Hadirnya Transportasi Kereta Api Di Makassar

Hadirnya Transportasi Kereta Api Di Makassar - Sekitar bulan Agustus 2019 lalu, seorang teman dari Makassar bersama keluarganya datang berkunjung ke Bandung. Teman lama alias tetangga sebelah rumah ketika dulu saya tinggal di Makassar.


Seolah tak percaya karena akhirnya bisa bertemu lagi setelah 7 tahun tak bertemu. Kami pun saling melepas rindu, bercerita tentang banyak hal.  Mulai dari urusan keluarga, urusan pekerjaan hingga membahas tentang situasi terkini di kota Makassar. Termasuk salah satunya tentang lalu-lintas.

Tak hanya di kota Bandung, ternyata saat ini kemacetan lalu lintas sudah menjadi makanan sehari-hari di kota Makassar.  Bahkan  tingkat kemacetan lalu-lintas di Makassar sudah hampir mirip dengan kemacetan di Jakarta ujar teman saya. Wah saat ini kota Makassar pasti sudah banyak berubah ya.

Tak dapat dipungkiri jumlah alat transportasi darat di Makassar terus meningkat setiap tahunnya. Berbanding lurus dengan kebutuhan akan mobilitas yang tinggi. Yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi atapun pariwisata.

Dimulai dengan hadirnya layanan transportasi taksi dan ojek online hingga kebutuhan akan fasilitas layanan transportasi lainnya seperti kereta api.

Ya, saya baru ngeh kalo di Makassar (khususnya pulau Sulawesi) belum memiliki alat transportasi kereta api. Tak heran tempo hari teman saya meng-agendakan jadwal khusus untuk jalan-jalan dari Bandung ke Jakarta menggunakan kereta api. Sekalian memberikan pengalaman naik kereta api untuk putrinya yang masih SMP (Sekolah Menengah Pertama).


Kemenhub Bangun Proyek Jalur Kereta Api Dari Makassar Ke Pare-Pare


Pulau Sulawesi terdiri dari 6 provinsi. Yaitu Sulawesi Selatan (Makassar), Sulawesi Utara (Manado), Sulawesi Tengah ( Palu ), Sulawesi Barat (Mamuju), Sulawesi Tenggara (Kendari) dan Gorontalo.



Jarak ke enam provinsi tersebut relatif jauh. Sehingga untuk mencapainya dibutuhkan alat transportasi udara yaitu pesawat terbang. Sebenarnya bisa juga sih menggunakan transportasi darat, tapi waktu yang dibutuhkan jadi lebih lama. Bisa berhari-hari.

Sebagai salah satu provinsi yang paling berkembang di pulau Sulawesi, alat transportasi darat di kota Makassar pun relatif terbatas. Hingga beberapa waktu yang lalu saya mendengar sebuah kabar gembira. Bahwa Kemenhub (kementrian Perhubungan) RI siap membangun proyek pembangunan jalur kereta api dari Makassar ke Pare-pare. Sebuah alternatif transportasi yang lebih ekonomis karena lebih hemat dan tepat waktu.

Proyek tersebut merupakan proyek strategis nasional yang dituangkan dalam Perpres nomor 58 tahun 2017. Dan masuk ke dalam proyek Infrastruktur Prioritas (peraturan Menko bidang perekonomian no 12 tahun 2015). 


Jaringan jalur kereta api Makassar – Pare-pare dibangun mulai pada tahun 2015 yang dibagi menjadi 5 segmen. Diawali dengan proses ground breaking pembangunan jalur kereta api di desa Siawung, kecamatan Barru, kabupaten Barru pada 18 Agustus 2014. Serta pemasangan rel pertama pada 13 November 2015 di desa Lalabata, kecamatan Tanete Rilau.

Pemasangan rel disaksikan oleh dirjen perkereta apian kementrian perhubungan (Kemenhub) Hermanto Dwiatmoko dan Gubernur Sulawesi Selatan kala itu, Syahrul Yasin Limpo.

Saat ini pembangunan jalur kereta api Makasar - Pare-pare sudah memasuki pembangunan segmen 3. Lintas Barru – Mandai sepanjang 62,5 km (September 2019). 

Sebuah mega proyek yang membutuhkan waktu dan dana yang tidak sedikit tentunya. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun optimis proyek ini bisa selesai sesuai target yaitu pada bulan Agustus 2020 mendatang (bertepatan dengan HUT RI) sebagai hadiah bagi masyarakat Sulawesi Selatan. 

Baca juga : Antara Bandung, Makassar dan Surabaya 
 

Jalur Kereta Api Makassar – Pare-pare


Jalur kereta api sepanjang kurang lebih 145 km ini merupakan tahap pertama dari pembangunan jalur kereta api Trans Sulawesi dari kota Makassar menuju Pare-pare (Makassar – Maros – Pangkep –Barru -Pare-pare).

Jalur kereta api Makassar -Pare-pare diuji cobakan pertama kali pada tanggal 10 November 2017

Sebanyak 23 stasiun akan dibangun sebagai tempat pemberhentian kereta api. 23 jalur tersebut terdiri dari Stasiun Tallo, Stasiun Parangloe, Stasiun Mandai, stasiun Maros, stasiun Pute, stasiun Lempangan, stasiun Pangkajene, stasiun Bungoro, stasiun Labakkang, stasiun Ma’rang, stasiun Segeri, stasiun Mandale, stasiun Tanate Rilau, stasiun Barru, stasiun Garongkong,  stasiun pelabuhan Garongkong, stasiun Takalasi, stasiun Soppengraja, stasiun Palanro, stasiun Malusetasi, stasiun Kupa, stasiun Lumpue dan stasiun Soreang.

Sekilas Tentang Kota Pare-pare   

Ngomongin soal Pare-pare, walupun bukan merupakan kota tujuan wisata utama, Pare-pare memiliki bagian dari sejarah sebagai kota tempat kelahiran presiden RI ke 3, bapak BJ Habibie. Pare-pare berlokasi sekitar 150 km dari kota Makassar.

Monumen cinta sejati Ainun Habibie di kota Pare-pare dibuka untuk umum mulai tanggal 12 Mei 2015

Saya pun jadi ingat pengalaman tak terlupakan waktu pertama kali berkunjung ke Pare-pare. Tanpa rencana, kami (saya, suami dan ibu mertua). melakukan perjalanan dadakan ke Pare-pare.

Setelah mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Makassar, perjalanan kami teruskan hingga tiba di Pare-pare. Kami pun singgah sebentar untuk  shalat maghrib dan makan malam. Dan kemudian kami pulang kembali ke Makassar. Menyusuri jalan aspal yang belum bagus dengan penerangan jalan yang seadanya. Kalo dipikir-pikir. Kayak kurang kerjaan ya. Haha . Tapi seru juga sih dan jadi kenang-kenangan hingga sekarang.

Bantimurung
Bareng ibu mertua di Taman Nasional Bantimurung (taman kupu-kupu), Kab Maros, Makassar

Peran Transportasi Kereta Api Dalam Mendukung Ekonomi Dan Pariwisata di Makassar


Mudah-mudahan dengan dibangunnya jalur kereta api dari Makassar ke Pare-pare ini dapat memperlancar mobilitas masyarakat. Yang mau pulang kampung ke berbagai daerah yang ada di sekitar Makassar jadi bisa lebih mudah dan lebih cepat. 

Dan tentunya juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Jalur kereta api Makassar - Pare-pare terhubung dengan bandara internasional Hasanudin di Maros serta pelabuhan Garongkong di Barru. Pengoperasian jalur kereta api ini rencananya akan melayani angkutan penumpang dan barang sehingga menumbuhkan stimulus ekonomi bagi kawasan Timur Indonesia.

Dan untuk bidang pariwisata, proyek pembuatan jalur kereta api Trans Sulawesi ini juga akan menghubungkan kota Manado hingga Makassar sepanjang kurang lebih 1513 km. Wow luar biasa ya.

Jadi kelak kalo mau jalan-jalan ke Manado dari Makassar, kita bisa punya pilihan transportasi lain selain jalur udara. Jalan-jalan ke Manado dari Makassar pake kereta api.  Karena banyak sekali tempat wisata menarik yang bisa kita kunjungi di Manado seperti Bunaken (wisata diving) dan wisata alam menarik lainnya (pantai & pulau). Asiik !

Oya buat man-teman yang doyan jalan-jalan intip deh akun sosmed @kemenhub151 (instagram, facebook dan twitter). Disana banyak informasi bermanfaat seputar alat transportasi yang ada kaitannya dengan kegiatan travelling 😘.


Referensi : www.wikipedia.org
                    www.liputan6.com
                    www.kppip.go.id

Salam,






































0 Comments

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. :)
Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman.