Sidebar Ads

header ads

Tips Mengatur Keuangan Ala Financial Planner Dipa Andika dan Adis (Owner Whatravel Indonesia)

Tips Mengatur Keuangan Ala Financial Planner Dipa Andika dan Adis (Owner Whatravel Indonesia) - Di acara talkshow keuangan (Funancial) yang berlangsung pada hari Sabtu (07/12) lalu, saya mendapatkan banyak sekali insight menarik tentang bagaimana cara mengatur keuangan yang baik dan benar. Sebenarnya ini bukan kali pertama saya mengetahui tentang informasi tersebut ๐Ÿ˜€.  Dan kemarin saya seperti diingatkan kembali. Kalo merencanakan keuangan itu sebaiknya jangan ditunda-tunda๐Ÿ˜.

Apalagi banyak sekali tujuan keuangan yang ingin saya capai. Seperti ingin bisa liburan bareng keluarga setiap tahun, ingin bisa pergi haji atau bahkan ingin mulai menyiapkan dana pensiun. Dan tujuan-tujuan keuangan tersebut membuat saya sadar kalo saya harus segera mulai merencanakan keuangan pribadi saya. Better Late Than Never.

Talkshow Funancial #YangKamuMau dipersembahkan oleh Home Credit Indonesia

Freya Pradieta selaku VP Brand & Communication Strategy Home Credit Indonesia hadir memberikan sambutan di awal acara

Menghadirkan Dipa Andika sebagai Financial Planner, Mohammad Adis sebagai Owner Whatravel Indonesia serta Ucita Pohan sebagai MC (Master of Ceremony). Acara talkshow yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut dihadiri oleh berbagai macam peserta dan banyak diantaranya adalah para anak muda mahasiswa dan mahasiswi yang penasaran ingin belajar bisnis yang diawali dari hobi.

Talkshow Funancial diadakan di lantai 3 Paberik Kopi Upnormal Coffee & Roasters Jl. Cihampelas, Bandung

Karena tema utama yang diusung dalam acara talkshow Funancial di Bandung adalah Start Up Smart : Financial Tips For Turning Your Hobby Into A Business.  Home Credit Indonesia sebagai penyelenggara event, menghadirkan Mohammad Takdis (Adis) sosok generasi milenials yang memiliki hobi travelling dan berhasil mengubah hobinya tersebut menjadi sebuah peluang bisnis traveling yang prospektif. Bisnis open trip traveling Adis bernama Whatravel Indonesia. Anak muda mana sih yang ga doyan travelling?

Maka tak heran acara talkshow Funancial di Bandung berlangsung interaktif dan seru. Banyak sekali peserta yang ingin mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan cara mengatur keuangan terutama yang berkaitan dengan merintis bisnis. 

Mengatur Keuangan Pribadi VS Mengatur Keuangan Bisnis


"Tantangan keuangan" versi masa kini : antara nabung di celengan ayam atau jajan minuman kekinian hihi

Urusan ngatur duit emang susah-susah gampang ya. Apalagi jaman sekarang banyak sekali godaan yang bisa bikin kita lupa akan tujuan keuangan yang sudah kita miliki sebelumnya. Sadar ga sih kalo selama ini keuangan kita 'digerogoti' oleh yang namanya bocor halus. Atau istilah kerennya Latte Factor. Kok mirip nama kopi ya hehe. 
Nah itu dia, beberapa aktifitas harian yang sering kali ga kita sadari seperti jajan kopi, jajan cemilan atau pengeluaran lainnya yang terlihat bernominal kecil. Itu kalo dijumlahkan jumlahnya bisa mencapai hingga Rp 900.000 per bulan lho. Fakta : Rata-rata latte factor orang Indonesia mencapai sekitar Rp 900.000 setiap bulannya. Dan kalo uang tersebut dialihkan ke dalam sebuah investasi seperti reksadana jumlahnya bisa lumayan banget. Dan saya setuju kalo ngatur keuangan itu memang ada ilmunya.

Salah satu tips perencanaan keuangan dari Mas Dipa kalo pengen jalan-jalan ke Raja Ampat, Papua

Dan berikut ini beberapa poin penting yang saya peroleh dari mas Dipa Andika sebagai Financial Planner tentang bagaimana cara mengatur keuangan :

  1. Tulislah setiap pengeluaran. Biasakan tuk mulai mencatat setiap pengeluaran mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar. Tulis di buku, jangan di selembar kertas )supaya ga hilang karena tercecer) atau bisa juga di catat di dalam smartphone. Karena dengan menuliskan setiap sen pengeluaran kita bisa tau kemana saja'larinya' uang kita. Kita seringkali ga sadar kalo kita udah melakukan hal-hal ‘pemborosan’ setiap harinya seperti jajan makanan atau minuman favorit (via ojek online atau karena lagi laper mata), parkir untuk antar jemput pacar/pasangan, belanja online karena tergoda diskon dan masih banyak lagi.
  2. Ketahui rumus keuangan ideal dan be consistent. Seberapa besarnya gaji atau uang yang kita miliki. Kalo kita ga tau gimana cara ngelolanya. Pasti kita akan ngerasa gak cukup dan gak cukup terus. Namanya juga manusia. Ada istilah yang mengatakan semakin besar pendapatan semakin besar pula pengeluaran. Dan supaya pendapatan yang kita miliki bisa jelas terarah kemana saja peruntukkannya. Maka ada baiknya kita berpegang pada rumus pembagian  keuangan 50% untuk pengeluaran rutin, 30% untuk investasi, 10% untuk dana darurat dan 10% untuk dana pribadi. 
  3. Miliki dana darurat. Dana darurat idealnya dimiliki oleh setiap pasangan menikah yang sudah atau belum memiliki anak. Sesuai namanya dana darurat ini berfungsi sebagai dana cadangan untuk meng-cover segala kebutuhan urgent di luar kebutuhan sehari-hari. Seperti misalnya kebutuhan ketika sakit, ketika harus renovasi, ketika tertimpa musibah dan lain sebagainya.
  4. Pilihlah instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan. Dari sekian banyak jenis investasi yang ada di sekitar kita. Pilihlah dengan bijak jenis investasi apa yang sesuai dengan kebutuhan kita. Apa tujuan kita. Berapa lama waktu yang dibutuhkan dan seperti apa resikonya dan sebagainya.
  5. Pisahkanlah tabungan berdasarkan  jenisnya. Milikilah beberapa jenis tabungan supaya keuangan kita tidak menjadi campur aduk. Misal tabungan khusus pribadi, tabungan keluarga, dan tabungan pekerjaan atau bisnis.

Dipa Andika adalah seorang praktisi keuangan yang juga memiliki bisnis di bidang managemen artis 
(Hahaha Corp) 

Belajar Dari Pengalaman Adis Dalam Mengelola Keuangan Bisnis


Di sesi talkshow yang dipandu oleh MC ibukota Ucita Pohan ini, Adis sempat 'curhat" dan bercerita soal pengalamannya ketika jatuh bangun merintis usahanya tersebut.Adis memulai usaha di bidang travel sejak tahun 2009.



Adis sosok milenial inspiratif yang belajar dari kesalahannya dalam mengelola keuangan

Ketika usahanya sedang menanjak, Adis pernah merambah ke bisnis coffee shop, namun di tengah jalan bisnis coffee shop tersebut mengalami kebangkrutan. Singkat cerita banyak sekali kesalahan yang Adis lakukan, seperti salah satunya yaitu 'membiarkan' teman-temannya yang datang ke coffee shop untuk makan dan minum tanpa membayar alias gratis alias sok-sok berasa owner gitu hehe. Padahal istilah owner itu cuma status doang. So plis buat kamu yang lagi merintis usaha serupa jangan ditiru ya. Dan pastinya saat itu Adis juga tidak melakukan pengaturan keuangan dengan baik dan benar. Waktu itu Adis 'merasa banyak uang', padahal uang itu bukanlah uang pribadinya. Hingga habislah uang tersebut.

Mengatur keuangan khususnya keuangan bisnis memang membutuhkan ilmu. Tanpa dibarengi dengan ilmu yang tepat. Sebuah bisnis bisa terancam bubar jalan. Dan Adis mengambil hikmah dari kegagalannya tersebut. Dengan berbenah dan mulai disiplin melakukan perencanaan keuangan. 

Dan saya salut, di usia Adis yang belum menginjak kepala tiga Adis sudah memiliki banyak pengalaman dalam berbisnis dan sekarang sudah memiliki beberapa aset yang cukup seperti kendaraan, rumah, dan deposito untuk masa depannya.

Adis pun berbagi beberapa tips tentang bagaimana cara mengatur keuangan bisnis, berdasarkan pengalamannya pribadi. Seperti :

  1. Milikilah partner bisnis yang bisa diajak berdiskusi. Dengan catatan sebaiknya hindari berbisnis dengan teman dekat atau sahabat. Karena apabila suatu waktu terjadi sesuatu, hubungan pertemanan/persahabatan yang sudah terjalin dengan baik bisa ikut hancur. Ga mau dong.

  1. Gajilah diri kita sendiri. Hal ini bertujuan supaya kita tidak besar kepala seolah-olah memiliki banyak uang. Padahal uang tersebut bukanlah uang pribadi kita. Dan pilihlah tanggal yang sama setiap bulannya. Supaya keuangan kita lebih teratur dan kita pun bijak dalam menggunakannya.

  1. Buatlah rencana keuangan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Sehingga uang yang kita peroleh bisa terkumpul dan bisa dialokasikan sesuai tujuan/impian kita. Contoh rencana keuangan jangka menengah (semester) : liburan. Contoh rencana keuangan  jangka panjang : membeli kendaraan atau membeli rumah.


Setelah kota Jakarta dan Bandung, next event funancial berikutnya akan diadakan pada tanggal 14 Desember mendatang di kota Surabaya | foto : IG @homecreditid

Acara talkshow #FUNancial adalah event dari Home Credit Indonesia (perusahaan pembiayaan multiguna) yang ingin membantu kamu dalam mencapai segala impian finansial kamu dan mewujudkan #YangKamuMau. Dan kamu akan dapetin tips-tips gimana cara ngatur keuangan yang fun dari financial advisor dan lifestyle influencer. Info lebih lengkap tentang Home Credit bisa dilihat di web nya www.homecredit.co.id

#FUNancial #YangKamuMau





Post a Comment

0 Comments