5 Fakta Tentang Vaksin Corona

Sarrahgita.com - Hampir 1 tahun pandemi Covid-19 melanda dunia. Dan kabar baiknya di bulan Desember 2020 vaksin corona sudah berhasil diproduksi dan sudah bisa diuji coba  kepada masyarakat luas.


Sebagai masyarakat awam, dengan hadirnya vaksin ini sedikit banyak saya merasa tenang karena itu artinya virus Corona yang selama ini menghantui seluruh warga dunia sudah bisa diantisipasi dengan suntikan vaksin. 

Namun dibalik itu semua sebenarnya masih tersimpan rasa was-was dan khawatir di dalam hati. Saya penasaran seberapa besarkah tingkat efektivitas vaksin corona ini?


Well, untuk menjawab rasa penasaran tentang tingkat efektivitas vaksin Corona ini, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu 5 fakta tentang vaksin Corona.


fakta tentang vaksin corona

Berikut ini 5 Fakta Tentang Vaksin Corona yang Perlu Kita Ketahui :


1. Tujuan utama pemberian vaksin COVID-19 adalah untuk pencegahan dan bukan untuk mengobati. Jadi pemberian vaksin Corona adalah membantu tubuh untuk mengembangkan kekebalan terhadap virus penyebab COVID-19 tanpa harus terserang penyakit terlebih dahulu.


2. Proses pembentukan kekebalan tubuh setelah vaksinasi berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa orang ada yang mengalami gejala demam setelahnya. Namun gejala ini normal dan merupakan tanda bahwa tubuh sedang membangun kekebalan.


3. Seseorang tetap memiliki peluang untuk terserang virus Corona walaupun sudah disuntik vaksin Corona.  Ini disebabkan oleh setiap jenis vaksin yang bekerja dengan cara berbeda.  Pada umumnya setelah mendapatkan vaksin tubuh membutuhkan waktu selama beberapa minggu untuk memproduksi limfosit T dan limfosit B. Oleh karena itu selama waktu tersebut vaksin belum mempunyai waktu yang cukup untuk memberikan perlindungan.


4. Seseorang yang sudah divaksinasi COVID-19 belum tentu kebal terhadap virus corona. Jadi kita tidak bisa bergantung pada vaksin sepenuhnya karena vaksin memang tidak akan melindungi tubuh dari paparan virus seratus persen. 

 

Namun, seseorang yang telah mendapatkan vaksin cenderung mengalami gejala yang lebih sedikit ketimbang orang lain yang belum divaksin. Dalam hal ini orang yang terkena virus dalam level ringan atau orang tanpa gejala (OTG) bisa tetap tinggal di rumah dengan melakukan isolasi mandiri tanpa harus dirawat di rumah sakit sehingga dengan demikian kita bisa ikut meringankan beban para petugas kesehatan.


5. Walaupun vaksin corona sudah ditemukan, ingatlah untuk selalu menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,  (3M).

Intinya kita tidak boleh lalai untuk menjaga kebersihan dan menjaga imunitas tubuh. Ada banyak cara untuk menjaga imunitas tubuh, yaitu dengan menerapkan pola makan sehat dan mengkonsumsi suplemen bila perlu, rutin melakukan olahraga dan istirahat yang cukup memegang peranan yang sangat penting.


Baca juga : 3 Alasaan Mengapa Buah Baik Dikonsumsi Untuk Sarapan


Dan selain itu imunitas tubuh yang stabil bisa diperoleh dengan cara  menjaga pikiran kita supaya tetap tenang dan positif. Hindari hoax (berita palsu) mengenai seputar dunia kesehatan.

 

Mengutip dari antaranews.com hoax yang paling banyak tersebar adalah mengenai informasi kesehatan. Berita tentang kesehatan cenderung diteruskan karena masyarakat kurang informasi mengenai hal tersebut. Mereka merasa informasi tersebut bermanfaat dan harus segera diberitahukan kepada orang lain.


Akses informasi seputar dunia kesehatan yang betul-betul bermanfaat dan berasal dari sumber yang terpercaya.



Mengakses Informasi Seputar Dunia Kesehatan yang Bermanfaat dan Terpercaya dari Aplikasi Halodoc



Salah satu aplikasi kesehatan andalan saya adalah aplikasi Halodoc. Halodoc adalah sebuah aplikasi solusi kesehatan yang bisa kita install secara mudah dan gratis. Dan bisa diakses hanya melalui telepon genggam. Dari mana saja dan kapan saja.


Di dalam aplikasi Halodoc tersedia aneka fitur bermanfaat seputar dunia kesehatan seperti :

- Informasi obat & vitamin (informasi seputar kandungan, aturan, petunjuk dan penggunaan obat dan vitamin), 

- Informasi rumah sakit (layanan yang dapat membantu menemukan arah rumah sakit sesuai dengan kebutuhan) 

- Informasi dokter (layanan pembuatan janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit yang terdaftar di Halodoc)

- Layanan Tanya Dokter (chat langsung dengan dokter yang kompeten di bidangnya) 

- Informasi tentang tes covid-19 (informasi biaya rapid tes serta lokasi rumah sakit di seluruh Indonesia yang melayani tes covid).

Hingga artikel bermanfaat seputar dunia kesehatan yang ditulis oleh para dokter yang berpengalaman di bidangnya.

 

daftar halodoc


Baca juga : RS Melinda Bandung, Rumah Sakit Nyaman Dengan Pelayanan Lengkap


Selain itu melalui aplikasi Halodoc, kita juga bisa melakukan tes covid secara mandiri lho. Apabila kita merasa khawatir karena merasakan beberapa gejala yang mirip dengan gejala covid kita bisa melakukan tes mandiri dengan cara yang sangat mudah, cukup ikuti petunjuk yang muncul di kolom chat dan ikuti petunjuk yang diberikan.

 

tes covid mandiri






tes covid halodoc

Kalo penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang aplikasi Halodoc, man-teman bisa langsung menginstallnya di handphone masing-masing. Melalui google play untuk pengguna android atau app store untuk pengguna i-phone.


Halodoc : Mitra resmi Kemenkes (kementrian Kesehatan) RI dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan) Indonesia untuk penanganan covid.


Website     : www.halodoc.com
Instagram  : @halodoc
Facebook  : halodoc
Twitter      : @halodocID


Sumber : www.halodoc.com

















12 Comments

  1. kita memang harus mencari tahu bener2 tentang misrona ini
    karena semakin tahu banyak kita akan lebih waspada
    yang penting prokes 3M tetap dijalankan
    terima kasih infonya kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. masama kak..dan betul..walopun sudah ada vaksin corona 3M tetap jadi kunci

      Delete
  2. MENCEGAH lebih baik ketimbang MENGOBATI ya.
    Baiklaahh mari kita terus galakkan 3M!
    Semangaatt buat semua
    Sehaatt sehaaattt!

    ReplyDelete
  3. Dengan adanya Vaksin ini setidaknya bisa sedikit tenang, tingkat penularan bisa ditekan dan tidak melonjak seperti sekarang

    ReplyDelete
  4. Semoga vaksin yang beredar betul-betul efektif buat tangkal virus ini ya Kak. Walaupun gitu kita tetap harus jaga kesehatan dengan taat protokol yang dianjurkan. Bial perlu ya konsultasi ke dokter lewat HaloDoc. Praktis dan banyak ya fiturnya, bisa reservasi dan bahkan beli obat. Gausah sering keluar pas pandemi gini.

    ReplyDelete
  5. Ternyata gak sederhana itu ya?
    Saya pikir, datang vaksin selesai urusan
    Alhamdullilah Halodoc sangat membantu, ga hanya tentang pandemic.
    Muncul bercakpun saya tanya Halodoc, Karena takut kanker 😀😀😀

    ReplyDelete
  6. Semoga vaksinnya bisa efektif melindungi kita dari virus Covid 19 dan bisa didistribusikan dengan merata ke seluruh Indonesia aamiin.

    ReplyDelete
  7. kenapa gak upayakan dg plasma darah dulu ya? dr yg kubaca dan tonton, plasma darah efektivitasnya tergolong tinggi. mana ini virus masih blm stabil, dikit2 mutasi. jgn2 vaksinnya ketinggalan update dr virusnya, apa bisa? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya kalau plasma darah jumlah orang yg bisa donor masih tergolong sedikit sih kak jumlahnya. Pengalaman suami yg berhasil donor itu dia harus punya batas ambang antibodi khusus di atas berapa gitu. Sedangkan org yang udah pernah sembuh ngga semuanya bisa donor. Kriterianya banyak dan kadang cuma ada yg bisa donor satu kali, dua kali, syukur2 bisa 3 kali.
      Jadi kayaknya ngga bisa merata gitu. cmiiw

      Delete
  8. Jenis vaksin berbeda, kemampuan tubuh dan daya imun setiap orang juga berbeda ya mbak? kemarin-kemarin saya berbincang-bincang bersama teman dan kami bertanya-tanya, kalau vaksin itu dikasi ke orang dengan penyakit tertentu, hasilnya bagaimana? Terus juga beberapa waktu yang lalu saya nonton berita, sudah ada varian baru dari Corona. Nah itu bagaimana lagi? Pertanyaan yang belum saya temukan jawabannya.

    ReplyDelete
  9. Wah baru tahu kalau fungsi vaksin hanya untuk mencegah ya bukan mengobati virus corona dan lagi meskipun sudah divaksin masih ada kemungkinan untuk terpapar juga. Jadi meskipun sudah ada vaksin kita nggak bisa merasa aman begitu saja ya. Protokol kesehatan harus tetap dipatuhi dan yang paling penting tetap jaga imun tubuh.

    ReplyDelete
  10. Edukasi yang bagus banget, teteh..
    Haturnuhun.
    Dari kemarin ini kan yang jadi perdebatan. Untuk apa vaksin kalau malah tambah sakit.

    Tapi, mari dipikirkan kembali dampak jangka panjangnya.
    Semoga bisa menimbulkan kebaikan untuk kita semua.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya :)
Untuk menghindari Spam yang masuk, komentarnya saya moderasi dulu ya. .