Showing posts with label travelling. Show all posts
Showing posts with label travelling. Show all posts
3 Lokasi Menarik di Yogyakarta Yang Ingin Saya Kunjungi Setelah Nonton Film AADC 2 - Minggu sore di pertengahan bulan Februari. Kala itu cuaca Bandung sedang diguyur hujan. Lumayan dingin dan bikin mager. Saya pun memutuskan untuk leyeh-leyeh di rumah sambil nonton TV. Dan ada salah satu TV swasta yang sedang menayangkan sebuah film Indonesia yang sudah pernah saya tonton sebelumnya yaitu film AADC (Ada Apa Dengan Cinta) 2. 

Film AADC 2 adalah film lanjutan dari AADC yang pertama (rilis perdana di bioskop pada tahun 2002 silam). Dibintangi oleh Dian Sastro sebagai Cinta dan Nicholas Saputra sebagai Rangga. Film tersebut kemudian menjadi fenomenal dan hits pada jamannya. Jaman ketika saya masih kuliah. Dan saya masih ingat dulu saya nonton film tersebut rame-rame bareng temen kuliah. Sampe booking satu studio bioskop. It was so fun ๐Ÿ˜. Sedangkan film AADC 2 tayang 14 tahun kemudian yaitu pada April 2016. Time flies soo fast.

Yang berbeda dari film sebelumnya, selain minus Alya yang dulu diperankan oleh Ladya Cheril, film AADC 2 mengambil lokasi syuting di kota Jogjakarta. Sebuah kota yang ingin bisa saya kunjungi lagi di tahun 2020 ini. Saya pun memutuskan untuk menonton film AADC 2 untuk kedua kalinya.

Dan saya baru ngeh kalo di film tersebut saya menemukan beberapa spot menarik di kota Jogjakarta yang sepertinya recommended untuk dikunjungi.

Terbukti ada 3 tempat di Jogjakarta yang kemudian banyak dikunjungi oleh wisatawan. Setelah tempat tersebut dipakai syuting film AADC 2. Seperti Sellie Coffee, Gereja Cakar Ayam dan Greenhost Hotel.

Namun ada 3 tempat lainnya yang menurut saya ga kalah menariknya. Saya pun jadi penasaran dan mencari tahu nama ketiga tempat tersebut. Supaya bisa saya jadikan referensi sebagai tempat yang akan saya kunjungi jikalau sewaktu-waktu saya akan berkunjung ke Jogjakarta.

3 Lokasi Menarik di Yogyakarta Yang Ingin Saya Kunjungi Setelah menonton Film AADC 2 :



        1. Villa Sunset Jogja

Seperti diceritakan di film AADC 2, Cinta (Dian Sastro) dan kawan-kawannya Carmen (Adinia Wirasti), Milly (Sissy Priscila), dan Maura (Titi Kamal) berangkat ke kota Jogjakarta untuk liburan. Selama di Jogjakarta mereka menginap di sebuah penginapan yang interior bangunannya terlihat klasik dan cukup menarik.  

Beberapa waktu terakhir ini saya memang tertarik pada segala sesuatu yang berhubungan dengan interior desain. Di penginapan tersebut saya memperhatikan ada salah satu bagian dinding ruang makan yang sangat eye catchy. Dinding ruang makan yang terbuat dari susunan batu alam dan berwarna putih.

Salah satu impian saya memiliki ruang makan dengan jendela besar menghadap taman | foto : IG @villasunsetjogja


Bentuk jendelanya unik banget | Foto : IG @villasunsetjogja


Ditambah dengan bentuk jendela yang unik yaitu berbentuk lingkaran. Kayak jendela di rumah-rumah jaman Belanda gitu. 

Setelah saya cari tahu, ternyata penginapan tersebut bernama Villa Sunset Jogja. 


Dari informasi yang saya baca, harga menginap per malam di Villa Sunset jogja, relatif tinggi, yaitu sekitar Rp 2 juta-an / malamnya. Tapi harga segitu tentunya sepadan dengan fasilitas yang diperoleh.

Selain bisa digunakan oleh seluruh anggota keluarga. Villa sunset jogja menyediakan beberapa fasilitas seperti  : tempat parkir yang luas, kolam renang outdoor, dapur yang bebas digunakan, menu sarapan, wifi gratis, fasilitas barbekyu, boleh bawa binatang peliharaan serta fasilitas tambahan (by request) berupa antar jemput dari bandara Adi sucipto, Jogjakarta. Wah lengkap ya.

Suasana serta pemandangannya juga indah banget ya๐Ÿ˜. Bikin saya pengen buru-buru liburan.  




        2. Via via Restoran & Bakery

Jalan-jalan di Jogjakarta tentu kurang lengkap kalo ga sambil kulineran. Di film AADC 2 ada salah satu adegan ketika Carmen dan Milly datang ke sebuah toko untuk membeli roti. Di adegan tersebut terlihat deretan keranjang berbentuk kotak yang terbuat dari anyaman rotan yang berisikan aneka roti. Saya pun langsung tergiur melihatnya. 

Foto : IG @viaviajogja

Toko roti yang menjual roti-roti tersebut bernama Via-via resto & bakery. Antara restoran dan toko roti (bakery) tempatnya saling bersebelahan.

Foto : IG @viaviajogja

Via via restoran menyajikan aneka menu western sedangkan Via via bakery menjual aneka roti, kue dan pastry. Oya Via via bakery ini adalah sebuah Artisan bakery.

Artisan bakery adalah sebuah konsep pembuatan roti dimana roti yang dibuat harus dalam keadaan segar (fresh). Roti Artisan biasanya diproduksi langsung di toko dan langsung dijual disana. Makan makanan yang dibuat langsung dan disantap ketika masih fresh memang terasa lebih nikmat.

Di Bandung juga ada salah satu toko roti favorit saya yang merupakan artisan bakery. Namanya Mom’s Bakery. Lokasinya ada di jalan Progo No 18, sekitar 100m dari studio foto hits di kota Bandung yaitu Jonas Banda.


Oya selain sebagai restoran dan artisan bakery, Via via Jogja ini juga menyediakan jasa tour & travel, guest house dan fair trade shop (toko souvenir). Barang-barang yang dijual di Via via Jogja sebagian besar merupakan produk lokal seperti batik, dompet etnik, mainan anak-anak yang populer di Indonesia dan benda-benda lainnya yang menonjolkan ciri khas daerah Jogja bahkan rempah-rempah juga ada seperti teh, kopi dan lain sebagainya.

        3. Klinik Kopi

Selain makanan, tempat ngopi menjadi pilihan yang tepat buat nongkrong bareng teman. Sambil ngobrol dan mengenang masa lalu. *eh

Seperti halnya ketika Cinta mengajak Rangga untuk datang ke sebuah warung kopi di salah satu sudut kota Jogja. Warung kopi tersebut bernama Klinik Kopi.

Ternyata Klinik Kopi ini bukan sembarang warung kopi. Klinik kopi memiliki keunikan tersendiri. Yang membuatnya sedikit berbeda dengan warung kopi lainnya.

Baca juga : Pengalaman Menarik Seduh Kopi Sendiri Di Kopi Dewa

Konsep warung kopi dengan tanaman di dalamnya. I love it ๐Ÿ˜ | foto : IG @ klinikkopi

Jadi menurut informasi yang saya baca, di Klinik Kopi setiap pengunjung yang datang harus mengambil nomor antrian terlebih dahulu. Dan kemudian dipanggil ke dalam satu persatu. Beneran mirip klinik kayak mau periksa kesehatan ya. Hehe.

Nah di dalam ruangan, setiap pengunjung akan berkenalan dengan kopi. Mulai dari memilih jenis kopi yang ingin diminum, mencium aroma kopi dan juga mengetahui sejarah tentang kopi. Dan yang menjadi ciri khas sekaligus pembeda dari warung kopi lainnya. Klinik kopi ini berlokasi di dalam sebuah gang. Menarik ya. Jadi berkunjung ke klinik kopi bukan hanya sekedar tuk menikmati kopi tapi juga sekaligus ‘berpetualang’.

Semoga wishlist saya tuk bisa berkunjung lagi ke Yogyakarta bisa segera terwujud di tahun 2020 ini. Secara saya terakhir kali berkunjung ke Jogja lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Jogja, wait for mee !

Referensi :  tribunnews.com
                   arifsetiawan.com
                   tesyablog.com


Hadirnya Transportasi Kereta Api Di Makassar - Sekitar bulan Agustus 2019 lalu, seorang teman dari Makassar bersama keluarganya datang berkunjung ke Bandung. Teman lama alias tetangga sebelah rumah ketika dulu saya tinggal di Makassar.

Seolah tak percaya karena akhirnya bisa bertemu lagi setelah 7 tahun tak bertemu. Kami pun saling melepas rindu, bercerita tentang banyak hal.  Mulai dari urusan keluarga, urusan pekerjaan hingga membahas tentang situasi terkini di kota Makassar. Termasuk salah satunya tentang lalu-lintas.

Tak hanya di kota Bandung, ternyata saat ini kemacetan lalu lintas sudah menjadi makanan sehari-hari di kota Makassar.  Bahkan  tingkat kemacetan lalu-lintas di Makassar sudah hampir mirip dengan kemacetan di Jakarta ujar teman saya. Wah saat ini kota Makassar pasti sudah banyak berubah ya.

Tak dapat dipungkiri jumlah alat transportasi darat di Makassar terus meningkat setiap tahunnya. Berbanding lurus dengan kebutuhan akan mobilitas yang tinggi. Yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi atapun pariwisata.

Dimulai dengan hadirnya layanan transportasi taksi dan ojek online hingga kebutuhan akan fasilitas layanan transportasi lainnya seperti kereta api.

Ya, saya baru ngeh kalo di Makassar (khususnya pulau Sulawesi) belum memiliki alat transportasi kereta api. Tak heran tempo hari teman saya meng-agendakan jadwal khusus untuk jalan-jalan dari Bandung ke Jakarta menggunakan kereta api. Sekalian memberikan pengalaman naik kereta api untuk putrinya yang masih SMP (Sekolah Menengah Pertama).


Kemenhub Bangun Proyek Jalur Kereta Api Dari Makassar Ke Pare-Pare


Pulau Sulawesi terdiri dari 6 provinsi. Yaitu Sulawesi Selatan (Makassar), Sulawesi Utara (Manado), Sulawesi Tengah ( Palu ), Sulawesi Barat (Mamuju), Sulawesi Tenggara (Kendari) dan Gorontalo.



Jarak ke enam provinsi tersebut relatif jauh. Sehingga untuk mencapainya dibutuhkan alat transportasi udara yaitu pesawat terbang. Sebenarnya bisa juga sih menggunakan transportasi darat, tapi waktu yang dibutuhkan jadi lebih lama. Bisa berhari-hari.

Sebagai salah satu provinsi yang paling berkembang di pulau Sulawesi, alat transportasi darat di kota Makassar pun relatif terbatas. Hingga beberapa waktu yang lalu saya mendengar sebuah kabar gembira. Bahwa Kemenhub (kementrian Perhubungan) RI siap membangun proyek pembangunan jalur kereta api dari Makassar ke Pare-pare. Sebuah alternatif transportasi yang lebih ekonomis karena lebih hemat dan tepat waktu.

Proyek tersebut merupakan proyek strategis nasional yang dituangkan dalam Perpres nomor 58 tahun 2017. Dan masuk ke dalam proyek Infrastruktur Prioritas (peraturan Menko bidang perekonomian no 12 tahun 2015). 


Jaringan jalur kereta api Makassar – Pare-pare dibangun mulai pada tahun 2015 yang dibagi menjadi 5 segmen. Diawali dengan proses ground breaking pembangunan jalur kereta api di desa Siawung, kecamatan Barru, kabupaten Barru pada 18 Agustus 2014. Serta pemasangan rel pertama pada 13 November 2015 di desa Lalabata, kecamatan Tanete Rilau.

Pemasangan rel disaksikan oleh dirjen perkereta apian kementrian perhubungan (Kemenhub) Hermanto Dwiatmoko dan Gubernur Sulawesi Selatan kala itu, Syahrul Yasin Limpo.

Saat ini pembangunan jalur kereta api Makasar - Pare-pare sudah memasuki pembangunan segmen 3. Lintas Barru – Mandai sepanjang 62,5 km (September 2019). 

Sebuah mega proyek yang membutuhkan waktu dan dana yang tidak sedikit tentunya. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun optimis proyek ini bisa selesai sesuai target yaitu pada bulan Agustus 2020 mendatang (bertepatan dengan HUT RI) sebagai hadiah bagi masyarakat Sulawesi Selatan. 

Baca juga : Antara Bandung, Makassar dan Surabaya 
 

Jalur Kereta Api Makassar – Pare-pare


Jalur kereta api sepanjang kurang lebih 145 km ini merupakan tahap pertama dari pembangunan jalur kereta api Trans Sulawesi dari kota Makassar menuju Pare-pare (Makassar – Maros – Pangkep –Barru -Pare-pare).

Jalur kereta api Makassar -Pare-pare diuji cobakan pertama kali pada tanggal 10 November 2017

Sebanyak 23 stasiun akan dibangun sebagai tempat pemberhentian kereta api. 23 jalur tersebut terdiri dari Stasiun Tallo, Stasiun Parangloe, Stasiun Mandai, stasiun Maros, stasiun Pute, stasiun Lempangan, stasiun Pangkajene, stasiun Bungoro, stasiun Labakkang, stasiun Ma’rang, stasiun Segeri, stasiun Mandale, stasiun Tanate Rilau, stasiun Barru, stasiun Garongkong,  stasiun pelabuhan Garongkong, stasiun Takalasi, stasiun Soppengraja, stasiun Palanro, stasiun Malusetasi, stasiun Kupa, stasiun Lumpue dan stasiun Soreang.

Sekilas Tentang Kota Pare-pare   

Ngomongin soal Pare-pare, walupun bukan merupakan kota tujuan wisata utama, Pare-pare memiliki bagian dari sejarah sebagai kota tempat kelahiran presiden RI ke 3, bapak BJ Habibie. Pare-pare berlokasi sekitar 150 km dari kota Makassar.

Monumen cinta sejati Ainun Habibie di kota Pare-pare dibuka untuk umum mulai tanggal 12 Mei 2015

Saya pun jadi ingat pengalaman tak terlupakan waktu pertama kali berkunjung ke Pare-pare. Tanpa rencana, kami (saya, suami dan ibu mertua). melakukan perjalanan dadakan ke Pare-pare.

Setelah mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Makassar, perjalanan kami teruskan hingga tiba di Pare-pare. Kami pun singgah sebentar untuk  shalat maghrib dan makan malam. Dan kemudian kami pulang kembali ke Makassar. Menyusuri jalan aspal yang belum bagus dengan penerangan jalan yang seadanya. Kalo dipikir-pikir. Kayak kurang kerjaan ya. Haha . Tapi seru juga sih dan jadi kenang-kenangan hingga sekarang.

Bantimurung
Bareng ibu mertua di Taman Nasional Bantimurung (taman kupu-kupu), Kab Maros, Makassar

Peran Transportasi Kereta Api Dalam Mendukung Ekonomi Dan Pariwisata di Makassar


Mudah-mudahan dengan dibangunnya jalur kereta api dari Makassar ke Pare-pare ini dapat memperlancar mobilitas masyarakat. Yang mau pulang kampung ke berbagai daerah yang ada di sekitar Makassar jadi bisa lebih mudah dan lebih cepat. 

Dan tentunya juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Jalur kereta api Makassar - Pare-pare terhubung dengan bandara internasional Hasanudin di Maros serta pelabuhan Garongkong di Barru. Pengoperasian jalur kereta api ini rencananya akan melayani angkutan penumpang dan barang sehingga menumbuhkan stimulus ekonomi bagi kawasan Timur Indonesia.

Dan untuk bidang pariwisata, proyek pembuatan jalur kereta api Trans Sulawesi ini juga akan menghubungkan kota Manado hingga Makassar sepanjang kurang lebih 1513 km. Wow luar biasa ya.

Jadi kelak kalo mau jalan-jalan ke Manado dari Makassar, kita bisa punya pilihan transportasi lain selain jalur udara. Jalan-jalan ke Manado dari Makassar pake kereta api.  Karena banyak sekali tempat wisata menarik yang bisa kita kunjungi di Manado seperti Bunaken (wisata diving) dan wisata alam menarik lainnya (pantai & pulau). Asiik !

Oya buat man-teman yang doyan jalan-jalan intip deh akun sosmed @kemenhub151 (instagram, facebook dan twitter). Disana banyak informasi bermanfaat seputar alat transportasi yang ada kaitannya dengan kegiatan travelling ๐Ÿ˜˜.


Referensi : www.wikipedia.org
                    www.liputan6.com
                    www.kppip.go.id

Salam,






































Jalan-Jalan Ke Gunung Bromo dari Malang - Berhubung masih dalam suasana liburan, timeline medsos saya dipenuhi oleh postingan beberapa orang teman yang lagi jalan-jalan. Ada yang ke luar negeri, ke luar kota, atau bahkan jalan-jalan di dalam kota saja.   

Dari beberapa postingan teman tersebut, saya sempat melihat postingan live video teman saya Ami, yang lagi jalan-jalan ke Bromo bareng anak-anaknya. Inget Bromo, saya langsung teringat sama udaranya yang dingin plus keindahan alamnya yang luar biasa. Indah banget. Saya sampai terkagum-kagum dibuatnya.  Iyes gunung Bromo adalah sebuah kawasan wisata favorit yang berlokasi di Jawa Timur dan selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

gunung bromo



Pergi Malam Hari Dari Malang Ke Gunung Bromo #throwback


Saya jadi agak-agak flashback juga nih. Teringat pengalaman ketika berkunjung ke gunung Bromo. Walaupun udah cukup lama. Di tahun 2012 ketika masih tinggal di Surabaya.

Jarak dari Surabaya ke gunung Bromo memang bisa ditempuh dalam hitungan jam. Waktu itu saya dan suami spontan memutuskan untuk berangkat ke gunung Bromo.  Dadakan tanpa rencana. Kami sepakat untuk pergi beramai-ramai bareng teman suami yang juga akan mengajak keluarganya ikut serta.  

Berhubung teman suami tinggal di kota Malang. Kami pun menuju Malang terlebih dahulu untuk jemput. Tiba di Malang sekitar jam 9 malam. Anak-anak udah sedikit mengantuk. Tak berlama-lama kami pun langsung meluncur menuju Probolinggo. Kami pergi berenam (4 orang dewasa dan 2 anak-anak) menggunakan kendaraan roda empat. Oya jarak dari kota Malang menuju Probolinggo sekitar 90km. Dan yang saya ingat karena sudah malam, perjalanan waktu itu terasa gelap gulita dan kok ga nyampe-nyampe ya hehe.

Saya sempet dibuat deg-degan ketika kita harus melewati jalan yang cukup kecil, gelap dan sepi. Penuh pepohonan di kanan kirinya. Apalagi jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Jujur saya takut, takut ada penampakan  #eh plus takut nyasar haha. Iya waktu itu kami sempet nyasar lho, sempet bingung harus mengikuti jalan yang mana. Dan beruntung, kami sempat bertemu dengan penduduk setempat yang kemudian menunjukkan arah jalan yang seharusnya menuju ke gunung Bromo. beberapa tahun yang lalu GPS yang berfungsi sebagai penunjuk arah dan koneksi internet belum selancar sekarang.

Alhamdulillah akhirnya kami tiba di desa terdekat yang menjadi kawasan penginapan. Ternyata banyak sekali pilihan hotel murah dekat gunung Bromo. Harganya terjangkau dengan beragam fasilitas sesuai kebutuhan.



Udara terasa dingin malam itu. Kami pun memesan 1 kamar dan langsung beristirahat. Tidur bergelung di dalam selimut. Supaya nanti subuh siap untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung Bromo. Yap, perjalanan sesungguhnya baru akan dimulai.

Ga terasa sekitar jam 3 pagi kami dibangunkan untuk bersiap-siap. Yeay the real adventure is begin. Di pagi buta naik mobil jeep tipe landrover/ land cruiser menyusuri lautan pasir menuju kawasan puncak gunung Bromo. Yes we are ready !. Excited sekaligus masih ngantuk sih sebenernya hehe.

FYI fasilitas kendaraan yang digunakan untuk bisa menuju kawasan gunung Bromo sudah tersedia dan para wisatawan tinggal mengeluarkan biaya sewa. Kalo ga salah biaya sewa untuk mobil jeep tersebut sekitar Rp 250.000 untuk pulang pergi.

Antrian mobil jeep yang akan turun dari kawasan gunung Bromo

Menikmati Sunrise Di Gunung Bromo Menjelang Hari Ulang Tahun


Setelah berkendara selama sekitar satu jam, akhirnya kita pun tiba di kawasan Gunung Bromo. Subuh itu cuaca terasa dingin menusuk tulang. Lebih dingin dari semalam. Brr. Di perjalanan tadi saya pun sempat tertidur karena masih ngantuk. Dan begitu turun dari mobil jeep ternyata kawasan Bromo sudah ramai oleh para wisatawan. Seketika rasa kantuk saya mulai berangsur hilang.

Selamat datang di kawasan taman nasional Bromo Tengger Semeru
Jalan kaki menuju puncak gunung Bromo..walaupun dingin tapi harus semangaat๐Ÿ˜€
Di sepanjang jalan menuju gunung Bromo terdapat banyak kios yang menjual perlengkapan musim dingin seperti sarung tangan, syal, masker, topi berbahan wol hingga jaket. Kami pun sempat membeli beberapa buah sarung tangan dan topi. Lupa bawa soalnya.

Jangan lupa pake sarung tangan sama syal supaya ga kedinginan


Ada yang menarik ketika kami sudah tiba di puncak gunung. Sudah menjadi sebuah ritual wajib kalo setiap pengunjung yang datang ke gunung Bromo ingin bisa menyaksikan matahari terbit (sunrise).

Namun waktu itu langit terlihat sedikit berawan. Dan para wisatawan termasuk saya otomatis merasa harap-harap cemas, takut melewatkan moment istimewa yang ditunggu-tunggu, matahari terbit.

Para wisatawan yang sedang berkumpul harap-harap cemas menunggu matahari muncul

Dan harapan dapat melihat matahari terbit dari atas ketinggian gunung Bromo pun akhirnya terwujud. Walaupun cuma beberapa detik saja. Matahari muncul menampakkan dirinya dan kemudian kembali tertutup lagi oleh awan putih. Ga sempet saya foto deh. Kalah cepet hehe. Beberapa detik yang sangat berharga judulnya. Pengennya sih bisa kesana lagi yak. Mengulang dan mengabadikan momen istimewa sunrise di Bromo.




Oya satu hal special lainnya yang ga saya lupakan adalah saya berada di Bromo tepat satu hari sebelum hari ulang tahun saya yang ke 32. Walaupun ga persis pas di hari H saya bersyukur sekali karena udah bisa merasakan indahnya pemandangan gunung Bromo. Plus makan kue tart di Bromo. Iya waktu itu pak suami sengaja membawa kue tart sebagai salah satu bentuk surprise. Duh niat banget ya. Hihi. Thankyou hubby.

 

Tips Travelling Dadakan Tuk Bisa Jalan-Jalan Ke Bromo


Travelling dadakan memang memiliki plus dan minus. Dan berikut ini beberapa tips yang bisa man-teman manfaatkan apabila ingin jalan-jalan ke Bromo. Khususnya yang berkaitan dengan akomodasi dan persiapan budget.

  1. Gunakan jasa travel. Untuk bisa sampai ke gunung Bromo man-teman bisa berangkat dari Surabaya atau Malang. Pihak travel akan menjemput penumpang dari meeting point yang sudah disepakati seperti bandara, hotel, stasiun kereta api, terminal atau bahkan rumah. Dengan menggunakan jasa travel biaya yang kita keluarkan relative lebih terjangkau. Apalagi sekarang sudah banyak jasa travel terpercaya yang menawarkan paket tour ke Bromo untuk personal, grup ataupun family.

  1. Pilih jam keberangkatan di malam hari (midnight). Dengan pergi di malam hari kita bisa memangkas alokasi budget untuk menginap. Jadi kita bisa langsung naik ke kawasan Bromo tanpa harus menginap terlebih dahulu. Seperti yang kita tahu para wisatawan yang pergi ke Bromo rata-rata ingin bisa menyaksikan sunrise. Maka waktu yang ideal untuk naik ke kawasan gunung Bromo adalah sekitar pukul 3 subuh. Karena dari area penginapan (desa terdekat) dibutuhkan waktu sekitar satu jam-an lagi untuk kita bisa sampai di puncak gunung Bromo.

  1. Kalo ingin menginap manfaatkan teknologi seperti fitur pay @hotel, easy reschedule, last minute hotel atau hotel near me untuk penginapan. Perusahaan travel terkemuka Traveloka mengakomodasi fitur-fitur tersebut. Yang bisa kita manfaatkan supaya memudahkan kegiatan travelling dalam mendapatkan penginapan.


  1. Manfaatkan pembayaran cashless (non tunai). Sangat tidak praktis, kalo selama travelling kita harus bawa uang tunai dalam jumlah banyak. Dan apabila dana yang kita miliki belum mencukupi kita bisa manfaatkan layanan Traveloka Pay Later. Layanan baru dari Traveloka yang bukan hanya cashless tapi juga sebuah layanan pinjaman online yang praktis dan aman.

Sekilas Tentang Traveloka Pay Later


  1. Cicilan online tanpa kartu kredit
  2. Traveloka PayLater didukung oleh perusahaan fintech terpercaya yaitu Danamas (PT Pasar Dana Pinjaman). Perusahaan dari kelompok usaha Sinar Mas ini terdaftar sebagai mitra resmi dan memiliki izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan)
  3. Cara penagihan yang beretika. Tidak melakukan penagihan layaknya debt collector. Melainkan melalui sistem notifikasi di aplikasi Traveloka. Sebagai pengingat agar segera melaksanakan kewajibannya.
  4. Keamanan data nasabah terjamin (perlindungan data pribadi). Menggunakan system password. Jadi hanya pemilik akun yang bisa melakukan transaksi menggunakan aplikasi tersebut.

So jangan tunda lagi, segera rencanakan waktu liburanmu. Pilih destinasi wisata yang diinginkan dan manfaatkan fitur serta teknologi yang ada sesuai kebutuhan. Kapan lagi. Selamat jalan-jalan ! 

Baca juga : Pengalaman Tak Terlupakan Jalan-jalan Ke Pulau Samalona, Makassar


Salam,






Pengalaman Tak Terlupakan Jalan-jalan Ke Pulau - Indonesia terkenal sebagai sebuah negara kepulauan. Banyak sekali pulau-pulau indah yang tersebar di seluruh nusantara dan sangat menarik untuk dikunjungi. Dan buat saya jalan-jalan ke pulau adalah sebuah hal yang sangat menyenangkan. Walaupun baru pernah mengunjungi dua pulau saja, berkunjung ke pulau menjadi sebuah pengalaman yang tak terlupakan untuk saya. Sampai sekarang saya selalu ingat pengalaman ketika pertama kali mengunjungi Pulau Samalona di Makassar dan Pulau Dewata alias Pulau Bali beberapa tahun silam.


Jalan-jalan ke Pulau Samalona


Tak terasa ternyata hampir 9 tahun yang lalu saya berkunjung ke Pulau Samalona. Sebuah pulau yang berjarak sekitar 2 km dari bibir pantai Losari, Makassar. Waktu itu saya dan suami  sedang tinggal di kota Makassar, dan kebetulan ada ibu mertua yang datang berkunjung. Kami pun ingin mengajak beliau untuk berjalan-jalan ke Pulau Samalona sambil menikmati cuaca cerah di hari Minggu.

Berkunjung ke sebuah kota adakalanya terasa lebih menyenangkan apabila pergi beramai-ramai bersama teman. Seperti halnya di bulan Maret 2017 lalu, ketika bersama sekitar 40 orang teman perempuan lainnya, kami pergi jalan-jalan ke Semarang untuk mengunjungi beberapa tempat bersejarah di kota Semarang, sekalian hunting foto !. #mysweetescapemoment  

 

Yup, sejak saya bergabung dengan komunitas foto, hunting foto menjadi sebuah kegiatan yang seru dan menyenangkan yang diselipkan ke dalam sebuah agenda jalan-jalan. Seperti yang kita tahu, kota Semarang memiliki beberapa objek wisata bersejarah yang menarik untuk dikunjungi sekaligus cocok untuk dijadikan sebagai objek foto.


Kalo ditanya tentang sebutkan nama satu tempat yang menjadi impianmu saat ini. Dan saya pun akan menjawab Cappadocia ! Ya, Cappadocia adalah nama sebuah tempat wisata popular di Turki yang ingin sekali saya kunjungi. Cappadocia merupakan sebuah daerah bersejarah di Anatolia, Turki, yang berlokasi sekitar 1 jam dari kota Istanbul, ibukota Turki (apabila menggunakan pesawat) atau sekitar 12 jam apabila ditempuh menggunakan jalur darat (bis).

Kenapa Cappadocia ? Dan jawabannya adalah karena saya pengen banget naik balon udara sambil menikmati pemandangan landscape kota Turki yang indah.

Satu buah balon udara bisa ditumpangi oleh maksimal 20 orang dan bisa terbang dengan ketinggian 600 kaki. foto : IG @juntos_viajando

Beneran deh. Apalagi kalo liat postingan instagram mba Viktoriya Sener @tiebowtie tentang keindahan Cappadocia. Mupeng banget akutu. Saya pun tertarik dan mencari tahu lebih banyak informasi tentang tempat wisata Cappadocia ini.