Belajar Menanam Hidroponik Di Rumah

sarrahgita.com - Sebagai seorang ibu rumah tangga saya memiliki beberapa hobi sebagai sarana me time. Mulai dari membaca buku, mendekor rumah hingga berkebun. Dan berkebun adalah salah satu hobi yang hampir setiap hari saya lakukan.


Setiap pagi dan sore saya meluangkan sedikit waktu untuk berkebun. Berkebun ala-ala di halaman rumah sih hehe. Saat ini jumlah tanaman yang saya miliki relatif masih terbatas. Hanya beberapa tanaman rumahan yang cara perawatannya cukup mudah, cukup disiram dengan air tanpa harus menggunakan pupuk tambahan.


Hingga sekitar satu bulan yang lalu, ketika saya berkunjung ke rumah kakak laki-laki saya di Cibubur. Saya mendapati sebuah sudut penuh tanaman yang merupakan tanaman hidroponik. Ada bayam, sawi, kangkung,seledri dan selada.


Ternyata selama pandemic kakak saya memiliki hobi baru menanam tanaman hidroponik. Melihat hasil panennya, saya pun jadi penasaran ingin tahu bagaimana sih sebenarnya cara menanam tanaman hidroponik itu?




belajar menanam hidroponik di rumah

Berkenalan Dengan Hidroponik


Ada yang menarik dengan tanaman hidroponik ini. Kalo biasanya kita menanam tanaman menggunakan media tanah. Maka metode hidroponik ini menanam tanaman menggunakan media air.


Hidroponik  memiliki arti sebagai “budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman”.


Hidroponik bisa dikatakan sebagai sebuah solusi bagi kita yang ingin bercocok tanam namun memiliki kendala dengan lahan yang terbatas. Ya seperti halnya kakak saya, beliau mencoba menanam tanaman hidroponik karena lahan di rumahnya sangat terbatas alias minim tanah.


Menanam dengan metode hidroponik menjadi sangat popular karena kemudahan dan efisiensinya dalam menggunakan lahan yang ada. Di sudut ruangan ataupun di bagian atap tempat jemuran pun bisa.


Beberapa jenis nutrisi yang dipakai untuk tanaman yang ditanam secara hidroponik adalah pupuk yang berasal dari hewani atau menggunakan pupuk kimia seperti urea yang telah dilarutkan.

Selain itu kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, sehingga cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.







Cara Praktis Belajar Menanam Hidroponik Bagi Pemula



Dikutip dari bertaniorganik.com sebenarnya metode hidroponik terdiri dari 10 jenis. Yang membedakan adalah media yang digunakan serta sistem pemberian nutrisinya.


Dan sebagai seorang pemula, saya memilih metode Wick System sebagai metode yang paling sederhana dan cocok diterapkan oleh siapapun yang baru mulai belajar menanam hidroponik.


Wick System ini juga disebut sebagai sistem sumbu karena memanfaatkan sumbu atau kain flannel yang menghubungkan antara larutan nutrisi dengan media tanam. Wick system bekerja dengan menyerap larutan nutrisi menggunakan sumbu kemudian mengalirkannya ke akar tanaman. Jenis tanaman yang ditanam menggunakan metode Wick adalah tanaman kecil seperti kangkung, sawi, bayam, selada dan sebagainya.

Untuk metode Wick system ini bisa kita siapkan dan buat sendiri bahan-bahannya di rumah. Alat-alat yang dibutuhkan berupa wadah untuk menampung air (botol plastik bekas atau kotak plastik), alat pemotong (pisau cutter), sumbu untuk menyerap air (kain flannel) serta air nutrisi (dibuat sebagai sumber makanan bagi tanaman).

Tapi, kalo pengen lebih simpel dan praktis lagi, kita bisa memanfaatkan layanan online shop yang khusus menyediakan tanaman hidroponik. Jadi kita tinggal pilih jenis tanaman hidroponik yang ingin kita tanam, pesan dan transfer uang kemudian dalam hitungan waktu 1x24 jam datanglah satu buah paket belajar menanam hidroponik ke rumah hehe.

Berikut ini isi paket yang saya peroleh dari toko online khusus hidroponik yang beralamat di Jakarta namun diproduksi di Yogyakarta.

paket hidroponik wyck sistem



1.    3 Kotak plastik berwarna abu berukuran 30cm x 20 cm (kapasitas 5 liter)
2.    48 Buah netpot yang sudah diberi kain flannel.

Baca juga : 5 Model Pot Bunga Yang Bikin Mupeng
 

3.    1 Bungkus rockwool untuk menyemai bibit tanaman. Rockwool banyak digunakan oleh para petani hidroponik karena mempunyai kelebihan dibandingkan media lainnya terutama dalam hal perbandingan komposisi air dan udara yang dapat disimpan oleh media tanam ini.



4.    4 Bungkus bibit sayuran yang terdiri dari pakchoy, kangkung, selada air dan bayam

bibit hidroponik


 

5.    1 Nampan kecil berbahan plastik sebagai wadah ketika menyemai tanaman
6.    1 Bungkus nutrisi tanaman siap larut. Terdiri dari nutrisi A dan nutrisi B. nutrisi tersebut berupa serbuk berwarna putih. Yang kemudian kita larutkan dengan air bersih (air murni) sesuai takaran yang dibutuhkan. Oya semakin murni air yang digunakan akan lebih baik. Contoh air murni adalah air hujan yang disaring atau air AC.
7.    1 Buah suntikan untuk menakar jumlah nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Perbandingan nutrisi yang dibutuhkan itu adalah 5 : 5 : 6. Artinya 5 ml air nutrisi (air pekatan) untuk setiap 1 liter air.
8.    1 Buah gelas ukur plastik
9.    Lembar petunjuk cara penggunaan dan perawatan




lembar petunjuk penggunaan dan perawatan hidroponik

Praktek Langsung Menanam Hidroponik Di Rumah

 

Begitu membuka isi paket, saya ga langsung mempraktekkan menanam tanaman hidroponik tersebut. Saya butuh waktu untuk memahami betul-betul petunjuk cara menanam tanaman sesuai lampiran. 

Jujur saya sedikit bingung ketika melihat tabel perbandingan larutan nutrisi dan larutan air yang harus digunakan. Otak saya kok jadi mendadak lambat loading ya? haha. Hingga akhirnya setelah  3 hari kemudian saya baru mulai menanam tanaman hidroponik tersebut.

tabel nutrisi tanaman hidroponik



Sesuai petunjuk, saya melakukan penyemaian terlebih dahulu. Mengeluarkan media tanam rockwool, membasahinya dengan air dan kemudian meletakkan masing-masing 2 biji bibit tanaman. Oya rockwool tersebut sudah terpotong kotak dengan ukuran 2cm x2 cm. Total jumlahnya sekitar 54 buah.

Fyi Rockwool itu terbuat dari bebatuan, umumnya kombinasi dari batuan basalt, batu kapur dan batu bara yang dipanaskan mencapai suhu 1600 derajat celcius sehingga meleleh menjadi seperti lava. Dalam keadaan mencair batuan tersebut disentrifugal membentuk serat-serat.

*sentrifugal adalah gaya gerak melingkar berputar yang menjauhi pusat lingkaran dan nilainya positif.

Berhubung ukuran bibit tanamannya kecil-kecil, saya menggunakan alat bantu berupa tusuk gigi untuk meletakkan biji-biji tersebut. Dan waktu itu saya langsung menanam 4 jenis sayuran.

Oya pastikan rockwool tersebut tetap lembab tak kekurangan air. Maka Setiap pagi saya semprot bibit tanaman tersebut dengan menggunakan air nutrisi dengan takaran sesuai kebutuhan (200ppm).

Dan setelah 3 hari, tepatnya setelah mulai tumbuh daun-daun kecil, saya baru ngeh, tanaman pakchoy yang mana ya? Selada air dan bayam yang mana ya?


Bentuk daun nya hampir sama gitu ya? hehe. Yang terlihat beda hanya bibit kangkung, karena selain bijinya paling besar, ukuran daunnya pun besar pula.

Tips : sebaiknya tanam satu jenis bibit dalam 1 media tanam, sehingga memudahkan kita ketika akan panen.

Kemudian setelah muncul minimal 3 daun dan muncul akar saya pun memindahkan rockwool tersebut ke media tanam. Kotak plastik berukuran 30x20cm saya isi dengan air sebanyak 4 liter yang sudah dicampur dengan air pekatan A dan B (nutrisi tanaman).

netpot
Pastikan tanaman hidroponik kita disimpan di tempat yang aman dari jangkauan kucing ya

 

Anyway doakan ya man-teman semoga pengalaman saya belajar menanam hidroponik untuk pertama kalinya ini berhasil. Nantikan cerita selanjutnya kalo saya udah berhasil panen dan berhasil menikmati sayuran hasil kebun sendiri.

Baca juga : Hobi Berkebun Di Rumah Bisa Bikin Hepi Lho

Dan buat man-teman yang penasaran juga pengen coba berkebun dengan belajar menanam hidroponik yuk cobain. Bisa sekalian sebagai media belajar dan media rekreasi juga bareng anak dan anggota keluarga di rumah lho. Seru dan menyenangkan. Walaupun tetep kuncinya kita harus sabar dan telaten.

Semangaat !
Selamat berkebun !

Sumber : Wikipedia.org
Ensiklo.com
Bertaniorganik.com





0 Comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. :)
Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman.