Tuesday, May 22, 2018

Restoran Arab The Food Opera Hadir Kembali Di Kota Bandung

4:51:00 PM
Begitu mendengar nama jalan Riau, Bandung, setiap pecinta wisata kuliner tentu sudah tak asing lagi dengan nama jalan tersebut. Ya, jalan Riau yang memiliki nama resmi sebagai jalan LL RE Martadinata ini  memang sudah terkenal sebagai wilayah kuliner dan wilayah belanja pakaian (factory outlet area) Bandung.

Dari ujung Riau (perempatan mal BIP) hingga ujung Riau satu lagi (perempatan Ahmad Yani), berjajar berbagai macam restoran yang menyajikan sajian kuliner mulai dari makanan khas lokal hingga makanan restoran ala Eropa.

Namun banyak yang belum tahu, kalo masih di seputaran jalan Riau terdapat sebuah jalan bernama jalan Gandapura (tak jauh dari Taman Pramuka), yang sekarang mulai berkembang menjadi area kuliner juga.

Sebut saja beberapa destinasi kuliner favorit yang ada di jalan Gandapura seperti Pizza Hut, Giggle Box,  The Larder at 55, Pinch Of Salt, toko kue Bawean, toko kue Delfino dan masih banyak lagi.

Dan mulai bulan Mei 2018 ini, di jalan Gandapura tersebut hadir sebuah ‘restoran lama rasa baru’ yang menawarkan sajian khas Arab yaitu The Food Opera Bandung.



The Food Opera Jalan Gandapura No 27 Bandung

Bagi kamu para pecinta kuliner Bandung tentu pernah mendengar nama restoran The Food Opera sebelumnya. Resto The Food Opera memang pernah hadir di kota Bandung (pernah buka di jalan Dago dan Taman Sari), hingga kemudian mulai 21 Mei 2018 resto The Food Opera Bandung resmi buka kembali di kota Bandung dan berlokasi di jalan Gandapura no 27 (tak jauh dari resto dan toko kue Bawean).

Dan saya senang sekali sudah berkunjung kesana, mencicipi sajian makanan khas Arab (Arabian cuisine) ala resto The Food Opera. Wihh rasa makanannya mantap banget lho. Sangat pas di lidah saya.   


Karena selain dimasak oleh para chef berpengalaman yang telah lama  bekerja di Timur Tengah, rasa makanan khas Arab yang ada di The Food Opera memang sudah dimodifikasi / disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.

Pilihan Menu di The Food Opera Bandung 

Menu di restoran Arab tentu tak jauh dari makanan berbahan dasar daging kambing, namun manteman ga usah khawatir karena selain menu berbahan dasar kambing, The Food Opera Bandung juga menyediakan menu lain yang berbahan dasar daging sapi dan daging ayam.

Jadi kita ga usah ragu kalo mau ngajak anak-anak yang belum tentu suka makanan berbumbu ala makanan Arab, karena The Food Opera juga menyediakan menu seperti kentang goreng, chicken wings dan chicken nuggets.

Foto-foto makanan di buku menu The Food Opera sungguh bikin ngiler semua
Pilihan menu di The Food Opera memang sangat beragam (hampir 60 menu), yang terdiri dari : 

1. Makanan khas Arab (Arab cuisine) seperti nasi kebuli, nasi mandhi dan nasi briyani. Pilihan nasinya terdiri dari nasi lokal dan nasi Basmati. Nasi Basmati ini merupakan nasi khas Arab yang harganya bisa mencapai Rp 87.000/kg nya lho. Harga nasi Arab dibandrol mulai Rp 31.000 s/d Rp 65.500 per porsinya. Sedangkan untuk nasi plus lauk mulai Rp 89.500 s/d Rp 110.500.


Nasi kebuli yang gurih dengan kambing bakar, acar, topping kacang mete dan bawang goreng serta emping. Perpaduan cita rasa khas Arab yang sempurna

2. Special Package, merupakan paket istimewa yang disajikan dalam nampan dan bisa disantap oleh 5 orang. Wah seru nih..apalagi dimakannya di tempat bernuansa lesehan ala The Food Opera. Berasa di mana gituu hehe.

Area lesehan di The Food Opera Bandung

Menu nampan untuk 5 orang | foto by : Maria Soemitro
3. Special Grills
   Resto The Food Opera memiliki tagline 'Spesialis Daging Kambing Bakar'. Karena yang menjadi menu andalannya adalah kambing bakar muda yang dibakar menggunakan arang kayu dan aneka rempah-rempah asli Timur Tengah.

Harga kambing bakar di The Food Opera berkisar mulai Rp 100.500 s/d Rp 352.000, tergantung berat dagingnya (tersedia dalam ukuran 300gr, 500gr dan 1kg). Sedangkan untuk iga bakar kambing muda (Riyaz) dibandrol dengan harga Rp 89.500 (plus kentang goreng).

Menu Marrocan Lamb disajikan di atas hotplate | daging kambingnya lembut banget dan ga ada bau khas kambing sama sekali.
4. Khobus.
   Khobus ini adalah sebutan untuk roti khas Arab yang disajikan dengan pilihan rasa asin atau manis. Tuk pilihan rasa asin terdiri dari isian daging cincang, daging ayam dan daging kambing. sedangkan tuk khobus manis hadir dengan isian Chocomaltine plus pisang dan keju. hmm..khobus Chocomaltine ini rasanya juara banget. Rasa manisnya pas dan berhasil bikin saya ketagihan. Enaak.


My favorito Khobus Chocomaltine | rasa manisnya pas..bikin ketagihan | Rp 35.000

Oya tuk makanan ringannya, selain khobus, ada juga kebab, shawarma, sambosa, shorbah soup (soup kambing), roti jala & roti cane serta Salata (salad).


Shawarma isi daging sapi Rp 38.500


Roti jala kari kambing Rp 70. 000 | rasa kuahnya ada pedas-pedasnya gitu
Salad Turki ala The Food Opera

Salad Khadra yang terdiri dari mixed fresh vegetables, salad  oil and lemon juice | Rp 25.000

5. Aneka Minuman
    Menu minuman yang ada di The Food Opera pun cukup beragam mulai dari aneka teh, aneka minuman dingin dan minuman hangat, aneka frappe, yoghurt, fresh juice dan mocktail.


Teh Arab alias Syal Adhani


Aneka Minuman bersoda


Minuman dengan rasa mint yang unik


Mocktail dengan nama Kimo Ino terdiri dari potongan buah naga dan buah kiwi..hmm segerr | Rp 49.500
6. Desserts
   Untuk makanan penutupnya (desserts), The Food Opera menyediakan beberapa pilihan seperti puding caramel, ice cream aneka rasa, fruity yogurt, Cremme brulle dan Ummi ali. hmm nama yang terakhir itu lucu juga ya..Arabian banget hehe, tapi sayang waktu itu saya ga sempet coba dessertnya.

Mungkin itu pertanda kalo saya harus balik lagi ke The Food Opera nih, soalnya mulai tanggal 21 mei s/d 27 mei 2018, The food opera memberikan promo opening diskon sebesar 50% untuk semua makanan (khusus makan di tempat / dine in).

Huaaa..mauuu.

Yuk ajak teman atau keluarga, makan bareng-bareng alias bukber di The Food Opera Bandung. Dan share disini bagaimana kesan-kesannya mencicipi makanan khas Arab ala Food Opera yang kalo menurut saya sih..juara banget.

Apalagi The Food Opera menyediakan fasilitas ruangan VIP yang muat untuk 12 orang dan juga fasilitas mushola yang nyaman dan bersih, yang bisa digunakan untuk sholat maghrib selepas berbuka puasa.

Oya kalo kesananya mau rame-rame jangan lupa reservasi dulu ya 😘

The Food Opera
Jl. Gandapura No 27 Bandung
Jam operasional          :  16.00 PM – 22.00 PM (selama Ramadhan)
                                         10.00 AM – 22.00 PM (hari biasa)
Reservasi & catering  : 0813.1222.3741
Instagram                      : @thefoodopera_bdg









Saturday, May 19, 2018

Bandung Creative Hub Sarana Kreatifnya Orang Bandung

9:28:00 PM
Sabtu sore itu cuaca cukup cerah, hari yang santai untuk menikmati weekend di rumah sambil me time. Jujur, biasanya saya paling malas kalo harus keluar rumah disaat weekend dan apalagi long weekend, tapi kali ini saya memutuskan untuk mengunjungi sebuah gedung yang terletak di sebuah sudut jalan, antara jalan Laswi dan jalan Sukabumi, Bandung. Yaitu sebuah gedung dengan desain unik yang mengundang perhatian setiap orang yang sedang melewatinya, gedung Bandung Creative Hub (BCH).

Gedung Bandung Creative Hub tampak atas (photo by Dudi Sugandi)
Oya, ini kali kedua saya mengunjungi gedung tersebut, tuk yang pertama saya tak sengaja datang kesitu karena ingin mengikuti sebuah acara, namun ternyata acara tersebut sudah lewat alias saya ketinggalan, hehe

Namun kali ini, saya datang sesuai jadwal dan bahkan kecepetan rupanya. Gapapa ada untungnya juga sih, jadi sambil menunggu saya bisa berkeliling dulu ke seluruh gedung BCH, untuk melihat-lihat ada fasilitas apa aja sih di gedung tersebut.

Salah satu sudut di BCH

Kreatif juga ya anak tangga dikasih quotes kayak gini..sebelum naik tangga belajar bahasa inggris dulu yes haha
Ternyata gedung BCH yang warna-warni ini memiliki lima lantai, yang didalamnya terdapat fasilitas lengkap seperti ruang auditorium, co-working space,ruang studio musik serta ruang studio fotografi. Dan bahkan ada juga sebuah coffee shop yang tentunya menyediakan fasilitas wifi dan minuman kopi yang cocok buat menemani waktu kreatifmu disana.

Ice chocolate by Kozi Coffee at Bandung Creative Hub
Dan semua fasilitas yang ada di BCH tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Bandung sebagai sarana untuk berkarya dan melakukan kegiatan-kegiatan kreatif, seperti halnya kegiatan yang diadakan oleh salah satu komunitas kreatif Bandung yang bernama Sampurasun Kreatif.

Rangkaian acara yang diadakan oleh komunitas Sampurasun Kreatif mulai tanggal 07 mei s/d 13 mei 2018 di BCH
 
Acara kreatif yang diadakan oleh Sampurasun Kreatif di BCH didukung oleh Radio Oz, I Radio dan Artland Craft Material

Diantara rangkaian acara yang diadakan oleh komunitas Sampurasun Kreatif tersebut, ada satu acara yang menarik perhatian saya. Acara tersebut berhubungan dengan dunia fotografi dengan tema Di Balik Lensa Proses Kreatif, menghadirkan seorang pembicara yaitu kang Dudi Sugandi. Wah saya pun jadi penasaran nih, karena yang saya tahu kang Dudi Sugandi ini adalah seorang fotografer senior di harian Pikiran Rakyat yang juga aktif menggunakan drone sebagai sarana dalam pengambilan fotonya.

Satu tahun terakhir ini saya memang memiliki ketertarikan pada dunia fotografi terutama pada foto-foto yang memiliki tema landscape atau cityscape, apalagi kalo foto tersebut diambil dari atas (menggunakan drone), seperti foto-foto hasil karya kang Dudi, dimana foto yang dihasilkan terlihat tampak lebih menarik dan dramatis. 

Hasil foto Kang Dudi menggunakan Drone | follow deh IG nya @dudisugandi dan intip hasil foto karya kang Dudi yang keren lainnya
Sharing Session Di Balik Lensa Proses Kreatif Bersama Dudi Sugandi

Acara yang saya ikuti Sabtu sore itu (12/05) diadakan di ruang auditorium yang ada di lantai 3, dan saya baru pertama kali masuk ke ruang auditorium BCH yang ternyata ruang bagian dalamnya bagus bangeet. Ruangan lumayan besar, mirip bioskop gitu deh, namun bedanya di bagian depan terdapat sebuah pangggung berukuran besar.
 
Ruang Auditorium BCH yang sangat nyaman dengan kursi berwarna oranye yang bisa digunakan untuk mengadakan workshop
Duh di ruangan ini saya kok jadi mager ya, mungkin efek dari ac ruangan yang sejuk serta lagu jaman 90an yang sempat diputar sebelum acara dimulai....me time banget nih..berasa mo nonton konser musik ..haha.

Baca juga : Menemukan My Me Time di Cokotetra

Kang Dudi on stage bersama MC Syam Khadarisman
Di sesi ngobrol santai tersebut, Kang Dudi bercerita tentang perjalanan kariernya terjun ke dunia fotografi, sejak jaman kuliah hingga sekarang. 

Kang Dudi menceritakan tentang pengalamannya ketika masih magang yaitu iseng memotret tiang rambu lalu lintas yang rusak, kemudian dimuat di Koran Pikiran Rakyat, dan akhirnya tiang rambu lalu lintas pun diperbaiki.

Melalui hal tersebut kang Dudi pun menyadari bahwa ternyata sebuah foto memiliki nilai lain selain keindahan, yaitu bisa membawa perubahan di masyarakat. 

Hingga akhirnya kang Dudi pun memilih untuk fokus di dunia fotografi, yang berhasil membesarkan namanya hingga sekarang. Karena selain bisa membawa perubahan di masyarakat, hasil karya fotografi juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi apabila ditekuni secara serius. 

Melalui dunia fotografi kang Dudi bisa mengunjungi banyak tempat di Indonesia hingga ke luar negeri. Dunia fotografi memang identik dengan dunia travelling. Wahh seru banget yaa.

Fyi di rangkaian acara yang diadakan oleh sampurasun kreatif ini (termasuk di acara sharing session with Dudi Sugandi), hadir salah seorang seniman yang bergerak di bidang graphic recording yaitu kang Imawan Atmosudirjo

Kang Imawan memiliki kemampuan untuk merekam isi sebuah kegiatan ke dalam sebuah tulisan dan gambar. Jadi semua isi materi yang disampaikan oleh Kang Dudi sore itu berhasil dirangkum oleh kang Imawan dan dituangkan ke dalam sebuah karya seperti berikut ini :

Hasil rangkuman acara sharing session bareng Dudi Sugandi yang dituangkan dalam bentuk graphic recording

Kang Imawan Artmosudirjo - seniman graphic recording
Dan kalo ingin tahu lebih banyak dan penasaran tentang apa sih graphic recording itu? Man teman bisa datang langsung ke gedung BCH karena sejak tanggal 15 Mei s/d 20 Mei kang Imawan akan mengadakan pameran berjudul Graphic Recording Exhibition bertempat di ruang pameran lantai 1 BCH mulai pukul 10.00 s/d 18.00 wib.



Selamat berkunjung ke BCH ya!

Yuk manfaatkan fasilitas yang ada untuk terus berkarya dan selalu kreatif.

Dan nantikan acara-acara kreatif lainnya yang bakal diadakan oleh para anak muda Bandung di Bandung Creative Hub.

Bandung kreatif..Bandung juara !

Jangan lupa follow instagramnya @bdg.creativehub dan ikuti terus update-an info terbarunya.

Berfoto bersama dua orang kreatif yang inspiratif (kika : kang Dudi Sugandi, Ayu Oktariani, Saya)


Bandung Creative Hub (BCH)
Jalan Laswi no 7, Bandung


Thursday, May 17, 2018

Bangga Jadi Generasi Milenial..Bangga Jadi Relawan TIK

1:47:00 AM
Ketika mendengar tentang istilah generasi milenial, apa sih yang ada di benak teman-teman? Kalo yang ada di benak saya sih generasi milenial adalah generasi yang identik dengan dunia digital. Yaitu generasi yang hampir sebagian besar aktifitasnya tak bisa lepas dan tergantung pada teknologi internet. Saya banget nih kayaknya haha. 

Dan semua orang pasti setuju kalo teknologi internet memang sangat membantu dan mempermudah aktifitas kita sehari-hari, namun nyatanya masih banyak dari kita yang belum sadar dan belum mengetahui bagaimana cara menggunakan internet secara benar dan bijak.

Nah sehubungan dengan hal tersebut Diskominfo dan relawan TIK ( Teknologi Informasi dan Komunikasi) kota Bandung mengadakan sebuah acara yang mengajak para generasi milenial termasuk diantaranya para pelajar SMA dan SMK yang ada di kota Bandung serta anggota beberapa komunitas yang ada di kota Bandung, untuk berkenalan lebih jauh dengan profesi relawan TIK (RTIK), sebuah profesi yang sebenarnya erat kaitannya dengan penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari.

Membangun generasi digital dan jiwa relawan TIK pada siswa SMA, SMK dan komunitas di kota Bandung di Hotel Prime Park (30/04)

Apakah Relawan TIK Itu?

Di jaman sekarang, istilah relawan tak lagi identik dengan bidang sosial dan kemanusiaan saja lho, namun juga mulai merambah ke bidang teknologi dan informasi seperti halnya relawan TIK ini.

Karena pada dasarnya relawan memiliki pengertian sebagai kita yang melakukan aksi kebaikan dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat

Apabila kita memiliki kemampuan untuk mengelola setiap informasi yang berasal dari internet dan kemudian mau membantu secara sukarela untuk menyebarkan kembali informasi tersebut, secara baik dan positif kepada masyarakat luas itu artinya kita memiliki jiwa sebagai relawan TIK.
Dan mendengar kata RTIK, ingatan saya pun langsung tertuju pada seorang sosok pria muda aktif yang bernama Mochamad Latif. 


M. Latif (berkemeja biru) selaku ketua RTIK kota Bandung
Dalam kesehariannya M.Latif menjalankan tugas sebagai relawan sekaligus sebagai ketua RTIK kota Bandung. Sesekali mengunjungi setiap kota yang ada di Indonesia, membantu mensosialisasikan tentang apa itu internet dan bagaimana cara menggunakannya secara baik dan benar.

Banyak hal-hal yang harus kita hindari di medsos seperti melakukan spamming, menyebarkan hoax, curhat berlebihan, memberikan data pribadi dsb
Selain sudah tersebar di seluruh penjuru kota di Indonesia, profesi relawan TIK ini juga sudah mulai dikenal di ajang internasional karena pada tanggal 19-23 Maret 2018 lalu  para relawan TIK mengikuti acara World Summit On The Information Society yang diadakan di Jenewa, Swiss. Wah, hebat ya.




Belajar Membuat Video Menggunakan Handphone Untuk Hal Positif (Smartphone Videography)


Selain mengenal apa itu profesi relawan TIK, para siswa SMA dan SMK yang hadir di acara tersebut juga praktek langsung belajar bagaimana cara membuat video menggunakan handphone. 

Saat ini video menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan informasi yang sedang digemari oleh para netizen, karena sifatnya yang interaktif dan cenderung lebih menarik dibandingkan dengan berita dalam bentuk tulisan. Entah karena faktor minat baca yang masih rendah atau apa ya? haha peer lagi nih.

Sebagai pengisi acara dalam materi smartphone videography tersebut, hadir kang Geri Sugiran, yang sengaja datang dari Sukabumi untuk memberikan informasi dan tips tentang bagaimana cara membuat video menggunakan handphone termasuk informasi mengenai jenis-jenis cerita dalam video dan istilah-istilah pengambilan gambar dalam membuat video. 

Kang Geri Sugiran
Sebagian besar anak jaman sekarang tentu sudah tahu bagaimana cara membuat video menggunakan handphone, karena sudah banyak aplikasi video maker yang cara penggunaanya cukup mudah dan tinggal diinstall di handphone.  

Namun untuk kontennya sendiri mungkin masih belum terarah (masih suka-suka). Dan di sesi smarthone videography tersebut dipilihlah tema Pilkada aman dan damai (sehubungan warga Jabar akan mengikuti Pemilihan Kepala Daerah di bulan Juni 2018 nanti).
Mereka pun berusaha untuk sekreatif mungkin membuat konten video yang menarik. Hingga kemudian terpilihlah 3 pemenang video terbaik, yang mana juara pertama diraih oleh perwakilan siswa dari sman 14 bandung, dan mendapatkan hadiah berupa 1 buah  sepeda. Wahh..senangnyaa.




Melalui acara tersebut diharapkan para generasi milenial mau ikut serta menjadi bagian dari relawan TIK, karena hal-hal yang berkenaan dengan literasi digital memang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus kita galakkan terus.

Dan menurut ibu dr. Ahyani Raksanagara (kepala diskominfo kota Bandung), program sosialisasi mengenai relawan TIK ini akan berlanjut terus, berupa program lanjutan mengadakan kunjungan-kunjungan secara langsung ke setiap sekolah yang ada di kota Bandung.

Mudah-mudahan program tersebut segera terealisasi dan lebih banyak lagi generasi muda yang mau bergabung menjadi relawan TIK.

Yuk jadi RTIK..jadi milenial !



Friday, May 11, 2018

Bandung Punya Spot Favorite Baru : Greko Creative Hub

3:46:00 AM
Halo manteman..

Ga kerasa ya..dalam beberapa hari ke depan kita udah masuk bulan ramadhan aja gitu..
Hari pertama ramadhan tahun ini jatuh pas tanggal 17 mei kalo ga salah..which is 3 hari setelah hari ultah saya *duh kok jadi pengumuman ya hehe (baca : ngarep supaya sekalian didoain sama mentemen semua..sehat terus, rejeki lancar, usaha berkah..amiin)

Nah, ngomongin soal ramadhan yang identik dengan hunting makanan menjelang bukber, saya pengen cerita nih pengalaman saya tiga hari yang lalu (09/05), hunting makanan ke sebuah foodcourt baru di Bandung yang bernama Pasar Pinuh Greko.

Yuk kita #eatventure ke Pasar Pinuh Greko
Pasar Pinuh Greko Bandung

Ga tau kenapa saya termasuk orang yang hobi banget kulineran, seneng nyicipin makanan baru plus exciting kalo berkunjung ke tempat makan baru, apalagi kalo design interiornya instagramable. Penting lhoo..*catet haha.
Pasar pinuh Greko berada di lantai 3 gedung Greko Creative Hub, Jalan Ahmad Yani no 134 – 136, Bandung
                                             (persis di sebrang supermarket Yogya Kosambi). 
 
Salah satu spot instagramable di @pasarpinuh_greko

Wah jarang-jarang nih saya maen ke daerah Kosambi. Mengingat selama ini Kosambi identik dengan pasar Kosambi dengan banyak pertokoan lawas di sepanjang jalannya. 

Pasar Kosambi adalah sebuah pasar tradisional terkenal di Bandung yang sudah ada sejak jaman dulu kala, namun belum banyak perubahan hingga saat ini. Kayaknya setaun sekali jarang deh saya berkunjung ke daerah Kosambi ini. Padahal jaraknya ga terlalu jauh dari rumah. Kenapa yaa?

Tapii, semenjak tahu kalo sekarang di Kosambi ada tempat keren bernama Greko Creative Hub, plus foodcourt kekinian kayak Pasar Pinuh Greko, saya kayaknya bakalan sering-sering maen ke Kosambi nih. 

Soalnya jenis makanan yang ada di Pasar Pinuh Greko cukup bervariatif, harganya pun cukup terjangkau, untuk minuman berkisar antara Rp 20.000 s/d 25.000 dan untuk makanannya dibandrol mulai Rp 34.000  s/d 39.000. Dan yang paling penting rasa makanannya memang pas dan  cocok di lidah saya.

Oya di Pasar pinuh Greko ada roti tissue lho, roti tissue ini pertama kali saya cicipi di sebuah rumah makan khas Aceh di Surabaya, dan di pasar pinuh Greko saya kembali nyicipin roti tissue yang rasanya enak banget..manis tapi gurih gitu..enak deh pokoknya..apalagi kalo disandingkan dengan minuman es Teh Tarik..maknyuss bisa bikin ketagihan. 

Roti tissue yang endess tapi makannya cuma sekejap, rebutan sama temen haha
Selain roti tissue masih banyak menu makanan lain yang unik (jarang ditemui di foodcourt) dan wajib kamu coba, kayak nasi goreng rawon (nasi goreng warna item plus semangkok kuah rawon), makanan khas Kupang - Se’i sapi, mie Kwantung Makassar alias mie Titi dan masih banyak lagi. 

Nasi goreng rawon favorite bunda
Es jelly khas Pontianak katanya sih
Dan yang istimewa, dari pasar pinuh Greko ini kita bisa menikmati pemandangan kota Bandung (cityview) lho, plus pemandangan gunung-gunung cantik seperti gunung tangkuban perahu, yang terlihat dengan jelas dari area balkon (outdoor area) foodcourt Pasar Pinuh Greko.

Bahkan menjelang sore hari kita bisa menyaksikan sebuah pemandangan indah, lewatnya pesawat terbang yang seolah-olah menuju ke arah matahari tenggelam (sunset), seru banget khan.


Pemandangan dari area balkon foodcourt pasar pinuh Greko sore itu

Cocok banget deh buat dijadiin tempat makan sekaligus tempat janjian nongkrong bareng temen. Soalnya lokasi Greko Creative Hub ada di tengah kota (dekat perempatan Asia Afrika), dan mudah dijangkau oleh kendaraan umum.

Tempat Apakah Greko Creative Hub (GCH) ini?

Mendengar kata Greko Creative Hub, sebagian orang masih bertanya-tanya, tempat apakah ini? 
Greko adalah singkatan dari The Green Kosambi
Apakah apartemen, hotel, mal atau apa ya? Karena jujur beberapa waktu sebelumnya, ketika Greko Creative Hub masih dalam tahap pembangunan, saya menyangka kalo bangunan tersebut adalah sebuah apartemen.
 
Apartemen di Greko Creative Hub Bandung dikelola oleh The Ascott Limited (perusahaan property living asal Singapura)
Dan setelah saya berkunjung dan berkeliling ke seluruh area bangunan, saya merasa surprise. Karena gedung GCH ini terdiri atas 21 lantai dimana 5 lantai paling bawah merupakan area creative centre (terdiri dari coworking space, mal dan foodcourt), dan 12 lantai berikutnya adalah service residence / apartment (mulai lantai 6 dst). 

Kolam renang dengan Bandung cityview di lantai 6 Apartemen Somerset Asia Afrika (Greko Creative Hub)
Greko Creative Hub ini ditujukan bagi para generasi milenial yang memiliki aktifitas tinggi, cenderung aktif dan kreatif. Salah satunya yaitu dengan menyediakan fasilitas co-working space (area kantor bersama) yang bisa disewa kapan pun ketika dibutuhkan, bisa per jam, per hari atau per minggu, fleksibel sesuai kebutuhan. Dan Co working space yang ada di GCH ini dikelola oleh Conclave, sebuah perusahaan penggagas co-working space di Indonesia yang sudah memiliki dua co-working space sukses di Jakarta.

Dan yang menarik di lantai 2 GCH terdapat sebuah area kreatif dengan brand Indigologia, Indigologia menjadi sebuah wadah yang menampung berbagai jenis hasil karya kreatif anak bangsa (bisnis UKM) di bidang tekstil seperti Taman Bali Fabrik, Canting Raja Batik dan Kandura Keramik.

Keramik Kandura unyu kecengan akuh
Yang menjadi ciri khas utama dari Indigologia ini adalah adanya teknologi laser print dari Jeanologia (perusahaan tekstil dan desain dari Spanyol), yang membuat cetakan gambar di atas permukaan kain berbahan denim. 


Proses pembuatannya canggih banget lho, hanya dibutuhkan waktu kurang dari 5 menit saja, untuk menghasilkan sebuah gambar cantik dengan teknologi laser printing. (bisa custom sesuai selera kita). 

Selain itu Jeanologia juga mengusung konsep ramah lingkungan (eco friendly) karena bisa menghemat 85% penggunaan air dan tanpa limbah (zero wasted). Keren banget ya.

Cocok dengan konsep GCH yang merupakan area hunian mixed use yang mengusung konsep lingkungan hijau (green living) serta kreatif. GCH pun memfasilitasi berbagai usaha kreatif baik dari dalam maupun luar negeri untuk berinovasi lebih canggih dan ramah lingkungan.

Bandung memang dikenal sebagai salah satu kota dengan penduduknya yang memiliki jiwa kreatif dan aktif berkarya, maka tepat sekali apabila Bandung memiliki sarana seperti BCH ini. 

Event Menarik Fashion Show By Indigologia x Itang Yunasz Di lantai 2 Greko Creative Hub

Nah di hari Kamis, 10 mei 2018, GCH mengadakan soft opening yang dibuka oleh acara fashion show by Indigologia yang berkolaborasi dengan perancang terkenal Indonesia yaitu Itang Yunasz. #IndigologiaItangYunasz


Dan saya turut menyaksikan bagaimana para model-model cantik dan ganteng itu membawakan pakaian hasil rancangan Itang Yunasz, wow, baju-bajunya keren bangeet lho.  Baju-baju rancangan Itang Yunasz dengan tema etnik daerah Sumba sungguh bikin saya terkagum-kagum, kok bisa ya bikin baju secantik itu. 

Model Senk Lotta memperagakan salah satu karya Itang Yunasz
Saya jadi langsung bayangin itu harga satu bajunya berapa ya kira-kira? Apalagi berdasarkan penuturan Itang Yunasz baju-baju tersebut akan dibawa ke ajang pameran go international. Wahh pantesann. Sebuah prestasi yang luar biasa karya anak bangsa bisa tampil di kancah dunia internasional.

Selain baju-baju etnik yang terinspirasi dari daerah Sumba, Itang Yunasz juga memamerkan hasil rancangannya yang bernama #Allea yang berkolaborasi dengan Indigologia.

Galeri Indigologia concept store ada di lantai 2 Greko Creative Hub | koleksi denimnya bikin mupeng
Baju-baju #Allea rancangan Itang Yunasz tersebut memiliki style yang lebih kasual sehingga bisa digunakan dalam aktifitas sehari-hari dan ditujukan untuk kaum muda berusia mulai 17 tahun s/d 40 tahun.


Sungguh sebuah pengalaman yang menarik bisa berkunjung ke acara soft launching Greko Creative Hub, sekaligus bangga mengetahui bahwa sekarang kota Bandung semakin berkembang dan memiliki lebih banyak wadah / sarana yang mendukung setiap warganya dalam berkarya, khususnya di bidang ekonomi kreatif.

Sosok pemimpin kreatif dari Bandung (Ridwan Kamil) yang mendukung warga nya untuk semakin kreatif berkarya |
Kaos dengan teknik laser print by Jeanologia ini bisa pesen dengan gambar sendiri, harganya cuma 150K aja lho | kalo penasaran cuss mampir ke Greko creative hub yaa

Terima kasih..
Bandung kreatif Bandung juara !
Salam kreatif !

Greko Creative Hub
Jl. Ahmad Yani no 134-136 Bandung
Instagram : @grekocreativehub
                     @pasarpinuh_greko

Baca juga : Bandung Creative Hub Sarana Kreatifnya Orang Bandung

kumpulan emak blogger

i'm a member of