Thursday, August 30, 2018

Ciri Kualitas Telur Yang Baik Dan Sehat (Healthy Eggs)





Kalau ditanya jenis makanan apa yang harus selalu ada di rumah? Saya pasti akan menjawab “telur”.
 
Ya telur adalah salah satu makanan wajib yang harus selalu siap sedia di rumah. Selain praktis dan mudah untuk mengolahnya, telur merupakan sumber protein yang kita butuhkan supaya badan kita tetap sehat dan kuat dalam beraktifitas.

Konsumsi telur di keluarga kami sebenarnya ga terlalu banyak, hanya sekitar 1 kg setiap bulannya. Karena saya termasuk ibu rumah tangga yang jarang masak kecuali kepepet #eh.

FYI : jumlah konsumsi telur di Indonesia memang jauh lebih sedikit dibanding dengan negara lain.Hmm..
Dan untuk kebutuhan telur sehari-hari saya biasa membelinya di warung langganan dekat rumah ataupun di supermarket sekalian belanja bulanan.

Nah suatu waktu ketika saya berkunjung ke sebuah supermarket, saya melihat ada telur yang dikemas dalam kemasan karton berwarna coklat dengan gambar ayam di bagian depannya.

Ternyata telur tersebut adalah telur Healthy Eggs, telur baik dan sehat pelopor hypoallergenic pertama di Indonesia.

Apa Itu Hypoallergenic?

Ketika kita berbelanja sebuah produk susu atau produk kecantikan, biasanya terdapat label atau komposisi yang bertuliskan ‘Hypoallergenic’  atau dermatological tested. Keterangan tersebut ada kalanya kurang kita pahami artinya, namun sebenarnya istilah tersebut membantu kita dalam memilih produk mana yang sekiranya cocok untuk kita.

Hypoallergenic ini memiliki arti bahwa produk tersebut telah menggunakan seminimal mungkin bahan baku yang bisa menimbulkan reaksi alergi. Atau dapat diartikan dapat mengurangi risiko timbulnya alergi pada si pemakai produk tersebut.

Begitupun dengan produk telur Healthy Eggs ini, telur Healthy Eggs adalah telur pelopor hypoallergenic pertama di Indonesia karena tidak mengandung residu anti biotik. Sehingga tidak menyebabkan reaksi alergi. Sehat dan aman untuk dikonsumsi oleh siapapun, mulai dari anak-anak, orang dewasa, ibu hamil & menyusui hingga lansia. 

Dan saya sendiri baru tahu bahwa sekitar dua persen anak-anak di dunia alergi terhadap telur. Dan kabar baiknya 70% dari anak-anak yang pernah terkena alergi telur tersebut bisa terlepas dari kondisi itu ketika berusia 16 tahun. (sumber : American College Of Allergy, Asthma and Immunology (ACAAI).

Telur Yang Baik Dan Sehat Dihasilkan dari Ayam yang Sehat

Telur Healthy Eggs dihasilkan dari ayam yang sehat karena pakan ternak ayamnya diproduksi oleh sendiri lho. Berada di bawah naungan PT.Inti Prima yang berlokasi di Sukabumi.

Bahan baku yang digunakan sebagai pakan adalah bahan baku pilihan yang berkualitas. Di cek terlebih dahulu di laboratorium dan diproses melalui oven agar kadar airnya berkurang sehingga pakan tidak lembab dan tidak menimbulkan jamur. 

Membuat pakan alternatif sendiri dari bahan alami memiliki beberapa kelebihan yaitu meningkatnya kualitas ayam, produktivitas telur dan menghemat biaya pemeliharaan ayam.

Pilihan pakan yang baik tentu akan menghasilkan kualitas telur ayam yang baik pula. Berarti istilah You Are What You Eat juga berlaku untuk ayam ya hehe.

Oya, di bagian depan karton pembungkus telur Healthy eggs terdapat tulisan vegetarian based feed. Tulisan tersebut memiliki arti bahwa sayuran hijau adalah bahan pakan yang menjadi sumber vitamin dan mineral bagi ayam ternak Healthy Eggs Sayuran tersebut diberikan dalam bentuk segar setelah dicincang untuk memudahkan ayam memakannya. Ayam juga doyan makan sayuran lho. Hoho.

Vegetarian based feed : ayam penghasil telur Healthy Eggs di beri makan sayuran segar lho

Kelebihan Telur Ayam Healthy Eggs

Sebagai telur ayam yang memiliki kualitas baik dan sehat, telur ayam Healthy Eggs memiliki beberapa keunggulan antara lain :
  1. Telur ayam healthy eggs tidak memiliki bau amis dan rasanya lebih gurih. Karena ayam di peternakan Healthy Eggs mendapatkan perlakuan khusus dan terhindar dari stress.
  2.   Telur ayam Healthy Eggs memiliki cangkang kulit telur yang tidak mudah pecah (mengandung banyak kalsium) alias lebih tebal karena peternakan ayamnya mendapatkan sinar matahari yang cukup.
  3.  Healthy Eggs berasal dari ayam yang tidak divaksinasi semasa produksinya (hanya ayam berumur dibawah 10 atau 14 hari saja (DOC) yang diberi vaksin)
  4.  Bagian dalam telur bebas bakteri Salmonella (memiliki manajemen kandang yang baik) dan bebas bakteri E- Coli. Sumber air minum ayam petelur Healthy Eggs berasal dari air bawah tanah (min. 100m) untuk menekan bakteri E.Coli.
  5.  Mengkonsumsi bagian putih telur Healthy Eggs selama 2 minggu berturut-turut dapat membantu menurunkan gula darah dalam tubuh (terapi diabetes).
  6. Healthy Eggs dikemas dengan kemasan yang ramah lingkungan. (kemasan karton dapat mengurangi kehilangan air di dalam telur dan melindungi rasa telur itu sendiri dari aroma makanan lain yang mungkin terserap ke dalam telur).



Tempat Memperoleh Telur Ayam Healthy Eggs


Untuk memperoleh Telur ayam Healthy Eggs ini kita tinggal datang ke beberapa swalayan atau toko pilihan berikut ini :

Bandung :
Papaya Fresh Gallery (mal PVJ), Transmart Carrefour, Ujenk Mart (Jl. Dr Otten), Sakura Medical,  Apotik Pajajaran, dan Toko Organic Bandung (Jl.Cimanuk).

Jakarta :
Ranch Market, Farmers Market, Kem Chicks, Gelael, Lokka, Grand Lucky, Rezeki, Total Buah, Duta Buah, Jakarta Fruit Market, Koki Fruit, Market City serta Maxim.

Info lebih lengkap mengenai Healthy Eggs dapat diikuti melalui www.healthyeggs.co.id atau social media / akun instagram @healthy.eggs

Oya, harga telur ayam Healthy Eggs ini bervariasi tergantung dari ukurannya, ada yang ukuran kecil (small size) Rp 27.000/10 butir, ukuran sedang (medium size) Rp 32.000/10 butir dan ukuran besar (large size) Rp 43.500/10butir.

Jadi pilihlah telur dengan kualitas terbaik karena telur yang baik dan sehat memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

Sumber :  wikipedia.org
                 www.cekalergi.com
                 IG : @healthy.eggs

Baca Juga : Kursus Bikin Kue di Arvian

Sunday, August 26, 2018

Tips Memelihara Kucing Di Rumah Bagi Pemula


Ga kerasa udah hampir 5 tahun saya mulai menyukai kucing dan kemudian memeliharanya di rumah. Karena sebelumnya tak pernah terpikirkan sama sekali kalo saya bakalan ‘jatuh cinta’ sama binatang lucu berbulu yang satu itu.

Tips memelihara kucing bagi pemula

Saya jadi teringat pengalaman pertama ketika memelihara kucing. Waktu itu sekitar tahun 2013 ketika kami sedang tinggal di Surabaya. Kucing pertama kami adalah seekor kucing betina berwarna abu-abu yang saya beri nama Shaggy namun lama-kelamaan dia kami panggil dengan nama kesayangan yaitu Didut.. Haha..jauh banget yak. Padahal Didut engga berbadan gendut. Nah lho. Apalah arti dibalik nama hehe.


Seiring berjalannya waktu, Didut pun berkembang biak dan melahirkan 2 kali, anak Didut ada 4 ekor.  Jadi waktu itu total jumlah kucing yang saya pelihara di rumah yaitu 5 ekor.


Sebagai seseorang yang baru saja memelihara kucing, saya pun mulai ‘kewalahan’ harus memelihara banyak kucing di rumah. Makanannya cepat sekali habis, sedangkan kotorannya cepat sekali penuh #eh (baca : dua kucing saja cukup).  haha.


Hingga akhirnya saya harus merelakan tiga anak kucing Didut untuk dibagikan ke saudara sepupu yang memang juga tertarik untuk memelihara kucing.

Nah Berikut Ini Tips Memelihara Kucing Bagi Pemula Yang Harus Diperhatikan :

  1. Sebaiknya pelihara satu ekor kucing saja dulu, pilih mau kucing betina atau kucing jantan. Dengan resiko kalo kucing betina kita harus siap memiliki banyak kucing (akan melahirkan anak-anak kucing), sedangkan kalau kucing jantan, kita harus siap-siap mencarikan pasangan ketika kucing tersebut masuk masa birahi. Fyi ketika sedang birahi kucing jantan akan cenderung berisik (sering bersuara). 
  2. Hindari sengaja membeli kucing dengan tujuan ingin memelihara. Kucing bukanlah binatang untuk diperjualbelikan. Sebaiknya adopsi saja, minta dari teman atau pelihara kucing yang memang membutuhkan 'rumah'.
  3. Sediakan tempat yang layak dan nyaman bagi si kucing. Jangan pernah memelihara kucing kalau hanya untuk ditaruh alias dipajang di dalam kandang. It’s a big No No. Kucing juga adalah mahluk hidup yang butuh kebebasan untuk bergerak, bermain dan berlari.
  4. Kucing yang sering dikurung di kandang, cenderung ingin kabur dan lari. Kalo udah kabur dan ga balik lagi tentu kita sendiri yang bakalan sedih. Saya udah pernah ngerasain gimana 'sakitnya' ditinggal kucing kesayangan yang kabur hiks. Sampe nangis n bikin Baper banget deh pokoknya.
  5. Sediakan makanan khusus kucing (bisa dibeli di pet shop atau supermarket) dan beri minum air matang yang bersih (air mentah mengandung bakteri yang bisa mengganggu pencernaan kucing).
  6. Sediakan sarana untuk kucing BAB (buang air besar) dan BAK (buang air kecil) berupa bak pasir.
  7. Rajin membersihkan bak pasir tersebut supaya kesehatan kucing dan kesehatan kita sebagai pemilik rumah tetap terjaga.
  8. Rutin memandikan kucing minimal satu minggu sekali. Memandikan kucing bisa di pet shop (salon khusus binatang peliharaan) atau di rumah. Mandikan kucing menggunakan air hangat.
  9. Memberikan vaksinasi khusus kucing dengan cara membawa kucing ke dokter hewan. Supaya kucing peliharaan kita tetap sehat.
  10. Rutin mengajak kucing bermain (belikan mainan khusus kucing ), untuk menjaga supaya kucing tetap lincah dan juga melatih ketangkasannya. Selain itu bermain dengan kucing dipercaya bisa menghilangkan stress dan menjadi hiburan tersendiri.
  11. Sisiri bulu kucing menggunakan sisir khusus kucing. Terutama pada jenis kucing yang memiliki bulu panjang. Menyisir bulu kucing selain menjaga supaya bulunya tetap rapi juga berfungsi untuk membuang bulu-bulu mati di tubuh kucing.
Jadi, bagaimana? Sudah siap untuk memelihara kucing di rumah? Karena memelihara kucing itu (ternyata) seru dan menyenangkan lho.


Follow @sarrahgita On Instagram

© sarrah gita's blog. Made with love by The Dutch Lady Designs.