Wednesday, February 14, 2018

Pengalaman Menarik Mengikuti Pelatihan Jurnalistik Bareng Siswa SMU

9:23:00 PM
Sore itu, udara di kampung Sampireun cukup dingin, apalagi sebelumnya hujan sempat turun. Namun cuaca dingin tersebut, tidak mengurangi antusias para peserta yang sedang berada di aula, untuk menyimak beberapa materi tentang ilmu jurnalistik.

Ya, sekitar hampir 60 orang siswa dan siswi dari dua sekolah menengah atas di Bandung (SMA Negeri 10 dan SMK Bahagia, Bandung), turut serta dalam sebuah acara pelatihan yang diadakan oleh Dinas komunikasi dan informatika (Diskominfo) kota Bandung.

Suasana pelatihan jurnalistik di Aula Kampung Sampireun
Setiap tahun, Diskominfo kota Bandung mengadakan berbagai macam pelatihan, sebagai bagian dari program kerja mereka (agenda rutin tahunan). 

Dan di acara pelatihan yang diadakan menjelang akhir tahun 2017 ini, tema yang dipilih adalah Pelatihan Jurnalistik Bagi Relawan TIK Kota Bandung
Relawan TIK merupakan inisiasi dari kementrian komunikasi dan informatika untuk membangun komunitas pegiat teknologi, informasi dan komunikasi. Dimana anggota relawan TIK tersebut terdiri dari berbagai latar belakang seperti akademis (guru/dosen), siswa sekolah, blogger dan sebagainya.

Dan saya bersama teman-teman dari komunitas emak2 blogger (KEB) Bandung, turut hadir di acara pelatihan jurnalistik tersebut sebagai bagian dari relawan TIK kota Bandung. 

*fyi relawan TIK adalah relawan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, yang tersebar di seluruh kota di Indonesia

Ketika Siswa SMU Berkenalan Dengan Ilmu Jurnalistik

Apabila mendengar kata jurnalistik, ingatan kita biasanya langsung tertuju pada sebuah profesi yaitu wartawan atau biasa disebut jurnalis. 

Jurnalis adalah seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik, atau orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan/dimuat di media massa secara teratur.

Mengenal profesi jurnalis
Walaupun tidak semua orang sanggup dan mampu menulis sebuah berita, terutama berita yang baik dan benar, setiap orang bisa belajar untuk mulai menulis dan membuat berita.

Dimana berita itu sendiri terdiri dalam berbagai macam bentuk, yaitu antara lain :

1. News (berita fakta)
2. Views (berita berdasarkan opini/sudut pandang seseorang)
3.Wawancara (berita berdasarkan hasil wawancara dengan sebuah nara sumber   terpercaya)
4. Paper Trail (berita yang diperoleh berdasarkan penelusuran info dan dokumen). info dan dokumen tesebut bisa berasal dari banyak sumber seperti data publik, dokumentasi & kliping, penggalian bahan online, makalah, pidato dsb)

Nah di sela acara pelatihan tersebut, salah seorang pemateri yaitu kang Ari Syahril yang juga adalah ketua APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), meminta semua peserta pelatihan, untuk membuat sebuah berita singkat berupa views (sudut pandang masing-masing), tentang perjalanan dari Bandung menuju Garut.

Tak disangka kegiatan praktek menulis berita tersebut, mendapat respon beragam dari para peserta, terutama dari para siswa sekolah, yang rata-rata masih kebingungan dan ragu untuk mulai menulis. 

Padahal menurut kang Ari, mau memulai adalah salah satu poin penting dalam kegiatan menulis / pelaporan, selain tentunya memperbanyak referensi serta usahakan untuk menggunakan kalimat aktif dalam setiap penulisan berita.

Dan kami cukup terhibur dengan isi tulisan salah seorang siswa yang isinya sangat polos sekali, yang bercerita tentang minuman bajigur...kalo inget itu saya jadi suka senyum-senyum sendiri tuh..jadi inget tulisan saya jaman abege dulu..hehe..

Suasana acara pelatihan sore itu cukup hangat dan santai. Walaupun cuaca cukup dingin plus turun hujan membuat saya sedikit kurang fokus pada isi materi yang disampaikan. #mencarialasan #haha

Beberapa materi yang disampaikan adalah materi seputar perkembangan jurnalistik di Indonesia, bagaimana cara membuat berita yang baik dan benar, serta beberapa bahasan mengenai kode etik dalam bidang jurnalistik. 

Hingga mengundang perhatian beberapa orang guru dan kepala sekolah yang turut hadir mendampingi para siswa, untuk bertanya tentang salah satu kejadian di masa lampau yang pernah mereka alami.

Hal tersebut melibatkan beberapa orang oknum wartawan yang melakukan pemerasan, hingga oknum wartawan yang menulis berita hoax dan sempat mencoreng nama institusi sekolah mereka. Sebuah pengalaman yang tidak seharusnya terjadi karena meninggalkan kesan yang cukup negatif bagi para jurnalis kita.

Diskominfo Kota Bandung Dan Program Kerja

Selain pemberian materi tentang ilmu jurnalistik, pihak panitia dari Diskominfo, memberikan sesi pertanyaan berupa kuis, sehingga suasana pun terasa lebih akrab dan interaktif

Pertanyaan kuis pun diberikan langsung oleh Kepala Diskominfo kota Bandung, Ibu dr. Ahyani Raksanagara, M.Kes, sebagian besar pertanyaan berkaitan dengan hal-hal yang menyangkut penyebaran berita hoax (berita yang tidak jelas isi dan sumbernya), perisakan (bullying) di internet, ujaran kebencian (hate speech) serta bagaimana cara mengatasinya.

Melalui acara pelatihan tersebut, diharapkan semua peserta, khususnya para siswa, memiliki cukup pengetahuan tentang literasi digital.
Mudah-mudahan Diskominfo kota Bandung secara kontinyu membuat program kerja yang tepat sasaran dan memiliki manfaat maksimal khususnya yang berkaitan dengan melek teknologi terutama teknologi media internet.

Terima kasih Diskominfo.

Baca juga : Pentingnya Literasi Digital Di Era Milenial

Saturday, February 10, 2018

Berkunjung ke Lumbung Rasa, Dago..Wahh..Makanannya Istimewa !

10:42:00 PM
Apabila mendengar kata Dago, semua orang pasti sudah familiar dengan nama tersebut. Ya, Dago merupakan nama sebuah jalan yang ada di kota Bandung, yang juga dikenal sebagai salah satu kawasan bisnis dan kuliner. Mulai dari ujung jalan Dago bawah sampai dengan ujung Dago atas, berjajar berbagai macam jenis usaha seperti factory outlet, hotel hingga usaha kuliner.

Nah di daerah Dago tengah (setelah pasar Simpang Dago), ada sebuah tempat kuliner sederhana tapi istimewa yang wajib kamu kunjungi lho, namanya warung kuliner Lumbung Rasa.

Salah satu sudut unik di warung kuliner Lumbung Rasa
Fyi : Lumbung rasa berdiri sejak tahun 2012, menyajikan menu khas Indonesia, serta fasilitas koneksi wifi gratis.

Warung Kuliner Lumbung Rasa, Dago, Jalan Ir.H. Juanda No 299 Bandung

Warung kuliner Lumbung Rasa,berlokasi tak jauh dari kantor Bappeda Bandung, atau persis di sebelah Alfamart sebelum supermarket Borma Dago. Tempat parkirnya yang lumayan luas, menarik perhatian saya untuk singgah kala itu. Pada kunjungan pertama, saya datang bersama suami. Saat itu cuaca sedang sedikit mendung, dan kami lumayan kelaparan. Kami pun memesan menu paket ayam plus nasi (paket ayam Gledek Juara). #juaraenaknya #juarapedasnya

Nasi Ayam Gledek Juara..yang rasa pedas sambelnya memang juara..namun bisa request sesuai selera
Menu yang cukup sederhana namun terasa nikmat di lidah. Perpaduan nasi putih hangat, ayam goreng serta sambelnya itu loh, pedasnya mantapp. Saat itu hujan mulai turun, kami pun memutuskan untuk memesan menu lain sebagai cemilan sambil menunggu hujan reda. Pilihan pun jatuh pada tahu berintik.

Tahu berintik yang bikin ketagihan
Voila ini dia si tahu berintik, yang rasanya gurih pedas, namun bisa membuat kami ketagihan. Jujur pas makan tahu brintik itu, saya merasa kepedesan, tapi tangan saya ga bisa berhenti nyomot lho..beneran.. haha.

Jujur kunjungan pertama saya makan siang di Lumbung rasa, cukup berkesan, lokasinya yang stategis dan rasa makanannya yang enak, membuat saya ingin berkunjung lagi kesana. Apalagi dari rumah saya menuju Lumbung Rasa hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit saja.

Baca juga : Must visit : Library cafe dekat Lumbung Rasa : Cokotetra !

Kunjungan Kedua, Menu di Lumbung Rasa Pun Tambah Bervariasi..Wow !

Hingga akhirnya, di awal Februari 2018 lalu, saya kembali berkunjung ke warung kuliner Lumbung Rasa. Saya disambut dengan banyak menu baru yang wajib saya coba pastinya 😃.

Oya, sudah menjadi kebiasaan, ketika berkunjung ke sebuah tempat makan, saya suka menanyakan langsung pada si mba/mas pelayan nya, menu apa saja yang menjadi andalan / favorit di tempat tersebut. Dan Teh Febri, selaku marketing di Lumbung Rasa pun menginformasikan, kalo Lumbung Rasa mempunyai 4 menu andalan yang wajib coba, yaitu :

    1.       Iga bakar coet

Iga bakar coet ala Lumbung Rasa Rp 39.500 termasuk nasi..worthed banget nih
    2.      Pedesan Bebek

Tekstur daging bebeknya lembut lho | Rp 19.500
     3.       Nasi goreng kambing

Menu nasi goreng kambing Rp 27.500..yang rempahnya berasa banget | lagi ada promo buy 2 get 1

      4.       Nasi ayam gledek juara
 
Paket ayam gledek juara
     Dari ke empat menu andalan tersebut, saya sudah pernah mencicipi nasi ayam gledek, tak heran menu tersebut jadi menu andalan, karena rasanya memang enak dan menjadi favorit (ada rasa daun jeruk yang menjadikannya istimewa). Selain bisa request kadar kepedasan sambalnya, menu nasi ayam gledek ini juga hadir dalam kemasan paket hemat (harga paket hemat Rp 16.500). Karena wilayah Dago tengah ini memang dekat dengan wilayah kampus, dan juga dikelilingi oleh banyak tempat kost. 

Maka, di kunjungan kedua ini, saya memutuskan untuk mencoba menu lain selain nasi ayam. Setelah berembuk kami pun memilih menu andalan Lumbung Rasa lainnya, tak lama makanan pesanan kami pun datang.


Menu makan siang kami kala itu..wahh banyak ya..hihi
Setelah makan siang yang nikmat itu, kami pun merasa sangat kenyang dan saya merasa sedikit kepedesan, sedangkan teh Nchie, teh Efi dan teh Dydie tampak begitu menikmati menu pedas juara tersebut. Mungkin karena saya ga begitu doyan makanan pedas kali ya? (Baca : lidah dan perut ga bisa diajak kompromi) 🙈.

Padahal menu makanan favorit anak muda jaman sekarang, entah kenapa memang identik dengan rasa pedas. Mungkin salah satunya karena menu pedas bisa bikin selera makan bertambah, pedas tapi nagih..semacam guilty pleasure gitu deh 😂.

Minuman Favorit Saya di Lumbung Rasa : Jus Tanbu dan Es Pulut Ice cream

Sebagai pemadam kepedesan, 4 menu minuman pun hadir di atas meja. Ada es Goyobod, es Cingcau hijau, jus Tanbu (ketan Jambu) dan es Pulut. Untuk es Goyobod dan es Cingcau hijau, tentu sudah tak asing lagi di kalangan pecinta kuliner. Berbeda dengan jus Tanbu dan es Pulut ice cream, yang kemudian menjadi menu minuman favorit saya.

Jus Tanbu alias ketan Jambu
Menurut saya jus Tanbu (ketan jambu) ini, menjadi salah satu varian jus yang wajib untuk dicoba ketika berkunjung ke warung kuliner Lumbung Rasa. Perpaduan ketan hitam dan jambu batu menjadikan rasa jus Tanbu ini menjadi unik, manis asem seger. Warnanya pun ungu muda, tampak sangat menggoda.

Dan yang ga kalah enak, es Pulut pun menjadi minuman segar, yang cocok untuk dijadikan teman nongkrong bareng teman. Penggunaan ketan pada minuman es Pulut ini pun menjadi sesuatu yang istimewa. Namun berbeda dengan jus Tanbu yang menggunakan ketan hitam, es Pulut ini menggunakan ketan putih, yang kemudian dipadukan dengan sari kelapa, susu, es krim dan biji selasih. Rasanya manis dan segar. Me like it.

Es pulut ice cream ala Lumbung Rasa..my favorito : pic : IG @lumbung_rasa
Tak terasa, waktu pun beranjak sore, kalo udah kumpul bareng teman, waktu memang seakan cepat berlalu.  Sebuah hari Sabtu siang yang menyenangkan, makan bersama teman sambil ngobrol ngalor ngidul. Hingga kami pun sepakat untuk bertemu kembali, mengadakan acara kumpul-kumpul bareng teman-teman kami lainnya. Dan rumah teh Dydie pun dipilih untuk dijadikan sebagai tempat kami bertemu lagi minggu depan.

Oya, berbicara soal acara kumpul-kumpul dan acara makan-makan, ternyata Lumbung Rasa juga menyediakan jasa pesanan nasi box/ catering lho. Tak heran banyak kantor-kantor yang ada di seputaran jl. Dago menjadi pelanggan setia Lumbung Rasa.

Untuk pesanan nasi box/catering ini, customer bisa langsung menghubungi Lumbung Rasa di nomor telepon 022-2501485. 

Contoh nasi kotak Lumbung Rasa..tersedia mulai harga 25ribu /kotak
Sedangkan untuk orderan menu lainnya, pihak Lumbung Rasa juga bekerjasama dengan jasa layan antar Go-Food. Wahh, dah ga ada alesan lagi nih buat segera nyobain menu andalannya Lumbung Rasa.

Yuk cuss..


Wednesday, January 31, 2018

Trend Kue Kekinian Di Kota Bandung

3:06:00 AM
Sepanjang tahun 2017 lalu, Bandung diserbu oleh trend bisnis kue kekinian. Sebuah trend di dunia kuliner yang digawangi oleh para artis ibukota. 

Diawali oleh Laudya Cynthia Bella, seorang artis perempuan berhijab asal Bandung, yang pertama kali membuka toko kue kekinian di Bandung yaitu  Makuta. Dan beruntungnya Bella (nama sapaan Laudya Cintya Bella), karena sampai sekarang, kue Makuta milik Bella, menjadi salah satu kue favorit yang memiliki banyak penggemar. 

Terbukti dari ramainya antrian pengunjung di toko kue milik Bella, hingga banyaknya ‘calo-calo’ penjual kue yang ikut menjual kembali kue Makuta dengan menggunakan mobil di pinggir jalan. Sungguh sebuah fenomena yang menarik.

Dan sekarang Makuta memiliki 2 gerai di kota Bandung yaitu di jl. Van Deventer (daerah jl.Veteran) dan jl. Aruna (daerah jl.Pajajaran), Bandung.

  
Kue Makuta dengan jargonnya yang terkenal #iniTehNgangenin
Hingga, tak lama kemudian, bermunculanlah kue-kue kekinian milik artis-artis lain yang menyerbu kota Bandung. Seperti :
 
   1.    Princess cake

Nama Princess cake disematkan di nama kue ini, disesuaikan dengan nama pemiliknya yaitu Princess Syahrini. Ya, Princess cake ini merupakan brand toko kue milik artis papan atas Syahrini, yang akrab dengan nama sapaan princess atau incess, di kalangan penggemarnya.

Toko kue Princess cake berlokasi di Jl Cihampelas (setelah Mal Cihampelas Walk) yang identik sebagai jalur wisata. Banyak sekali wisatawan yang datang ke Bandung, sengaja berkunjung ke jalan Cihampelas.

Pembukaan gerai Princess cake yang diresmikan pada Juni 2017 itu, dihadiri oleh ibu Atalia (istri walikota Bandung). Cetar banget ga tuh. Para penggemar setia Syahrini pun rela datang berbondong-bondong tuk bisa berpartisipasi dalam acara tersebut. Apalagi ada kontes makan kue Princess cake yang berhadiah bisa dinner bareng Syahrini. Sungguh bikin penasaran.

Kue Princess Cake rasa tiramisu oreo yang bikin penasaran
    2.   Bandung Kanaya

Sama halnya dengan Princess Cake, toko kue Bandung Kanaya juga terletak di jl Cihampelas (sekitar 50m dari perempatan Ciumbuleuit). Bandung kanaya ini merupakan toko kue milik ibunda artis Raffi Ahmad, yaitu mama Amy.

Jujur sejak melihat kemasan kue Bandung Kanaya, saya tergoda ingin mencicipinya (kue Bandung Kanaya dikemas dalam bentuk paket, 1 kotak kue  beserta 1 toples saus / vla.
Kue Bandung Kanaya rasa matcha / green tea
Hingga akhirnya baru kemarin, di sebuah acara ulang tahun (27/01), saya mencicipi kue Bandung Kanaya ini, ternyata rasa kue Bandung Kanaya cocok banget di lidah saya, rasanya pas (tidak terlalu manis).

Dan cara makan kue Bandung Kanaya ini cukup unik lho, ada 2 cara yaitu dengan cara mengguyurkan saus / vla nya ke atas kue, ataupun dengan cara mencocolkan kue ke dalam saus / vla.

Saya sendiri lebih suka dengan cara yang kedua, karena ada sensasi tersendiri hehe. Oya, kue Bandung Kanaya sudah dipotong-potong berbentuk kotak kecil, sehingga memudahkan kita untuk memakannya, tinggal ‘hap’ aja. Dan ga kerasa 5 buah kue Bandung Kanaya pun masuk ke dalam perut saya dalam sekejap haha.

Kue Bandung Kanaya memiliki  beberapa varian rasa 
seperti original choco, matcha choco, dark orange, milky peanut dan white choco

Kalo penasaran pingin coba.. Langsung cuss aja ke gerainya yang ada di jalan Cihampelas no 316 atau ke jalan Riau ( The Outfit store).

   3.  Kunafe

Kunafe?..entah kenapa, pertama kali mendengar nama Kunafe, saya merasa sedikit janggal, karena warga Bandung yang mayoritas adalah suku sunda, tidak familiar dengan pengucapan kata yang mengandung unsur huruf f, seperti pada kata Kunafe.

Namun ternyata kata Kunafe ini merupakan sebuah kata plesetan yang berasal dari kata ‘kenapa’. Duo artis Irfan Hakim dan Ananda Omesh sebagai pemilik toko kue Kunafe ini memang dikenal sebagai sosok artis yang suka bercanda, sehingga nama yang dipilih pun mewakili sosok mereka berdua.

Mereka nyebutnya oleh-oleh jaman now
Kue Kunafe hadir dalam bentuk bulat (round cake). Tekstur kuenya lembut karena merupakan perpaduan antara Japanese cake dan butter cream. Walaupun menurut saya, rasanya relatif manis, saya masih penasaran lho sama Kunafe yang rasa durian, yang kalo kata orang sih, lebih enak dimakan dingin alias dimasukin ke kulkas dulu, duhh..kabitaa..

Selain rasa green tea, Kunafe rasa tiramisu merupakan best seller 😀
     4. Pevo cake

     Melihat trend bisnis kue kekinian yang semakin ramai di kota Bandung, di November 2017, artis pemain film, Pevita Pearce pun ikut serta membuka toko kue nya yang bernama Pevo Cake. 


     Pevo cake berlokasi di jl. Veteran no 40, masih satu area dengan gerai Makuta milik Bella. Ya, Jalan Veteran, Bandung sekarang sudah menjadi kawasan kuliner, Mulai dari bakso soun yang lagi hits di Bandung, toko kue, cafe, hingga pempek bisa ditemui di sepanjang jl. Veteran tersebut.

     Kabarnya Pevita terjun ke bisnis kue ini, karena terinspirasi oleh sang nenek yang tinggal di Inggris, yang suka dan gemar menyajikan makanan manis seperti kue sebagai dessert.
  
     Saya sendiri belom pernah nyicipin Pevo cake ini, tapi kalo liat tampilan dan varian rasa kue nya sih sepertinya cukup menggoda ya, apalagi ada rasa red velvet favorit saya. Tapi entah saya yang kudet ato kurang kekinian, pamor Pevo cake ini agak kurang terdengar gaungnya dibanding kue sejenis lain ya?
 

  5.  Madinah cake

Dan kue kekinian pendatang baru yang hadir di kota Bandung adalah Madinah cake. Artis kontroversial Angel Lelga,mencoba peruntungannya di bisnis kuliner, dengan membuka gerai Madinah cake yang berlokasi tepat di sebelah gerai Kunafe, Jl. Banda.

Gerai Madinah cake ini resmi dibuka pada awal Desember 2017 lalu, bertepatan dengan masa liburan panjang (long weekend). Yang tentunya mengundang antusias masyarakat Bandung dan juga para wisatawan lokal yang sedang berkunjung ke Bandung.
Madinah cake tampil dengan cake crumb dan warna-warnanya yang cantik


Hadirnya kue kekinian di tengah-tengah kita, memang merupakan sebuah fenomena baru, Masyarakat pun dibuat penasaran, ingin mencoba seperti apa sih rasa kue tersebut?

Promo marketing yang menarik serta nama besar sang artis pemilik toko kue tersebut, tentunya ikut memiliki peran, dalam mempertahankan eksistensinya sebagai kuliner yang kemudian disebut bisa dijadikan sebagai oleh-oleh dari Bandung.

Bagaimana menurutmu..setuju ga sih, kalo kue kekinian ini kemudian menjadi kuliner oleh-oleh khas Bandung?







kumpulan emak blogger

i'm a member of