjara Banceuy. Karena lokasi penjara Banceuy hanya berjarak sekitar 1 km-an saja dari lokasi Gedung Indonesia Menggugat. 

Berjalan kaki beriringan membentuk dua barisan, kami pun berjalan kaki, menyusuri trotoar dan menyebrang jalan. Melewati area pertokoan Banceuy yang tampak lawas termakan usia. Hingga 10 menit kemudian kami pun tiba di penjara Banceuy.

Kawasan pertokoan jadul Banceuy dikenal sebagai pertokoan yang menjual alat elektronik | photo by : anas nadiati, edited by : gita sarrah

 
Di jalan Banceuy juga terdapat toko kopi Aroma yang legendaris dan digandrungi banyak orang. Lihat saja antrian para pembeli yang ingin membeli kopi aroma langsung dari pabriknya | photo by : anas nadiati, edited by :gita sarrah





Sebagian peserta wanita Tour Sejarah ada yang pake kostum kebaya lho..ternyata mereka berasal dari komunitas chattra kebaya (pelestari kebaya)..wah seru ya..
Saya dan Anas mewakili komunitas Emak Doyan Jalan #eh..ps : batu yang di bawah itu adalah batu prasasti di halaman penjara Banceuy yang berisi kutipan sudut pandang Soekarno setelah di penjara


"Lebih besar daripada orang-orang besar itu ialah ide yang bersemayam di dalam dada. Ide tidak bisa dikurung di dalam penjara. Pemimpin badaniah bisa dikurung di dalam penjara tetapi ide besar yang bersemayam di dalam ia punya dada tidak bisa dikurung di dalam penjara" (Soekarno , 3 April 1958).

Oya di dalam area penjara Banceuy terdapat banyak informasi tentang Soekarno. Seperti nama lahir beliau, perasaan Soekarno tentang kota Bandung, lokasi-lokasi tempat tinggal Soekarno selama di kota Bandung dan lain sebagainya.




Fakta : Soekarno terlahir dengan nama Koesno Sastrodihardjo


Menurut Soekarno kota Bandung adalah kota yang menyenangkan hati. Setuju Pak ! secara saya lahir dan besar di kota Bandung hehe

Soekarno muda melanjutkan sekolah di jurusan teknik sipil Technische Hooge School ( ITB sekarang)

Serta tentu saja situs peninggalan sejarah berupa ruangan berukuran 1x2 meter yang menjadi ruang penjara Soekarno. Berdasarkan informasi dari pak Ahmad yang bertugas sebagai penjaga situs bersejarah penjara Banceuy tersebut. Dulu disitu terdapat beberapa ruangan penjara, namun saat ini bangunan tersebut sudah dipugar dan tinggal tersisa satu ruangan yang digunakan oleh Soekarno saja.


Pak Ahmad (baju hijau) yang sudah bertugas menjaga penjara Banceuy sejak tahun 1982

Berkerumun di depan ruangan penjara Soekarno | photo : by : Anas

Ruang sel no 5 dengan pintu besi sekaligus jendela


Bagian dalam ruangan penjara yang digunakan Soekarno



Penjara Banceuy juga bisa diakses dari sebelah masjid Al-Imtijaz ( Sebrang pertokoan Jl.Cikapundung)


Di area penjara Banceuy terdapat patung wajah Soekarno (sedang dikerubuti oleh para peserta tour sejarah) | photo by : Anas

Sholiskan (sholat, istirahat, Makan) di Masjid Agung dan Lanjut ke Gedung Merdeka


Tak terasa waktu pun menunjukkan pukul 12 siang. Setelah mengunjungi penjara Banceuy kami pun lanjut untuk sholiskan (sholiskan) di masjid agung Bandung yang terletak persis di alun-alun kota Bandung. Jarak dari penjara Banceuy ke masjid Agung hanya sekitar 50m saja.

Setelah sholat, istirahat dan makan siang, semua peserta kembali berjalan kaki menuju ke tempat tujuan tour terakhir yaitu gedung Merdeka.

Istirahat sejenak di samping gedung Merdeka
Gedung Merdeka terletak di jl Asia Afrika, Bandung. Gedung bersejarah yang digunakan untuk melaksanakan konferensi Asia Afrika yang dihadiri oleh para negarawan dari 29 negara yang mewakili negara-negara yang ada di seantero Asia dan Afrika. Konferensi Asia Afrika berlangsung pada tanggal 18 s/d 24 April tahun 1955. Pertemuan tersebut diadakan dengan tujuan untuk mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia Afrika sekaligus untuk melawan kolonialisme.

Di dalam gedung Merdeka tersebut terdapat banyak sekali memorabilia peninggalan sejarah yang mewakili peristiwa kongres Asia Afrika. Seperti replika para negarawan peserta kongres sampai dengan benda-benda yang digunakan pada masa itu dan masih banyak lagi. 

Replika presiden Soekarno dan para wakil negara pelopor KAA yang berasal dari negara Myanmar, Sri Lanka, India dan Pakistan


Para peserta tour sejarah sedang mendengarkan penjelasan dari teteh guide pemandu (berkerudung biru) yang bertugas memberikan informasi tentang sejarah konferensi KAA yang pernah dilaksanakan di gedung Merdeka, Bandung

Saya bersyukur bisa ikut berpartisipasi pada kegiatan tour sejarah yang diadakan oleh komunitas GSC ini. Dengan mengikuti kegiatan singkat tersebut saya mendapat banyak pengetahuan baru dan pengalaman berharga. Thankyou GSC.



Sekilas Tentang Komunitas GSC (Geostrategy Study Club)


Komunitas GSC adalah sebuah organisasi yang merupakan kelompok belajar. Mengusung tagline Memahami Dunia Merawat Indonesia. Dan memiliki basecamp yang bertempat di Kaka Café Jl. Sultan Tirtayasa no 49 Bandung.

Beragam kegiatan sudah  sering dilaksanakan oleh komunitas GSC ini. Mulai dari kegiatan yang bertema ekonomi, politik, budaya, sejarah hingga filsafat. Untuk info lebih detil tentang komunitas GSC ini bisa dilihat di www.kabarkampus.com. Website tersebut lahir pada tanggal 17 Agustus 2011, sengaja dibuat untuk memfasilitasi, mengakselerasi dan mengdinamisasi semua energi positif anak muda di seluruh Indonesia.


Salam,