Peran Start up Dalam Mengembangkan Perekonomian di Daerah 3T

Sarrahgita.com - Berjamurnya perusahaan start up di Indonesia menjadi sebuah fenomena yang sangat menarik. Mengutip dari katadata.co.id jumlah start up di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 2074 buah.  Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan start up terbanyak di dunia. Menduduki peringkat kelima setelah Amerika, India, Inggris dan Kanada.


Perusahaan start up adalah perusahaan rintisan berbasis teknologi yang didirikan oleh kaum milenial (usia 20-35 tahun) yang melek teknologi.Baru dijalankan tidak lebih dari 4 tahun, memiliki jumlah karyawan yang relative sedikit (namun memiliki talenta terbaik di bidangnya masing-masing). Melibatkan investor sebagai sumber pendanaan perusahaan mereka. Dan biasanya semakin baik prospek perusahaan start up tersebut maka semakin besar pendanaan yang bisa diperolehnya.




Well, anak muda jaman sekarang memang berbeda dengan anak muda jaman saya dulu. Jaman dulu, selepas kuliah sebagian besar anak muda ingin bekerja di perusahaan pemerintah (PNS) atau perusahaan korporat lainnya. Namun sekarang banyak anak muda kreatif yang ingin merintis perusahaannya sendiri (start up) bersama teman-temannya.


Hadirnya perusahaan start up tentunya memberikan dampak yang sangat besar. Selain memudahkan kehidupan manusia melalui berbagai produk yang tersedia. Start up juga banyak berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan perekonomian bangsa (terbukanya lapangan kerja yang luas). Khususnya bagi perekonomian masyarakat di kota-kota besar.

dayamaya


Start up dan Dayamaya


Pemerintah pun berupaya untuk mendukung pergerakan start up tersebut. Salah satunya yaitu dengan memberikan wadah bagi mereka untuk berpartisipasi dan memberikan kontribusi kepada masyarakat Indonesia.  Dalam hal ini bukan hanya kepada masyarakat di kota besar saja melainkan juga kepada masyarakat yang tinggal di daerah 3T.

daerah 3T
Daerah 3T di Indonesia


Daerah 3T merupakan daerah tertinggal, terdepan dan terluar di Indonesia. Letak daerah yang berada jauh dari ibukota provinsi yang menjadikan pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat dikarenakan pembangunan infrastruktur yang belum merata.



Di Indonesia masih banyak lho daerah yang masuk ke dalam kategori 3T. Mengutip dari kontan.co.id presiden Jokowi menetapkan 62 kabupaten sebagai daerah tertinggal. Yang mana jumlah tersebut menurun dari periode sebelumnya yang mencapai 122 kabupaten.


Kategori daerah tertinggal ditentukan berdasarkan beberapa kriteria seperti perkenomian masyarakat, keadaan sumber daya manusia, ketersediaan sarana dan prasarana, kemampuan daerah, aksesibilitas dan karakteristik daerah.


Sehubungan dengan hal tersebut pemerintah Indonesia melalui BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi & Informasi) Kominfo, mengadakan sebuah program bernama Dayamaya dengan mengajak dan melibatkan para pelaku start up e-commerce, komunitas,  kelompok masyarakat dan UMKM digital untuk bersinergi dalam mengembangkan potensi, membuat solusi tepat guna bagi masyarakat di daerah 3T. Yang intinya bertujuan untuk membantu mempercepat kemajuan di daerah 3T


Kami yakin dengan peran serta mereka akan segera terjadi perubahan di daerah 3T menuju ke arah yang lebih baik – (Danny Januar Ismawan, direktur layanan TI untuk masyarakat dan pemerintah).




3 Start Up Keren di Program Dayamaya Yang Sudah Berkontribusi di Daerah 3T




Banyak sekali start up yang ikut mendaftar di program Dayamaya ini. Dari 1019 pendaftar dari 34 provinsi se-Indonesia,  terpilih 55 pendaftar yang lolos seleksi administrasi dan berhak maju ke tahap interview. Di tahap interview  tersaring menjadi 30 inovasi hingga akhirnya terpilihlah 18 start up yang lolos  seleksi dan memenuhi syarat kompetensi.


Mereka adalah Kalikesia, Ladang, Pijar, Ngalup.co, Sahabatgo, Smart Solution, Tapakita, Akupintar, Andil,id, Atourin, Cakap, Jahitin, Bantu Ternak, Berkahbarang.id, Binary Academy, Dycodex, i-tallenta dan Lindungi Hutan.


Dan dari nama-nama tersebut ada tiga start up yang telah berkesempatan memberikan konstribusi langsung kepada masyarakat di daerah 3T. yaitu  Atourin (bidang pariwisata) , Cakap (bidang pendidikan) dan Jahitin (bidang e-commerce).


Yuk simak sekilas profil dan kegiatan dari ketiga start up keren yang sudah berkontribusi  di daerah 3T melalui program Dayamaya 2019 :


1.    Atourin (One Stop Tourism Services)




 

atourin


Atourin adalah sebuah perusahaan start up yang bergerak di sektor pariwisata (online dan offline). Melalui program Dayamaya, Atourin telah melaksanakan kegiatan digitalisasi dan sertifikasi bagi para pemandu wisata lokal di Natuna. Pulau Natuna dipilih karena memiliki destinasi wisata alam yang mempesona dan memikat hati, sementara masih banyak orang yang minim pengetahuan tentang bagaimana cara menikmati keindahan wisata di Natuna.


Selain dikenal akan tempat wisatanya yang indah, Pulau Natuna juga dikenal sebagai pulau penghasil minyak dan gas.  Berlokasi di paling utara selat Karimata, pulau Natuna  merupakan salah satu kabupaten di provinsi kepulauan Riau (Kepri). Mudah-mudahan someday setelah pandemic covid-19 berlalu saya punya kesempatan buat bisa berkunjung ke Pulau Natuna ya. Aamiin.


Oya ngomongin pandemic, pariwisata menjadi salah satu bidang yang paling terdampak. Maka Atourin juga memiliki program lain yaitu memberikan pelatihan online  bagi pemandu wisata se-indonesia. Melalui bagaimana cara membuat tour virtual.


Dengan memanfaatkan fasilitas internet (online) tour virtual bisa menjadi salah satu solusi supaya aktifitas pariwisata tetap berjalan. Bahkan menurut Reza Permadi selaku salah satu tim Operasional Atourin, tour virtual ini bersifat jangka panjang, karena bisa dimanfaatkan tak hanya di masa pandemic saja.


Baca juga : Pengalaman Pertama Virtual Tour ke Korea


2.    Cakap (Live Online Learning App / Language Courses)


Selaras dengan Atourin, Cakap merupakan sebuah platform online yang memberikan pembelajaran bahasa asing guna mendukung pengembangan daerah wisata dengan meningkatkan kemampuan masyarakat dari sisi penguasaan bahasa terutama bahasa Inggris.


Dalam kontribusinya melalui program Dayamaya, Cakap mengunjungi dua tempat di Nusa Tenggara Timur (NTT ) yaitu kabupaten Sabu Raijua dan Waingapu (Sumba Timur). Selama hampir dua minggu Cakap melakukan riset untuk penggalian dan pengukuran tingkat literasi bahasa Inggris para siswa-siswi SMA dan SMK sederajat. 

 

Dua tempat tersebut sengaja dipilih karena Sabu Raijua dan Waingapu memiliki lokasi wisata yang menarik dan menjadi tujuan wisata local maupun asing.

 

kursus bahasa inggris online cakap



Sebanyak 250 orang siswa/siswi mengikuti kelas bahasa Inggris secara online dengan dipandu oleh guru bahasa Inggris asing (ESL Teacher). Wah seru ya.


Saya jadi ingat pengalaman ketika ikut kursus bahasa Inggris online bersama guru bahasa Inggris yang berasal dari Australia (Native Speaker).

 

Baca juga : Kursus Bahasa Inggris Online dari Rumah Bersama TBI



Oya, selain menyediakan kursus bahasa Inggris, Cakap juga menyediakan layanan jasa kursus bahasa Indonesia dan kursus bahasa asing seperti bahasa Mandarin dan bahasa Jepang. Sebagai informasi Cakap memiliki dua kantor, satu di Jakarta dan satu lagi di China.



3.    Jahitin (1st Online Personal Tailor Platform / Custom Made)


Jahitin adalah start up favorit saya. Menurut saya Jahitin memiliki konsep yang sangat menarik. Berawal dari kesulitan orang dalam mencari penjahit, Jahitin berhasil eksis sebagai 1st Online Personal Tailor Platform / Custom Made hingga saat ini.


Apabila CEO Atourin (Benarivo Triadi Putra) dan CEO Cakap (Tommy Yunus) berjenis kelamin pria, maka CEO Jahitin (Asri Wijayanti) adalah seorang wanita.  Asri menyampaikan bahwa melalui Dayamaya, Jahitin telah memberikan pelatihan kepada para penjahit yang ada di yang ada di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya untuk membuat aneka hasil karya berupa masker kain dan produk lainnya yang bernilai jual seperti mengolah limbah kain tenun menjadi cushion pillow (sarung bantal).

 

jahitin
Jahitin juga memberikan pelatihan bagaimana membuat masker sesuai dengan standar kesehatan


Dampaknya saat ini penjahit di Sumba sudah dapat lebih mudah mengakses pasar, mendapatkan akses langsung berhubungan dengan dinas perdagangan. Dan mendapatkan orderan membuat 5000 buah masker.


Jadi Jahitin ini memberdayakan para penjahit yang selama ini kesulitan mendapatkan pelanggan. Melalui Jahitin kita bisa minta tim Jahitin untuk datang ke tempat kita (made to measure) sehingga lebih hemat waktu dan hemat ongkos, atau kita juga bisa mengukur sendiri (self measurement) ukuran baju yang kita inginkan. 

 

Jujur saya jadi penasaran dengan Jahitin ini, soalnya belum pernah nih ngalamin jahit baju via online. Oya kantor Jahitin ini berada di kab. Sidoarjo, Surabaya. 

 

Jahitin juga memiliki sebuah program akademi berupa sebuah platform untuk belajar menjahit kapan saja dan dimana saja. Siapapun bisa meningkatkan kompetensi serta skill menjahit dengan mengakses workshop melalui website Jahitin.



Harapan untuk Program Dayamaya


Menurut saya program Dayamaya ini sangat menarik dan inspiratif. Semoga program Dayamaya akan terus ada dan terus berjalan dengan lancar, sehingga impian untuk bisa memberdayakan SDM dan meningkatkan skill masyarakat yang ada di daerah 3T bisa tercapai.


Mudah-mudahan kolaborasi yang sudah terjalin antara pemerintah, anak muda (pelaku usaha start up), komunitas dan stake holder terkait bisa terus saling bersinergi dalam mewujudkan percepatan ekonomi di daerah 3T. Utamanya perbaikan dari sisi perekonomian berbasis ekonomi digital.


Mari kita dukung program Dayamaya!.

Dayamaya #BerdayaBersama


Referensi : www.baktikominfo.id

                  www.dayamaya.id

foto         : IG @dayamaya.id 

Infografis : Gita Sarrah




dayamaya

2 Comments

  1. Start up di negeri kita juga gak kalah oke ya. Salut dengan beberapa start up yang berhasil mengangkat kebermanfatan sosial di daerah. Jadi kepengen bikin juga ya tapi harus cari orang IT dulu meureun ya teh 😂

    ReplyDelete
  2. Wah salut ya karena sekarang juga sudah banyak start up di Indonesia. Apalagi dengan hadirnya program Dayamaya tentu akan sangat membantu perkembangan start up di negeri ini.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya :)
Untuk menghindari Spam yang masuk, komentarnya saya moderasi dulu ya. .