Wednesday, January 31, 2018

Trend Kue Kekinian Di Kota Bandung

Sepanjang tahun 2017 lalu, Bandung diserbu oleh trend bisnis kue kekinian. Sebuah trend di dunia kuliner yang digawangi oleh para artis ibukota. 

Diawali oleh Laudya Cynthia Bella, seorang artis perempuan berhijab asal Bandung, yang pertama kali membuka toko kue kekinian di Bandung yaitu  Makuta. Dan beruntungnya Bella (nama sapaan Laudya Cintya Bella), karena sampai sekarang, kue Makuta milik Bella, menjadi salah satu kue favorit yang memiliki banyak penggemar. 

Terbukti dari ramainya antrian pengunjung di toko kue milik Bella, hingga banyaknya ‘calo-calo’ penjual kue yang ikut menjual kembali kue Makuta dengan menggunakan mobil di pinggir jalan. Sungguh sebuah fenomena yang menarik.

Dan sekarang Makuta memiliki 2 gerai di kota Bandung yaitu di jl. Van Deventer (daerah jl.Veteran) dan jl. Aruna (daerah jl.Pajajaran), Bandung.

  
Kue Makuta dengan jargonnya yang terkenal #iniTehNgangenin
Hingga, tak lama kemudian, bermunculanlah kue-kue kekinian milik artis-artis lain yang menyerbu kota Bandung. Seperti :
 
   1.    Princess cake

Nama Princess cake disematkan di nama kue ini, disesuaikan dengan nama pemiliknya yaitu Princess Syahrini. Ya, Princess cake ini merupakan brand toko kue milik artis papan atas Syahrini, yang akrab dengan nama sapaan princess atau incess, di kalangan penggemarnya.

Toko kue Princess cake berlokasi di Jl Cihampelas (setelah Mal Cihampelas Walk) yang identik sebagai jalur wisata. Banyak sekali wisatawan yang datang ke Bandung, sengaja berkunjung ke jalan Cihampelas.

Pembukaan gerai Princess cake yang diresmikan pada Juni 2017 itu, dihadiri oleh ibu Atalia (istri walikota Bandung). Cetar banget ga tuh. Para penggemar setia Syahrini pun rela datang berbondong-bondong tuk bisa berpartisipasi dalam acara tersebut. Apalagi ada kontes makan kue Princess cake yang berhadiah bisa dinner bareng Syahrini. Sungguh bikin penasaran.

Kue Princess Cake rasa tiramisu oreo yang bikin penasaran
    2.   Bandung Kanaya

Sama halnya dengan Princess Cake, toko kue Bandung Kanaya juga terletak di jl Cihampelas (sekitar 50m dari perempatan Ciumbuleuit). Bandung kanaya ini merupakan toko kue milik ibunda artis Raffi Ahmad, yaitu mama Amy.

Jujur sejak melihat kemasan kue Bandung Kanaya, saya tergoda ingin mencicipinya (kue Bandung Kanaya dikemas dalam bentuk paket, 1 kotak kue  beserta 1 toples saus / vla.
Kue Bandung Kanaya rasa matcha / green tea
Hingga akhirnya baru kemarin, di sebuah acara ulang tahun (27/01), saya mencicipi kue Bandung Kanaya ini, ternyata rasa kue Bandung Kanaya cocok banget di lidah saya, rasanya pas (tidak terlalu manis).

Dan cara makan kue Bandung Kanaya ini cukup unik lho, ada 2 cara yaitu dengan cara mengguyurkan saus / vla nya ke atas kue, ataupun dengan cara mencocolkan kue ke dalam saus / vla.

Saya sendiri lebih suka dengan cara yang kedua, karena ada sensasi tersendiri hehe. Oya, kue Bandung Kanaya sudah dipotong-potong berbentuk kotak kecil, sehingga memudahkan kita untuk memakannya, tinggal ‘hap’ aja. Dan ga kerasa 5 buah kue Bandung Kanaya pun masuk ke dalam perut saya dalam sekejap haha.

Kue Bandung Kanaya memiliki  beberapa varian rasa 
seperti original choco, matcha choco, dark orange, milky peanut dan white choco

Kalo penasaran pingin coba.. Langsung cuss aja ke gerainya yang ada di jalan Cihampelas no 316 atau ke jalan Riau ( The Outfit store).

   3.  Kunafe

Kunafe?..entah kenapa, pertama kali mendengar nama Kunafe, saya merasa sedikit janggal, karena warga Bandung yang mayoritas adalah suku sunda, tidak familiar dengan pengucapan kata yang mengandung unsur huruf f, seperti pada kata Kunafe.

Namun ternyata kata Kunafe ini merupakan sebuah kata plesetan yang berasal dari kata ‘kenapa’. Duo artis Irfan Hakim dan Ananda Omesh sebagai pemilik toko kue Kunafe ini memang dikenal sebagai sosok artis yang suka bercanda, sehingga nama yang dipilih pun mewakili sosok mereka berdua.

Mereka nyebutnya oleh-oleh jaman now
Kue Kunafe hadir dalam bentuk bulat (round cake). Tekstur kuenya lembut karena merupakan perpaduan antara Japanese cake dan butter cream. Walaupun menurut saya, rasanya relatif manis, saya masih penasaran lho sama Kunafe yang rasa durian, yang kalo kata orang sih, lebih enak dimakan dingin alias dimasukin ke kulkas dulu, duhh..kabitaa..

Selain rasa green tea, Kunafe rasa tiramisu merupakan best seller 😀
     4. Pevo cake

     Melihat trend bisnis kue kekinian yang semakin ramai di kota Bandung, di November 2017, artis pemain film, Pevita Pearce pun ikut serta membuka toko kue nya yang bernama Pevo Cake. 


     Pevo cake berlokasi di jl. Veteran no 40, masih satu area dengan gerai Makuta milik Bella. Ya, Jalan Veteran, Bandung sekarang sudah menjadi kawasan kuliner, Mulai dari bakso soun yang lagi hits di Bandung, toko kue, cafe, hingga pempek bisa ditemui di sepanjang jl. Veteran tersebut.

     Kabarnya Pevita terjun ke bisnis kue ini, karena terinspirasi oleh sang nenek yang tinggal di Inggris, yang suka dan gemar menyajikan makanan manis seperti kue sebagai dessert.
  
     Saya sendiri belom pernah nyicipin Pevo cake ini, tapi kalo liat tampilan dan varian rasa kue nya sih sepertinya cukup menggoda ya, apalagi ada rasa red velvet favorit saya. Tapi entah saya yang kudet ato kurang kekinian, pamor Pevo cake ini agak kurang terdengar gaungnya dibanding kue sejenis lain ya?
 

  5.  Madinah cake

Dan kue kekinian pendatang baru yang hadir di kota Bandung adalah Madinah cake. Artis kontroversial Angel Lelga,mencoba peruntungannya di bisnis kuliner, dengan membuka gerai Madinah cake yang berlokasi tepat di sebelah gerai Kunafe, Jl. Banda.

Gerai Madinah cake ini resmi dibuka pada awal Desember 2017 lalu, bertepatan dengan masa liburan panjang (long weekend). Yang tentunya mengundang antusias masyarakat Bandung dan juga para wisatawan lokal yang sedang berkunjung ke Bandung.
Madinah cake tampil dengan cake crumb dan warna-warnanya yang cantik


Hadirnya kue kekinian di tengah-tengah kita, memang merupakan sebuah fenomena baru, Masyarakat pun dibuat penasaran, ingin mencoba seperti apa sih rasa kue tersebut?

Promo marketing yang menarik serta nama besar sang artis pemilik toko kue tersebut, tentunya ikut memiliki peran, dalam mempertahankan eksistensinya sebagai kuliner yang kemudian disebut bisa dijadikan sebagai oleh-oleh dari Bandung.

Bagaimana menurutmu..setuju ga sih, kalo kue kekinian ini kemudian menjadi kuliner oleh-oleh khas Bandung?







Monday, January 15, 2018

(Me time) Menginap Satu Malam Di Kampung Sampireun Garut

When you (really) need a vacation
And here I am
Enjoying one night at Kampung Sampireun Garut
Yeay !

Selamat datang di Kampung Sampireun, Garut
Jadi, setelah hampir 15 tahun yang lalu saya berkunjung ke desa Samarang, Garut, pada pertengahan Desember 2017, saya kembali menginjakkan kaki di desa Samarang, dengan berkunjung ke Sampireun Resort, Hotel and Spa atau yang lebih dikenal dengan sebutan kampung Sampireun.

Hampir setengah tak percaya, kalo dulu saya pernah tinggal di desa Samarang, Garut, sekitar 3 bulan saya sempat tinggal di sebuah rumah milik penduduk di desa Samarang, beramai-ramai bersama 6 orang teman dalam rangka, menyelesaikan mata kuliah KKN (kuliah kerja nyata).

Pernah tinggal di Garut merupakan sebuah pengalaman yang tak terlupakan dan meninggalkan banyak cerita lucu dan cerita cinta  #eh hingga saya pun sempat 'terbang' sejenak ke masa itu  *ciyee *berasa dejavu 

Dan kali ini saya kembali ke desa Samarang untuk tujuan lain, yaitu untuk berlibur sambil bekerja.

Pengalaman Pertama Berkunjung Ke Kampung Sampireun


Sudah sejak lama saya mendengar tentang keberadaan kampung Sampireun, beberapa kali saya melihat liputan di televisi tentang  betapa indahnya suasana di kampung sampireun, hingga sekarang saya bisa melihat langsung dengan mata kepala sendiri, indahnya suasana di kampung Sampireun. 

Pemandangan indah di kampung Sampireun, Garut

Tiba di lobby hotel Sampireun, saya langsung disambut oleh alunan musik sunda serta welcome drink, berupa minuman tradisional hangat khas Jawa Barat yaitu bajigur. Rasanya sungguh nikmat di tenggorokan, sesuai dengan cuaca di Kampung Sampireun yang relatif sejuk.

Setelah menikmati segelas bajigur hangat, saya pun melihat pemandangan di sekitar lobby, pemandangan sebuah danau besar yang konon katanya merupakan danau peninggalan jaman purba, yang dikelilingi oleh saung-saung tempat menginap para tamu. Sebuah pemandangan indah, yang membuat mata saya terasa segar kembali, karena jarang saya temui di perkotaan. 


 Pemandangan dari arah lobby Sampireun resort hotel & spa 

Lay out Kampung Sampireun yang luas 5,5 hektar dan memiliki 58 bungalow dengan nuansa perkampungan sunda

Kalo mau naik perahu di Sampireun sebaiknya pake pelampung ya..soalnya danaunya lumayan dalem..kurang lebih 3 m

Kampung Sampireun dikenal sebagai penginapan dengan nuansa perkampungan Sunda dengan pemandangan sebuah danau. Dan danau tersebut merupakan danau purba yang oleh warga setempat dikenal sebagi situ Sampireun. Situ dalam bahasa sunda memiliki arti danau. Situ Sampireun memiliki luas sekitar 1,5 hektar dengan ketinggian sekitar 1000 meter diatas permukaan laut.
Kampung Sampireun mulai beroperasi sejak Januari 1999

Semalam Di Kampung Sampireun


Saya merasa beruntung sekali bisa menginap di kampung Sampireun. Kamar yang saya tempati  merupakan sebuah kamar yang nyaman, dengan pemandangan menghadap langsung ke arah danau. Sepanjang mata memandang saya bisa melihat perahu-perahu yang siap untuk  dinaiki berkeliling danau. Wahh..sepertinya bakalan romantis banget kalo naik perahunya berdua sama suami ya hihi.

Ga kalah romantisnya..naik perahu di pagi hari bareng Risky sang pengantin baru

Ukuran kamar yang cukup besar (family room) dengan desain tradisional (terbuat dari bambu dengan dinding bilik), membuat saya merasa betah, 3 ruangan yang terdiri dari dua buah kamar tidur dengan 2 kamar mandi serta 1 buah ruang tengah (ruang televisi). Di bagian luar terdapat balkon tempat duduk-duduk sambil menikmati pemandangan ke arah danau.

Di bagian balkon terdapat permainan tradisional khas Jawa Barat Congklak

Bangun tidur di kampung Sampireun langsung disuguhi pemandangan indah ini

Menjelang malam hari, cuaca di kampung Sampireun terasa semakin dingin menusuk kulit, sementara saya lupa tidak membawa baju hangat, duhh, saya ga nyangka kalo udaranya bakal sedingin itu. *jaketmanajaket, dan kaos kaki yang saya bawa pun cuma satu, yang saya pakai sedari pagi. Padahal kalo lagi kedinginan, tidur memakai kaos kaki bisa membantu menghangatkan tubuh.

Kamar tempat saya menginap terletak tak jauh dari Amani spa ini | wah ada paket honeymoon nya #mupeng
Tapi cuaca dingin berhasil terlupakan dan terlewati oleh hangatnya suasana di dalam kamar, berbagi cerita sebelum tidur bersama teman-teman sekamar membuat saya merasa seperti abege lagi haha. Dan saya bahagia.. menikmati kebersamaan semalam bersama teman-teman.
my me time bersama teman-teman perempuan (girls day out)

Yang Istimewa Di Kampung Sampireun


Selama menginap di kampung Sampireun, ada beberapa hal yang cukup menarik perhatian saya, diantaranya yaitu lokasi area makan (restoran hotel) yang berada cukup jauh dari area lobby, sehingga untuk menuju area makan tersebut pengunjung harus berjalan kaki terlebih dahulu menyusuri jalan setapak yang diapit oleh pepohonan bambu yang rimbun, serta kolam ikan berukuran besar.

Suasana di kampung Sampireun yang back to nature
Pengunjung pun seolah berpetualang, bisa kembali merasakan suasana alam yang asli (back to nature). Merasakan segarnya udara serta mendengar suara gemerisik daun bambu yang tertiup angin.

Selain itu, di salah satu sudut hotel (dekat lobby), saya mendapati seorang penjual buah-buahan. Seorang ibu berkebaya hitam yang menjajakan berbagai macam jenis buah seperti jeruk, pisang, mangga, alpukat dan jambu air.

Spot buah-buahan yang berhasil menarik perhatian para ibu

 
Jambu air segar yang berhasil menarik perhatian saya ☺☺

Sebuah pengalaman yang menarik, menginap di kampung Sampireun, Garut. Mudah-mudahan di kesempatan lain saya bisa datang lagi berkunjung ke kampung Sampireun, bareng keluarga atau pasangan.

Thank you kampung Sampireun.


Tuesday, January 2, 2018

First Post In 2018 : About Finding My New Hobby In 2017

 

Halo..selamat pagii..

Semangat pagi 2018 !!

Waduh..kalimat pembukanya terdengar ‘ruar biasa’ kali ya kaka
 
Gapapa dong..namanya juga masih dalam suasana awal tahun baru

Yes, Happy New Year 2018 !

New Year New Resolution

Bicara soal tahun baru (new year) pasti identik dengan new resolution. Dan kalo bahas soal apa sih resolusi saya di tahun baru ini?..

Hmm..seperti yang sudah-sudah, daftar resolusi yang saya tulis kadang hanya menjadi sebuah resolusi tanpa realisasi #hehe 

Beberapa ada yang berhasil saya capai, namun sebagian besar masih tetap setia berada di dalam ‘daftar tetap’ resolusi tahunan saya *OMG.. 

Yang rata-rata resolusi tersebut berhubungan dengan self management yang masih berantakan, seperti kebiasaan makan yang masih semaunya (yang berefek pada susah turunnya berat badan) *huft.. kebiasaan ngatur duit yang ga jelas (ga pake manajemen pembukuan), dan masih banyak lagi hal lainnya (baca : banyak bangeeeeed). #duhh

So, kali ini saya memutuskan untuk tidak hanya sekedar ikut-ikutan membuat 'resolusi tanpa action’.

But..l’ll do n I’ll try my best what I can do best

Follow @sarrahgita On Instagram

© sarrah gita's blog. Made with love by The Dutch Lady Designs.