My Sweet Escape Moment : Hunting Foto Di Kota Semarang..Seru !

December 24, 2018

Berkunjung ke sebuah kota adakalanya terasa lebih menyenangkan apabila pergi beramai-ramai bersama teman. Seperti halnya di bulan Maret 2017 lalu, ketika bersama sekitar 40 orang teman perempuan lainnya, kami pergi jalan-jalan ke Semarang untuk mengunjungi beberapa tempat bersejarah di kota Semarang, sekalian hunting foto !. #mysweetescapemoment  

 

Yup, sejak saya bergabung dengan komunitas foto, hunting foto menjadi sebuah kegiatan yang seru dan menyenangkan yang diselipkan ke dalam sebuah agenda jalan-jalan. Seperti yang kita tahu, kota Semarang memiliki beberapa objek wisata bersejarah yang menarik untuk dikunjungi sekaligus cocok untuk dijadikan sebagai objek foto.


Selama di Semarang, saya dan teman-teman berkunjung ke 3 tempat berikut dan ke beberapa tempat tujuan wisata lainnya di sekitar Semarang yang insyaAllah akan saya share di postingan lain yang berbeda.

Nah di ketiga tempat di Semarang berikut ini saya mendapatkan ‘oleh-oleh’  beberapa buah foto yang memiliki nilai sejarah dan beberapa foto lainnya yang cukup menarik dan sayang untuk dilewatkan.

     1.    Lawang Sewu


Lawang sewu adalah sebuah objek wisata terkenal di Semarang. Selain memiliki nilai sejarah, bangunan Lawang sewu terkenal akan arsitektur bangunannya yang cantik. Bangunan peninggalan jaman Belanda tersebut dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Dahulu digunakan sebagai kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. 

Lawang sewu ini  berlokasi di jalan Pemuda, kota Semarang yaitu di area bundaran Tugu Muda yang cukup strategis karena berada tidak jauh dari kantor balai kota Semarang dan mudah diakses oleh setiap pengunjung yang ingin berkunjung kesana.

Masyarakat setempat menyebutnya sebagai Lawang Sewu karena
bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Meskipun pada nyatanya jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan tersebut memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar sehingga masyarakat menganggapnya sebagai pintu (lawang). Dalam bahasa Jawa, Lawang berarti pintu dan Sewu berarti seribu.
 





Setelah kemerdekaan republik Indonesia sampai dengan tahun 1994, bangunan kuno dan megah berlantai dua ini pernah dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau yang sekarang dikenal dengan nama PT KAI (Kereta Api Indonesia). Maka pengunjung yang datang ke Lawang Sewu sedikit banyak dapat mengetahui cerita tentang sejarah perkereta apian di Indonesia. Tapi sayang sekali waktu itu saya melewatkan bagian cerita tentang sejarah kereta api tersebut. Atau mungkin saya lupa karena lebih fokus pada suasana dan keindahan bangunan Lawang Sewu yang bergaya Eropa dengan detail-detailnya yang menarik perhatian.  

Ini juga ga kalah menarik, ketemu mamang penjual lupis versi Semarang di depan gedung Lawang Sewu
Bangunan berusia ratusan tahun tersebut sempat direstorasi dan diperbaiki pada tahun 2009 tanpa mengubah bentuk aslinya dan tetap berdiri kokoh sampai sekarang. Pada tahun 2011 gedung Lawang Sewu dibuka untuk umum sebagai lokasi wisata sejarah dan menjadi salah satu tujuan wisata andalan di kota Semarang. Buka setiap hari Senin - Minggu mulai pukul 07.00 pagi sampai dengan pukul 21.00 malam. Konon berkunjung ke Lawang Sewu pada malam hari memiliki tantangan tersendiri karena sempat ada beberapa cerita horror tentang bangunan Lawang sewu yang memiliki ruang penyiksaan di area bawah tanahnya, yang saya lihat bentuknya seperti kolam berukuran kecil dan gelap. Wih saya kok jadi merinding ya bayanginnya?

Oya, harga tiket masuk ke kawasan wisata Lawang Sewu ini sangatlah terjangkau, yaitu Rp 10.000 untuk dewasa, dan Rp 5000 untuk pelajar dan anak-anak di bawah usia 12 tahun. Dan tersedia biaya tambahan khusus untuk pengunjung yang membutuhkan jasa pemandu, yang akan memberikan informasi lengkap tentang latar belakang sejarah bangunan Lawang Sewu tersebut.

Hasil foto mas Guide yang kita todong buat fotoin kita dengan gaya candid..haha

     2.    Kota Lama


Kawasan tersebut merupakan sebuah pusat perdagangan pada abad 19 – 20 dan merupakan saksi bisu sejarah Indonesia selama masa kolonial Belanda. Di kawasan Kota Lama terdapat sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kokoh. Kawasan kota lama yang juga disebut Outstadt tersebut berlokasi di Jalan Letjen Soeprapto, Semarang.

Dan dari sekian banyak bangunan kuno yang ada di kawasan Kota Lama, ada beberapa spot menarik yang wajib diabadikan seperti gereja Blenduk, gereja kristen tertua di kota Semarang.

Gereja Blenduk peninggalan jaman belanda ini dibangun pada tahun 1753
 
Berfoto di taman Sri Gunting dengan background gereja Blenduk


Serta sebuah lorong instagramable yang penuh dengan akar-akar pohon berukuran besar. Spot tersebut merupakan spot khusus yang wajib untuk diabadikan. Terbukti banyak wisatawan yang tertarik untuk berfoto di area bertema jadul tersebut.

 
behind the scene





FYI kawasan Kota Lama ini memiliki luas sekitar 31 hektar. Wow.Luas banget ya, kayaknya sehari ga akan cukup kalo pengen puas hunting foto disana.

     3.  Kelenteng Sam Poo Kong


Kelenteng Sam Poo Kong adalah tempat tujuan wisata ketiga yang saya kunjungi di Semarang. Sesuai namanya kelenteng Sam Poo Kong ini adalah sebuah tempat peribadatan umat Budha yang terbuka untuk umum dan bisa dikunjungi oleh para wisatawan yang ingin berfoto disana. 

Pengunjung yang datang ke kelenteng Sam Poo Kong bisa menyewa pakaian seperti ini dan berfot

Kelenteng Sam Poo Kong memiliki nilai sejarah karena di tempat ini terdapat sebuah patung berukuran besar dengan tinggi sekitar 15 m yaitu patung sosok Laksamana Ceng Ho. 



Ternyata lokasi kelenteng Sam Poo Kong tersebut diketahui sebagai tempat persinggahan dan pendaratan pertama Laksamana Ceng Ho yang berasal dari Hongkong namun beragama islam. Menurut cerita laksamana Ceng Ho sedang berlayar melintasi pulau jawa, dan saat itu banyak awak kapalnya yang sakit, sehingga laksamana Ceng Ho memutuskan untuk singgah di pantai utara Semarang dan berlindung di sebuah Goa. Konon setelah laksamana Ceng Ho meninggalkan tempat tersebut banyak anak buahnya yang tinggal di daerah Simongan, Semarang dan memutuskan untuk menetap dan menikah dengan warga setempat. Di Semarang Laksamana Ceng Ho menyebarkan agama islam dan mengajarkan cara bercocok tanam. Sumber : wikipedia.org



Perjalanan Bandung – Semarang - Bandung


Jalan-jalan di kota Semarang selama 3 malam 4 hari sungguh menyenangkan dan tidak terasa kami harus segera kembali ke Bandung.

Perjalanan dari kota Bandung menuju Semarang dan sebaliknya membutuhkan waktu sekitar 8 jam apabila menggunakan kendaraan roda empat. Namun pergi ke Semarang menggunakan transportasi kereta api pun tak kalah praktis dan lebih menarik, karena perjalanan menggunakan kereta api menurut saya cenderung tak terasa, tau-tau udah nyampe aja hehe dan kita ga usah khawatir akan terkendala oleh kemacetan, apalagi sekarang sudah banyak jasa layanan kereta api online yang tersedia di sekitar kita. Tinggal siapkan budget, pilih jadwal yang sesuai dan pesan lewat pegipegi.com dan kita pun sudah bisa pergi liburan ke tempat yang kita inginkan. Noted, ready for another sweet escape moment.

Sebuah pengalaman yang mengesankan dan tak terlupakan bisa hunting foto bareng teman-teman di Semarang, sekaligus sempat kulineran di Semawis, salah satu area kuliner terkenal di Semarang yang hanya buka setiap hari Sabtu dan Minggu saja.

Dan tentu saja makan seafood sambil menikmati suasana sunset di resto Kampung Laut Semarang yang suasananya terasa romantis di malam hari.

Suasana sunset di restoran Kampung Laut, Semarang
 
Lilin-lilin romantis di resto Kampung Laut yang mulai dinyalakan ketika hari mulai gelap
Pengen rasanya bisa berkunjung lagi ke kota Semarang, bareng suami dan keluarga karena tentunya masih banyak tempat-tempat menarik lainnya di Semarang yang belum saya kunjungi.

Oya share dong disini, buat man-teman yang tinggal di Semarang or yang udah pernah berkunjung ke kota Semarang, tempat apa saja kah yang recommended untuk dikunjungi oleh para wisatawan lokal seperti saya?

Terimakasih.

 















You Might Also Like

4 comments

  1. Wah jadi kangen Semarang...ke sini 4 tahun lalu ke Lawang Sewu, Kota Lama dan Sam Poo Kong
    Cuma belum ke Kampung Laut...
    Duh kalau ke Semarang lagi bisa ke sini nih

    ReplyDelete
  2. penasaran banget dengan lawang seru, meski deket belum sempet kesitu :D, katanya tempatnya agak mistik gitu ya

    ReplyDelete
  3. aku selalu ngelewatin semarang kalo mudik ke solo, tp baru sekali thok singgah di sana , itupun hanya utk makan, trus lanjut lg. yg pengen banget aku liat itu sbnrnya lawang sewu, krn cerita sejarahnya dan mistisnya jg :D.

    ReplyDelete
  4. Emang beda ya kalau yg jalan2 komunitas foto itu. Fotonya bagus2. Aku keliling Semarang fotonya muka lecek semua wkwkwkwk

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. :)
Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman.

Follow @sarrahgita on Instagram