Sunday, March 16, 2014

Makanan Khas Kota Palu, Sup Kaledo

Ada yang bilang kalo berkunjung ke sebuah kota tentu tak lengkap apabila tak mencicipi makanan khasnya.

Dan saya beruntung, ketika mengunjungi kota Palu, Sulawesi Tengah, pada 2011 lalu. Saya sempat mencicipi sajian khas kota Palu yaitu sup Kaledo. 

Bersama suami saya mencicipi semangkuk sup Kaledo yang rasanya gurih, asem-asem pedes gitu deh. Beneran bisa bikin mata yang lagi ngantuk langsung melek. Seger bangeet.  Apalagi saat itu perut saya udah keroncongan belum makan siang. Sepiring nasi putih plus semangkuk sup kaledo pun habis tandas disantap hihi.

Sekilas sup Kaledo ini mirip sop buntut. Namun yang membedakan adalah ukuran tulangnya, ya iya lah tulang buntut dan tulang kaki pasti beda dong hehe. Saya pun jadi penasaran apa saja sih rempah-rempah yang ada di dalam sup kaledo tersebut.

Ternyata bahan-bahan yang digunakan untuk membuat sajian sup Kaledo tidaklah sulit. Selain daging dan tulang kaki sapi sebagai bahan utama, dibutuhkan rempah-rempah seperti asam jawa muda (supaya kuah sup tetap berwarna bening), jahe, serai, cabe rawit hijau dan jeruk nipis. Plus sedikit garam dan bumbu penyedap. Pantesan rasa kuahnya gurih n seger banget.

Dan saking nikmatnya, saya sampe lupa memotret sup Kaledonya deh haha...rasa sup Kaledo remang juara n bikin nagih 😋.

Oya tuk yang punya penyakit darah tinggi atau kolesterol sebaiknya tidak mengkonsumsi sup Kaledo dalam jumlah yang berlebihan. Karena tekstur kuahnya yang sangat gurih dikhawatirkan bisa memicu kambuhnya penyakit tersebut.

Maka setelah kita menyantap sup kaledo, kami pun mampir ke sebuah warung untuk minum air kelapa hehe.




Kalo jalan-jalan ke kota Palu jangan lupa makan sup Kaledo yaa..
Baca juga : Wisata Kuliner Makassar - Pepes Ikan Serui

Saturday, March 15, 2014

nola, khalil dan daurin

Sabtu sore, buka-buka koleksi foto di laptop, eh, ga sengaja nemu foto ini :)

Foto 3 anak kecil yang bikin saya jadi kangen sama mereka. 
Nola, Daurin dan Khalil, mereka bertiga adalah 3 orang anak kecil alias anak tetangga ketika saya tinggal di komplek Griya Tata Asri, Makassar.




kakak beradik Nola (kiri) & Daurin (kanan)




Nola & Khalil

Mereka bertiga mempunyai ciri khas masing-masing. lucu, menggemaskan dan ada-ada aja, maklum namanya juga anak kecil.

Nola, Daurin dan Khalil hampir tiap hari datang ke rumah, hanya tuk sekedar main.


i miss them :D



Monday, March 10, 2014

Berkunjung ke Trans studio

Trans studio merupakan sarana hiburan indoor terbesar yang ada di Indonesia.
Pertama kali di bangun di Kota Makassar, dan resmi dibuka pada sekitar akhir tahun 2009.

Dan sekarang Trans studio sudah hadir di kota Bandung.
Trans studio Bandung berada di mall BSM (Bandung Super Mall) di jalan Gatot Subroto sedangkan trans studio Makassar berada di daerah tanjung bunga, dekat pantai losari.

Dan, sebagai warga kota bandung, jujur baru bulan lalu saya masuk ke trans studio bandung,hehe, itu pun dalam rangka acara Family Gathering yang diadakan oleh kantor tempat suami saya bekerja.

Sedangkan tuk Trans studio makassar, saya pernah mengunjungi beberapa kali ketika saya sedang tinggal di kota Makassar.
Pertama kali kesana yaitu sekitar bulan ramadhan tahun 2009, saya dan suami penasaran pengen tahu seperti apa sih sarana hiburan indoor berkelas dunia yang dibuat di lahan seluas 2,7 hektar itu.



penampakan depan trans studio mall Makassar

Saat itu ketika baru pertama kali dibuka, walaupun keseluruhan pembangunan mall belum beres semua, jumlah pengunjung yang datang lumayan sudah cukup banyak. Terutama rombongan keluarga bersama anak-anaknya, bahkan ada pula yang mengajak neneknya.

Setiap orang yang akan masuk ke sarana hiburan trans studio mall akan dikenakan biaya masuk sebesar rp 100.000, termasuk diantaranya orang tua (baca : lansia) atau pun bayi (batita). Menurut saya aturan tersebut cukup aneh alias tidak logis. karena mana mungkin bayi berumur 6 bulan atau nenek berumur 60 tahun bisa menikmati dan menggunakan wahana permainan yang ada di trans studio.
entahlah, mungkin aturan tersebut berlaku dulu, ketika trans studio baru dibuka, mudah-mudahan sekarang aturan tersebut sudah tidak berlaku lagi dan lebih fleksibel.
 


kartu studio pass untuk bisa masuk ke Trans studio

kartu studio pass ini merupakan kartu elektronik yang menggunakan sistem deposit, yang mana saldonya akan berkurang, apabila kartu tersebut digesek dan digunakan di sebuah wahana permainan.Dan kartu studio pass ini, ini bisa diisi ulang, untuk kemudian digunakan sebagai alat bayar untuk membeli makanan ataupun berbagai macam merchandise yang dijual di dalam area wahana Trans studio.


view dari atas wahana bianglala di Trans studio Makassar
wahana paling favorit : komidi putar


safari track : menegangkan dan seru




Green Screen

Setelah mengunjungi trans studio, saya pun baru tahu, kalo dalam proses shooting sebuah tayangan di televisi, ada yang dinamakan dengan ruangan Green Screen. Seperti namanya, Green screen ini merupakan ruangan dengan latar berwarna hijau polos. Dan latar tersebut bisa diisi dengan gambar setiap saat sesuai setting an yang dibutuhkan.
Di dalam ruang green screen ini, kita sempat melakukan role play sebagai penonton di sebuah acara. Lumayan menyenangkan sebagai sebuah pengalaman baru khususnya buat saya. 




pasangan manis semanis permen haha
Candy Factory

Di trans studio ada candy factory, ya sesuai artinya, di dalam sebuah ruangan tersebut, isinya terdiri dari banyak sekali permen, layaknya pabrik permen. Setiap jenis permen mulai dari yang berukuran bulat, kotak, kecil sampai yang besar ada di sini, berwarna-warni sungguh menggoda mata.
Orang dewasa saja, kalo melihat permen sebanyak dan semenarik itu pasti akan tergoda untuk membelinya, apalagi anak-anak ya :D.



Sunday, March 9, 2014

Buah Srikaya

Entah kenapa, saat itu penjual buah pinggir jalan ini begitu menarik perhatian saya, foto ini saya ambil ketika melewati sebuah jalan di kota Makassar. 
Saya tidak ingat lagi nama jalannya tapi yang masih saya ingat, jalannya terletak di sekitar mal karebosi, setelah hotel singgasana, di sepanjang jalan tersebut banyak berjajar penjual buah.



Tampilan buah-buahan yang disusun bertumpuk seperti itu mempunyai daya tarik yang terlihat tampak natural.
Diantara buah-buahan yang terpajang, ada satu buah yang cukup istimewa buat saya, yaitu buah srikaya.
seumur hidup saya baru menjumpai wujud asli buah srikaya ini ketika saya tinggal di Makassar.

Sebelumnya saya hanya mendengar namanya saja tanpa mengetahui wujud asli buahnya.
dan yang saya tau,ketika saya kecil, srikaya itu merupakan nama makanan yang sering dibuat oleh ibu saya dan terbuat dari roti tawar.

ini dia wujud si buah srikaya :


buah Srikaya


Di makassar, buah srikaya ini juga diolah menjadi salah satu penganan khas makassar yang biasa dijadikan sebagai oleh-oleh yaitu selai kaya.


sumber foto






 


Follow @sarrahgita On Instagram

© sarrah gita's blog. Made with love by The Dutch Lady Designs.