Entah kenapa, momen hari guru nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November berhasil menggerakkan hati saya untuk membuat sebuah tulisan tentang sesuatu yang berkaitan dengan profesi guru.

Belasan tahun belajar di sekolah, menjadi siswa dari banyak guru, membuat saya tidak sadar akan betapa pentingnya profesi guru. Hal tersebut baru saya sadari akhir-akhir ini setelah saya pernah mengalami menjadi seorang guru.

Facebook pun ikut memperingati Hari Guru di Indonesia | photo source : facebook

Percaya atau tidak, saya pernah memiliki pengalaman menjadi seorang guru.. ya seorang guru TK. Menjadi seorang guru taman kanak-kanak adalah sebuah pengalaman yang tak terlupakan sekaligus menyenangkan buat saya. Sebagian besar orang mungkin masih banyak yang melihat sebelah mata pada profesi guru terutama guru taman kanak-kanak. (mungkin karena yang diajar adalah anak-anak kecil yang mayoritas kegiatannya hanya diisi dengan bermain dan menyanyi). Padahal sebenarnya, di balik itu tersimpan sebuah cerita panjang dan perjuangan untuk bisa menjadi seorang guru.

Memiliki Cita-cita Menjadi Seorang Guru TK


Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit, tagline itu pasti sering kita dengar, terutama di masa-masa kita sekolah dulu. Cita-cita kamu apa kalau sudah besar nanti? Salah satu pertanyaan yang kerap ditanyakan pada setiap anak di masa perjalanan sekolahnya. Atau pertanyaan tentang cita-cita ini seolah menjadi bagian dari daftar pertanyaan yang wajib ada dalam sebuah buku biodata saat SD yang harus kita tulis dan kita isi sendiri.

Saya ingat bahwa ketika kecil saya mempunyai beberapa cita-cita yang masih berubah-ubah seiring perjalanan usia. Saya ingat salah satu cita-cita yang pernah saya tulis di buku biodata adalah insinyur pertanian.Selain insinyur pertanian cita-cita satu lagi adalah menjadi guru TK. Cita-cita yang pernah saya miliki karena saya teringat akan sosok guru TK saya yang cantik (menurut saya paling cantik diantara guru-guru TK saya yang lain), walaupun sebenernya beliau adalah guru cantik tapi galak, kok agak-agak mirip judul ftv ya?, buktinya saya ingat sampe sekarang tangan saya pernah jadi korban cubitan ibu guru TK idola saya itu gara-gara saya lupa gunting kuku.

Walaupun demikian, di hati kecil saya sempat terbersit sebuah keinginan untuk menjadi seorang guru TK. Dengan harapan siapa tau saya bisa menjadi salah satu sosok idola anak-anak kecil #haha #ngarep #abaikan
Dan waktu pun berlalu..lebih dari dua puluh tahun sejak masa taman kanak-kanak, tepatnya sekitar tahun 2010 saya tinggal di kota Makassar karena ikut suami yang dinas kerja di sana. Maka dengan tujuan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat saya pun memutuskan untuk mengikuti kursus singkat menjadi guru TK di PGTK Tadika Puri, salah satu PGTK yang lumayan familiar dan mempunyai banyak lulusan.

Kursus Pendidikan Guru TK


Entah kenapa rata-rata peserta kursus PGTK adalah perempuan lulusan SMA, padahal saya pikir, menjadi guru apalagi guru TK membutuhkan bekal ilmu yang cukup. Apalagi usia taman kanak-kanak adalah masa-masa kritis anak yang membutuhkan panduan khusus dari para tenaga pendidik yang harusnya kompeten.

Masa kursus yang singkat yang hanya 3 bulan, sepertinya tidak cukup untuk membekali para calon guru TK untuk kemudian layak menjadi seorang guru. Mengapa demikian? Karena saya sendiri, yang Alhamdulillah,sudah mengenyam pendidikan sampai jenjang sarjana dan kemudian mengikuti kursus PGTK, masih merasa belum mendapatkan ilmu yang cukup untuk langsung terjun menjadi tenaga pengajar.

Saya sendiri lupa materi apa saja yang pernah saya terima selama belajar di kursus PGTK tersebut, yang paling saya ingat hanya beberapa kegiatan yang menarik perhatian saya seperti belajar membuat materi bahan ajar, role play menjadi guru TK di depan kelas yang sempet bikin deg-degan dan keluar keringat dingin #hihi dan belajar menari tarian trasional khas Makassar dengan menggunakan baju daerah asli Makassar yaitu baju bodo. Menyenangkan dan tak terlupakan.

Kenang-kenangan hasil karya selama mengikuti kursus PGTK


Pengalaman Tak Terlupakan Ketika Belajar Mengajar di Taman Kanak - Kanak


Setelah selesai mengikuti kursus di PGTK kemudian saya mengikuti kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dengan belajar mengajar di Taman kanak-kanak Sandhy Putra, Makassar yang berada di bawah naungan PT Telkom.
Kegiatan mengajar di pagi hari dimulai dengan rutinitas berdoa sebelum belajar dan menyanyi. Menyenangkan ketika saya harus mengingat nama mereka (baca : murid TK satu kelas) satu-persatu dan mengingat kebiasaan-kebiasaannya.
Dan yang tak terlupakan, suatu hari, ada seorang anak perempuan yang duduk di sebelah saya dan selalu ingin dekat, yang ternyata kemudian baru saya ketahui kalau dia ingin BAB dan ingin diceboki oleh saya #omg.. apa daya saat itu saya tidak bisa menolak begitu saja atau menyerahkan ‘tugas negara’ tersebut ke rekan guru yang lain #hehe #sukadukamenjadiguruTK

Kalo ingat hal tersebut saya jadi ingat pengalaman saya yang lain ketika ‘latihan’ menjadi guru TK juga, waktu itu saya masih bekerja dan mendapatkan sebuah tawaran yang menarik dari seorang kerabat yang menjadi guru TK di sebuah taman kanak-kanak di sekitar Jl.Ganesha, Bandung. Dari dulu sepertinya saya memang sudah memiliki hasrat terpendam di dunia pendidikan anak yang belum tersalurkan dengan baik dan benar #eaa #catet #mydreamwish


Di TK di Bandung ini saya pernah mendapati seorang anak laki-laki yang malas untuk belajar menulis. Perawakannya lumayan cukup besar dibanding anak lain seusianya, tapi dia memiliki sifat manja dan malah meminta saya untuk menulis untuk dia. Dan ketika saya tidak menurutinya, dia akan merajuk yang akhirnya membuat saya jadi bingung. Untung rekan guru yang lain membantu saya dan mengalihkan perhatiannya.
Nah, hal-hal yang seperti demikian itu tentunya membutuhkan ilmu khusus tentang pendidikan anak usia dini yang sesuai dan bisa diterapkan di lingkungan sekolah usia taman kanak-kanak. Wah sepertinya sekarang bidang pendidikan anak dan psikologi anak menjadi sesuatu yang menarik buat saya #kode #pengensekolahlagi.

Perjuangan Menjadi Seorang Guru


Singkat cerita, setelah menjalani masa PKL, saya diterima di sebuah TK yang berada di kawasan masjid raya Makassar. Saya lupa nama TK nya tapi yang pasti pemilik TK tersebut merupakan pasangan yang pernah tinggal di Jepang dan memiliki anak perempuan bernama Aiko (what a cute name..Aiko in Japanese means Love in English and Cinta in Bahasa) dan di TK tersebut terdapat sebuah tempat kursus bahasa Jepang. 

Wah kebetulan banget nih saya pikir, secara saya adalah salah seorang alumni jurusan bahasa Jepang saya ingin sekali bekerja di sebuah institusi yang berkaitan dengan ilmu yang saya pelajari di masa kuliah. Tapi karena saat itu yang dibutuhkan adalah posisi guru TK maka diterimalah saya sebagai salah seorang guru yang mengajar mata pelajaran bahasa Inggris. Jarak dari tempat tinggal saya waktu di Makassar ke TK tersebut lumayan jauh,kurang lebih sekitar 10km, dari selatan ke utara. 

Namun kala itu saya menjalaninya dengan senang hati tanpa beban, walaupun kalo dipikir-pikir besar gaji yang saya terima dengan besar ongkos yang harus saya keluarkan tiap hari tentunya pas-pasan bahkan relatif tidak mencukupi, dan tidak ada uang makan. Hingga suatu waktu, pagi itu hujan turun lumayan deras, saya harus pergi mengajar akan tetapi pak suami tidak mengijinkan saya untuk pergi keluar rumah #waduh.. memang kala itu, menjadi guru bukanlah tujuan saya untuk mendapatkan penghasilan, menjadi guru hanyalah salah satu bentuk kegiatan positif yang ingin saya lakukan untuk mengisi waktu dan mengembangkan kemampuan saya. 

Dan larangan untuk pergi mengajar terjadi dua kali (karena pada waktu itu memang sedang musim hujan). Tak lama setelah itu, dengan berat hati dengan alasan tidak ingin meninggalkan tanggung jawab, dalam hal ini bolos mengajar gara-gara hujan, kemudian saya mengundurkan diri dari pekerjaan mengajar tersebut. Sungguh disayangkan padahal lingkungan mengajar di taman kanak-kanak tersebut begitu penuh dengan kekeluargaan yang membuat saya nyaman dan betah.
Hingga beberapa waktu kemudian, suami saya diharuskan untuk pindah kerja ke kantor cabang perusahaan yang ada di Surabaya. Mungkin memang sudah jalannya seperti demikian karena saya tidak bisa membayangkan apabila ketika saya sudah lama mengajar dan dekat dengan anak-anak terus kemudian saya harus berpisah dan mengucapkan selamat tinggal pada mereka. Tentu rasanya akan lain, sedih, campur aduk dan bikin galau.

Buktinya hal tersebut sempat terjadi pada salah satu teman seperjuangan di tempat kursus PGTK, serupa tapi tak sama, selepas PKL, teman saya diterima menjadi seorang kepala sekolah, mungkin pada awalnya terkesan lebih bonafid, namun pada akhirnya teman saya kemudian harus merangkap sebagai guru juga, yang mana hal tersebut terjadi karena kurangnya tenaga guru yang mau dan sanggup mengajar di TK tersebut. Dan setelah saya tahu ternyata gaji yang diterima di TK tersebut lagi-lagi  tidak sepadan dengan usaha yang dilakukan. Apa karena latar pendidikan atau karena jasa mengajar guru TK memang kurang dihargai? 
Dan yang lebih miris di TK tersebut, teman saya dituntut untuk mengeluarkan dana dari kantongnya sendiri yang memang dibutuhkan untuk kepentingan sekolah tersebut seperti biaya untuk membeli media penunjang kegiatan belajar contoh : karton, bolpen dsb. Memang terlihat kecil tapi seharusnya ada alokasi khusus untuk benda-benda tersebut. Satu dua kali teman saya ikhlas mengeluarkan dana tersebut karena mengingat untuk kebutuhan sekolah tapi lama-lama setelah dipikir-pikir hal tersebut tidak seharusnya terjadi
Sampai akhirnya, teman saya itu mengalami masa galau, antara akan tetap bertahan mengajar dan mengabdi di sekolah tersebut atau kemudian meninggalkan profesi mengajar yang dicintai namun penuh dilema.
Setelah berfikir masak-masak akhirnya keputusan tetap harus diambil, dan resign lah teman saya dari taman kanak-kanak tersebut.
 
Dari cerita teman saya, saya bisa ikut merasakan bagaimana suasana haru yang terjadi ketika teman saya berpamitan pada anak-anak yang selama hampir tiap hari bertemu, bermain, belajar dan memiliki ikatan istimewa antara guru dan murid.
Tapi begitulah, salah satu potret tentang dunia belajar mengajar yang pernah saya alami sendiri dan sepertinya masih menjadi fenomena dari dunia pendidikan di tanah air. Maka saya tak heran apabila masih mendengar apabila di Indonesia (luar pulau terutama) masih banyak guru-guru yang tetap setia mengabdi bahkan sampai puluhan tahun walaupun jasa mereka ‘sepertinya’ kurang dihargai. Seiring dengan kenyataan bahwa masih banyak guru yang menerima upah minimal atau menerima upah dalam bentuk barang berupa makanan hasil bumi dan sebagainya.
Memang berat, tapi hal tersebut terjadi karena adanya faktor panggilan hati untuk tetap menjalankan tugas mulia, karena tidak bisa lepas begitu saja meninggalkan anak-anak tanpa ilmu yang mereka butuhkan.
Sebenarnya masih banyak cerita ‘luar biasa’ lainnya mengenai dilema-dilema di dunia pengajaran ini terutama dilema menjadi seorang guru.

Mungkin satu hal yang bisa sampaikan adalah hargai jasa gurumu dan jangan pernah lupakan mereka. Sadar ga sih ada hal tidak terpuji yang pernah kita lakukan di masa sekolah dulu, yaitu pernah mengolok-olok ibu atau bapak guru kita, dan ketika kita berada di posisi mereka kita baru merasakan seperti apa rasanya.


Saya salut akan profesi guru, karena tidak semua orang sanggup dan mampu untuk menjadi GURU.
Terima kasih guruku.
Thank you for teaching me and always inspire us.


Sore minggu lalu, ketika menuju rumah, saya melewati jalan Hasan Mustopha,Bandung, jalanan terlihat lumayan padat di sepanjang lampu merah, jadinya melipir dulu deh ke salah satu tempat sewaan DVD terkenal di Bandung yang ada di seberang kantor BPJS. Siapa tau ada film baru yang menarik dan layak tonton, pikir saya sore itu.

Sekarang saya lebih memilih untuk menonton film DVD di rumah daripada ke bioskop karena bisa menghemat lebih banyak biaya tentunya hehe. Kecuali kalau sewaktu-waktu ada film box office yang lebih seru kalo ditonton di bioskop, barulah saya meluangkan waktu untuk menonton berdua bareng suami atau nonton rame-rame bareng teman.

Begitu masuk ke dalam ruangan, disebelah kiri dekat pintu masuk terdapat rak film New Release. Di rak tersebut terdapat beberapa film yang lumayan menarik perhatian dan sempat bikin galau mau pilih film yang mana. 

Tak sengaja mata melirik ke layar televisi yang sedang memutarkan sebuah film terbaru, ternyata film tentang raksasa.’‘Film anak kecil” pikir saya. Beberapa saat setelah berkeliling dari rak DVD satu ke rak DVD yang lain, saya memutuskan memilih beberapa buah DVD dengan tema film drama genre favorit saya dan akhirnya 1 buah DVD yang saya sebut sebagai film anak-anak tadi, saya ambil dan ikut serta dalam daftar my want to see movie.  

Setiba di rumah, saya langsung menuju dapur membuat Suki sebagai menu untuk makan malam. Makan Suki hangat kayaknya cocok juga nih kalo sambil nonton DVD. Dan terpilihlah si film The BFG sebagai film ringan yang akan ditonton malam itu.

Beberapa bulan terakhir, saya merasakan kalau traffic lalu lintas di kota Bandung sudah semakin padat. Yang biasanya kemacetan hanya terjadi di saat weekend seperti hari sabtu dan minggu. Sekarang kemacetan di jalan raya mulai dirasakan di hari-hari biasa. Entah karena faktor beberapa titik di jalanan kota bandung yang sedang mengalami perbaikan dalam waktu bersamaan atau memang karena alasan klasik, yaitu semakin bertambahnya jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan pertambahan ruas jalan.

Sehubungan dengan hal tersebut, dalam tiga tahun terakhir ini, jumlah pengendara perempuan, baik motor maupun mobil meningkat hingga sekitar 42%. Dibanding mobil, motor matic menjadi salah satu pilihan sarana transportasi yang lebih praktis bagi perempuan terutama karena penggunaannya yang cenderung mudah dan lebih menghemat waktu apalagi di situasi kemacetan lalu lintas seperti sekarang ini.

Dari sebuah survey yang diadakan oleh Queenrides, 800an perempuan usia 24-40 tahun diwawancarai dan menunjukkan bahwa 80% dari perempuan yang berkendara, mencari nafkah untuk keluarganya. Apakah kamu termasuk salah satunya?


photo source : queenrides.com

Sementara angka kecelakaan yang melibatkan perempuan bermotor meningkat hingga 49,5% (data Korlantas 2014). Artinya angka pertumbuhan kecelakaan melaju lebih cepat dibanding angka pertumbuhan pengendara.

Saatnya perempuan Indonesia sadar berkendara aman | photo source : queenrides.com


Serem juga ya kalo dari data tersebut dapat dianalogikan bahwa setiap 3 jam terdapat 1 nyawa yang menghilang karena kecelakaan berkendara.
Hal ini memang merupakan salah satu krisis yang mengkhawatirkan dan  masih luput dari perhatian kita, sehingga diperlukannya penanganan khusus terkait dengan informasi safety riding khususnya untuk kaum perempuan.

Berkenalan dengan Queen rides

Untuk menangani hal tersebut, diperlukan sebuah institusi yang mau dengan serius mengkomunikasikan hal-hal yang berhubungan dengan isu safety riding dengan cara yang efektif. Maka lahirlah  #womenridesafe sebuah movement yang diinisiasi oleh Queenrides, start up social enterprise berbasis teknologi yang berbentuk platform online dan offline untuk perempuan yang dibangun dengan tujuan memberdayakan perempuan agar sadar akan pentingnya berkendara aman.
Dari bulan Januari 2016 hingga bulan November ini, Queenrides sudah memiliki lebih dari 200 ribu komunitas online dan offline yang tersebar di seluruh Indonesia. Queenrides juga sudah mengadakan 15 kali aktifitas offline yang mengedukasi sekitar 1000 perempuan pengendara motor. Hebat ya !

Jujur, saya juga baru tahu, kalau ada komunitas positif yang sangat bermanfaat seperti komunitas Queenrides ini, apalagi mengingat semakin terus bertambahnya jumlah pengendara motor perempuan. Bravo untuk Queenrides !


 
i support #womenridesafe | photosource : queenrides.com


Cek Kebiasaan Berkendara Motormu Yuk!


Berikut ini beberapa fakta mengenai kebiasaan berkendara motor yang masih sering dilakukan dan bisa membahayakan :

  1. Kebiasaan MELETAKKAN HELM DI KACA SPION. Kebiasaan ini lama kelamaan bisa bikin kaca spion lemas dan turun-turun terus yang bisa berakibat bahaya ketika berkendara.
  2. Kebiasaan MALAS PAKE HELM dengan alasan sepele seperti ‘jarak yang dekat’, ‘gerah’ atau ‘masih anak-anak’ jadi ga perlu pake helm (khususnya untuk ibu-ibu yang sering antar jemput anak). Padahal helm itu mempunyai fungsi yang sangat penting sebagai pelindung kepala dari benturan ketika sewaktu-waktu jatuh di jalan. Aduh.. amit-amit, jangan sampai ya..dan bagaimanapun kegiatan preventif itu jauh LEBIH PENTING.
  3. Kebiasaan NGEGAS SAMBIL NGEREM. Hayo jujur, siapa yang suka begitu? Hihi.. Ternyata kebiasaan tersebut adalah kebiasaan buruk karena bakal ada akibat yang timbul dari kebiasaan ngegas sambil ngerem, yaitu bisa bikin motor tersendat dan suara motor akan jadi kasar. Dan cenderung bikin motormu lebih cepat rusak. Trus kalo tiba-tiba mogok di jalan gimana dong? ga mau khan? Nah, rawat motor kesayanganmu dengan cara berkendara dengan tepat.
  4. Kebiasaan LUPA KASI LAMPU SEIN. Kebiasaan yang satu ini emang suka bikin gemes, YA ‘bikin gemes orang lain’ :D yang harus ekstra hati-hati ketika ada motor yang main nyelonong belok atau berhenti secara tiba-tiba tanpa kasih lampu sein. Haduh !! Pernah ngerasain dong gimana rasanya? Empati dalam berkendara itu penting banget, karena jalanan bukan milik kita sendiri khan? jadi kita harus INGAT dan PEDULI sama pengendara lain. Yuk sama-sama belajar jadi pengendara yang baik demi keselamatan kita dan orang lain.

 
Yuk belajar sama-sama mengenai safety riding dalam berkendara #womenridesafe | photo source : queenrides.com


MANFAAT BERGABUNG DI KOMUNITAS QUEENRIDES

Bergabung dalam sebuah komunitas positif yang berkaitan dengan minat dan hobi kita tentunya sangat menyenangkan. Begitupun kalau kamu bergabung dan menjadi anggota dari komunitas Queenrides ini, kamu bisa memperoleh banyak manfaat yang antara lain : bisa ikut kegiatan ngopi cantik bareng anggota Queenrides lain yang biasa diadakan setiap bulan, bisa mendapat banyak hadiah dengan cara ikut kuis online atau kirim foto/tulisan seputar berkendara, dapat harga khusus di toko online Queenrides, ikut touring ala cewe dan masih banyak lagi. Dan untuk kamu yang ingin eksis, kamu bisa muncul di queenrides.com sebagai profil Queenriders dan akan ditangani oleh make up artist, fashion stylist dan fotographer professional. Seru khan?

Di website Queenrides, kamu bisa mendapatkan banyak informasi mengenai tip-tip safety riding dan dan masih banyak informasi-informasi menarik lainnya.


Selamat bergabung dan Happy Safety Riding !


Sejak beberapa waktu yang lalu saya memperhatikan postingan beberapa blogger favorit saya di sosial media yang bertemakan usia cantik. Dan saya baru tersadar kemudian kalau tahun ini saya sudah memasuki tahapan usia cantik tersebut. Hahaha..tema yang menurut saya sedikit sensitif karena berkaitan dengan jumlah usia seorang wanita. Sebagai wanita, saya pernah merasakan ‘sedikit canggung’ ketika ngobrol dengan seseorang yang sepertinya jauh lebih muda dalam sebuah acara dan ditanya mengenai ‘sekolahnya angkatan berapa? Yang tentunya identik dengan umur. Seperti antara ‘kurang pede’ dan seolah tak percaya kalau usia saya sudah masuk kategori ibu-ibu beranak tiga.. haha (karena teman-teman seangkatan saya memang beberapa sudah memiliki anak tiga) #usiacantik. Usia 36 tahun adalah usia matang dimana seorang wanita selayaknya sudah melewati tahap-tahap penting dalam hidupnya, seperti menempuh jenjang pendidikan tertentu, seperti jenjang S2 atau S3 bahkan, pekerjaan yang mapan, menikah, dan punya anak.

Idealnya sih seperti itu ya, tapi nyatanya hidup tak selalu berjalan seperti yang kita inginkan. Seperti halnya di sepanjang perjalanan hidup saya, saya merasakan ada beberapa hal yang belum berhasil saya raih tapi di sisi lain ada hal-hal luar biasa yang sudah saya terima dan sudah selayaknya saya syukuri dan ucapkan terima kasih pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena adakalanya rejeki yang seseorang peroleh tidak selalu hadir dalam bentuk materi atau pun hal umum lainnya. Saya BERSYUKUR tuk nikmat sehat yang saya peroleh, nikmat memiliki keluarga yang support dan penuh kasih sayang, nikmat tuk hidup bersama pasangan yang mengerti saya dan masih banyak nikmat-nikmat lainnya. #BersyukurlahSetiapHari

Usia dan penampilan

Berbicara mengenai usia tentu erat kaitannya dengan penampilan seseorang apalagi penampilan wanita. Usia seseorang biasanya bisa dinilai dari caranya berpakaian yang dari waktu ke waktu akan cenderung lebih sopan dan lebih tertutup (untuk muslimah khususnya). Saya sendiri mulai menutup rambut dengan berhijab sekitar pertengahan tahun 2005 ketika masih bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Tadinya saya berpikir untuk mulai berhijab tepat di pergantian usia saya yang dua puluh lima, tapi waktu itu saya berpikir ulang, kenapa mesti nunggu ulang tahun? Bukankah lebih cepat lebih baik? Karena usia seseorang bisa berhenti kapan saja tanpa harus menunggu waktu ulang tahun. Hingga sampai hampir 10 tahun lebih berlalu, penampilan berpakaian saya masih belum banyak perubahan. Masih nyaman memakai celana panjang walaupun akhir-akhir ini saya lebih memilih baju atasan yang panjangnya menutup bokong. Sementara jauh di dalam hati sebenarnya saya ingin sekali mulai hijrah dalam berpakaian dengan memakai pakaian yang lebih tertutup, lebih sopan dan lebih rapi (baca : mulai beralih memakai rok atau gamis dan memakai kaos kaki), karena saya baru tahu kalau kaki wanita merupakan salah satu aurat yang harus ditutup. Doakan ya..InsyaAllah. Karena semua perjalanan hidup membutuhkan proses.

 
Moment menginjak usia cantik di Tebing Keraton | menikmati indahnya alam


Fase baru di usia cantik | lebih fun dengan tempat-tempat bernuansa alam (baca : puasa ngeMal) haha

Usia dan perawatan wajah

Seiring dengan perjalanan usia cantik ini, tak hanya penampilan yang harus berubah ke arah yang lebih baik, perawatan wajah pun menjadi hal yang tak kalah penting. Tekstur kulit yang mulai berubah menjadi cenderung lebih kering dan dihiasi sedikit kerut atau noda alami (flek hitam) sebaiknya di hindari dan segera diatasi. Saya sendiri merasa sedikit terlambat dalam melakukan perawatan wajah, saya hanya sesekali berkunjung ke salon untuk melakukan perawatan tubuh atau wajah. Mungkin bisa dihitung dengan jari hehe.
Dan akhirnya saya pun memutuskan untuk melakukan perawatan wajah secara alami dengan cara seperti rajin minum air putih, rajin membersihkan wajah sebelum tidur, rajin melakukan senam wajah atau memakai krim perawatan wajah yang sesuai dengan jenis kulit dan usia saya seperti rangkaian produk L’oreal Revitalift Dermalift Skin Expert.

Beberapa produk #lorealdermalift yang saya pilih adalah Day cream, Night cream dan Eye cream nya, karena menurut saya krim-krim tersebut merupakan krim dasar yang wajib perempuan pakai terutama di usia cantik seperti saya sekarang ini. Penggunaan Day cream yang rutin setiap hari bisa membantu merawat kekencangan kulit kita dari dalam sehingga kulit  terasa kencang terutama di area rawan kerutan seperti area sekitar mata dan area sekitar garis senyum. SPF 23 terkandung di dalam Day Cream Revitalift ini sehingga cukup melindungi kulit dari sinar ultra violet yang bisa menyebabkan penuaan dini.
Nah, bicara soal area sekitar mata, si eye cream ini kadang sering luput dari perhatian kita. Padahal area sekitar mata merupakan area yang paling halus dan rawan kerut sehingga dibutuhkanlah eye cream untuk menjaga kelembaban area mata tersebut. Cara pakai eye cream pun berbeda dengan cara pakai krim wajah lainnya. Gunakan eye cream dengan cara ditepuk-tepuk lembut dengan menggunakan jari bagian tengah secara merata dan memutar.

Dan tuk Night cream juga merupakan bagian yang tak terpisahkan. Setiap dandan kita biasanya otomatis menggunakan Day cream, tapi tuk Night cream ada kalanya di malam hari kita sudah merasa cape dan ngantuk sehingga kadang kelupaan untuk memakai Night cream. Padahal penggunaan Night cream berfungsi untuk menjaga kelembaban kulit dan mengoptimalkan proses regenerasi kulit wajah terutama ketika kita tidur.

Jadi, ingat selalu akan pentingnya merawat kulit wajah dan tentunya merawat suasana hati sehingga kecantikan yang alami bisa terus terpancar di usia cantikmu.
Saya setuju dengan pendapat ‘Suasana hati yang tenang dan bahagia bisa datang dari pikiran yang tenang dan bahagia pula’.

So Keep Positive Mind Always !

Punya cerita menarik dan ingin berbagi mengenai moment usia cantik mu? silahkan ceki-ceki di http://bloggerperempuan.com/usiacantik/ ya..
Welcome to the club #usiacantik :)

Lomba blog ini diselenggarakan oleh BP Network dan disponsori oleh L’oreal Revitalift Dermalift.
Di kota Bandung, ada sebuah restoran bertema Korea yang cukup happening dan digemari oleh kalangan anak muda penggemar K-pop dan drakor (drama Korea). Restoran tersebut bernama Chingu.
Chingu Korea Fan Café terletak tak jauh dari kawasan Dago tepatnya di Jalan Sawung Galing, sekitar 100 meter dari mal Baltos (Balubur Town Square) ke arah kampus Unisba (Universitas Islam Bandung).


Design interior di Chingu Cafe dipenuhi foto artis Korea yang ga saya kenal satu pun *maapkeun :p

Selamat Datang Di Chingu Cafe


Secara tak sengaja saya mampir ke Chingu cafe bersama suami. Ternyata sore itu cafe Chingu sedang dipadati oleh banyak pengunjung. Buktinya saya harus menunggu beberapa saat (masuk ke dalam daftar waiting list) sampai saya mendapatkan tempat duduk di dalam.

Sambil menunggu, ada beberapa hal menarik yang saya perhatikan disana. Seperti desain interiornya yang unik. Ada beberapa spot yang didesain mirip seperti di dalam kereta api cepat. Dan suasana ala Korea lainnya. Seperti halnya buku menu yang didesain ala Korea banget. Itu lho mata uangnya ditulis dengan mata uang Korea alias Won hehe. Unik dan kreatif juga ya. Jadi 1 won dikonversikan dengan 10 ribu rupiah.

Dan hiasan-hiasan lain yang mampu menarik perhatian anak muda. Seperti pohon kertas ini. Pohon dengan kertas warna-warni yang penuh dengan wishlist (daftar keinginan) dari para pengunjung yang datang ke Chingu cafe.

Pohon kertas penuh wishlist di pintu masuk Chingu cafe


Pilihan Menu di Chingu Cafe

Dari sekian banyak menu yang ada di Chingu cafe, akhirnya saya memesan makanan yang saya kenal dan cukup familiar yaitu Bibimbap dan Bulgogi. Ditambah dengan makanan penutup khas Korea yaitu Patbingsoo, serta kue pancake mini ala Korea yang (akhirnya) saya pesan sambil menunggu hujan reda.

Bibimbap (Korean Mixed rice)


Bibimbap alias nasi campur ala Korea

Menu Bibimbap yang ada di Chingu cafe terdiri dari nasi putih yang diberi berbagai macam topping seperti sayuran (wortel, toge dan sawi), daging cincang dan telur mata sapi goreng serta saus khas Korea yang ditaburi wijen.

Ada dua pilihan telur mata sapi yaitu telur mata sapi matang dan setengah matang. Dan saya baru tahu kalo cara makan bibimbap itu yaitu dengan mengaduk terlebih dahulu si telor setengah matang dengan nasi. Sehingga si telur pun akan berubah matang dengan sendirinya. Hmm. Tak heran mangkuk yang digunakan untuk menyajikan bibimbap adalah mangkuk panas (hot bowl). Rasa Bibimbap ini adalah gurih, manis dan agak pedas dengan bumbu khas Korea yang sudah diadaptasi terlebih dahulu ke lidah orang Indonesia.


Bulgogi (Korean Beef Barbeque)

Salah satu menu favorit saya di Chingu café adalah menu Beef Bulgogi. Menu nasi putih hangat yang disajikan dengan irisan tumis daging sapi dengan bawang bombai dan taburan wijennya yang khas.  Menurut saya daging sapi nya terasa sangat empuk di lidah. Bumbunya pun begitu meresap di setiap irisannya. Seporsi Beef Bulgogi ini sangat pas dinikmati sebagai menu makan siang. 
photo source : wikipedia.com


Patbingsoo (Classic Shaved Ice Dessert)

Sebagai penggemar dessert, saya langsung memesan salah satu menu dessert yang paling favorit di Chingu, yaitu Patbingsoo.

Patbingsoo terdiri dari beberapa jenis dan saya memesan Patbingsoo yang original

Patbingsoo ini merupakan menu pencuci mulut yang dikemas cantik dengan topping es krim di bagian tengah berbentuk mirip telur mata sapi. Ketika melihat gambar Patbingsoo di buku menu, banyak orang terkecoh dengan bentuknya yang menarik sehingga menyangka kalau itu adalah telur mata sapi betulan. Patbingsoo ini memiliki rasa manis dan segar secara terdiri dari campuran es krim, buah-buahan, jelly, nata de coco, kacang merah, susu, es batu dan sirup.
Es batu sengaja disusun di bagian mangkuk paling bawah sehingga susunan topping-topping jelly dan buah yang warna warni pun terlihat eye catchy dan instagramable banget. Desert Patbingsoo original ini cocok disantap di siang hari atau ketika cuaca sedang panas.

Pancake (Sweet Mini Pancake)


Pancake dengan vanilla ice cream | perpaduan antara cake yang hangat dan es krim yang lumer di mulut | yummy

Cuaca hujan dan suasana yang hangat di Chingu café membuat saya dan paksu seolah enggan untuk pulang, hingga kami pun memutuskan untuk memesan kembali makanan penutup berupa pancake. Waduhh, lapar atau doyan nih? hehe. Dan kami seolah lupa kalau di luar sepertinya masih ada beberapa pengunjung yang antri menunggu untuk bisa menikmati makanan khas Korea di Chingu cafe.
Dua piring kecil pancake pun menemani acara makan berdua bareng paksu di Chingu..rasanya pas banget deh suasana sore itu, kencan berdua diringi suara hujan gerimis sambil makan pancake es krim. Eciyee.


Kesan Setelah Berkunjung Ke Chingu Café


Oya Chingu Café ini terbagi menjadi dua area. Area depan disebut sebagai area Dongdaemun Street, sedangkan area belakang adalah Chagiya yaitu area dengan pilihan menu Suki  (Korean Suki & Barbeque)
Dan di Chingu Café ini terdapat juga tempat penyewaan baju tradisional Korea yaitu Hanbok, jadi pengunjung yang datang ke Chingu bisa berdandan ala Korea dengan menyewa Hanbok dan tentunya berfoto dong. Selfie atau wefie bareng teman. Say ‘Cheese’ atau..Say ‘Kimchii’ :) .  Khan lagi berasa di Korea.Haha.

Kayaknya saya bakalan datang lagi ke Chingu Cafe. Datang rame-rame bareng teman. Atau ngajak keponakan perempuan saya yang mulai doyan sama hal-hal yang berbau Korea.


FYI Chingu dalam bahasa Korea memiliki arti sebagai Teman dalam bahasa Indonesia. 
Well, tunggu aku datang lagi ya Chingu !


Chingu Korea Fan Café
Jam operasional : 10am – 10 pm
Alamat                 : Jl. Sawung Galing no 10, Bandung
Telepon               : (022) 423-9963
Twitter                 : @chinguID
Instagram            : @chingucafe
Line                     : @chingucafe


Salam,

Top level domain apaan tuh ?.. mungkin sebagian orang masih belum familiar dengan istilah tersebut. Beda halnya untuk para blogger, Top Level Domain itu ibarat sebuah nama yang dapat menunjukkan ‘identitas’ seorang blogger sekaligus sebagai personal branding mereka.


Top Level Domain atau TLD merupakan domain berbayar dengan nama khusus yang bisa kita pilih sendiri untuk dijadikan sebagai nama website, apakah itu website pribadi ataupun website bersama. 

Seorang blogger biasanya pertama kali ngeblog menggunakan media platform blog gratisan seperti blogspot atau wordpress tapi seiring dengan kebutuhan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih maksimal dari blog, seorang blogger sebaiknya memiliki blog pribadi dengan TLD. Walaupun nyatanya masih banyak blogger diluar sana yang berfikir puluhan kali untuk memiliki sebuah domain berbayar, dan apakah itu termasuk anda? Hehe, don’t worry saya juga dulu sama seperti anda, butuh waktu dan mikir lamaa banget..perlu apa engga sih punya blog dengan TLD? Secara nulis masih semaunya alias blog jarang diupdate..khan sayang tuh..kalo mesti ngeluarin uang ratusan ribu. Padahal iuran TLD cukup bayar satu tahun sekali loh..worthed banget kok, dengan manfaat yang akan diperoleh. Sampai akhirnya sekitar awal oktober 2016 lalu, saya memanfaatkan sebuah promo yang ditawarkan oleh satu perusahaan jasa web dan hosting untuk akhirnya memiliki blog dengan nama saya sendiri...www.sarrahgita.com..ciee..#bangga

Walaupun masih blogger pemula, punya blog dengan TLD itu penting loh..kenapa ? karena menurut saya di era digital seperti sekarang ini, blog tidak hanya berfungsi sebagai diary online tempat kita curhat atau tempat untuk menulis hal-hal yang kita suka saja seperti kegiatan sehari-hari atau hobi tetapi saat ini blog sudah semakin berkembang dan membuka banyak peluang positif bagi para penulisnya seperti munculnya berbagai macam tawaran kerjasama untuk me-review sebuah produk ataupun tawaran untuk memasang iklan di blog kita. Yang mana dari proses kejasama tersebut blogger dapat memperoleh sejumlah uang sebagai tambahan penghasilan. Dan blog dengan TLD biasanya lebih mempunyai 'daya jual' untuk diajak kerjasama karena terkesan lebih serius dan profesional.
 
Dan untuk bisa sampai ke tahap tersebut, ada beberapa hal yang bisa blogger pemula lakukan, diantaranya :

1.  Tentukan tema.
   Ketika pertama kali menulis sebuah blog, setiap orang pasti mempunyai tujuan masing-masing,  apakah sekedar tempat curhat, tempat menyalurkan hobi atau sekedar ikut-ikutan karena membuat blog itu gratis dan cenderung mudah.
Ada baiknya kita memiliki tema yang spesifik sehingga kita bisa fokus di tema tersebut dan secara otomatis akan membangun personal branding kita. misal : tema tentang travelling, fashion atau parenting. Jadi apabila ada pembaca yang membutuhkan informasi tentang tema tertentu, mereka akan ingat pada blog anda dan langsung mengunjungi blog anda.

2. Konsisten menulis.
    Salah satu hal penting yang kadang masih sulit dilakukan oleh blogger pemula adalah konsisten menulis. Rajinlah menulis walaupun anda merasa kemampuan anda menulis masih biasa saja. Kalimat masih berantakan seperti saya ga masalah hehe, udah pede aja, saya percaya kalau Practice Makes Perfect. Dan menurut salah satu tokoh penulis favorit saya dengan rajin berlatih kemampuan menulis kita akan terus terasah sehingga kemudian bisa menghasilkan konten yang menarik dan berkualitas.
Konten yang menarik merupakan kunci utama yang dapat membuat pembaca datang kembali dan setia mengunjungi blog anda. Kalau jumlah pembaca blog anda sudah banyak anda bisa dilirik oleh beberapa perusahaan sebagai influencer yang bisa mewakili produk mereka. Keren khan?

3. Miliki nama blog yang mudah diingat.
  Sebagai orang yang hobi browsing, banyak sekali saya temui, nama-nama blog yang terkesan asal dibuat, cenderung alay dan susah diingat, padahal nama blog yang dipilih menunjukkan image dan karakter si penulis, terutama untuk personal blog. Nama yang paling mudah untuk digunakan sebagai nama domain biasanya adalah nama lengkap si penulis. Dan selain supaya lebih mudah diingat, lebih singkat dan lebih keren, anda bisa memilih domain berbayar sebagai nama blog anda.


Keuntungan Memiliki Blog Dengan Top Level Domain.

Bagi seorang blogger memiliki blog dengan TLD merupakan kebanggaan tersendiri karena terlihat lebih PROFESIONAL, blog kita akan LEBIH MUDAH DIINGAT sehingga bisa mendatangkan PENGUNJUNG yang LEBIH BANYAK setiap harinya. Selain itu yang lebih penting adalah blog dengan TLD cenderung mendatangkan lebih banyak pemasukan karena banyak tawaran pekerjaan untuk para blogger yang salah satu syaratnya adalah blog harus TLD.

Sebagai blogger pemula, keuntungan yang saya rasakan dari memiliki blog dengan Top Level Domain adalah saya dituntut secara positif untuk lebih fokus dalam menekuni dunia blogging. Sebagai ibu rumah tangga, saya ingin tetap produktif dengan bekerja dari rumah melalui kegiatan menulis. Untuk saya pribadi, menulis merupakan terapi sekaligus penyaluran hobi yang bermanfaat. Karena apabila digeluti dengan serius, kegiatan blogging ini bisa menghasilkan uang :). Memiliki hobi menulis dan kemudian dibayar. Wahh, siapa sih yang ga mau?

Banyak lho buktinya..temen-temen blogger yang jadi rajin menulis setiap hari dan kemudian mendapatkan job-job terutama setelah berganti domain dari domain gratisan ke domain berbayar.
Jadi buat anda yang masih mikir yes or no untuk beli domain pake nama sendiri, ga usah khawatir rugi karena si TLD ini bisa dihitung sebagai investasi bisnis yang bisa menghasilkan.


Pilih domain Dotcom atau Dotnet?

Nama domain berbayar yang cukup popular di kalangan masyarakat adalah domain dengan akhiran com atau net. Dotcom dan Dotnet dirasa lebih popular karena lebih familiar di kalangan masyarakat pengguna internet. Com itu sendiri merupakan singkatan dari Commercial yang memiliki arti komersil sedangkan untuk Dotnet, akhiran Net disini adalah singkatan dari Network atau jaringan. Dan untuk personal branding atau keperluan bisnis seperti online shop misalnya, biasanya domain dengan akhiran dotcom lebih banyak disukai.

Nah, untuk blogger yang ingin lebih mengoptimalkan blog yang sudah dimiliki,  yuk segera upgrade blog anda dengan brand anda sendiri, mumpung di dotcomforme lagi ada promo istimewa beli domain Dotcom cuma Rp 100ribu/tahun sudah TERMASUK GRATIS hosting sebesar 500MB lumayan banget khan. Trus untuk anda yang tertarik dengan dunia blog dan belum punya blog..jangan khawatir, Dotcomforme juga punya Hot promo yang menarik dengan harga terjangkau yaitu paket website blogging yang terdiri dari domain Dotcom favorit anda, hosting sebesar 500 mb, Wordpress installment dan juga unlimited email personal.com dengan harga terjangkau cuma Rp 150ribu aja. Yuk manfaatin KESEMPATAN ini and Lets Blogging !


#DotcomforBlogging

Baca juga : Cara daftar Top level domain Dotcom atau Dotnet dengan harga terjangkau.