Saturday, August 5, 2017

Berkunjung ke Pameran Filateli Dunia 2017 di Trans Studio Mal Bandung

Beberapa minggu yang lalu, saya membaca sebuah informasi di surat kabar. Kalo kota Bandung akan menjadi tuan rumah sekaligus penyelenggara sebuah acara bergengsi kelas internasional yaitu pameran filateli dunia. 

 
Pameran Filateli Dunia (World Stamp Exhibiton) | Bandung, 03-07 Agustus 2017

Waahh. Begitu mendengar kata filateli, ingatan saya langsung terbang ke masa lalu, tepatnya ke masa jaman saya masih sekolah dasar dulu (sekitar 25 tahun yang lalu), oemjii, udah lama banget yak.  

Dulu, saya sempat mengkoleksi beberapa macam perangko, kebanyakan perangko dalam negeri sih, dan ada beberapa perangko yang berasal dari luar negeri, karena waktu itu saya sering menerima surat dan kartu pos dari bapak, yang sedang melanjutkan sekolah di India. Duh, saya jadi kangen kegiatan berkirim surat nih . Dan perangko tersebut kemudian saya kumpulkan. Hingga saya lupa, dimana sekarang buku koleksi filateli saya itu berada.

Buku filateli (philatelic passport) yang bisa diperoleh pengunjung secara gratis | untuk menempelkan koleksi perangko dari berbagai negara yang ada di pameran filateli dunia 2017
Mengenal sejarah filateli

Menurut saya filateli merupakan sebuah kegiatan yang sangat menarik. Sebuah hobi mengumpulkan perangko atau benda pos lainnya terutama benda pos edisi lama. Kata Filateli (philateli) sendiri berasal dari bahasa yunani yaitu dari kata philos dan kata ateleia. Philos artinya teman sedangkan ateleia artinya bebas bea. 

Secara harfiah, filateli dapat diartikan membebaskan teman atau kawan dari bea pos.Perwujudan dari pembebasan bea pos tersebut adalah berupa perangko yang telah dibayarkan oleh si pengirim dan melekatkannya pada sampul surat sebagai bukti pembayaran.

Dan untuk kata perangko berasal dari franco yang diambil dari nama seorang Italia bernama Francesco de Tassis. Dia merupakan orang yang pertama kali melakukan pengantaran pos di Eropa pada tanggal 18 Januari 1505. 

*sumber : filatelisindonesia.wordpress.com

Pameran filateli dunia tanggal 03 – 07 Agustus 2017 di TSM (Trans Studio Mal), Bandung.

Berbekal rasa penasaran, pada Kamis siang (03/08/2017), saya pun menuju  Trans studio Mal (salah satu mal terbesar yang ada di kota Bandung). Acara pameran filateli tersebut diadakan di lantai 3 TSM selama 5 hari mulai hari Kamis sampai dengan hari Senin (03 - 07 Agustus 2017).

My favorite merchandise from world stamp exhibition
Kamis siang itu, di dalam ruangan terlihat banyak orang berkumpul membentuk barisan panjang, setelah saya hampiri, ternyata itu adalah antrian pengunjung yang ingin membeli benda filateli seperti kartu pos dan koleksi perangko limited edition. Wihh. Antriannya lumayan panjang loh. 

Tadinya saya hampir mau balik kanan ,karena saya pikir itu adalah antrian orang yang akan membeli tiket masuk, dan kemudian memutuskan tuk jalan-jalan di mal aja dulu haha. Namun ternyata pengunjung yang datang ke acara pameran tersebut bisa masuk dengan gratis alias tidak dipungut biaya.

Yuk kita langsung cari tahu, ada apa aja sih di dalam ruangan tempat pameran filateli dunia 2017 ini 😀.

Oya, karena acara pameran ini berkelas internasional, maka tak heran apabila banyak orang asing dari berbagai negara yang hadir untuk berpartisipasi dalam acara tersebut.

Seorang WNA sedang memotret patung Pak Pos | Brievenbus berarti kotak surat dalam bahasa Belanda 
Patung Pak Pos yang pernah sangat ditunggu pada zamannya

Dari sekian banyak koleksi perangko yang dipajang disana, ada beberapa koleksi perangko Indonesia yang menarik perhatian saya, seperti yang ini : 
Perangko seri alat musik tradisional Indonesia
Koleksi perangko seri motif kain tradisional Indonesia | bagus ya?
Perangko seri makanan tradisional Indonesia | wah seru ya☺
Perangko seri pakaian pernikahan tradisional Indonesia

Dan untuk koleksi perangko bersejarah yang berasal dari mancanegara, dipamerkan khusus di dalam sebuah ruangan besar. Semua koleksi perangko tersebut disusun di papan, yang memanjang membentuk lorong. Jumlah koleksi perangko yang dipajang di pameran filateli tersebut banyak sekali lohh. Nyampe ribuan deh kayaknya.   

 

 
 

Tak heran acara pameran tersebut diadakan selama 5 hari, karena memang satu hari ga akan cukup untuk melihat semua koleksi perangko yang dipajang.

Dan selama 5 hari tersebut diadakan banyak kegiatan menarik seperti permainan/games (Giant Stamp Puzzle), perlombaan (children philatelic competition), acara talkshow menarik, bertema Behind the stamp design (day 1) dan Literasi day (day 2). Dan juga berbagai macam acara hiburan berupa pertunjukan musik khas daerah seperti suling, kecapi, gendang dan angklung.

Berikut ini beberapa fakta menarik yang saya peroleh setelah berkunjung ke acara pameran filateli dunia 2017 :

  •     Perangko pertama Indonesia, dicetak di kota Yogyakarta dan dikeluarkan pada tanggal 01 Desember 1946. Dicetak menggunakan alat cetak sederhana menggunakan dua warna dasar.

  •    Terdapat booth khusus edisi penyanyi legendaris Elvis Presley. Yang selain memamerkan koleksi perangko bergambar Elvis, juga memajang beberapa buah kostum panggung yang pernah dipakai oleh Elvis. Yang merupakan koleksi pribadi Kilala Tilaar (anak laki-laki ibu Martha Tilaar, pengusaha kosmetik terkenal Indonesia).

  •     Ibu Martha Tilaar mendapatkan penghargaan, berupa penamaan sebuah spesies anggrek yang mengandung unsur nama beliau yaitu Coelogyne Marthae s.e.c Sierra dan diabadikan dalam sebuah perangko cantik bergambar anggrek dengan nominal Rp 20.000.

  •      Peruri (Perusahaan uang Republik Indonesia) membuka booth khusus sebagai institusi BUMN yang salah satu produk security printingnya terkait dengan dunia filateli. Dan booth ini menjadi booth yang paling banyak dikunjungi (terutama oleh anak-anak sekolah). Urutan kedua setelah philateli corner (loket khusus tempat membeli perangko dan kartu pos). 

  •     Di pameran filateli dunia 2017 terdapat berbagai macam koleksi perangko yang berasal dari 91 negara di dunia.

  •     Pameran filateli dunia 2017 mengadakan sebuah program bertema Postcard for President yaitu mengirimkan kartu pos kepada bapak presiden RI, Joko Widodo. Dengan isi pesan berupa, apresiasi, saran yang membangun serta harapan masyarakat pada bapak Presiden untuk membangun negeri ini. Dan siapa pun bisa berpartisipasi mengirim kartupos tersebut.

  •      Di Indonesia terdapat sebuah komunitas pecinta kartu pos yang bernama post crossing Indonesia. Post crossing adalah kegiatan saling berkirim kartu pos (postcard) baik antar sesama member di Indonesia maupun dengan member di luar Indonesia. 

     Jadi, di tengah arus teknologi informasi yang terus berkembang saat ini, saya pun tahu sekaligus senang bahwa kegiatan filateli ini ternyata masih diminati oleh masyarakat. Bagaimanapun juga, kegiatan filateli tetap mempunyai daya tarik tersendiri bagi penggemarnya, termasuk saya ☺.

So, keep calm and love filatelis!

 



7 comments:

  1. Wah ini nih, saya baca juga poster acaranya tapi ga bisa datenf huhuhuhu. sayanng banget ngelewatin acara nasional kayak gini nih. btw apa hubungannya memorabilia elvis dgn acara perangko ini ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada hubungannya sama sponsor kayaknya teh Ulu, di hari ke-4 ada special program dari Martha Tilaar, dan salah satu anaknya Bu Martha adalah pemilik memorabilia Elvis yang dipajang ituh

      Delete
  2. Bagus2 banget fotonya. Bikin nostalgia ke jaman sd pas koleksi perangko :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya yah..inget perangko jadi inget jaman SD :)

      Delete
  3. Seru! Saya jg dulu wkt sd koleksi perangko...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayaknya pada masa itu, hampir semua anak SD koleksi perangko yah :)

      Delete
  4. Keren banget ya filateli ini, kalo dulu rasanya hobi ini hampir semua orang menggeluti (termasuk sodara saya pada hobi koleksi perangko), sekarang hobi ini bisa jadi unik banget kalo masih ada yang tetep rajin koleksi (sambil bertukar surat).

    ReplyDelete