Belajar Menanam Hidroponik Di Rumah

sarrahgita.com - Sebagai seorang ibu rumah tangga saya memiliki beberapa hobi sebagai sarana me time. Mulai dari membaca buku, mendekor rumah hingga berkebun. Dan berkebun adalah salah satu hobi favorit saya saat ini.  


Setiap pagi dan sore saya meluangkan sedikit waktu untuk berkebun. Berkebun ala-ala di halaman rumah sambil refreshing gitu judulnya. Saat ini jumlah tanaman yang saya miliki relatif masih terbatas. Hanya beberapa tanaman rumahan yang cara perawatannya cukup mudah, cukup disiram dengan air tanpa harus menggunakan pupuk tambahan.


Ngomongin soal tanaman, ketika saya berkunjung ke rumah kakak laki-laki saya di Cibubur. Saya mendapati sebuah sudut penuh tanaman di area lantai dua tempat jemuran kakak saya.  Tanaman tersebut terdiri dari macam-macam sayuran seperti bayam, sawi, kangkung, seledri dan selada.


Ternyata selama pandemic kakak saya memiliki hobi baru menanam tanaman hidroponik. Melihat hasil panennya, saya pun jadi penasaran ingin tahu bagaimana sih sebenarnya cara menanam tanaman hidroponik itu?




belajar menanam hidroponik di rumah

Berkenalan Dengan Hidroponik


Kalo biasanya kita menanam tanaman menggunakan media tanah. Maka metode hidroponik ini menanam tanaman menggunakan media air.


Hidroponik  memiliki arti sebagai “budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman”.


Hidroponik bisa dikatakan sebagai sebuah solusi bagi kita yang ingin bercocok tanam namun memiliki kendala dengan lahan yang terbatas. Seperti halnya kakak saya, beliau mencoba menanam tanaman hidroponik karena lahan di rumahnya sangat terbatas alias minim tanah.


Menanam dengan metode hidroponik ini menjadi sangat populer karena kemudahan dan efisiensinya dalam menggunakan lahan yang ada. Di sudut ruangan ataupun di bagian atap tempat jemuran pun bisa.


Selain itu kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, sehingga cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.


Adapun beberapa jenis nutrisi yang dipakai untuk tanaman yang ditanam secara hidroponik adalah pupuk yang berasal dari hewani atau menggunakan pupuk kimia seperti urea yang telah dilarutkan. 







Cara Praktis Belajar Menanam Hidroponik Bagi Pemula



Dikutip dari bertaniorganik.com sebenarnya metode hidroponik terdiri dari 10 jenis. 
Dan sebagai seorang pemula, saya memilih metode Wick System.


Wick System ini juga disebut sebagai sistem sumbu karena memanfaatkan sumbu atau kain flannel yang menghubungkan antara larutan nutrisi dengan media tanam. Wick system bekerja dengan menyerap larutan nutrisi menggunakan sumbu kemudian mengalirkannya ke akar tanaman. 


Jenis tanaman yang ditanam menggunakan metode Wick adalah tanaman kecil seperti kangkung, sawi, bayam, selada dan sebagainya.


Untuk metode Wick system ini bisa kita siapkan dan buat sendiri bahan-bahannya di rumah. Alat-alat yang dibutuhkan berupa wadah untuk menampung air (botol plastik bekas atau kotak plastik), alat pemotong (pisau cutter), sumbu untuk
menyerap air (kain flannel) serta air nutrisi (dibuat sebagai sumber makanan bagi tanaman).

Tapi, kalo pengen lebih simpel dan praktis lagi, kita bisa memanfaatkan layanan online shop yang khusus menyediakan tanaman hidroponik. Jadi kita tinggal pilih jenis tanaman hidroponik yang ingin kita tanam, pesan dan transfer uang kemudian dalam hitungan waktu 2x24 jam datanglah satu buah paket belajar menanam hidroponik ke rumah.

Ya saat ini banyak sekali bermunculan toko online yang menjual aneka kebutuhan alat-alat berkebun termasuk set peralatan menanam hidroponik.


Berikut ini isi paket yang saya peroleh dari toko online khusus hidroponik yang beralamat di Jakarta namun tempat produksinya ada di Yogyakarta.

 

paket hidroponik wyck sistem



1.    3 Kotak plastik berwarna abu berukuran 30cm x 20 cm (kapasitas 5 liter)
2.    48 Buah netpot yang sudah diberi kain flannel.

Baca juga : 5 Model Pot Bunga Yang Bikin Mupeng
 

3.    1 Bungkus rockwool untuk menyemai bibit tanaman. Rockwool banyak digunakan oleh para petani hidroponik karena mempunyai kelebihan dibandingkan media lainnya terutama dalam hal perbandingan komposisi air dan udara yang dapat disimpan oleh media tanam ini.



4.    4 Bungkus bibit sayuran yang terdiri dari pakchoy, kangkung, selada air dan bayam

bibit hidroponik


 

5.    1 Nampan kecil berbahan plastik sebagai wadah ketika menyemai tanaman
6.    1 Bungkus nutrisi tanaman siap larut. Terdiri dari nutrisi A dan nutrisi B. nutrisi tersebut berupa serbuk berwarna putih. Yang kemudian kita larutkan dengan air bersih (air murni) sesuai takaran yang dibutuhkan. Oya semakin murni air yang digunakan akan lebih baik. Contoh air murni adalah air hujan yang disaring atau air AC.
7.    1 Buah suntikan untuk menakar jumlah nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Perbandingan nutrisi yang dibutuhkan itu adalah 5 : 5 : 6. Artinya 5 ml air nutrisi (air pekatan) untuk setiap 1 liter air.
8.    1 Buah gelas ukur plastik
9.    Lembar petunjuk cara penggunaan dan perawatan




lembar petunjuk penggunaan dan perawatan hidroponik

Praktek Langsung Menanam Hidroponik Di Rumah

 

Begitu membuka isi paket, saya ga langsung mempraktekkan menanam tanaman hidroponik tersebut. Saya butuh waktu untuk memahami betul-betul petunjuk cara menanam tanaman sesuai lampiran. 

Jujur saya sedikit bingung ketika melihat tabel perbandingan larutan nutrisi dan larutan air yang harus digunakan. Otak saya kok jadi mendadak lambat loading ya? haha. Hingga akhirnya setelah  3 hari kemudian saya baru mulai menanam tanaman hidroponik tersebut.

tabel nutrisi tanaman hidroponik



Sesuai petunjuk, saya melakukan penyemaian terlebih dahulu. Mengeluarkan media tanam rockwool, membasahinya dengan air dan kemudian meletakkan masing-masing 2 biji bibit tanaman. Oya rockwool tersebut sudah terpotong kotak dengan ukuran 2cm x2 cm. Total jumlahnya sekitar 54 buah.

Fyi Rockwool itu terbuat dari bebatuan, umumnya kombinasi dari batuan basalt, batu kapur dan batu bara yang dipanaskan mencapai suhu 1600 derajat celcius sehingga meleleh menjadi seperti lava. Dalam keadaan mencair batuan tersebut disentrifugal membentuk serat-serat.

*sentrifugal adalah gaya gerak melingkar berputar yang menjauhi pusat lingkaran dan nilainya positif. Ingat istilah ini jadi ingat pelajaran fisika jaman sekolah dulu hehe.

Berhubung ukuran bibit tanamannya kecil-kecil, saya menggunakan alat bantu berupa tusuk gigi untuk meletakkan biji-biji tersebut. Dan waktu itu saya langsung menanam 4 jenis sayuran.

Oya pastikan rockwool tersebut tetap lembab tak kekurangan air. Maka Setiap pagi saya semprot bibit tanaman tersebut dengan menggunakan air nutrisi dengan takaran sesuai kebutuhan (200ppm).

Dan setelah 3 hari, tepatnya setelah mulai tumbuh daun-daun kecil, saya baru ngeh, tanaman pakchoy yang mana ya? Selada air dan bayam yang mana ya?


Buat saya bentuk daun nya sekilas tampak mirip. Yang terlihat beda hanya bibit kangkung, karena selain bijinya paling besar, ukuran daunnya pun besar pula.

Tips : supaya mendapatkan aliran nutrisi yang cukup pastikan sumbu flanel benar-benar terendam air. Dan  letakkan tanaman hidroponik di tempat yang cukup sinar matahari. 

Kemudian setelah muncul minimal 3 daun dan muncul akar saya pun memindahkan rockwool tersebut ke media tanam. Kotak plastik berukuran 30x20cm saya isi dengan air sebanyak 4 liter yang sudah dicampur dengan air pekatan A dan B (nutrisi tanaman).

netpot
Simpan tanaman hidroponik di tempat yang aman dari jangkauan kucing 

 

Anyway doakan semoga tanaman hidroponik saya tumbuh dengan subur ya man-teman. Supaya saya bisa merasakan kegembiraan dan keseruan panen sayuran di rumah. 


Baca juga : Hobi Berkebun Di Rumah Bisa Bikin Hepi Lho

Dan buat man-teman yang penasaran juga pengen coba berkebun dengan belajar menanam hidroponik yuk cobain. Bisa sekalian sebagai media belajar dan media rekreasi bareng anak dan anggota keluarga di rumah lho. 

Selamat berkebun di rumah !



Sumber : Wikipedia.org
Ensiklo.com
Bertaniorganik.com





0 Comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. :)
Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman.