sarrahgita.com - Apabila mendengar tentang kata sejarah, apa sih yang terlintas di benak man-teman? Mungkin sebagian besar dari kita akan menjawab kalo sejarah itu identik dengan masa lalu. Sesuatu yang sudah terjadi di masa lampau, memiliki sebuah nilai cerita dan kemudian menjadi kenangan. Well, hal tersebut tidak salah namun tidak juga sepenuhnya benar.


Sebenernya sejarah itu meliputi masa lalu, masa sekarang dan juga masa depan lho. Karena ketiga dimensi waktu tersebut menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan karena peristiwa yang sudah terjadi pada masa lampau akan berpengaruh terhadap apa yang terjadi pada masa sekarang dan peristiwa saat ini akan menjadi acuan dari peristiwa yang akan datang. Namun rupanya tidak semua peristiwa yang terjadi pada masa lampau menjadi suatu sejarah bagi manusia.Hmm..


Dari Sejarah Ke Mata Uang



Ngomongin soal sejarah tahukah man-teman tentang sejarah uang? Khususnya sejarah tentang mata uang republik Indonesia yaitu rupiah.


Sebelumnya tak pernah terpikir sedikitpun oleh saya, siapa saja tokoh penting yang terdapat di lembaran uang rupiah. Dari sekian banyak pecahan mata uang rupiah, yang saya ingat jelas hanyalah dua sosok bersejarah Indonesia yang ada di uang pecahan seratus ribu yaitu Presiden RI pertama, Ir. Soekarno serta wakil presiden Mohamad Hatta hehe.  Sedangkan tuk pecahan lainnya saya cenderung tak tahu dan bahkan tak pernah mencari tahu. Oemji.


Adalah kang Asep Kambali, seorang sejarawan sekaligus founder Historia Indonesia yang tempo hari bercerita tentang peran penting mata uang dalam sejarah republik Indonesia. Dan seolah mengingatkan saya kembali untuk jangan pernah sekali-kali meninggalkan sejarah (Jasmerah).

 

 

iG live ani berta dan asep kambali
foto : IG @ani.berta

 

Jasmerah adalah semboyan terkenal yang diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya yang terakhir pada hari ulang tahun republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1966.


Uang rupiah erat kaitannya dengan sejarah karena melalui uang rupiah kita bisa berkenalan dengan berbagai sosok pahlawan berjasa Indonesia. Yang nama-namanya mungkin jarang kita kenal seperti nama pahlawan lainnya yang sering disebut di pelajaran sejarah saat masih sekolah dulu.


Sebut saja seperti Ir.H. Djuanda Kartawidjaja. Gambar wajah beliau terdapat di lembar biru uang pecahan Rp 50.000. Beliau adalah perdana menteri Indonesia ke 10 sekaligus terakhir. Ia menjabat dari 09 April 1957 hingga 09 Juli 1959. Setelah itu ia menjabat sebagai menteri keuangan dalam kabinet kerja I.

 

uang 50 ribu rupiah
foto : liputan6.com



Dr.Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi. Gambar wajah beliau terdapat di lembar depan uang Rp 20.000. Beliau yang lebih dikenal dengan nama Sam Ratulangi adalah seorang politikus, jurnalis dan guru dari Sulawesi Utara. Ia adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang juga sering disebut sebagai tokoh multidimensional.


Ada juga Frans Kaisiepo. Kalo mendengar namanya mungkin terdengar sedikit asing, namun foto beliau yang terpampang di halaman depan lembar uang Rp 10.000 tersebut dikenang sebagai pahlawan nasional Indonesia dari Papua. Frans terlibat dalam Konferensi Malino tahun 1946 yang membicarakan mengenai pembentukan Republik Indonesia Serikat sebagai wakil dari Papua.


Dr.K.H Idham Chalid. Beliau adalah pahlawan dari Kalimantan Selatan. Gambar wajah beliau terdapat di lembar depan uang pecahan Rp 5000. Dan beliau merupakan salah satu politisi Indonesia yang berpengaruh pada masanya. Ia pernah menjabat sebagai wakil perdana menteri Indonesia pada cabinet Ali Sastroamidjojo II dan kabinet Djuanda. Ia juga pernah menjabat sebagai ketua MPR dan ketua DPR.


uang 5ribu
foto : liputan6.com



Moh Husni Thamrin, pernah ga sih memperhatikan gambar wajah yang ada di uang kertas lembar Rp 2000. Lembar uang yang sering kita berikan sebagai uang bayar parkir tersebut memuat gambar wajah Moh.Husni Thamrin. Ia adalah seorang perintis revolusi kemerdekaan Indonesia. Sebagai seorang politisi era Hindia Belanda, beliau kemudian dianugerahi gelar pahlawan Indonesia.


Dan masih ada 7 nama pahlawan lainnya yang terdapat di uang rupiah, kertas dan koin. Seperti Tjut Meutia (uang kertas Rp 1000), Mr. I Gusti ketut Pudja (uang logam Rp 1000). Letjen Tahi Bonar Simatupang (uang logam Rp 500), Dr. Tjipto Mangunkusumo (uang logam Rp 200), Prof Dr.Ir Herman Johannes (uang logam Rp 100) dan tentu saja Soekarno & Hatta (uang kertas Rp 100.000).



Belajar Sejarah Melalui IG Live Bersama Asep Kambali


Dari belajar sejarah melalui IG live bersama kang Asep saya mendapatkan banyak insight menarik tentang sejarah. Salah satunya adalah ketika Kang Asep mengulas sedikit cerita tentang kenapa pulau Sipadan Ligitan akhirnya ‘diserahkan’ oleh Indonesia kepada negara Malaysia pada tahun 2002 silam, dengan salah satu alasan karena ternyata uang yang beredar di kedua pulau tersebut adalah mata uang ringgit bukan rupiah. Hal tersebut menunjukkan bahwa mata uang berperan penting dalam peradaban sebuah sejarah.


Selain itu kang Asep juga bercerita tentang uang baru pecahan 75.000 rupiah yang diluncurkan bertepatan dengan hari ulang tahun RI yang ke 75 tahun yaitu pada tanggal 17 Agustus 2020. Dimana beliau turut berperan serta sebagai salah seorang perumus dari peluncuran uang peringatan kemerdekaan (UPK) tersebut. Wahh keren ya.


Dan ada fakta menarik bahwa ternyata selain uang pecahan 75 ribu, sebelumnya BI sudah meluncurkan uang peringatan sebanyak 10 kali lho. Tiga kali diantaranya dikeluarkan untuk memperingati hari kemerdekaan NKRI. Diantaranya yaitu pada HUT RI ke 25 tahun, BI meluncurkan uang logam emas pecahan Rp 25 ribu, Rp 20 ribu, Rp 10ribu, Rp 5ribu dan Rp 2 ribu serta uang logam perak pecahan Rp 1000, Rp 500, Rp 250 dan Rp 200.


Sedangkan pada HUT kemerdekaan RI ke 45 tahun, BI meluncurkan uang logam emas dalam pecahan besar yaitu pecahan Rp 750ribu, Rp 250 ribu dan Rp 125 ribu. Begitupun di HUT kemerdekaan RI ke 50 tahun, yang diluncurkan adalah uang logam emas dalam pecahan pecahan besar yang tidak beredar di masyarakat luas yaitu pecahan Rp 850ribu dan Rp 300ribu.



Sekilas Tentang Asep Kambali dan Komunitas Historia Indonesia



Membahas tentang sejarah nyatanya ga butuh waktu sebentar. Terbukti durasi  kurang lebih satu jam membahas tentang Asyiknya Belajar Sejarah #MeAndInspiringOne via IG live bersama kang Asep Kambali membuat saya ingin tahu lebih banyak mengenai hal-hal yang berkaitan dengan sejarah lainnya.


Mungkin waktu sekolah dulu saya tidak tertarik sama sekali dengan mata pelajaran sejarah. Namun seiring bertambahnya usia dan berjalannya waktu, buat saya hal-hal yang berkaitan dengan sejarah itu memiliki magnet tersendiri yang menarik untuk diikuti sebagai tambahan pengetahuan.


Baca juga : Pengalaman Ikut Tour Sejarah Bersama Komunitas Geostrategy Study Club Indonesia


Apalagi sekarang belajar sejarah bisa dilakukan dimanapun melalui media yang beragam. Seperti melalui media sosial dan melalui komunitas khusus sejarah.


Kang Asep yang seorang sejarawan (lulus sarjana jurusan Sejarah dari Universitas Negeri Jakarta pada tahun 2007) sekaligus aktivis pelestarian sejarah dan budaya ini pun sudah mendirikan sebuah komunitas bernama Historia Indonesia sejak tahun 2003.

Dengan komunitasnya itu kang Asep ingin mengajak kembali generasi muda untuk mencintai bangsa dan negaranya melalui pemahaman serta penghargaan terhadap peninggalan sejarah dan budaya Indonesia. Surprisingly jumlah anggota komunitas Historia Indonesia sampai saat ini mencapai lebih dari 24.500 orang tersebar di seluruh penjuru negeri bahkan hingga keluar negeri. Hal tersebut menunjukkan bahwa betapa banyaknya orang yang tertarik pada sejarah.


Info lebih lengkap mengenai komunitas Historia Indonesia bisa diakses melalui website komunitashistoria.com atau ikuti juga akun social media-nya di akun instagram @komunitashistoria atau twitter @komunitashistoria.


Oya selain itu komunitas Historia Indonesia  juga sudah memiliki aplikasi sendiri lho.  Aplikasi komunitas Historia Indonesia (KHI) yang bisa diakses melalui smartphone oleh seluruh pejuang sejarah #HistoriaWarriors yang berada dimanapun tanpa mengenal batas ruang dan waktu.

aplikasi KHI
foto : IG @komunitashistoria



Salam Jasmerah !


Referensi : 

https://www.wikipedia.org

https://m.liputan6.com/bisnis/read/4107175/12-pahlawan-yang-gambarnya-tercetak-di-uang-rupiah

https://soalnanti.blogspot.com






sarrahgita.com - Bosan beraktivitas di rumah,  dua orang keponakan saya yang sedang berlibur di Bandung tiba-tiba mengajak saya untuk pergi jalan-jalan ke Taman Robot.

Taman Robot adalah taman favorit mereka. Setiap berkunjung ke Bandung mereka pasti mengajak saya kesana.

Taman Robot alias Taman Cibeunying berlokasi di Jalan Taman Cibeunying Selatan sekitar 100m dari Masjid Istiqomah, Bandung. 

Mengingat tempat yang ingin dituju adalah tempat terbuka dan relatif tidak terlalu banyak pengunjung, saya pun mengiyakan permintaan mereka. Tentunya dengan tetap patuh pada protokol kesehatan selama situasi New Normal saat ini. Memakai masker dan membawa hand sanitizer sebagai salah satu bentuk proteksi.

 

Ada Apa sih di Taman Robot? Sesuai namanya, di taman Robot, Bandung ini terdapat dua buah robot berukuran besar. Yang satu  berwarna hijau merah ('jelmaan' angkot jurusan Cicaheum-Ciroyom) dan yang satu lagi berwarna kuning (replika robot Transformer).  Tak heran kedua robot tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi anak-anak hingga kemudian menjadi ikonik di taman Cibeunying. 

 

Baca juga : Taman Sejarah, Taman Kebanggaan Orang Bandung

 

Selain tempatnya yang rindang dengan banyak pepohonan dan kursi untuk duduk-duduk, di taman robot juga terdapat beberapa jenis permainan khusus anak-anak, seperti permainan pancing ikan sepuasnya serta layanan sewa skuter alias otoped.

 

cibeunying park
 

 

Nah, maksud hati sengaja datang ke taman robot karena ingin bermain skuter, ternyata tadi pagi permainan skuternya sudah tidak tersedia lagi. Keponakan saya pun sedikit kecewa. Tak ingin melihat mereka sedih saya pun memutar otak mencoba mencari jenis permainan lain yang bisa mereka lakukan. Tak sengaja mata saya melirik ke arah deretan sepeda yang terletak di area trotoar taman Cibeunying.



Layanan Sewa Sepeda Boseh di Taman Cibeunying


Sebenarnya sudah sejak lama saya mengetahui kalo di Taman Cibeunying ada layanan sewa sepeda Boseh. Namun baru kali ini saya memutuskan untuk menyewa sepeda Boseh tersebut.

 

FYI sepeda Boseh adalah sistem bike sharing di kota Bandung yang juga dikenal sebagai bike sharing tingkat kota pertama di Indonesia.

 

sepeda boseh

Seperti dikutip dari web boseh.bike, bike sharing adalah moda transportasi untuk bepergian jarak pendek. Misalnya dari tempat tinggal atau tempat menginap ke lokasi berbelanja atau ke lokasi lainnya seperti halte bus atau stasiun kereta. Yang menarik stasiun khusus disediakan untuk mengambil sepeda dan pengguna bisa mengembalikan sepeda di stasiun lain yang terdekat dengan tempat tujuan pengguna.

 

Saya pun menghampiri booth berukuran 1 meter x 1 meter yang terdapat di samping kanan Taman Cibeunying (persis di sebrang Rumah Selaras). Di dalam booth tersebut terdapat seorang perempuan muda berkacamata yang bertugas melayani registrasi bagi masyarakat yang ingin menyewa sepeda.

 

Cara Sewa Sepeda Boseh Bandung


Tanpa banyak basa-basi saya pun menanyakan harga dan cara sewa sepeda Boseh kepada si mbak petugas tersebut. Si mbak pun menjelaskan bahwa untuk bisa menyewa sepeda Boseh calon pengguna harus menunjukkan KTP sebagai bukti identitas serta akan dikenakan biaya sebesar Rp 30.000.

 

Biaya registrasi sebesar Rp 30.000 tersebut merupakan biaya untuk mendapatkan kartu elektronik (Brizzi Card) yang bisa diisi ulang dan berlaku sebagai kartu pembayaran (e-wallet).  Di dalam kartu tersebut sudah termasuk saldo sebesar Rp 7500.

 


Untuk biaya sewa sepeda Boseh itu sendiri akan dipotong langsung dari jumlah saldo yang tersedia, dengan besaran Rp 1000 untuk satu jam pertama. Serta Rp 2500 untuk jam selanjutnya. Hmm, harga yang sangat terjangkau bukan?  Menurut saya harga yang dikenakan tersebut cukup worthed mengingat pengguna sepeda bisa menggunakan sepeda Boseh tersebut untuk berkeliling kota Bandung sepuasnya. 

 

Well satu jam sepertinya cukup untuk berkeliling kota mengunakan sepeda. Terkecuali kalo sepedaan  keliling kotanya rame-rame bareng teman-teman. Wih sekali-kali boleh juga tuh sepedaan rame-rame keliling kota Bandung pake sepeda Boseh. Sambil guide in teman dari luar kota seru juga nih kayaknya.

 

Oya untuk selanjutnya setelah mendapatkan kartu Brizzi, kita akan dipandu oleh mba petugas untuk men-tap (menempelkan) kartu tersebut ke mesin sewa sepeda. Memasukkan PIN (Personal Identification Number) sebanyak 4 digit yang kita buat sebelumnya serta mengikuti instruksi yang muncul di layar persewaan sepeda. Langkah-langkahnya cukup mudah sebetulnya tapi mungkin karena baru pertama kali, prosesnya membutuhkan  waktu selama beberapa menit.

 

mesin sewa sepeda boseh
Mesin sewa sepeda Boseh untuk menempelkan kartu

Lokasi Stasiun Khusus Sepeda Boseh Bandung


Karena tadi tujuan saya menyewa sepeda Boseh adalah untuk anak-anak bermain.  Maka sepeda tersebut hanya digunakan di sekitar area taman saja. Padahal sepeda Boseh tersebut bisa digunakan keliling kota Bandung. Dan bisa dikembalikan di stasiun khusus yang lokasinya paling dekat dengan tempat tujuan kita.

 

Misal : Tadi kan lokasi awal tempat saya menyewa sepeda adalah di Taman Cibeunying. Sedangkan lokasi tujuan saya berikutnya ada di daerah Dago. Maka saya bisa mengembalikan sepeda yang saya sewa tadi di stasiun khusus yang paling dekat dengan area Jalan Dago, yaitu stasiun khusus Jalan Teuku Umar.


Berikut ini lokasi stasiun khusus sepeda Boseh yang tersebar di berbagai sudut di kota Bandung :


1. Babakan Siliwangi (Forest Walk)

2. Jl. Teuku Umar (daerah Dago)

3. Jl. Ganesa (dekat kampus ITB)

4. Jl Tamansari  (Kantor Dispora, Bandung) 

5. Jl Cisangkuy (dekat Gedung Sate)

6. Jl R.E Martadinata (Jl Riau)

7. Area Taman Saparua

8. Area Masjid Al – Ukhuwah (Jl Wastukancana)

9. Area dekat Taman Lalu Lintas

10. Jl Asia Afrika

11. Jl Gudang Selatan, serta

12. Area Alun-alun, Bandung


So, buat teman-teman yang tertarik ingin juga menyewa sepeda Boseh buat keliling kota Bandung, dan ingin mendapatkan informasi lebih detail mengenai petunjuk serta cara menggunakan layanan sewa sepeda Boseh ini. Man-teman bisa langsung kunjungi web boseh.bike

 

Selamat ngaboseh..selamat sepedahan di kota Bandung !

 

Boseh adalah bahasa sunda yang memiliki arti kayuh. Ngaboseh = mengayuh

 

sarrahgita.com - Salah satu kebiasaan yang hampir jarang saya lakukan saat ini adalah makan diluar. Ya di situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang, makan diluar rumah menjadi sebuah hal langka. Yang apabila ingin dilakukan kita harus benar-benar mempertimbangkan terlebih dahulu, untuk kepentingan apa dan mau makan dimana. 

 

Kalo misalnya pengen makan diluar hanya karena kepengen doang. Dengan alasan “abis bosan nih, udah kelamaan diem di rumah teruss". Hmm, kamu ga sendiri. Semua orang mengalami hal yang sama. Yekan? So, ada baiknya keinginan untuk makan diluar tersebut ditunda dulu aja sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sabar dulu ya hehe. 


Tapi kalo memang untuk urusan penting, seperti urusan pekerjaan ataupun untuk memenuhi sebuah undangan. Menurut saya why not? Namun tentunya dengan melihat situasi dan kondisi serta komitmen untuk tetap patuh pada protokol kesehatan yang berlaku ya.

 

Restoran Korea Fat Oppa Menerapkan Protokol Kesehatan Standar #NewNormal Bagi Pengunjung Yang Datang 

Setelah lebih dari 4 bulan menahan diri untuk tidak makan diluar. Awal Agustus lalu saya dapat undangan pekerjaan untuk me-review sebuah tempat makan yang menyajikan menu khas Korea. Saya sempat ragu, namun dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya pun memutuskan untuk memenuhi undangan tersebut.  

 

Restoran tempat saya makan diluar ketika Corona untuk pertama kali adalah restoran Fat Oppa yang berlokasi di jl Terusan Jakarta no 43 (daerah Antapani). Selain di Antapani, Fat Oppa memiliki 2 cabang lain yang berada di jl Karapitan 82 (Buahbatu) dan jl Amir Mahmud 772 (Cimahi). Saya sengaja memilih restoran Fat Oppa cabang Antapani karena lokasinya yang paling dekat dari rumah tempat saya tinggal.  


fat oppa antapani

 

Berbekal petunjuk lokasi dari GPS (Global Positioning System) di handphone, saya dan suami meluncur ke daerah Antapani menggunakan kendaraan roda dua. Berhubung sore itu jalanan sedikit padat, dalam waktu 20 menit-an kami tiba di resto Fat Oppa cabang Antapani yang berada sekitar 50m dari Supermarket Borma (salah satu supermarket favorit ibu-ibu karena dikenal dengan harganya yang relative murah). 

 

Baca juga : Fat Oppa Restoran Khas Korea Favorit Anak Muda Bandung


Tiba di restoran saya disambut oleh dua orang petugas pria yang memakai seragam lengkap termasuk masker wajah, faceshield serta sarung tangan. Secara spontan saya pun menghampiri sudut tempat washtafel berada. Setelah mencuci tangan dan diperiksa suhu tubuh saya dan suami dipersilahkan untuk langsung masuk. 

 

dine in fat oppa
 

 

Oya ini kunjungan pertama saya ke resto Fat Oppa cabang Antapani. Resto Fat Oppa cabang Antapani terdiri dari 2 lantai. Di lantai 1 terdapat area makan, area kasir, toilet serta dua sudut spot untuk foto-foto. Sedangkan di lantai 2 selain terdapat area makan juga tersedia area mushola bagi pengunjung beragama islam yang ingin melaksanakan ibadah sholat. 

 

Area makan di resto Fat Oppa memiliki ciri khas, yaitu tempat duduk tipe lesehan dan tempat duduk dengan bangku kayu. Sebenernya saya ingin makan di tempat duduk bertipe lesehan namun karena di area tersebut sudah ada dua pasang pengunjung lain, dengan pertimbangan menjaga jarak saya pun memilih tempat makan dengan bangku yang berada di bagian dalam. 

 

fat oppa cabang antapani

 

 

fat oppa

 

Alasan Makan Diluar Ketika Corona 

 

Berikut ini beberapa alasan kenapa saya berani memutuskan untuk makan diluar ketika Corona, antara lain karena restoran Fat Oppa yang saya datangi menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat seperti : 

- Mengharuskan pengunjung untuk melakukan reservasi terlebih dahulu melalui nomor handphone (aplikasi whatsapp), 

- Mewajibkan pengunjung yang datang untuk menggunakan masker ketika datang ke restoran, 

- Mewajibkan pengunjung untuk mencuci tangan menggunakan sabun di washtafel yang tersedia di pintu masuk restoran, 

- Restoran menyediakan hand sanitizer yang diletakkan di pintu masuk.

- Mewajibkan pengunjung untuk di cek suhu tubuhnya terlebih dahulu (memastikan suhu tubuh pengunjung normal sesuai standar), 

- Ada jarak aman antara meja makan, serta

- Menerapkan batas waktu kunjungan bagi pengunjung yang akan makan di tempat (maksimal 60 menit). 

 

Menurut saya hal-hal tersebut cukup kondusif buat saya untuk makan di tempat dengan perasaan tenang dan aman. 

 

Pilihan Menu Paket New Normal Di Resto Fat Oppa 

 

Dalam suasana New Normal ini, resto Fat Oppa memiliki menu khusus edisi New Normal. Paket hemat menu makanan khas Korea dengan harga terjangkau yang cocok untuk dikonsumsi bareng teman atau pasangan.




Berhubung saya datang berdua dengan suami, saya pun memilih paket new normal untuk couple (pasangan). Dengan seharga Rp 70.000 kami mendapatkan 2 porsi nasi putih, 1 porsi Woo Samgyeop, 1 porsi Kimchi, 1 porsi Dak Bulgogi serta 2 gelas Boricha (ice tea). 

 

paket new normal couple
 

Sebagai makanan penutup tersedia menu Strawberry Bingsu (es serut yang diberi susu kental, topping wafer serta topping buah strawberry segar), namun saya lebih memilih menu ice cream Freezy Bites. Es krim rasa buah-buahan yang rasanya enak banget. Perpaduan rasa buah dan rasa susunya sangat terasa di lidah. I love it

 

freezy bites
 

 

Dan menurut salah seorang waitress yang bertugas, es krim rasa Mangga dan rasa Durian yang saya pilih adalah rasa es krim favorit yang banyak digemari oleh pengunjung yang datang ke Fat Oppa. Pantes saja rasa es krimnya berhasil bikin saya ketagihan hehe. 

 

Selain menu new normal couple, ada juga menu untuk rame-rame, menu new normal Jjigae (Rp 150.000), menu new normal BBQ (Rp 185.000) dan menu new normal BBQ + Jjigae (Rp 215.000) yang bisa dikonsumsi oleh 4 orang. 



Oya menu untuk anak (kids menu) juga ada lho, jadi ga usah khawatir kalo si kecil ikut makan di Fat Oppa, mereka tetap bisa menikmati makanannya sendiri. 

 

kids menu

 

Well, keputusan untuk makan diluar ketika Corona memang ada di tangan kita masing-masing. Yang pasti akan lebih baik kalo kita tetap #StaySafe #stayAtHome. Kalopun kita ingin mengkonsumsi menu makanan tertentu makanan khas restoran, saat ini hampir semua  restoran sudah go online. Kita tinggal pesan dan bisa menikmatinya di rumah. 

 

Baca juga : Fat Oppa Menyediakan Menu Frozen Food ala Barbeque Yang Bisa Dipesan Online

Sarrahgita.com - Dari sekian banyak acara TV, ada dua acara TV yang jadi favorit saya.  Yaitu acara talkshow Tonight Show dan  Padi Reborn Sang penghibur. Keduanya tayang di stasiun TV yang sama, Net TV.

Yang membedakan acara Tonight Show sudah tayang sejak 7 tahun yang lalu (Mei 2013) sedangkan Padi Reborn sang penghibur adalah acara talkshow terbaru Net TV yang baru tayang sejak pertengahan bulan Juli 2020 lalu.

Dan kali ini saya ingin membahas tentang acara talkshow Padi Reborn Sang Penghibur. Karena acara TV yang baru tayang dua kali tersebut ternyata meninggalkan kesan tersendiri di hati saya. Sangat menghibur, cenderung kocak dan  bisa bikin saya tertawa hingga tersenyum sendiri karena sejenak ingat masa lalu #eh

Secara band Padi ini adalah salah satu band lawas yang lagu-lagu hits nya pernah menemani saya menjalani masa-masa abg (anak baru gede) dulu. Hehe.

Padi reborn sang penghibur
sumber : liputan6.com



Episode Pertama Acara Padi Reborn Sang Penghibur Menghadirkan Seorang Bintang Tamu Yang Bikin Surprised


Episode pertama Padi Reborn Sang Penghibur tayang di Net TV pada hari Jumat, tanggal 17Juli 2020 mulai pukul 21.00 WIB. Acara tersebut berkonsep talkshow dengan kelima personil Padi yang berperan sebagai pembawa acara dan akan mewawancarai sang bintang tamu.

Dan untuk bintang tamu yang akan hadir di episode pertama waktu itu cukup bikin saya surprised lho karena menghadirkan sosok  penyanyi Rossa yang notabene adalah mantan istri dari drummer Padi yaitu Surendro Prasetyo alias Yoyok.

Sebagai penonton saya pun langsung dibuat penasaran dan pengen tahu. Akan canggung kah Yoyok ketika sedang mewawancarai Rossa?

Namun di luar ekspektasi saya, ternyata Yoyok terlihat luwes dan cenderung humoris. Sehingga suasana pun terasa cair. Bahkan Rossa pun sesekali menggoda Yoyok. Yang kemudian ditimpali oleh para personil band Padi lainnya. Hmm, Saya pun menyimpulkan kalo hubungan mereka tetap terjalin dengan baik walopun menikah hanya lima tahun dan kemudian bercerai pada tahun 2009. *Netijen Sotoy haha


Konsep Acara Talkshow Padi Reborn Sang Penghibur



Acara berkonsep Entertainment Talkshow ini berdurasi selama 60 menit. Selain personil Band Padi sebagai pembawa acara. Hadir juga Sahila Hisyam (artis sinetron) dan Adjis Doa Ibu (komika). Sahila Hisyam berperan sebagai co-host sedangkan Adjis Doa Ibu bertugas untuk memberikan jokes-jokes berupa roasting untuk menambah seru suasana. Roasting adalah serangkaian jokes yang dilontarkan oleh pelawak tunggal (stand up comedian) yang bertujuan untuk meledek dan menertawakan penonton atau pelawak tunggal lain yang dijadikan sasarannya.

Ya kehadiran seorang komika dianggap mampu memberi warna segar pada sebuah acara talkshow. Terbukti ada beberapa acara talkshow lain yang juga menghadirkan komika sebagai penambah seru acara.

Oya di acara talkshow Padi Reborn setiap bintang tamu yang hadir, akan didaulat untuk menyanyikan satu buah lagu Padi yang paling mereka suka. Tentunya band Padi memiliki beberapa lagu yang pernah hits pada masanya. Seperti Kasih Tak Sampai, Semua Tak Sama, Begitu Indah, Maha Dewi dan masih banyak lagi.

Dan ada salah satu lagu Padi yang melekat terus di ingatan saya sampai sekarang. Lagu tersebut adalah lagu Sobat. Single pertama band Padi yang  bercerita tentang dunia persahabatan yang dibumbui oleh perasaan diam-diam, menyukai pasangan sahabatnya sendiri. Ups. And  I’ve been there.. Ehh. Tapi itu sudah lewat dan berlalu haha.

Yang pasti melalui acara Padi Reborn Sang Penghibur ini saya baru ngeh  kalo lirik lagu-lagunya Padi ini sangat berkarakter dan sarat makna.

Sekilas Tentang Band Padi Reborn


Sebagai anak tahun 90-an saya sangat familiar dengan band Padi. Band asal Surabaya bergenre alternative rock yang lahir pada tanggal 08 april 1997 ini memiliki 5 orang  personil yang terdiri dari Piyu (lead gitar), Fadli (vocal), Yoyok (drum), Rindra (bass) dan Ari (gitar). Namun banyak yang belum tahu kalo sebenarnya band Padi sudah terbentuk sejak tahun 1996, ketika mereka masih kuliah di Universitas Airlangga, Surabaya dan nama band yang pertama kali mereka gunakan adalah band Soda. Hingga pada tahun 1997 mereka kemudian mengganti nama band nya menjadi Padi.

Padi memulai debut mereka di dunia music Indonesia pada akhir tahun 1990-an melalui single Sobat dalam album kompilasi Indie Ten. Di awal tahun 2000-an lagu-lagu Padi mulai banyak digemari oleh kalangan anak muda hingga band Padi pun berhasil mengantongi banyak penghargaan mengharumkan kancah dunia permusikan Indonesia. Salah satu prestasi terbaik band Padi adalah pada tahun 2012, dimana jumlah album yang berhasil terjual di seluruh Indonesia mencapai angka kurang lebih 4 juta copy album. Wow luar biasa ya  !

Bernaung di bawah perusahaan rekaman Sony Music, hingga saat ini band Padi sudah  mengeluarkan enam album, yang bertitel Lain Dunia  (1999). Sesuatu Yang Tertunda (2001), Save My Soul (2003), Tak Hanya Diam (2007), the Singles (2011) dan Indera Keenam (2019).

album ke enam padi reborn


FYI di tahun 2011 band Padi sempat memutuskan untuk vakum hingga akhirnya bermusik kembali pada tahun 2018 dengan menyematkan nama Reborn dibelakangnya. Album terbaru Padi Reborn pun muncul di tahun 2019 lalu.

Selain itu ada fakta menarik lainnya yang baru saya ketahui kalo ternyata band Padi ini juga pernah bermain di sebuah film televisi berjudul Menanti Sebuah Jawaban di tahun 2017 dan juga pernah membintangi beberapa iklan untuk beberapa produk diantaranya produk rokok, provider operator seluler, mie instant, minyak pelumas oli dan salah satu market place terbesar di Indonesia.

Semoga band Padi terus berkibar dan terus produktif menghasilkan karya-karya terbaiknya di dunia musik Indonesia.
  













Sarrahgita.com - Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menambah penghasilan. Salah satunya adalah dengan membuka usaha berjualan makanan. Di era teknologi digital seperti sekarang ini berjualan makanan bisa dilakukan di rumah tanpa harus repot menyewa ruko. Walaupun  akan menjadi ideal apabila rumah kita berada di pinggir jalan atau di lokasi yang cukup strategis. Usaha makanan atau usaha kuliner pun menjadi usaha yang cukup menggiurkan.

Setiap penduduk Indonesia pasti membutuhkan makanan sebagai kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari. Dan banyak sekali jenis makanan yang bisa kita jual, mulai dari makanan berat seperti nasi, makanan ringan seperti cemilan, hingga aneka minuman seperti kopi atau bubble tea yang memang sedang digemari oleh masyarakat khususnya anak muda.

Saya pun teringat pada salah seorang kerabat yang membuka usaha kuliner di rumahnya. Beliau bekerja sama dengan istrinya mengelola usahanya tersebut. Sehari-hari sang istri bertugas sebagai kasir, sedangkan sang suami bertugas sebagai tukang belanja bahan baku (sembako) kebutuhan kedai ke pasar atau ke pusat grosir. 

supplier sembako
photo : weekendnotes.com


Supplier Sembako Online Solusi Praktis Belanja Kebutuhan Usaha Kuliner


Bagi seorang pedagang kuliner, kegiatan berbelanja sembako merupakan sebuah aktivitas rutin yang harus dikerjakan. Supaya semua bahan baku bisa diolah menjadi makanan siap santap bagi para customernya.

Namun alangkah praktisnya apabila kegiatan belanja kebutuhan kedai atau restoran tidak harus  dilakukan secara konvensional lagi. Dalam arti tidak harus pergi ke pasar atau ke toko (keluar rumah) dan harus menempuh perjalanan yang tentu saja membutuhkan waktu.

Apalagi mengingat situasi dan kondisi beberapa bulan terakhir ini (pandemic covid-19 effect)  yang masih belum kondusif bagi siapapun untuk bebas beraktivitas dengan normal di luar rumah.

Atau adakalanya cuaca sedang tidak mendukung (hujan deras) dan berhalangannya tenaga operasional yang ada karena satu dan lain hal.

Maka layanan supplier sembako yang bisa diakses secara online kapan saja (24 jam) dan dari mana saja pun menjadi sebuah jawaban bagi para pedagang dan pengusaha yang membutuhkan layanan re-stock sembako secara praktis, cepat dan aman tanpa harus keluar rumah.


GoFresh by GoBiz Support System Bagi Pengusaha Kuliner


GoJek sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi digital pun meluncurkan layanan GoFresh. GoFresh adalah marketplace yang menyediakan supplier sembako dan bahan baku segar untuk kebutuhan kuliner mitra usaha GoJek.
  
GoFresh bisa diakses melalui aplikasi GoBiz, sebuah super App dari GoJek yang memberikan kemudahan bagi semua pelaku usaha, khususnya pengusaha kuliner supaya dapat fokus mengembangkan usahanya tanpa harus repot mencari support system bagi kelangsungan usahanya tersebut. 

GoFresh
photo : gobiz.co.id/gofresh


Contoh support system bagi para pengusaha kuliner itu biasanya berupa system pencatatan keuangan (administrasi) yang rapi, fasilitas pembayaran yang mudah, system pemasaran (marketing) yang efektif untuk mendapatkan customer dan pelanggan serta kebutuhan untuk mendapatkan supplier restoran yang terpercaya, berkualitas dan bisa diandalkan.

Dan apabila selama ini banyak pengusaha kuliner yang sudah go online dan terbantu sekali dengan adanya fasilitas pesan antar makanan via online (GoFood), maka akan lebih baik apabila para pengusaha kuliner pun mempercayakan urusan supplier sembako-nya pada layanan GoFresh by GoBiz.

Keuntungan Menggunakan Layanan GoFresh


Dengan layanan GoFresh by GoBiz pengusaha kuliner bisa mendapatkan beberapa keuntungan seperti :

  1. Harga yang relative murah. Bebas ongkos kirim untuk pembelanjaan minimal sebesar Rp 300.000
  2. Kemudahan cara pemesanan dan cara pembayaran yang beragam. Pemesanan dilakukan via aplikasi online dengan cara mengakses GoFresh dari aplikasi GoBiz. Sedangkan untuk pembayaran bisa dilakukan melalui beberapa metode seperti melalui virtual account, Alfamart, GoPay dan kartu kredit.
  3. Adanya fasilitas penjadwalan pemesanan dari supplier. Kita bisa memilih waktu dan tanggal pengiriman sesuai kebutuhan kita. Produk segar seperti daging dan sayuran akan tiba sebelum jam 12 siang dan produk groceries (sembako) akan tiba maksimal sebelum pukul 17.00 wib
  4. Jaminan ketersediaan dan kualitas bahan. GoFresh menyediakan aneka produk bahan baku untuk restoran dari berbagai supplier sembako, daging sapi / ayam, sayuran, telur dan lainnya.

Well, bagaimana pun keputusan untuk menentukan supplier ada di tangan pengusaha kuliner masing-masing. Dan ada beberapa tips penting yang harus diperhatikan ketika kita ingin memilih supplier yang terpercaya seperti :

-       Perhatikan kredibilitasnya (kapasitas supplier dan track record supplier).  
-       Konsistensi layanan (kualitas dan ketersediaan barang yang terjamin),
-       Adanya layanan garansi dan pengembalian barang (apabila ada barang rusak atau tidak lengkap)
-       Memiliki respon yang cepat dalam memberikan pelayanan. Hal tersebut menunjukkan keseriusan dan profesionalitas dalam berbisnis.
-       Adanya harga yang terbaik (harga yang masuk akal dan sesuai budget). Karena harga murah bukan berarti murahan, harga bisa menggambarkan kualitas dari sebuah barang. Dan tentu saja kualitas produk yang baik bisa membuat pembeli setia untuk memilih sebuah produk. Yekan?

Jadi pilihlah supplier yang tepat, karena supplier / distributor yang tepat bisa menunjang kelangsungan sebuah bisnis  supaya bisnis tersebut tetap berjalan lancar dan maksimal tanpa hambatan yang berarti terutama pada proses produksi. Yang pasti kehadiran supplier sembako online bisa mempermudah operasional usaha tanpa harus beranjak dari tempat usaha.