Thursday, March 30, 2017

#MemesonaItu Ketika Melakukan Perjalanan Wisata Bareng 40 Orang Wanita Dari Komunitas Foto

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi kota Semarang dalam rangka kunjungan wisata (the culture visit 2017) bersama 40 orang wanita dari sebuah komunitas foto.

The culture visit 2017
Sungguh sebuah pengalaman yang menyenangkan dan tak terlupakan, bisa berkunjung ke beberapa tempat di kota Semarang yang memiliki nilai sejarah seperti Lawang sewu, klenteng sam Poo Kong dan kawasan Kota Lama.

Kami tergabung dalam sebuah komunitas foto dan memiliki minat yang sama akan fotografi. Salah satu hal yang memesona buat saya, semua anggota dalam komunitas foto ini adalah perempuan. Perempuan dengan segala pesona dan kecantikannya selain identik sebagai objek foto juga memiliki keinginan untuk belajar fotografi. Fotografi merupakan salah satu kegiatan yang mulai digemari oleh para wanita muda akhir-akhir ini. Jadi, salah satu tujuan kami mengunjungi ketiga tempat tersebut yaitu untuk berburu foto.

Jaman dahulu, kegiatan fotografi erat kaitannya dengan penggunaan kamera seperti kamera DSLR  atau kamera pocket, akan tetapi seiring perkembangan jaman dan teknologi, sekarang mulai banyak smartphone yang diciptakan satu paket dengan fitur kamera yang tak kalah canggihnya dengan kamera khusus foto. Dan komunitas foto yang saya ikuti ini merupakan salah satu komunitas yang memfasilitasi hobi para wanita untuk berfoto menggunakan kamera smartphone dan kemudian mempostingnya di akun instagram .

#memesona itu ketika belajar tidak mengenal batasan umur

Belajar fotografi khususnya food fotografi memang sedang digemari oleh para wanita muda. Dan saya terpesona ketika mengetahui ada beberapa orang wanita dalam rombongan kami yang berusia lebih dari 50 tahun dan memiliki anak gadis yang sudah lulus kuliah :). Bahkan kamera yang mereka gunakan jauh lebih canggih dari kamera saya hehe. Hal tersebut merupakan sesuatu yang sungguh menarik dan menginspirasi serta membuktikan bahwa belajar itu tidak mengenal usia. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan berkembang menjadi lebih baik.

#memesona itu ketika hunting foto di beberapa tempat yang mengandung nilai sejarah

Selain memotret makanan sebagai objek foto, di Semarang kami lebih fokus untuk memotret spot-spot foto yang mengandung nilai sejarah seperti bangunan tua dan tempat beribadah. Gedung Lawang Sewu merupakan salah satu bangunan tua peninggalan penjajah Belanda yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu, memiliki sejarah sebagai sebuah penjara yang cukup mengandung misteri akan tetapi mempunyai banyak spot menarik yang menjadi objek favorit para pemburu foto.
 
Salah satu lorong di Lawang Sewu

Spot favorit di Lawang Sewu
Selain Lawang Sewu, di Semarang terdapat sebuah kawasan yang dipenuhi oleh bangunan tua yang menarik yaitu kawasan Kota Lama. Di Kota Lama terdapat beberapa bangunan tua seperti gereja Blenduk yang sudah berdiri sejak tahun 1753 serta bangunan-bangunan tua lainnya seperti salah satu bangunan yang terdapat di sebuah lorong dengan ciri khas dinding yang dipenuhi oleh akar pohon berukuran besar.
Lorong favorit di kawasan Kota Lama yang sering dijadikan sebagai objek foto

Gereja Blenduk peninggalan jaman Belanda yang dibangun pada tahun 1753
 
Gedung Marba yang terletak di salah satu sudut di kawasan kota lama | diprakarsai oleh seorang berkebangsaan Yaman yang bernama Marta Badjunet
Jendela-jendela berukuran besar pun banyak menghiasi bangunan-bangunan tua yang ada di Kota Lama dan menjadi background foto yang unik dan menarik.

Dinding sebuah bangunan tua yang dipenuhi akar dan menjadi objek foto yang menarik
Apabila Lawang Sewu dan Kota Lama menjadi objek foto dengan ciri khas bangunan kuno nya, klenteng Sam Poo Kong menjadi satu-satunya tempat ibadah yang kita kunjungi di Semarang. Klenteng Sam Poo Kong adalah sebuah tempat yang digunakan sebagai tempat pemujaan atau tempat beribadah para warga penganut agama budha dan konghucu. Sebagai klenteng, warna bangunannya didominasi oleh warna merah yang menjadi ciri dari bangunan klenteng yang memiliki arti khusus. Warna merah melambangkan semangat dan kegembiraan.
Oya, di klenteng Sam Poo Kong ini terdapat sebuah patung besar dari Laksamana Zheng He atau yang biasa dikenal dengan Laksamana Cheng Ho. Laksamana Cheng Ho ini merupakan seseorang berkebangsaaan Hongkong tapi beragama muslim dan sempat menyebarkan ajaran agama islam di sebagian wilayah di Semarang.

Patung Laksamana Cheng Ho di klenteng Sam Poo Kong

Berfoto bersama di gerbang klenteng Sam Poo Kong, Semarang


#memesona itu ketika seorang wanita sanggup menjalankan perannya sebagai ibu dan tetap eksis di kegiatan positif

Selama beberapa hari berkenalan dan berinteraksi bersama teman-teman wanita di komunitas ini, saya merasa terpesona, karena di balik status mereka sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, mereka tetap bisa beraktifitas di kegiatan positif dengan restu dan izin suami tentunya.
Sebagai wanita kita memang dituntut untuk selalu meng-upgrade diri dan berkembang menjadi sosok wanita yang cerdas tanpa lepas dari kodrat dan peran sebagai wanita sejati.

Para wanita memesona :)
Jadi, seberapa memesona nya kah dirimu wahai wanita?

#memesonaitu … :)

Tuesday, March 28, 2017

Wisata Kuliner Singkat di Kota Semarang

Semarang adalah ibu kota provinsi Jawa Tengah yang berjarak sekitar 450 km dari kota Bandung. Dan minggu lalu saya melakukan perjalanan darat menuju Semarang menggunakan bis yang membutuhkan waktu sekitar sekitar 8 jam-an untuk tiba di kota Semarang.

Jujur, saya baru pertama kali mengunjungi kota Semarang. Kesan pertama tiba di Semarang, lalu lintas nya cukup tertib dan tidak terlalu ramai akan tetapi udara di siang hari lumayan panas ya apabila dibandingkan dengan cuaca di kota Bandung yang relatif lebih sejuk. Tapi ga mengapa, yang penting di Semarang banyak jajanan kuliner menarik :)

Dan saya pun sempat mengunjungi beberapa tempat kuliner yang menyajikan makanan khas Semarang. Makanannya enak-enak lho..sampai-sampai setiba di Bandung, berat badan saya sedikit bertambah gara-gara makan enak terus haha.

Jalan-jalan ke Semawis

Hari pertama setelah tiba di penginapan dan beristirahat sebentar, saya diajak oleh teman sekamar untuk lanjut jalan-jalan ke sebuah daerah pecinan di kota Semarang yang bernama Semawis.

Sepertinya kalo di Bandung, Semawis itu mirip dengan kawasan Cibadak (kawasan pecinan di Bandung). Nah berdasarkan informasi, setiap akhir pekan mulai hari Jumat malam, Sabtu malam dan Minggu malam, di kawasan Semawis ini banyak sekali pedagang dengan jajanan kuliner yang khas dan menarik. Maka kami pun memanfaatkan waktu di minggu malam untuk datang berkunjung ke daerah Semawis tersebut.

Berfoto di gerbang kawasan Semawis, Semarang

Karena bertiga, kami pun memutuskan untuk menggunakan angkutan taksi untuk menuju Semawis. Ternyata jarak dari hotel tempat kami menginap ke Semawis hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit saja. Dan kami beruntung, karena hari minggu malam itu, kawasan Semawis masih buka dan ramai oleh berbagai macam pedagang jajanan kuliner khas Semarang.

Es Cong Lik

Di Semawis banyak sekali ragam jajanan yang dipasarkan, mulai dari makanan berat, makanan ringan, hingga dessert seperti es krim. Malam itu cuaca di kota Semarang lumayan gerah, sehingga ketika teman saya mengajak untuk mencicipi jajanan es khas Semarang yaitu es Cong Lik, saya pun langsung meng-iya-kan.

Es Cong Lik ini adalah sebutan untuk es puter yang sudah melegenda di Semarang. Jadi ceritanya, nama es Cong Lik ini merupakan sebuah singkatan dari kata Kacong dan Cilik , Kacong = pembantu dan Lik = cilik. Jadi alkisah, es Cong Lik ini pertama kali diciptakan oleh seseorang yang bernama Sukimin. Waktu itu (selepas jaman penjajahan di Semarang), Sukimin bekerja sebagai pembantu pada seorang pedagang es puter. Dan Sukimin berfikir bahwa suatu hari dia harus mandiri supaya bisa berjualan es puter sendiri dan tidak menjadi kacung terus. Hingga akhirnya Sukimin pun berhasil dan  es Cong Lik pun menjadi terkenal di kota Semarang sampai sekarang.

Es Cong Lik merupakan salah satu makanan khas di Semarang dan wajib untuk dicoba, tekstur es nya sangat lembut, berbeda dengan es puter lain yang sebelumnya pernah saya cicipi,  rasa sirupnya pun khas ditambah dengan topping kelapa dan rasa buah-buahan. 
Es Cong Lik ini memiliki beberapa varian rasa seperti sirsak, coklat, kelengkeng, blewah dan bahkan durian. Satu porsinya dihargai sekitar 15ribu rupiah.

Es Cong Lik..es puter yang lembut | photo source :hp4jateng.wordpress.com

Supaya ga penasaran kami mencoba beberapa varian rasa yang digabung dalam satu wadah dan kami menyantap es Cong Lik tersebut rame-rame alias satu mangkuk bertiga hehe. Dengan alasan kami baru saja makan, perut masih terasa penuh dan tentunya kami masih ingin mencicipi jajanan khas lainnya yang ada di Semawis :)

Jamu kuno khas Semarang Jamu Jun

Selain es Cong Lik, salah satu jajanan khas semarang yang menarik perhatian saya adalah jamu kuno yang bernama Jamu Jun. Entah kenapa waktu itu saya tidak bertanya banyak soal sejarah si jamu Jun ini pada si ibu penjual jamunya.

Yang pasti secara tampilan, minuman jamu Jun ini mirip bubur kacang hijau dalam versi cair tanpa ampas. Jamu tersebut disimpan dalam wadah berbentuk kendi dan centongnya mirip centong penjual minuman bajigur kalo di Bandung.

Jamu Jun dengan taburan merica bubuk : photo source: blog.unnes.ac.id
Jamu Jun terbuat dari campuran air, tepung beras, tepung ketan ,santan, gula, daun pandan dan rempah-rempah yang konon terdiri dari 18 macam rempah :), yang diantaranya terdiri dari jahe, serai, merica dan kayu manis.

Walaupun sudah jarang ditemui, jamu Jun juga biasa dijual oleh penjual keliling | photo source : oyinayashi.blogspot.com
Pertama mencicipi jamu Jun, rasa hangat langsung mengaliri tenggorokan, rasanya manis dan lembut. Dan yang istimewa, jamu Jun ini di beri taburan bubuk merica yang memberi tambahan rasa hangat, cocok sekali dinikmati di sore atau malam hari terutama di kala cuaca dingin.
Jamu Jun ini disajikan dalam sebuah mangkuk kecil seukuran mangkuk sekoteng dan dimakan menggunakan sendok seng. Cukup dengan Rp 5000, kita sudah bisa mencicipi rasa jamu Jun yang istimewa.

Walaupun namanya menggunakan istilah jamu, minuman ini tidak seperti jamu pada umumnya. Oya, selain rasa hangat dari bubuk merica, rasa hangat juga diperoleh dari topping berbentuk bulatan-bulatan kecil seperti kacang sukro yang disebut dengan krasikan. Krasikan ini dibuat dari parutan kelapa, jahe parut, gula merah dan tepung ketan. Jamu Jun bisa membantu menghangatkan tubuh dan buat temen-temen penyuka kuliner, kalo jalan-jalan ke Semarang, jangan lupa cobain jamu Jun yah :)


Pisang Plenet

Begitu banyak penjual makanan yang berjajar di sepanjang kawasan Semawis, saking banyaknya saya jadi bingung mau nyicip yang mana lagi hihi. Untung perut masih lumayan kenyang, kalo engga, mungkin semua makanan yang menarik dan menggoda hati, udah saya cicipi :) *lapar mata setengah kalap :p
Sambil berjalan menuju arah pulang, mata kami tertuju pada sebuah gerobak yang menjual makanan khas berupa pisang bakar yang disebut dengan nama pisang plenet. Setelah kami hampiri, ternyata pisang plenet ini adalah pisang bakar yang bentuk pisangnya dibentuk menjadi pipih bulat terlebih dahulu baru kemudian dibakar di atas bara api. Kemudian bagian atas pisang tersebut ditaburi berbagai macam pilihan topping seperti coklat, keju, susu dan sebagainya.
 
Pisang Plenet | photo source : jdfoodiary.blogspot.co.id

Oya, satu hal yang berkesan setelah berkunjung dari Semawis adalah ketika akan kembali pulang ke penginapan, kami kesulitan mendapatkan angkutan taksi ataupun angkutan online sehingga karena tidak ada pilihan kami pun memutuskan untuk naik becak saja. Dan yang berkesan, kami naik becak, satu becak bertiga, waduhh, mudah-mudahan mamang becaknya ga 'keberatan' mesti nganter kita bertiga, malam-malam pula. Begitu nyampe di penginapan, saya jadi ngerasa sedikit feeling guilty sama si mamang becaknya, alias kasihan juga, soalnya ternyata jaraknya lumayan jauh dan lumayan 'menantang', karena waktu itu si mamang membawa kita di jalanan yang arahnya satu jalur *eaa. Tapi walaupun begitu, itu adalah salah satu pengalaman menarik yang tak terlupakan, malam-malam naik becak bertiga di kota orang haha.

Wefie di atas becak | seru sekaligus deg-degan | abaikan gambar yang sedikit goyang karena becaknya goyang-goyang :)

Kampung Laut, Semarang

Hari ke dua di Semarang, saya sempat berkunjung dan makan malam di sebuah restoran seafood bernama Kampung Laut.

Begitu sampe Kampung Laut, langsung foto-foto doongs :)

Restoran Kampung Laut ini memiliki tempat parkir yang lumayan luas. Di bagian depan terdapat sebuah toko yang menjual berbagai macam pakaian dan kain batik yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh.

Begitu memasuki pintu masuk ke dalam restoran, kami disambut oleh pemandangan yang indah dan  menarik. Karena sore itu bertepatan dengan menjelangnya matahari terbenam (sunset) maka langit Semarang mulai sedikit redup dan mulai diwarnai oleh temaram cahaya matahari yang berwarna semu oranye. Dan lampu-lampu yang mulai dinyalakan pun seakan ikut menambah romantis suasana di kampung laut ini.

Menjelang malam, lilin-lilin mulai dinyalakan dan menambah suasana romantis di Kampung Laut
Candid | pic taken by Teh @Feywardhani
Menjelang Sunset di Kampung laut

Restoran Kampung laut ini menawarkan konsep yang menarik, tempat makannya  didesain berupa saung-saung dengan atap daun kelapa. Para pengunjung pun bisa memilih, makan sambil duduk di atas kursi atau sambil duduk lesehan. 
 
Saung di atas kolam

Dan yang menarik, pengunjung juga bisa memancing ikan. Waktu itu saya lihat, ada beberapa orang yang sedang memancing di pinggir kolam di sekitar kawasan Kampung Laut.
Alat pancing boongan yang digunakan oleh anak-anak untuk memancing ikan di Kampung Laut

Seru yah, tempat nya sangat cocok untuk dijadikan sebagai salah satu tempat tujuan wisata keluarga. Ramai-ramai menikmati makanan laut segar sambil berekreasi menikmati suasana dan pemandangan indah.

Salah satu spot makan di Kampung Laut yang menghadap ke arah matahari tenggelam
 
Suasana malam hari di Kampung laut beneran romantis lho

Sebenarnya masih banyak kuliner khas Semarang yang belum sempat saya cicipi, rasanya waktu berlalu begitu singkat karena saya harus segera kembali ke Bandung.
Dan apabila ada kesempatan di lain waktu, saya pengen banget bisa berkunjung lagi ke Semarang dan menjelajahi berbagai tempat yang menawarkan berbagai macam makanan khas Semarang lainnya yang wajib dicicipi.

Tentunya dengan lebih banyak foto dokumentasi yang lebih menarik karena, pas jalan-jalan ke Semawis tempo hari itu, sayang sekali batere handphone saya plus power bank nya pas habis dan belum sempat di charge.

Semarang..tunggu aku yaa :)









Friday, March 17, 2017

Keseruan Acara 1st Meet Up Komunitas Fotografi @bukan_asaljepret Bandung

Selain facebook dan twitter, salah satu aplikasi media sosial yang saat ini sedang digemari oleh masyarakat luas adalah instagram. Berbeda dengan facebook yang berupa update status, Instagram merupakan salah satu aplikasi media sosial yang lebih berfokus pada gambar atau foto yang kemudian diberi caption (keterangan).

Foto-foto di akun instagram resmi @bukan_asaljepret
Dan saya termasuk salah seorang yang mulai beralih ke instagram. Sebenarnya akun instagram pribadi saya sudah dibuat sejak  tahun 2014 namun saya baru aktif menggunakan instagram kira-kira sejak 7 bulan-an yang lalu.

Ketertarikan saya pada instagram berawal ketika saya melihat postingan foto beberapa orang yang tampak menarik karena diupload secara berbarengan yang rupanya postingan tersebut merupakan postingan bertema yang berasal dari beberapa akun instagram yang mengusung tema harian.

Wah seru juga ya ternyata..dan sejak saat itu saya pun mulai ketagihan untuk bisa posting di instagram setiap hari sesuai tema yang diberikan.

Mengenal akun instagram @bukan_asaljepret

Akun instagram @bukan_asaljepret merupakan salah satu akun dari sekian banyak akun instagram yang memberikan tema harian yang disertai dengan program give away dari sponsor.

Setiap harinya akan ada tema serta sponsor yang berbeda, maka hadiah atau reward yang akan diberikan oleh sponsor pun berbeda-beda juga, bisa berupa barang (produk), pulsa atau bahkan uang cash. Seru banget khan? 
Selain hadiah berupa produk, pulsa ataupun uang, hadiah give away ada juga yang didonasikan ke panti asuhan :)

Maka, melalui akun instagram seperti @bukan_asaljepret ini, kita bisa menyalurkan hobi memotret sekaligus mengasah skill supaya bisa menampilkan foto yang menarik sesuai tema yang diberikan tanpa mengurangi kreatifitas masing-masing.

Peraturan yang berlaku di akun instagram @bukan_asaljepret

Saat ini jumlah followers akun instagram @bukan_asaljepret ada sekitar 3000-an followers dan jumlahnya akan terus bertambah , maka di setiap wilayah terdapat koordinator antar daerah yang mewakili komunitas @bukan_asaljepret. Seperti misalnya sobbaj_Bandung, sobbaj_Surabaya, sobbaj_Medan dan sebagainya.

Followers akun @bukan_asaljepret tersebar di seluruh Indonesia dan akan terus bertambah

1st Meet Up Komunitas @bukan_asaljepret Bandung

Dan pada tanggal 11 maret 2017 yang lalu, saya berkesempatan untuk hadir di acara 1st meet up komunitas @bukan_asaljepret Bandung (sobbaj_bandung) yang diadakan di salah satu café di daerah jalan Cendana, Bandung.
Informasi mengenai acara 1st meet up komunitas @bukan_asaljepret Bandung

Berhubung mayoritas peserta komunitas @bukan_asaljepret, Bandung adalah perempuan (99%). Maka disepakatilah dress code untuk acara tersebut yaitu abu dan pink.
Acara dimulai pada pukul 09.00 wib karena selain meet up (bertemu muka) dan bersilaturahmi antara sesama anggota komunitas, akan ada mini workshop yang membahas mengenai ilmu-ilmu dasar di bidang fotografi.

Madame Vivera selaku mentor di acara mini workshop dan Teh Treesna selaku kepala suku komunitas baj_bandung | photo source : IG @trbelfot
Oya, di komunitas @bukan_asaljepret, Bandung selain menggunakan kamera DSLR, atau mirrorless, ada juga beberapa anggota yang menggunakan kamera handphonenya sebagai sarana untuk memotret objek foto.

Madame Vi sedang menjelaskan tentang perbedaan antara kamera DSLR dan kamera mirrorless

Madame Vi sedang mengeluarkan difuser | difuser adalah salah satu alat bantu yang digunakan dalam kegiatan fotografi yang berfungsi untuk menyebarkan cahaya
Teh Momet alias teh Mareen 'yang pendiam' sedang fokus mendengarkan penjelasan dari madame Vi :)

Komunitas sobbaj_bandung alias baj_degeboy

Begitu mendengar istilah degeboy, rasanya kok agak-agak lucu gimanaa gitu..kok namanya degeboy sihh? Haha.
Geboy merupakan bahasa Sunda yang artinya gemulai dan cenderung moleg :D. Tapi apalah arti sebuah nama, yang pasti grup degeboy ini merupakan grup yang ‘aktif’, hangat dan penuh tawa canda.

Terbukti di acara 1st meet up tersebut, semua peserta berbaur dan saling bercanda tawa padahal baru pertama kali bertemu. Kehebohan pun terlihat jelas ketika acara kuis dadakan diadakan, pertanyaan diberikan oleh Teh Treesna selaku kepala suku bAj_bandung dan kemudian harus dijawab secara langsung melalui aplikasi WA (whatsapp).

 
Keseruan ketika acara kuis berlangsung *hebohh| video taken by Nurmayunita

Waduhh, beneran itu mah da, saya sampe kalah cepet terus, salahin sinyal yang kurang kenceng atau salahin jempol yang kegedean yah? *LOL.. jadinya ga kebagian hadiah deh huhu. Padahal jumlah hadiah yang disediakan lumayan banyak lho.*heuheu

Mungkin memang belum rejeki dapet hadiah kuis, tapi setiap anggota yang ikut acara tersebut tidak pulang dengan tangan kosong kok karena masing-masing anggota mendapatkan kenang-kenangan berupa properti foto hasil dari acara tukar kado.

Hasil tuker kado berupa properti foto

Minuman air mineral dalam kemasan botol kaca yang sempet bikin galau :) | special design by Tex Saverio salah satu perancang terkenal Indonesia | lumayan khan buat props foto *eaa

Sungguh menyenangkan bisa bergabung di sebuah komunitas yang bisa menularkan banyak hal positif. Dikelilingi oleh teman-teman yang memiliki minat dan hobi yang sama di bidang fotografi. Saling belajar dan saling berbagi ilmu sambil terus berkarya.

Semoga pertemanan ini menjadi ajang silaturahmi yang membawa keberkahan dan rejeki. Amiin .


Cant wait for another next meet up with komunitas @bukan_asaljepret bandung :)

Seru visan :)

Dan ini dia beberapa foto oleh-oleh dari keseruan acara meet up komunitas @bukan_asaljepret Bandung di Madame Sisca, hari minggu, 11 maret 2017 lalu :

Praktek langsung memotret makanan menggunakan kamera handphone masing-masing

Gaya Fitri dan Winda lagi motret | mpe jinjit segala :)
Budok Rika dan Teh Lellya lagi moto apa tuhh?


Makan bersama pun dimulai setelah sempat tertunda karena ritual 'foto-foto makanan dahulu baru makan kemudian' :p

Berfoto sebelum pulang | Nurma bawa 2 botol | catet *haha
Datang ke acara meet up sambil bawa anak, why not :)

The ladies in pink and grey | foto-foto teruus :) | sumber foto : IG @trbelfot
















Monday, March 6, 2017

Menikmati Olahraga Yoga Bersama di Ruang Terbuka (Taman Musik, Bandung )

Siapa suka olahraga? Saya..saya..saya..dalam hati saya berharap menjawab demikian haha. Saya memang senang olahraga, tepatnya senang melihat orang yang rajin berolahraga *oemji #LOL

Coba tengok beberapa publik figur yang rajin dan konsisten berolahraga seperti Sophia Latjuba (aktris) dan Andien Aisyah (penyanyi). Tubuh mereka dengan jelas terlihat ideal dan nyaris sempurna karena rajin berolahraga.

Olahraga memang merupakan sebuah kegiatan yang apabila konsisten dilakukan dapat memberikan manfaat dan efek positif bagi tubuh. Di usia nya yang sekarang sudah menginjak 46 tahun, Sophia Latjuba tetap terlihat langsing dan cenderung awet muda. Tak heran, teman dekatnya yang sekarang pun berusia jauuh lebih muda haha..kok jadi ngegosip yah? :p

Begitu pun dengan penyanyi Andien, beberapa bulan yang lalu Andien baru saja melahirkan anak pertamanya, dan coba lihat, sekarang tubuh Andien sudah kembali ke ukuran awal seperti sedia kala sebelum ia hamil dan melahirkan, karena sebelum dan ketika hamil andien tetap konsisten berolahraga.

Melakukan kegiatan olahraga memang harus dibarengi dengan niat dan komitmen yang tinggi terutama apabila ingin mendapatkan hasil yang maksimal dan itu adalah tantangan yang lumayan berat bagi semua orang termasuk saya hihi.


Mengenal Olahraga Yoga 

Salah satu jenis olahraga yang digeluti oleh Sophia Latjuba dan Andien sejak lama adalah olahraga yoga.

Olahraga yoga merupakan sebuah kegiatan olahraga yang bisa dilakukan oleh siapa saja, tua dan muda bahkan anak-anak. Biasanya dilakukan di dalam ruangan walaupun ada juga yang diadakan di luar ruangan seperti pada event-event tertentu. Seiring dengan tingginya minat masyarakat akan manfaat yang bisa diperoleh dari olahraga yoga, maka mulai banyak kelas latihan yoga yang dibuka untuk umum.

Saya sendiri mengenal olahraga yoga sekitar 7 tahun yang lalu. Waktu itu ketika masih tinggal di kota Makassar, saya sempat rutin mengikuti olahraga yoga di sebuah sanggar yoga di daerah jl. Andi Tonro, Makassar, tak jauh dari rumah. Sebuah sanggar yoga yang mengkhususkan semua pesertanya adalah wanita. Sebagai perempuan yang memakai jilbab saya pun merasa senang sekali dan nyaman berolahraga di tempat tersebut. Sehingga saya bisa melakukan setiap gerakan dengan bebas tanpa harus merasa risih, berbeda apabila pesertanya digabung dengan laki-laki.

Sebelum mengenal yoga, saya mengikuti olahraga Aerobik dan sempat mencoba Zumba. Akan tetapi olahraga Aerobik dan Zumba sepertinya kurang cocok untuk saya. Karena menurut saya gerakan di olahraga Aerobik terutama Zumba memang cenderung ‘aktif’ dan membutuhkan tenaga ekstra.

Sedangkan di olahraga yoga, gerakan-gerakannya cenderung berpusat pada pernafasan dan gerakan yang dilakukan pun lebih fleksibel tapi tetap mengeluarkan keringat. Itu yang luar biasa :)

Kata ‘yoga’ berasal dari bahasa sansekerta yang memiliki makna memusatkan seluruh pikiran agar bisa mengendalikan panca indera. Jadi ketika kita melakukan gerakan yoga kita harus mampu berkonsentrasi sambil mengontrol tubuh supaya tercipta keselarasan dan keseimbangan antara pikiran, jiwa dan tubuh.

Gerakan-gerakan dalam yoga bisa membantu kita untuk lebih mengenali diri sendiri (sejauh mana kemampuan kita dalam melakukan gerakan yoga tanpa harus memaksakan diri) dan gerakan-gerakan yoga juga bisa membantu untuk memperbaiki postur tubuh yang kurang baik seperti bongkok dan sebagainya.


Berolahraga Yoga di Ruangan Terbuka (Taman Musik, Bandung)

Pengalaman pertama berolahraga yoga di ruangan terbuka yang pernah saya ikuti yaitu bertempat di pantai Akkarena, Makassar. Waktu itu beramai-ramai bersama teman-teman dari sanggar yoga Nur’s studio di Makassar. *sayang fotonya lupa saya save dimana.
Seru dan menyenangkan, sebuah pengalaman yang tak terlupakan berolahraga yoga di tepi pantai beramai-ramai bersama teman-teman :)

Dan beberapa hari yang lalu tepatnya pada hari Minggu pagi tanggal 05 Maret 2017 saya kembali mengikuti kegiatan yoga di luar ruangan. Bertempat di Taman Musik, Bandung, saya bergabung bersama banyak teman baru untuk berolahraga yoga bersama.

Taman Musik, Bandung yang berlokasi di Jln. Belitung bersebelahan dengan SMU Negeri 3 Bandung

Taman musik dahulu dikenal juga dengan sebutan Centrum | yang se-usia saya pasti kenal apa itu Centrum :)

Saya mendapatkan informasi tentang kegiatan yoga bersama tersebut dari sebuah akun instagram salah satu brand yoga mat yang berpusat di kota Bandung. Maka saya pun mengajak seorang teman untuk ikut bersama-sama berpartisipasi di acara tersebut.

Kegiatan olahraga yoga bersama dengan tema Ngayoga bersama Lana | sumber foto : IG @Mylanaco

Ternyata kegiatan olahraga yoga bersama di Taman Musik ini sudah beberapa kali diadakan oleh Mylanaco dengan menggandeng instruktur yoga yang berbeda setiap minggunya. Dan instruktur yoga hari minggu kemarin adalah mba Ganis Handini Dewi, seorang instruktur perempuan berhijab.

Pagi itu, sekitar 25 orang peserta yang mengikuti olahraga yoga bersama di Taman Musik, mayoritas pesertanya adalah perempuan, dan ada juga peserta pria sekitar 4 orang-an.  Salah satu peserta pria bahkan ada yang datang dengan bersepeda. Interesting :). Dan ada juga pasangan suami istri, ini baru namanya hubungan sehat haha. Sehat dalam arti melakukan olahraga bersama pasangan :) That’s good :) Patut dicontoh ya temans :)

Sesi awal kegiatan yoga | mendengarkan arahan dari Mba Ganis selaku instruktur Yoga

Kegiatan olahraga minggu pagi lalu menjadi tambah berwarna karena diselingi dengan lewatnya bis Bandros (Bandung Tour on Bus) yang akan berkeliling kota Bandung, pemandu bus Bandros pun kemudian menyapa kita :). Serta tetesan air yang tertiup angin dari pepohonan sisa hujan semalam pun ikut mewarnai aktivitas olahraga di Taman Musik :)
Oya, selain kegiatan olahraga yoga bersama, minggu pagi itu banyak juga anak muda yang berolahraga basket di Taman Musik.

 
Pemandangan indah yang terlihat ketika berbaring di atas Yoga Mat | Pepohonan hijau yang rimbun di sekitar area Taman Musik

Semua peserta Yoga sedang melakukan gerakan Down Dog | btw saya yang mana yaa? :D | sumber foto | IG @Mylanaco

Olahraga yoga berjalan dengan lancar selama sekitar 1 jam lebih. Lumayan berkeringat dan membakar kalori. Satu botol air minum pun menjadi pelepas dahaga.

Dan setelah olahraga yoga selesai, semua peserta dipersilahkan untuk mengisi daftar hadir dan kemudian bersama-sama mencicipi kue berupa cookies homemade yang dibawa oleh seorang perempuan berkacamata berkemeja putih bernama Saskia yang dengan sukarela ikut meramaikan acara ngayoga tersebut. Senangnya bisa berolahraga di taman bersama teman-teman baru :).

Berfoto bersama teman-teman baru setelah berolahraga yoga di Taman Musik :) | sumber photo : IG @Mylanaco

Yuk kita mulai berolahraga dari sekarang, karena olahraga bisa dilakukan dimana saja, yang penting ada niat dan kemauan. Dengan rutin berolahraga insyaAllah badan kita bisa selalu fit dan tetap sehat sehingga dijauhkan dari berbagai macam penyakit.

Berolahragalah dengan tujuan ingin sehat, kalo soal langsing mah itu adalah bonus :)

Salam :) 










Follow @sarrahgita On Instagram

© sarrah gita's blog. Made with love by The Dutch Lady Designs.