Setelah hiatus cukup lama dari nonton serial drakor (drama korea), secara ga sengaja saya beralih ke drachin (drama China) dong 😄
Jadi sekitar dua bulan yang lalu, ketika lagi buka-buka menu film di salah satu platform OTT (Over The Top), saya menemukan salah satu judul film drama China yang terlihat cukup menarik.
Drachin tersebut bertema romantic comedy yang menurut saya pas banget untuk ditonton sebagai hiburan di kala senggang.
Surprisingly saya pun menonton drachin dengan latar belakang kompetisi memasak itu bersama ayah saya yang berusia 79 tahun hihi.
Drachin Ga Kalah Seru Dibanding Drakor
Setelah selesai menonton satu judul drachin, saya menarik kesimpulan, bahwa ternyata cerita drachin juga ga kalah seru dibanding drakor.
Alur ceritanya, ringan namun sarat makna, para pemainnya, ganteng-ganteng dan cantik-cantik, aktingnya, natural dan bikin gemas, semuanya paket komplit deh.
Namun yang menjadi kekurangan, jumlah episode drachin ini terlalu panjang. Sehingga saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya.
Umpama saya nonton satu hari satu episode, maka untuk menuntaskan 38 episode maka saya membutuhkan waktu selama 38 hari alias satu bulan lebih wkwk.
Walopun kadang pernah juga sih dalam satu hari saya menuntaskan dua episode, tak lebih.
Jujur saya ga sanggup kalo harus nonton secara marathon.
Cukup satu kali saja seumur hidup.
Ya waktu era pandemi covid-19 saya sempat menuntaskan satu judul drakor hingga pukul dua pagi wew.
Ketagihan Nonton Drachin
Selesai nonton drachin pertama, rupanya ayah saya ketagihan ingin nonton drachin lain. Hoho.
Saya pun mengiyakan dan mencari judul drachin lain.
Tau ga sih, pilihan drachin kedua yang bertema romansa bisnis (persaingan di dunia e-commerce).
Ternyata memiliki jumlah episode yang lebih panjang, yaitu 45 episode, oemji.
Sungguh luar biasa.
Tapi gapapa deh.
Semenjak ibu saya meninggal dunia setahun yang lalu, salah satu aktivitas family time saya di rumah yaitu menemani ayah nonton drachin.
Nonton Drachin Tiap Hari, Belum Ada Kosa Kata yang Berhasil Saya Tangkap
Selama nonton drakor, ada beberapa kosakata bahasa Korea yang saya tangkap.
Bahasa sehari-hari seperti gwencana (ga apa-apa), annyeong haseyo (apa akabar), pali-pali (cepat-cepat) dan sebagainya.
Namun selama nonton drachin, ga tau kenapa saya kesulitan untuk menangkap kosakata dalam bahasa Mandarin.
Terdengar cepat dan kurang jelas.
Rasanya telinga saya sulit untuk kompromi, he.
Tawaran Belajar Singkat Bahasa Mandarin Secara Online
Nah, suatu hari saya mendapatkan informasi dari salah satu WAG (whatsapp group) bahwa ada tawaran untuk belajar bahasa mandarin secara online.
Saya pun langsung tertarik. Ingin ikutan.
Karena gratis, durasi belajarnya cukup singkat cuma dua jam saja, tapi lumayan lah ya.
Jujur setelah nonton drachin sekarang saya jadi penasaran banget sama bahasa yang paling banyak dipelajari di seluruh dunia tersebut.
Bahasa mandarin menjadi salah satu bahasa yang paling banyak dipelajari di dunia karena pengaruh kekuatan ekonomi Tiongkok dan Taiwan yang terus meningkat.
Maka bahasa Mandarin pun menjadi bahasa penting untuk peluang bisnis, teknologi dan diplomasi global (bahasa resmi PBB).
Latar Belakang Peserta Kursus Singkat Bahasa Mandarin
Setelah mendaftar, rupanya jumlah peserta kelas belajar Mandarin secara online ini lumayan banyak, ada sekitar 20 orang lebih.
Terdiri dari pria dan wanita dengan berbagai jenis usia, latar belakang serta pekerjaan.
Namun di sesi hari itu yang pekerjaannya ibu rumah tangga cuma saya aja tuh 😀.
Karena rata-rata merupakan mahasiswa dan mahasiswi atau karyawan dan karyawati.
Bahkan ada juga yang masih pelajar
Tutor Bahasa Mandarin yang Ramah dan Interaktif
Sebelum sesi belajar bahasa Mandarin dimulai, saya ga mempunyai ekspektasi lebih.
Tapi setelah selesai belajar, saya memiliki kesan tersendiri.
Saya merasa excited soalnya tutor kursus bahasa Mandarinnya sangat ramah dan interaktif.
Btw guess what, sang tutor (laoshi) yang mengajarkan saya bahasa Mandarin ini merupakan seorang wanita muda asal Malaysia lho
Yes, sebenarnya cukup absurd juga ya, belajar bahasa Mandarin dari orang Malaysia haha.
Saya pikir yang bakal menjadi tutor adalah orang Indonesia atau chindo yang fasih berbahasa Mandarin.
But that’s not a problem, it was a fun session, actually.
Ngedengerin bahasa mandarin dalam versi logat bahasa melayu sekaligus 😆
![]() |
| selain diajarin sedikit lagu mandarin, kita juga diajarin beberapa kosa kata versi bahasa gombal mandarin |
![]() |
| oleh-oleh kursus singkat bahasa mandarin |
Kesimpulan
Setelah mencoba belajar bahasa Mandarin secara singkat, saya mengambil kesimpulan bahwa siapapun yang akan belajar bahasa Mandarin harus mempunyai tujuan / niat yang jelas.
Misal untuk tujuan pekerjaan, bisnis dan sebagainya.
Karena kalo untuk seru-seruan aja, kita bisa belajar secara otodidak dari internet.
Ngomongin soal belajar bahasa asing, jaman kuliah dulu saya pernah belajar bahasa Jepang.
Tapi kalo dibandingkan dengan bahasa Mandarin, bahasa yang sudah ada sejak sekitar 3000 tahun lalu ini menurut saya relatif sulit untuk dipelajari.
Faktanya mempelajari bahasa mandarin memang memiliki beberapa tantangan tersendiri.
Mulai dari cara pengucapan kata yang bernada (tones) hingga sistem penulisan huruf.
Dalam hal ini bahasa mandarin merupakan bahasa tonal, dimana perubahan nada dapat mengubah arti sebuah kata.
![]() |
| salah nada, arti katanya bisa beda banget |
Selain itu, sistem penulisan Hanzi (karakter mandarin) yang berbeda dengan alfabet latin (cukup rumit bagi pemula).
Yauda deh, kalo sebatas buat nonton drachin kayak saya doang mah, cukup baca subtitle nya aja deh. Beres. wkwk








0 Comments
Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya :)
Untuk menghindari Spam yang masuk, komentarnya saya moderasi dulu ya. .