Hotel Sandalwood, Lembang Hotel Bintang 4 Di Lembang - Siapa yang ga kenal dengan kawasan Lembang. Salah satu kawasan di Bandung yang memiliki banyak tempat wisata menarik seperti Floating Market, Farm House, The Great Asia Africa, Fairy Garden, Taman Bunga Begonia,The Lodge dan masih banyak lagi. Lembang pun menjadi tempat wisata favorit yang terkenal di kalangan para wisatawan. Hingga tak heran setiap weekend, Sabtu, Minggu dan hari libur. Lembang selalu penuh oleh turis-turis dari luar kota seperti Jakarta dan sekitarnya.

Maka di Lembang pun banyak terdapat penginapan dan hotel yang cocok untuk dijadikan sebagai tempat menginap sambil berlibur bareng keluarga. Bahkan hotel bintang 4 juga ada lho seperti Sandalwood Boutique Hotel, Lembang

hotel sandalwood lembang
Untuk pertama kalinya melihat langsung tanaman English Ivy yang asli di hotel Sandalwood haha

Menginap di Sandalwood Boutique Hotel, Lembang


Jujur, sebagai orang Bandung, saya cukup jarang berkunjung ke Lembang. Kalopun harus ke Lembang pasti karena ada acara khusus. Seperti hal nya di awal Januari lalu, saya sengaja datang ke Lembang untuk bertemu dengan kakak tercinta yang menginap di hotel Sandalwood Lembang bersama istri dan anak-anaknya. Kami pun sepakat untuk bertemu langsung di hotel Sandalwood, Lembang
Hari Jumat sore saya pun meluncur ke hotel Sandalwood, Lembang. Dan hanya butuh waktu sekitar 30 menit untuk tiba di hotel tersebut. Saya mengambil jalan pintas, menggunakan jalur Dago Atas. Jalur menuju Lembang lewat Dago Atas memang relatif lebih lancar dan juga lebih dekat dari rumah tempat saya tinggal.

Baca juga : Tempat Wisata Ramah Keluarga di Lembang, Fairy Garden

Begitu tiba di wilayah Lembang, cuaca mulai dingin dan sedikit berkabut. Yap Lembang memang identik dengan cuacanya yang cenderung dingin. Cuaca Lembang berkisar antara 19- 24 derajat celcius. Dan saking dinginnya, di hotel Sandalwood tidak terdapat fasilitas pendingin ruangan (AC) lho. Bagus juga sih, jadi hemat energi ya hehe.  Sebaliknya hotel Sandalwood Lembang menyediakan fasilitas perapian yang bisa digunakan oleh pengunjung hotel untuk menghangatkan diri.



hotel sandalwood lembang
Anak-anak seneng banget nemu perapian kayak gini


hotel sandalwood lembang
Hmm suasananya kayak lagi musim dingin dimana yaa 😃
Selain itu yang cukup menarik, di hotel Sandalwood tidak terdapat fasilitas lift. Jadi ketika saya tiba di hotel, saya harus naik tangga terlebih dahulu tuk menuju kamar tempat saya menginap, yang ternyata ada di lantai 3. Itung-itung sambil olahraga yes haha.  

Hal tersebut sedikit mengingatkan saya pada salah satu hotel yang ada di Garut, yaitu Kampung Sampireun. Konsep hotel Sampireun yang berbentuk resort dengan danau di tengah-tengahnya. Memiliki area makan (restoran) yang berada cukup jauh dari area kamar tempat tamu menginap. Sekitar 100m an gitu.

Tapi walaupun demikian, hal tersebut terobati dengan suguhan pemandangan indah yang menyegarkan mata. Di Sandalwood Boutique hotel Lembang saya dapat menikmati pemandangan indah berupa view kolam renang dengan pepohonan pinus yang hijau dan berjejer rapi serta pemandangan pegunungan dari balik jendela area lantai 2.

hotel sandalwood lembang

Total jumlah kamar yang ada di hotel Sandalwood hanya berjumlah 30 kamar. Setiap kamarnya memiliki tema dan desain interior yang berbeda. Dan saya senang sekali karena kamar yang saya tempati selama menginap di hotel Sandalwood Lembang memiliki nuansa modern minimalis. Dengan warna dinding sesuai dengan warna favorit saya. Yaitu warna hijau mint. Suka banget deh. Saya jadi ga sabar pengen juga punya ruangan di rumah yang dindingnya di cat warna hijau mint. Menurut saya warna hijau mint itu terasa segar sekaligus lembut dan adem di mata.

hotel sandalwood lembang

Alasan Kenapa Memilih Sandalwood Boutique Hotel, Lembang


Buat man-teman yang akan liburan di Lembang dan ingin mencari hotel di Lembang yang bagus atau hotel di Lembang untuk honeymoon. Menurut saya hotel Sandalwood Lembang ini sangat recommended.. Dan berikut ini lima alasan kenapa hotel Sandalwood cocok sebagai tempat untuk berlibur.

      1.       Lokasi Hotel Yang Strategis

      Hotel Sandalwood berada di lokasi yang sangat strategis. Berada di tengah-tengah kota Lembang. Tak jauh dari kios Tahu Tauhid (Penganan Tahu khas Lembang yang digemari banyak orang). Dari Tahu Tauhid pusat menuju hotel bisa ditempuh dengan hanya berjalan kaki. Jadi ga usah khawatir, buat para pengunjung hotel yang ingin sekalian mencari oleh-oleh untuk teman atau keluarga yang ada di rumah. Pengunjung hotel Sandalwood bisa sekalian beli oleh-oleh khas Bandung yang banyak terdapat di sekitar hotel.

      Oya hotel Sandalwood juga bisa disewa sebagai tempat pernikahan lho. Dan di hari Sabtu pagi ketika saya sedang sarapan saya menyaksikan ada seorang calon pengantin wanita yang sedang melakukan sesi foto pre wedding di samping kolam renang. Saat ini konsep wedding outdoor memang banyak digemari oleh kaum milenials.

     

     2. Hotel Dengan Sarapan Enak Di Bandung.

      Setiap penghuni hotel mendapatkan fasilitas berupa free breakfast. Dan saya beruntung karena ruang restoran hotel Sandalwood berada di dekat ruang kamar tempat saya menginap (hanya terhalang 1 kamar). Pagi itu saya menikmati berbagai macam menu sarapan special. Mulai dari bubur ayam, serabi, siomay Bandung dan masih banyak lagi. Menurut saya menu sarapan yang disajikan oleh hotel Sandalwood tergolong istimewa. Enak-enak dan bikin saya ga mau berhenti ngunyah hehe.

sarapan hotel sandalwood

pool view hotel sandalwood
Pemandangan dari arah restoran tepat menuju kolam renang
     

     
        3.      Hotel Di Lembang Yang Ada Kolam Renang.

      Ketika memasuki area bagian dalam hotel. Mata saya langsung terfokus pada area kolam renang yang tepat berada di tengah hotel. Sebuah kolam renang berbentuk segi empat yang dikelilingi oleh hamparan rumput hijau dan jajaran pohon pinus yang menjulang tinggi. Di samping kolam renang saya melihat sebuah ayunan gantung berbahan rotan berwarna putih. Hmm, one of my wish list banget nih punya ayunan gantung berwarna putih yang bisa saya pakai untuk bersantai, me time sambil baca buku.


hotel di lembang yang ada kolam renang

hotel di lembang yang ada kolam renang

     
hotel di lembang yang ada kolam renang
Pemandangan kolam renang dari kamar hotel


      4. Suasana Hotel yang Homy

Pertama kali tiba di hotel Sandalwood, saya merasakan suasana yang sangat homy. Sama sekali tidak bernuansa hotel. Dan benar saja hotel Sandalwood ini asalnya adalah rumah tinggal sang pemilik hotel. Kemudian disulap menjadi sebuah hotel. Dimana sampai saat ini sebagian area hotel masih ditempati oleh sang pemilik sebagai tempat tinggal. Tak heran hotel Sandalwood mengusung tema Feels Like Home.

view halaman hotel sandalwood

Untuk ukuran rumah tempat tersebut sangat luas. Karena memang dulunya di rumah tersebut terdapat kandang kuda yang merupakan hobi sang suami pemilik hotel. Saya sendiri baru ngeh kalo pemilik hotel Sandalwood adalah juga pemilik tempat wisata berkuda De Ranch. Yang lokasinya hanya berjarak sekitar 200m dari hotel Sandalwood.

Baca juga : Belajar Berkuda dan Memanah di Muslimah Academy

sudut favorit hotel sandalwood
Salah satu sudut di lantai 2 yang mewakili identitas hobi pemilik hotel (gambar Kuda) di bagian dinding

     
      5.      Interior Kamar Hotel yang Instagramable dan Bikin Betah.

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya. Kamar yang saya tempati selama menginap di hotel Sandalwood sangat pas dengan selera saya. Selain warna dinding kamar yang berwarna hijau mint, aneka perlengkapan lainnya seperti lukisan, sarung bantal dan bed cover nya pun terlihat cantik dan instagramable.

kamar hotel sandalwood lembang

mint color


lukisan di kamar hotel sandalwood

Sederhana tapi terlihat elegan. Ditambah dengan posisi kamar dengan pemandangan indah menuju arah kolam renang. Perfecto.

hotel sandalwood lembang
Salah satu sudut favorit di kamar hotel tempat saya menginap

Menginap di hotel yang nyaman dan bagus bersama keluarga memang bisa menjadi salah satu sarana refreshing dan sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat di perkotaan.


Sandalwood Boutique Hotel

Jalan Seskoau  No 1 Lembang, Bandung Barat

Instagram : @sandalwood.hotel
Website : www.sandalwoodlembang

3 Lokasi Menarik di Yogyakarta Yang Ingin Saya Kunjungi Setelah Nonton Film AADC 2 - Minggu sore di pertengahan bulan Februari. Kala itu cuaca Bandung sedang diguyur hujan. Lumayan dingin dan bikin mager. Saya pun memutuskan untuk leyeh-leyeh di rumah sambil nonton TV. Dan ada salah satu TV swasta yang sedang menayangkan sebuah film Indonesia yang sudah pernah saya tonton sebelumnya yaitu film AADC (Ada Apa Dengan Cinta) 2. 

Film AADC 2 adalah film lanjutan dari AADC yang pertama (rilis perdana di bioskop pada tahun 2002 silam). Dibintangi oleh Dian Sastro sebagai Cinta dan Nicholas Saputra sebagai Rangga. Film tersebut kemudian menjadi fenomenal dan hits pada jamannya. Jaman ketika saya masih kuliah. Dan saya masih ingat dulu saya nonton film tersebut rame-rame bareng temen kuliah. Sampe booking satu studio bioskop. It was so fun 😁. Sedangkan film AADC 2 tayang 14 tahun kemudian yaitu pada April 2016. Time flies soo fast.

Yang berbeda dari film sebelumnya, selain minus Alya yang dulu diperankan oleh Ladya Cheril, film AADC 2 mengambil lokasi syuting di kota Jogjakarta. Sebuah kota yang ingin bisa saya kunjungi lagi di tahun 2020 ini. Saya pun memutuskan untuk menonton film AADC 2 untuk kedua kalinya.

Dan saya baru ngeh kalo di film tersebut saya menemukan beberapa spot menarik di kota Jogjakarta yang sepertinya recommended untuk dikunjungi.

Terbukti ada 3 tempat di Jogjakarta yang kemudian banyak dikunjungi oleh wisatawan. Setelah tempat tersebut dipakai syuting film AADC 2. Seperti Sellie Coffee, Gereja Cakar Ayam dan Greenhost Hotel.

Namun ada 3 tempat lainnya yang menurut saya ga kalah menariknya. Saya pun jadi penasaran dan mencari tahu nama ketiga tempat tersebut. Supaya bisa saya jadikan referensi sebagai tempat yang akan saya kunjungi jikalau sewaktu-waktu saya akan berkunjung ke Jogjakarta.

3 Lokasi Menarik di Yogyakarta Yang Ingin Saya Kunjungi Setelah menonton Film AADC 2 :



        1. Villa Sunset Jogja

Seperti diceritakan di film AADC 2, Cinta (Dian Sastro) dan kawan-kawannya Carmen (Adinia Wirasti), Milly (Sissy Priscila), dan Maura (Titi Kamal) berangkat ke kota Jogjakarta untuk liburan. Selama di Jogjakarta mereka menginap di sebuah penginapan yang interior bangunannya terlihat klasik dan cukup menarik.  

Beberapa waktu terakhir ini saya memang tertarik pada segala sesuatu yang berhubungan dengan interior desain. Di penginapan tersebut saya memperhatikan ada salah satu bagian dinding ruang makan yang sangat eye catchy. Dinding ruang makan yang terbuat dari susunan batu alam dan berwarna putih.

Salah satu impian saya memiliki ruang makan dengan jendela besar menghadap taman | foto : IG @villasunsetjogja


Bentuk jendelanya unik banget | Foto : IG @villasunsetjogja


Ditambah dengan bentuk jendela yang unik yaitu berbentuk lingkaran. Kayak jendela di rumah-rumah jaman Belanda gitu. 

Setelah saya cari tahu, ternyata penginapan tersebut bernama Villa Sunset Jogja. 


Dari informasi yang saya baca, harga menginap per malam di Villa Sunset jogja, relatif tinggi, yaitu sekitar Rp 2 juta-an / malamnya. Tapi harga segitu tentunya sepadan dengan fasilitas yang diperoleh.

Selain bisa digunakan oleh seluruh anggota keluarga. Villa sunset jogja menyediakan beberapa fasilitas seperti  : tempat parkir yang luas, kolam renang outdoor, dapur yang bebas digunakan, menu sarapan, wifi gratis, fasilitas barbekyu, boleh bawa binatang peliharaan serta fasilitas tambahan (by request) berupa antar jemput dari bandara Adi sucipto, Jogjakarta. Wah lengkap ya.

Suasana serta pemandangannya juga indah banget ya😍. Bikin saya pengen buru-buru liburan.  




        2. Via via Restoran & Bakery

Jalan-jalan di Jogjakarta tentu kurang lengkap kalo ga sambil kulineran. Di film AADC 2 ada salah satu adegan ketika Carmen dan Milly datang ke sebuah toko untuk membeli roti. Di adegan tersebut terlihat deretan keranjang berbentuk kotak yang terbuat dari anyaman rotan yang berisikan aneka roti. Saya pun langsung tergiur melihatnya. 

Foto : IG @viaviajogja

Toko roti yang menjual roti-roti tersebut bernama Via-via resto & bakery. Antara restoran dan toko roti (bakery) tempatnya saling bersebelahan.

Foto : IG @viaviajogja

Via via restoran menyajikan aneka menu western sedangkan Via via bakery menjual aneka roti, kue dan pastry. Oya Via via bakery ini adalah sebuah Artisan bakery.

Artisan bakery adalah sebuah konsep pembuatan roti dimana roti yang dibuat harus dalam keadaan segar (fresh). Roti Artisan biasanya diproduksi langsung di toko dan langsung dijual disana. Makan makanan yang dibuat langsung dan disantap ketika masih fresh memang terasa lebih nikmat.

Di Bandung juga ada salah satu toko roti favorit saya yang merupakan artisan bakery. Namanya Mom’s Bakery. Lokasinya ada di jalan Progo No 18, sekitar 100m dari studio foto hits di kota Bandung yaitu Jonas Banda.


Oya selain sebagai restoran dan artisan bakery, Via via Jogja ini juga menyediakan jasa tour & travel, guest house dan fair trade shop (toko souvenir). Barang-barang yang dijual di Via via Jogja sebagian besar merupakan produk lokal seperti batik, dompet etnik, mainan anak-anak yang populer di Indonesia dan benda-benda lainnya yang menonjolkan ciri khas daerah Jogja bahkan rempah-rempah juga ada seperti teh, kopi dan lain sebagainya.

        3. Klinik Kopi

Selain makanan, tempat ngopi menjadi pilihan yang tepat buat nongkrong bareng teman. Sambil ngobrol dan mengenang masa lalu. *eh

Seperti halnya ketika Cinta mengajak Rangga untuk datang ke sebuah warung kopi di salah satu sudut kota Jogja. Warung kopi tersebut bernama Klinik Kopi.

Ternyata Klinik Kopi ini bukan sembarang warung kopi. Klinik kopi memiliki keunikan tersendiri. Yang membuatnya sedikit berbeda dengan warung kopi lainnya.

Baca juga : Pengalaman Menarik Seduh Kopi Sendiri Di Kopi Dewa

Konsep warung kopi dengan tanaman di dalamnya. I love it 😍 | foto : IG @ klinikkopi

Jadi menurut informasi yang saya baca, di Klinik Kopi setiap pengunjung yang datang harus mengambil nomor antrian terlebih dahulu. Dan kemudian dipanggil ke dalam satu persatu. Beneran mirip klinik kayak mau periksa kesehatan ya. Hehe.

Nah di dalam ruangan, setiap pengunjung akan berkenalan dengan kopi. Mulai dari memilih jenis kopi yang ingin diminum, mencium aroma kopi dan juga mengetahui sejarah tentang kopi. Dan yang menjadi ciri khas sekaligus pembeda dari warung kopi lainnya. Klinik kopi ini berlokasi di dalam sebuah gang. Menarik ya. Jadi berkunjung ke klinik kopi bukan hanya sekedar tuk menikmati kopi tapi juga sekaligus ‘berpetualang’.

Semoga wishlist saya tuk bisa berkunjung lagi ke Yogyakarta bisa segera terwujud di tahun 2020 ini. Secara saya terakhir kali berkunjung ke Jogja lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Jogja, wait for mee !

Referensi :  tribunnews.com
                   arifsetiawan.com
                   tesyablog.com


Ency Koffee, Library Café Homey Dengan Sejuta Kenangan - Setiap orang pasti punya me time. Dan buat saya menikmati me time di library café adalah salah satu hal yang menyenangkan.

Ada beberapa library café di kota Bandung yang pernah saya kunjungi. Namun di awal februari lalu, saya menemukan sebuah library café yang sangat menarik. Karena library café ini memiliki latar belakang sejarah sebagai taman bacaan tertua di kota Bandung.

Adalah Encykoffee sebuah library café yang berlokasi di jalan Sabang (dekat jl Cihapit, Bandung) yang saya kunjungi pada hari Sabtu (01/02) lalu.

Jujur saya sendiri baru ngeh, kalo di jl.Sabang terdapat sebuah taman bacaan legendaris. Padahal saya terbilang cukup sering hilir mudik di sekitar area jalan Sabang. Karena di sekitar sana ada dokter gigi langganan keluarga dan gado-gado enak langganan saya.

Mungkin karena lokasi Encykoffee yang sedikit tak terlihat karena sekilas dari luar bentuknya mirip rumah tinggal biasa ditambah dengan ukuran plang tulisan yang tidak begitu besar.


 library cafe bandung

Selamat Datang Di Ency Koffee


Encykoffe berlokasi di jalan Sabang no 28, Bandung atau tepatnya berada persis di belakang toko kue Vitasari yang ada di jalan Cihapit.

Kesan pertama ketika memasuki Ency Koffee, suasananya sangat homy sekali. Menempati sebuah area di teras rumah. Dengan interior yang bernuansa klasik.

Di salah satu sudut terdapat sebuah kipas angin jadul dan sebuah meja kayu yang cukup menarik perhatian saya. Sudut yang cukup instagramable dan nyaman untuk dijadikan sebagai tempat duduk sambil baca buku dan ngemil makanan or minuman.



Di area dekat pintu pagar terdapat sebuah open bar yang dijadikan sebagai tempat untuk meracik makanan bagi para pengunjung yang datang ke Encykoffee. 

 

Sedangkan di area bagian dalam rumah terdapat sebuah ruangan yang berisi ribuan buku bacaan. Wahh. Saya merasa surprise sekali melihatnya.

Berdasarkan informasi total jumlah buku bacaan yang ada di taman bacaan tersebut mencapai lebih dari 7000 buku bacaan. Banyak banget yaa. Dan kesemuanya adalah buku-buku bacaan lawas yang kondisinya masih dalam keadaan utuh dan bagus.

 taman bacaan di bandung ency koffee

Sejenak ingatan saya pun melayang ke lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Ke masa-masa dimana saya masih sekolah dasar. Duh nemu taman bacaan di Encykoffee ini serasa menemukan harta karun. Dan berhasil membuat saya sejenak terbang ke masa lalu.



Ke masa jaman kanak-kanak dulu ketika saya masih baca buku komik  favorit seperti Donal bebek, Petualangan Tintin, Komik Mari Chan dan masih banyak lagi. Oya salah satu novel hits di jaman 90an dulu seperti Lima Sekawan juga ada lhoo di sana. Omaygat.

 buku lima sekawan

 komik marichan

 lucky luke

Buku Bacaan dan Cemilan Enak di Ency Koffee


Buat saya membaca buku tanpa ditemani cemilan ibarat sayur tanpa garam. Halah. Dan saya senang karena EncyKoffee menyediakan beberapa menu makanan dan minuman yang bisa dinikmati sambil baca buku. Bahkan Encykoffee juga memutarkan musik slow yang mendayu-dayu menambah betah duduk berlama-lama disana.

Adalah Bitter ballen (salah satu cemilan asal negeri Belanda) dan milkshake strawberry (salah satu minuman favorit saya yang terbuat dari campuran susu yang dikocok). Yang saya cicipi di Encykoffee dan rasanya enak banget. berhasil bikin saya ketagihan.


roti bakar
Buku bacaan, roti bakar dan milkshake strawberry. Triple combo. Perfecto! 



bitterbalen enak
Bitterbalen nya juga juara banget. Bitterbalen ter-enak yang pernah saya cicipi


Hmm, 4 buah bola-bola bitterbalen ini rasanya ga cukup buat menemani me time saya membaca buku di Encykoffee.


strawberry milkshake

Rasa milkshake strawberynya pun menurut saya cukup istimewa karena teksturnya yang kental dengan tambahan saus strawberry gitu. Menambah cantik tampilan warnanya. Pinkish. My fav colour. 

Eits tapi jangan khawatir karena masih banyak menu lain yang tersedia di Encykoffee. Tersedia beberapa menu makanan berat seperti nasi bakar, rice bowl, indomie, roti bakar, kentang goreng sosis hingga minuman kekinian seperti es kopi susu pun tersedia disini.




Disajikan dengan nama menu yang cukup bikin penasaran dan membuat pengunjung ingin memesan. Terdiri dari 3 varian yaitu es kopi susu rumahan, es kopi susu butiran debu dan es kopi susu gundukan salju.

Es kopi susu rumahan dan Es Matcha



es kopi susu kekinian
Es kopi susu gundukan salju..ada topping es krim nya..yumm


Nah buat man-teman yang ingin berkunjung ke Encykoffee untuk baca buku atau untuk nongkrong bareng teman sambil ngopi. Ada penawaran menarik nih. yaitu gunakan kode promo GITAENCY supaya man-teman bisa mendapatkan promo buy 1 get 1. Yang berlaku untuk semua jenis minuman yang ada di Encykoffee.

Sayang lho kalo dilewatkan. Dan promo ini berlaku selama bulan Februari 2020 aja ya.

Sekilas Tentang Encykoffee


Encykoffee hadir sejak tahun 2017. Dan saya baru tau 3 tahun kemudian dong. Hehe.tapi gapapa, yang penting sekarang saya punya tempat nongkrong baru yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk menikmati me time saya.  

Oya pemilik Encykoffe ini adalah seorang pria muda bernama Derian. Derian merupakan cucu dari pemilik taman bacaan legendaris TB.Hendra. 



TB.Hendra merupakan taman bacaan tertua di kota Bandung. Yang didirikan pada tahun 1969 silam. Wih, luar biasa ya.

Sebuah prestasi tersendiri, apabila sebuah usaha keluarga bisa bertahan selama lebih dari 50 tahun. Encykoffee adalah salah satu bentuk inovasi dan kolaborasi yang patut diacungi jempol.

Semoga Encykoffee bisa terus eksis, terus berkreasi dan terus berinovasi. Supaya jumlah pengunjung yang datang ke EncyKoffee bisa terus bertambah. Dan sekaligus bisa menumbuhkan minat baca para pengunjung milenial yang datang ke Encykoffee.

Encykoffee

Jl. Sabang no 28

IG : @encykoffee






























Sarrahgita.com - Setiap orang pasti punya makanan favorit. Makanan yang menjadi kesukaan dan sulit tuk menolaknya. Atau dengan kata lain saya sanggup makan makanan ini kapan pun. Pagi, siang atau malam. Hihi.

Karena doyan makan, saat ini makanan masih menjadi godaan terbesar yang bisa bikin saya kalap. Iya saya doyan banget jajan makanan. So di tahun 2020 ini saya punya keinginan tuk bisa mengurangi kebiasaan jajan yang terbukti sudah menggerogoti sebagian besar isi dompet saya. Duh.

Perlahan tapi pasti, saya pun mulai mengurangi keinginan tuk jajan makanan yang sebenarnya ga saya butuhin. Saya cukup bangga sama diri sendiri karena udah berhasil kebal sama cemilan instant kayak keripik kemasan atau minuman kemasan yang banyak beredar di pasaran.

Liat deh tiap ke supermarket pasti ada aja jenis makanan dan minuman baru yang muncul.  Belum lagi makanan dan minuman kekinian yang ada di mal. Say no to Boba dan say no to makanan yang banyak mengandung gula, keju atau coklat. Bhay.

Tapiii, ada beberapa jenis makanan yang sampai saat ini (masih) ga bisa saya tolak setiap kali saya ketemu sama makanan-makanan tersebut. 



Ini Dia 10 Makanan Favorit Yang Ga Bisa Saya Tolak Dan Bisa Bikin Saya Bahagia Setiap Kali Menyantapnya :


  1. Jajanan khas Bandung seperti batagor dan cilok. Kedua makanan ini sudah ada sejak saya sekolah di SD dulu. Tapi ga tau kenapa saya ga pernah bosan tuk menyantapnya. Rasanya gurih dan nikmat. Bikin ketagihan gitu.

  1. Aneka Mie. Saya suka sekali sama mie. Mie adalah salah satu makanan yang bisa jadi penyelamat di saat kelaparan. Kalo saya lagi males makan nasi, pilihan penggantinya selalu jatuh pada mie. Mie rebus atau mie goreng, dua-duanya sama-sama favorit. Tuk mie rebus, saya selalu menambahkan irisan cabe rawit plus sedikit sayuran seperti sawi hijau dan potongan wortel. Hmm. Nikmat banget kalo dimakan pas hujan. Sedangkan tuk mie goreng, akan jadi kombinasi yang sempurna kalo disajikan dengan telur dadar goreng plus acar segar.

  1. Chinesse food. Salah satu menu makanan yang suka saya cari ketika ingin makan adalah chinesse food. Aneka chinesse food seperti capcay, kwetiaw dan siomay menjadi makanan favorit saya. Chinesse food mudah dijumpai dimana saja dan cocok disantap kapan pun.

  1. Aneka Kue Basah. Selain makanan berat, saya juga suka banget sama yang namanya kue basah. Di dekat rumah ada penjual kue basah langganan saya. Setiap lewat ke kedainya saya selalu tergoda melihat aneka kue basah yang warna-warni. Terlihat cantik, menggoda mata dan perut saya.
       Baca Juga : 3 Toko Kue Basah di Bandung Yang Recommended Selain Prima Rasa dan Kartika Sari


  1. Coklat. Tak dapat dipungkiri, Coklat bisa memberikan rasa bahagia sekaligus menjadi penghibur bagi hati yang sedang moody. Sesekali saya suka sengaja beli coklat sebagai reward bagi diri sendiri. Ada 2 jenis coklat yang menjadi favorit saya yaitu dark chocolate dan coklat rasa green tea (matcha). Dark chocolate menjadi favorit saya karena rasanya yang tidak terlalu manis. Sedangkan tuk coklat rasa green tea, adalah salah satu varian rasa coklat terbaru yang ternyata rasanya enak juga. Enak tapi menurut saya ga konsisten. Soalnya namanya Coklat tapi warnanya kok ijo ya? Haha. Galau.

  1. Es Krim. Selain coklat, salah satu makanan yang suka sengaja saya beli sebagai reward untuk diri sendiri adalah es krim. Rasa es krim favorit saya adalah rasa strawberry. Seger ada asem-asemnya gitu. Sedangkan tuk jenis es krimnya saya suka es krim mochi dan es krim yang ada wafernya gitu kayak es krim Waku-waku nya Glico.

  1. Bubur Ayam. Bubur ayam adalah makanan kesukaan saya dan suami. Kalo biasanya orang biasa makan bubur ayam di pagi hari. Saya bisa makan bubur kapan saja. Siang atau malam no problemo.
         Baca juga : 3 Bubur Ayam Enak di Bandung

  1. Martabak. Martabak telur atau martabak asin is my favorite one. Perpaduan telur yang dikocok, irisan bawang daun dan daging cincang jadi kombinasi yang sempurna. Dicocol dengan saus dan acar timun yang segar terasa nikmat di lidah. Bikin susah berhenti ngunyah hehe.

  1. Pempek. Pempek adalah salah satu jenis makanan yang ga bisa saya tolak. Terutama pempek kapal selam dan pempek keriting. Btw saya sanggup lho makan pempek pake nasi haha.

  1. Makanan Jepang. Sebagai penggemar negara Jepang, ada 3 makanan khas Jepang yang saya sukai. Yaitu sushi, shabu-shabu dan kue mochi. Jujur pertama kali saya nyobain sushi, saya ga doyan. Waktu itu rasanya agak-agak terasa kurang familiar dan sedikit aneh. Tapi lama kelamaan saya jadi doyan juga.

Kalo tuk shabu-shabu, saya sering sengaja buat sendiri di rumah. Tinggal beli bahan-bahannya di supermarket. Trus bikin deh. caranya gampang banget tinggal cemplang cemplung aja. Siapin kuah dan sausnya. Shabu-shabu cocok banget buat disantap rame-rame bareng keluarga atau teman.

Dan tuk kue mochi, selain saya suka rasa dan teksturnya yang kenyal. Saya juga pengen banget bisa liat langsung cara pembuatan kue mochi ini.


Hubungan Antara Menyantap Makanan Dan Rasa Bahagia

Untuk beberapa orang, termasuk saya, menyantap makanan favorit memang bisa menjadi sebuah hal yang membahagiakan. Diketahui memang ada sebuah hubungan ilmiah antara makanan yang kita makan dengan suasana hati kita. Apalagi kalo makanan tersebut beragam jenisnya. Sesuatu yang beragam atau berwarna memang bisa membuat pikiran dan hati kita lebih bahagia.

Selain itu beberapa zat yang terdapat dalam makanan bisa membantu memicu timbulnya rasa bahagia. Seperti misalnya zat anti oksidan yang terdapat pada makanan Coklat. Makanya tak heran kita cenderung merasa lebih bahagia ketika mengkonsumsi sebatang Coklat. Dan masih banyak lagi jenis makanan lain yang dipercaya bisa membuat kita merasa lebih bahagia apabila mengkonsumsinya. Contoh : pisang, buah beri, salmon, jamur, apel, bayam. Makanan-makanan tersebut mengandung zat-zat (senyawa kimia) yang dapat membantu memperbaiki mood, menurunkan stress dan mengurangi depresi.



 
3 Pempek Enak di Bandung, Dijamin Bikin Kamu Ketagihan - Kalo ditanya, sebutkan salah satu kota di Indonesia yang ingin kamu kunjungi. Kayaknya saya bakalan jawab : Palembang. Kenapa Palembang? Dan jawabannya adalah karena saya doyan Pempek. Haha. Cetek banget ya😂

Yap pempek adalah salah satu makanan favorit saya. Saya doyan banget pempek.

Saya masih ingat dulu ketika pertama kali mencicipi pempek, yaitu sewaktu saya masih SD. 

Saat itu saya berkunjung ke rumah seorang teman. Yang kebetulan teman saya tersebut berasal dari Palembang. Dan ibunya suka bikin pempek. Percaya atau tidak waktu itu saya makan pempek pake nasi haha. 

Dan rasanya nikmat banget, inget terus sampe sekarang. Mungkin itu awalnya kenapa saya suka banget sama pempek 😄

Tapi walaupun keinginan tuk bisa makan pempek di kota asalnya langsung belum kesampean. Saya tetap bisa menikmati pempek enak yang ada di kota Bandung. 

Pempek enak yang rasanya juara dan udah bikin saya ketagihan.

Ini dia pempek enak favorit saya di kota Bandung :


       1.      Pempek Rama 

Sesuai namanya pempek Rama berlokasi di jalan Rama no 28 (daerah jl Pajajaran, Bandung). Menempati halaman sebuah rumah yang sederhana namun nyaman dan bersih. Pempek Rama ini merupakan salah satu kedai pempek legendaris di kota Bandung. 

Sudah berdiri sejak tahun 1988 silam. Yang artinya sudah lebih dari 30 tahun ada di kota Bandung. Selain di jalan Rama, pempek Rama ini juga buka cabang di jalan Lengkong Besar no 93, sebelum Atmosphere Café (sejajaran).

Di pempek Rama, tersedia aneka hidangan pempek yang lengkap. Mulai dari pempek Kapal Selam, pempek Lenjer (yang bentuknya panjang), pempek Adaan (yang bentuknya bulat), pempek Kulit, pempek Keriting, pempek Panggang hingga Tekwan tersedia disana. 

 Baca Juga : Temukan Berbagai Macam Kuliner Khas Nusantara di Sego Nusantara

pempek panggang
Pempek panggang dengan wadah daun pisang siap dipanggang | foto : IG @pempekrama

Selain itu tersedia juga aneka minuman seperti es campur ala pempek Rama yang sayang banget kalo dilewatkan.

es kacang merah
Es campur ala pempek Rama terdiri dari kacang merah, cingcau dan peuyeum (tape) yang diberi es serut dan sirup. yummy.
| foto IG : @pempekrama

Harga pempek Rama bervariasi tergantung jenis dan ukuran. Mulai Rp 7000 (mini size) hingga Rp 40.000 (pempek Ebi).  Seporsi pempek Rama disajikan dengan tambahan topping bihun dan irisan mentimun. Wow mantap!

pempek enak di bandung
Pempek Kapal Selam besar dijual dengan harga Rp 20.000 | foto : IG @pempekrama


Oya kuah cuko di pempek Rama tersedia dalam dua pilihan, ada yang pedas dan tidak pedas. Konsumen bisa pilih sesuai selera. Karena ada lho kedai pempek yang kuah cuko-nya lumayan pedas hingga saya yang ga begitu doyan pedas jadi kepedasan. Ga kuat makannya. 

Baca juga : 3 Makanan Khas Aceh Yang Bikin Saya Ketagihan


       2.      Pempek Pak Raden

Selain di kota Bandung, pempek pak Raden juga punya cabang di kota lain seperti di Jakarta dan beberapa daerah di Sumatra. Tuk di kota Bandung sendiri saya paling sering pesan pempek ke cabang pempek pak Raden yang ada di Jalan.PH.H Mustopha (Cikutra). Karena letaknya cukup dekat dari rumah.

Cabang pempek pak Raden lainnya di Bandung ada di Antapani (jl.Kuningan), Sarijadi (jl.Lemah neundeut) dan kabarnya pempek pak Raden juga buka cabang di jl. Rama no 21 dekat pempek Rama.

Ngomongin soal pempek, setiap pesan pempek saya pasti memilih pempek jenis Kapal Selam besar. Jenis pempek yang di dalamnya terdapat isian telur. Ada juga sih jenis pempek lain yang juga ada telurnya yaitu pempek Lenggang. Tapi bedanya telurnya ada di luar dan di dadar. Selain pempek kapal selam, pempek keriting yang bentuknya mirip kerupuk Palembang itu juga jadi favorit saya. Menurut saya rasanya lebih gurih dan nikmat.

pempek enak di bandung
Foto : www.instagram.com/sarrahgita

Yang saya suka dari pempek pak Raden ini rasa pempeknya lembut dan gurih serta dibuat dari ikan tenggiri asli. Kuah cukonya pun disajikan dalam botol yang terpisah. Jadi kita bisa tuang cuko sesuai kebutuhan. Namun berbeda dengan pempek Rama, pempek pak Raden hanya diberi topping mentimun saja. Harga pempek kapal selam di pempek pak Raden yaitu Rp 17.000

      3.      Pempek Veny

Pempek Veny bisa dijumpai di foodcourt Mal paskal 23, Jalan Pasirkaliki, Bandung. Waktu itu saya ga sengaja mencicipi pempek Veny karena tertarik dengan varian pempek charcoal yang ditawarkan. Unik juga ya ada pempek berwarna hitam. Karena pada dasarnya saya senang mencicipi menu makanan baru. Saya pun langsung memesan satu porsi.  

pempek enak di bandung
Seporsi pempek Veny harganya sekitar Rp 25.000 | foto : IG @pempekveny edited by sarrahgita

Dan setelah mencobanya ternyata rasanya sama dengan pempek biasa hehe cuma bedanya warnanya aja yang hitam. Charcoal adalah karbon yang dihasilkan dari tempurung kelapa sawit tua, bambu atau serbuk kayu yang telah melalui proses khusus sehingga aman untuk dikonsumsi. 

Pempek Veny ini termasuk pempek yang berani berinovasi. Selain pempek charcoal pempek Veny juga membuat varian pempek isi keju. Pempek Veny adalah pempek homemade yang dapurnya ada  di daerah Kopo (Taman Holis, Bandung).

Oya tuk pempek Veny dan pempek Rama juga menerima pesanan dan bisa dikirim ke luar kota lho. Dan masih banyak aneka kuliner Bandung lainnya yang sangat menggoda dan sayang untuk dilwatkan begitu saja.



10 Wishlist di Tahun 2020 - Setiap manusia pasti mempunyai harapan dan keinginan. Begitupun dengan saya. Setelah di tahun-tahun sebelumnya harapan yang saya miliki hanya sekedar harapan dan kemudian terlupakan begitu saja. Di tahun ini saya ingin mencatatnya supaya saya selalu ingat dan bersemangat untuk mencapainya. InsyaAllah 😊.



photo : www.instagram.com/sarrahgita


10 Wishlist di Tahun 2020 :

1. Hijrah Dalam Berpakaian. 

Sebagai seorang muslimah ada kaidah-kaidah dalam berpakaian yang seharusnya diikuti. Dan sampai saat ini saya belum memenuhi kaidah-kaidah tersebut. Seperti rutin memakai kaos kaki dan memakai pakaian yang longgar dan tidak membentuk badan.

Bagi perempuan kaki adalah bagian dari aurat. Dan yang bukan bagian dari aurat adalah wajah dan telapak tangan saja. Perlahan-lahan saya ingin segera memulainya. Dan itu semua tentunya membutuhkan proses.

Salah seorang sosok muslimah yang menginspirasi saya dalam berpakaian adalah Fitri Aulia, pemilik salah satu brand baju muslimah sekaligus fashion designer yang juga seorang blogger. Penampilannya tampak bersahaja sebagai seorang muslimah.  

2. Punya Bisnis di Bidang Makanan Sehat. 

Punya bisnis adalah salah satu impian saya. Khusunya bisnis di bidang kuliner. Dan sebagai seorang perempuan sekaligus ibu rumah tangga yang peduli akan kesehatan. Saya ingin sekali punya usaha di bidang makanan sehat. 

Selain sebagai support untuk diri sendiri supaya segera memulai hidup sehat, saya juga ingin mengajak orang lain untuk peduli akan pentingnya hidup sehat.

Baca Juga : Sarapan Cantik dan Sehat di Cafe Green And Beans

3. Mengurangi Kegiatan Konsumtif Seperti Jajan Atau Nongkrong di Café. 

Sejak dulu saya punya hobi kulineran. Nyicipin makanan baru yang terlihat menggoda dan menarik untuk dicicipi. Sesekali sambil nongkrong di café bareng teman. 

Kalo ada info café baru saya selalu bersemangat untuk berkunjung kesana. Seru khan sambil hang out sekalian sambil foto-foto makanannya buat diupload di media sosial. Hehe. Hal tersebut memang menyenangkan.

Tapi setelah saya pikir-pikir lagi kegiatan tersebut konsumtif juga ya. Apalagi kalo dalam sebulan lebih dari dua kali. Sekali jajan bisa keluar uang mpe 100ribu rupiah. Mendingan uangnya ditabung aja deh. Dan saya alokasikan buat kebutuhan lain yang lebih penting. 

Baca juga : Tips Mengatur Keuangan Ala Financial Planner vs Pengusaha

4. Menghindari Makanan Sampah (junk food) Yang Tidak Dibutuhkan Oleh Tubuh. 

Sebenernya saya udah jarang banget makan junk food seperti makanan siap saji atau minuman bersoda. Tapi jujur saya masih sering tergoda oleh makanan lain yang sebenarnya termasuk ke dalam kategori makanan sampah juga. Seperti  mie instan, seblak, cilok dsb. Huaa..makanan-makanan tersebut emang salah satu my guilty pleasure.

Di lidah rasanya emang enak bangeet, tapi sebenernya mereka semua ga baik untuk tubuh karena cenderung susah dicerna oleh usus. 

Selain itu makanan-makanan tersebut juga banyak mengandung penyedap rasa (msg) dan zat pengawet yang kalo dikonsumsi terlalu banyak bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh.

5. Rutin Berpuasa. 

Selain menjaga makanan yang masuk ke dalam tubuh. Alangkah baiknya kalo saya mulai membiasakan diri untuk rutin berpuasa. Minimal seminggu dua kali. Itung-itung puasa sunah Senin Kamis.

Dan saya juga baru tahu kalo berpuasa itu sebenarnya memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Selama berpuasa terjadi proses regenerasi sel-sel baru di dalam tubuh. Atau yang istilah kerennya dikenal dengan sebutan autophagy.  

Jadi dengan berpuasa badan seperti di detox yang bisa membuat badan kita lebih sehat, berat badan pun bisa ikut turun. mau dong? hehe. Karena rutin berpuasa bisa mempercepat metabolisme tubuh seseorang.  

* Autophagy adalah sebuah proses ketika sel-sel di tubuh kita mengeluarkan racun dan menggantikan racun-racun tersebut dengan memperbaiki diri sendiri.

Baca Juga : Buka Puasa Diluar Rumah Yes Or No?

6. Mulai Mengunjungi Acara Kajian Tentang Agama. 

Jujur selama ini saya jarang banget datang ke acara kajian tentang agama. Tahun lalu saya sempat rutin ikut sebuah acara kajian bareng teman. 

Tapi saya agak sedikit kurang sreg dengan acara kajian tersebut. Karena cenderung eksklusif gitu. Jadi saya memutuskan untuk mencari acara kajian lain yang lebih pas di hati.

Baca Juga : Indahnya Berbagi Kebersamaan Bareng Majelis Taklim Yasmeena

7. Mulai Berolahraga Untuk Badan Yang Lebih Sehat Dan Bugar. 

Olahraga adalah salah satu hal yang paling malas saya lakukan. Ga tau kenapa hehe. Dulu sempet ikut yoga. Tapi biaya per visitnya relatif mahal. Rp 70.000 per sekali datang. Tapi gimana tempat dan instrukturnya juga sih. InsyaAllah saya mau coba jenis olahraga lain yang lebih ringan di kantong kayak jogging misalnya.

Baca Juga : Menikmati Olahraga Yoga Di Taman Musik, Bandung

8. Wisata ke kota-kota yang ada di Indonesia. 

Hmm, banyak sekali kota-kota yang ingin saya kunjungi seperti Padang, Medan, Aceh dan masih banyak lagi. Apalagi kalo perginya rame-rame bareng teman or keluarga. Seru kali yaa.

Baca Juga : Jalan-jalan ke Bromo Dari Malang

9. Umroh bareng sekeluarga. 

Di tahun 2014 lalu saya pernah umroh berdua bareng suami. Dan saya punya keinginan tuk bisa pergi umroh lagi bareng keluarga inti. Mamah, bapak dan kakak laki-laki saya. Doakan semoga ada rejekinya ya. Aamiin.

10. Bisa berenang. 

Sebuah keinginan yang terus tertunda. Ya saya ingin sekali belajar berenang. Waktu kecil dulu saya pernah punya pengalaman kepleset ke kolam renang. Jadi saya agak alergi gitu sama yang namanya air hehe.

Dan walopun saya udah ga muda lagi, saya masih mau kok belajar renang. Karena yang namanya belajar itu ga kenal usia asalkan kitanya mau dan yang ngajarinnya super sabar.Hihi.
   

    So apa saja harapan man-teman di tahun 2020 ini? Share yuks
     




new year resolution
sumber : pinterest