www.sarrahgita.com

Personal & Lifestyle Blog

www.sarrahgita.com

Personal & Lifestyle Blog

  • Home
  • About
  • Lifestyle
    • Traveling
    • Health & Beauty
    • Financial
    • Technology
    • Business

Rutin baca buku adalah salah satu resolusi yang ingin saya capai di tahun 2021 ini. Ya saya merasa kalo saya udah jarang banget baca buku.

Yang saya ingat buku bacaan yang terakhir saya baca adalah buku novel karya Dewi Lestari yang berjudul Aroma Karsa. Buku tersebut saya pinjam dari sebuah perpustakaan umum favorit saya yang berlokasi di jalan Lombok, Bandung.

Sejak beberapa tahun terakhir saya memang lebih memilih untuk meminjam buku ke perpustakaan daripada membeli buku. Dengan alasan supaya saya tetap bisa membaca buku tanpa harus menumpuk buku-buku tersebut di rumah.

Koleksi buku yang saya miliki mayoritas sudah saya sumbangkan ke orang yang lebih membutuhkan seperti ke tukang rongsok (khusus buku & majalah yang sudah tidak saya baca lagi) dan ke salah seorang teman yang sedang merintis membuka perpustakaan mini di dekat tempat tinggalnya (khusus buku anak dan buku edukasi).

Dan sejak pandemi Corona datang saya udah hampir ga pernah mampir ke perpustakaan untuk membaca dan meminjam buku. Padahal membaca buku adalah salah satu bentuk me time saya. Huhu.

 

Ikut Challenge Baca Buku Tapi Ga Punya Buku Bacaan

 

Ngomongin soal resolusi ingin bisa rutin baca buku, di akhir bulan Desember 2020 saya bergabung dengan sebuah grup WhatsApp yang memberikan beberapa tantangan menarik untuk para anggotanya.

Tantangan tersebut berupa tantangan rutin berjalan kaki (walking challenge), tantangan rutin minum air putih (drinking water challenge), hingga tantangan rutin membaca buku (reading challenge) serta tantangan lainnya yang tujuannya untuk memacu diri kita supaya menjadi lebih baik.

Wah kebetulan nih. Saya pun jadi merasa terdorong dan semangat untuk ikut berpartisipasi dalam tantangan tersebut. Dan saya ingin mulai dengan tantangan membaca buku.

Di grup tersebut disebutkan bahwa dalam satu hari tiap peserta ditantang untuk bisa baca buku minimal satu judul buku. Eh tapi, gimana ya caranya supaya saya bisa rutin baca buku minimal satu judul buku dalam satu hari sementara saat ini saya ga punya buku untuk dibaca. Hmm.

 

aplikasi buku digital
Photo by Perfecto Capucine from Pexels | Edited using Canva by Gita Sarrah

Berlangganan Aplikasi Gramedia Digital

 

Hingga suatu hari salah seorang teman menyebut salah satu nama aplikasi buku digital yang bernama Gramedia Digital.

Sebuah aplikasi baca buku online yang bisa kita install di smartphone dan didalamnya terdapat ribuan judul buku yang bisa kita akses dengan cara berlangganan (monthly subscribed).

Nah di aplikasi Gramedia Digital ini terdapat empat pilihan paket dengan koleksi berbeda sesuai kebutuhan pembaca, yaitu :

 

  1. Fiction Premium Package – Rp 45.000/bulan
  2. Non- Fiction Premium Package - Rp 45.000/bulan
  3. Kids Premium Package - Rp 45.000/bulan
  4. Full Premium Package – Rp 89.000/ bulan

 

Dan jujur saya baru tahu lho..kalo khusus untuk tipe Full premium package ternyata bisa diakses oleh maksimal lima perangkat smartphone. 😍😍

Jadi biaya Rp 89.000 tersebut bisa dibagi lima. Per orangnya cukup bayar Rp 17.800 gitu. Wih terjangkau banget khan? Harga segitu untuk 30 hari worthed banget ga sih #yeay 😘

Dan akhirnya saya pun bergabung dengan teman lainnya untuk sama-sama berlangganan aplikasi Gramedia Digital.

 

Plus Minus Menggunakan Aplikasi Gramedia Digital

 

Setiap aplikasi tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Begitupun dengan aplikasi Gramedia Digital ini. Setelah berlangganan aplikasi Gramedia Digital selama satu bulan, ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang saya rasakan yaitu :

 

Kelebihan

  1. Saya bisa membaca buku kapan saja dan dimana saja. #bacajadilebihmudah
  2. Dalam satu bulan saya bisa membaca banyak judul buku sesuai keinginan.
  3. Kita bisa mengakses tak hanya buku bacaan, tapi juga ada majalah, surat kabar dan tabloid yang berasal dari berbagai penerbit.

 

Kekurangan

  1. Kita harus tahu judul buku yang ingin dibaca, karena kalo search dari kategori tidak terlalu membantu.
  2. Ketika membaca saya harus men-swipe layar smartphone sementara jumlah halaman buku yang saya baca mencapai ratusan halaman. Dan itu bisa bikin tangan lumayan pegal hehe. Kabarnya sebelumnya pembaca cukup menyentuh layar untuk membuka halaman, dan itu lebih user friendly (kayak aplikasi buku digital sebelah) tapi ga tau kenapa sekarang berubah jadi harus di swipe.
  3. Sensasi membaca buku dari buku langsung dengan baca buku via layar smartphone memang berbeda. Kalo disuruh milih kayaknya saya lebih suka baca buku secara fisik deh. Menurut saya megang lembaran kertas di buku sama swipe layar smartphone itu rasanya beda banget.

 

 

Judul Buku Yang Selesai Saya Baca di Bulan Januari 2021 Melalui Aplikasi Gramedia Digital

 

  1. Hypnotic Diary Diet – Dewi Hughes
  2. Resign - Almira Bastari
  3. Winter In Tokyo – Ilana Tan
  4. Food Rules – Pedoman Bagi Para Penyantap Makanan – Michael Pollan
  5. A Very Yuppy Wedding – Ika Natassa
  6. Diet Kenyang dengan Cooking Hypnotheraphy _Dewi Hughes
  7. The Architecture Of Love- Ika Natassa
  8. Money Therapy – Irma Rahayu
  9. Good Bye Things – Fumio Sasaki
  10. Generasi 90 an – Marchella fp
  11. 99 + Wonderful Mind – Dewi Hughes
  12. Ganjil Genap – Almira Bastari

 

Judul Buku Yang Udah Di-download Tapi Belum Selesai Dibaca

 

  1. OCD 2.0 Wolverine – Deddy Corbuzier
  2. Kocok - Uncut, The Untold Stories of Arisan Ladies - Nadia Mulya & Joy Roesma
  3. Instagram Marketing Untuk Pemula – Jefferly Heluanthusonfri
  4. Nudge : Memperbaiki Keputusan Tentang Kesehatan, Kekayaan dan Kebahagiaan – Richard H. Thaler & Cass R. Sunstein
  5. Atomic Habits- Perubahan Kecil Yang Memberikan Hasil Luar Biasa – James Clear
  6. Balada si Roy – Gol A Gong
  7. 10 Langkah Menjadi Financial Planner Untuk Diri Sendiri Khusus Ibu Rumah Tangga – Nadia Moeliyono & Iin Susanto
  8. Fomo : Fear Of Missing Out – Patrick J. McGinnis 

 

Kesimpulan

 

Hadirnya teknologi aplikasi buku digital memang memudahkan kita untuk membaca. Tanpa harus membeli buku, pergi ke toko buku atau perpustakaan dan tanpa harus menumpuk buku di rumah. Kita cukup download aplikasinya dan berlangganan bulanan.

Dan ada banyak sekali pilihan aplikasi buku digital yang bisa kita pilih sesuai kebutuhan. Bahkan yang gratis juga ada kok. kayak Ipusnas misalnya. Ipusnas ini merupakan aplikasi buku digital milik pemerintah Republik Indonesia.

Dan tentu saja setiap aplikasi memiliki sistem yang berbeda. Untuk aplikasi Ipusnas  dalam satu hari pembaca bisa pinjam maksimal tiga judul buku dan satu buku aktif selama tiga hari.

Well, bagaimana pendapat teman-teman yang udah pernah menggunakan aplikasi buku digital ini. Is it yes or no?  Trus share juga dong aplikasi buku digital lain yang menurut kalian recommended?

quotes tentang jomblo


Menjadi seorang jomblo setelah pacaran selama 13 tahun itu rasanya emang nyesek banget. 

Apalagi diputusinnya secara tiba-tiba, di basement parkiran, dengan alasan yang ga jelas😪.

Ditambah tak lama kemudian Gala mendapat berita kalo adik perempuannya akan segera menikah dengan cowok yang baru dipacarinya selama beberapa bulan. 

Hufft, mimpi buruk macam apa ini?😂

Dengan status barunya sebagai seorang jomblo, Gala pun mencari berbagai macam cara untuk mendapatkan kekasih baru atau tepatnya calon suami. 

Mengingat usia Gala akan segera menginjak 30 tahun dan keluarganya sudah mendesaknya untuk segera menikah.

"Jomblo menjelang tiga puluh tahun dan tinggal di Indonesia adalah ujian hidup” – Jomblo di akhir 20an - (hal.16)

Ya, kisah tersebut merupakan potongan cerita dari novel Metropop Ganjil Genap karya Almira Bastari. 

Sebuah novel ringan yang baru selesai saya baca di awal Januari 2021.


Sekilas Tentang Novel Fiksi Metropop 

Novel metropop merupakan salah satu genre favorit saya, karena selain isi ceritanya yang relate dengan kehidupan sehari-hari.

Saya bisa dibikin senyam-senyum sendiri ketika membacanya hehe.

Fiksi Metropop adalah karya sastra yang mengangkat cerita tentang masyarakat urban menengah yang tinggal di kota-kota besar.

Dengan segala sisi kehidupannya dan disajikan dengan gaya bahasa pop. 

Fiksi jenis ini kebanyakan digemari oleh kalangan pembaca usia muda karena kalimat yang digunakan mudah dicerna. 

Sumber : Wikipedia


Ketika si Jomblo Mencari Cinta

novel metropop ganjil genap
Diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama | Harga Rp 90.200 | sumber : ebooks.gramedia.com

Secara garis besar, novel Ganjil Genap bercerita tentang lika-liku perjalanan cinta Gala untuk mendapatkan calon pasangan hidup.

Setelah putus hubungan dari Bara yang sudah dipacarinya sejak SMA (sweet heart couple). 

Ada Erick yang tampan namun ternyata sudah memiliki istri, ada Ibra pria Malaysia yang ternyata adalah seorang pangeran.

Ada Akbar, high quality jomblo kakak kelasnya di jaman SMA dulu namun tak tertarik kepada Gala.

Ada Tian yang dikenalnya di tempat kursus menyelam tapi belum apa-apa udah cerita tentang mantannya terus. 

Ada Adi yang bikin illfil dan membuat Gala merasa terjebak.

Ada juga Aiman seorang dokter berusia 40 tahun yang serius mencintai Gala namun memiliki trauma akan pernikahan. 

Hmm, kira-kira siapakah laki-laki yang cocok mendampingi Gala?

 

15 Quotes Tentang Jomblo

Setelah membaca novel setebal 344 halaman ini, saya pun menemukan 15 quotes menarik tentang menjadi Jomblo versi Gala Nareswara, si tokoh utama di Novel Ganjil Genap, antara lain :

  1. Sahabat adalah pertolongan pertama pada saat putus cinta – Jomblo yang tidak ingin sendiri- (hal 31)
  2. Begitu tingginya kriteria begitu sempitnya waktu – Jomblo di akhir usia 20an- (hal 36)
  3. Salah satu pintu perjodohan adalah teman yang baik – Jomblo yang mengandalkan persahabatan (hal 72)
  4. Cari jodoh di kota penuh polusi itu sulit terutama kalau wajahnya ditutupi masker – Jomblo yang tidak tahan debu- (hal 94)
  5. Kalau jomblo, minimal mesti nongkrong, jangan buru-buru pulang ke rumah – Nasihat sahabat yang sudah berhasil menikah- (hal 111)
  6. Dari sepuluh orang Jakarta yang jomblo, Sembilan diantaranya pasti pernah install Tinder, yang satu paling engga pernah cari tahu gimana mainnya – Jomblo yang sedang mencoba Tinder- (hal 125)
  7. Tidak mendapat jodoh di darat, berarti waktunya’ mengepakkan’ sayap di lautan –Jomblo yang pantang menyerah- (hal 172)
  8. Cowok berkualitas itu kalau bukan pacar orang atau suami orang mungkin nggak suka cewek –Jomblo yang berburuk sangka-  (hal 192)
  9. Cewek bukan hanya butuh kenyamanan tapi juga kepastian –Jomblo yang tidak ingin mengambil resiko- (hal 216)
  10. Salah satu nikmat Tuhan adalah punya gandengan baru yang lebih oke saat bertemu mantan –Jomblo yang pandai bersyukur-  (hal 234)
  11. Jodoh bukan sesuatu yang bisa dipaksa, sesederhana itu – Jomblo yang dilangkahi (hal 244)
  12. Kangen sama mantan itu wajar apalagi kalo pacar barunya ternyata 'turun kelas' – High quality jomblo- (hal 252)
  13. Patah hati tidak hanya mengajarkan apa yang tidak kita mau tapi juga memberikan keberanian untuk menjalani apa yang kita mau – Jomblo yang sudah belajar dari pengalaman ( hal 281)
  14. Enaknya jadi jomblo mapan adalah bisa ganti suasana- Jomblo yang sedang bepergian (hal 288)
  15. Kumpulkan sebanyak-banyaknya ‘pipeline’ lalu pilih yang terbaik –Resep untuk segera melepas status jomblo (hal 303)

 

Penutup

Well, selalu ada cerita menarik dibalik status seseorang sebagai seorang Jomblo.

Yang pasti urusan jodoh itu adalah rahasia Tuhan. 

Menurut saya novel Ganjil Genap yang resmi rilis di toko buku pada awal Februari 2020 ini recomended untuk dijadikan sebagai bahan bacaan teman me time di rumah. 

Alur ceritanya terasa mengalir dan membuat saya tak bisa berhenti untuk terus membaca. 

Novel Ganjil Genap ini juga terasa tambah seru dengan hadirnya tiga tokoh lain yang yaitu Nandi, Sidney dan Detira. 

Mereka adalah sahabat Gala yang berkontribusi dalam mengatur strategi untuk Gala dalam mengejar laki-laki impiannya. Thats What Friends Are For 😁.

Sebagai informasi novel Ganjil Genap ini merupakan buku ketiga karangan Almira Bastari setelah novel Melbourne (Wedding) Marathon (2017) dan Resign(2018). 


 


 

 

Ketika situasi ekonomi rumah tangga masih belum stabil karena efek pandemi Covid-19. Sebagai seorang ibu rumah tangga saya  pun memutar otak, gimana caranya supaya  bisa bantu suami mencari tambahan penghasilan.

Dan yang terbersit di pikiran saya adalah saya ingin mencoba berjualan via online. Setidaknya dengan berjualan via online modal yang dibutuhkan relatif kecil dan tentu saja bisa dikerjakan dari rumah.

Namun ternyata untuk memulai berjualan online itu tidaklah semudah kelihatannya. 

Saya harus melakukan riset terlebih dahulu, mulai dari memilih jenis barang apa yang kira-kira bisa laku di pasaran hingga mencari supplier yang tepat dan terpercaya.

Singkat cerita, di bulan Desember 2020 saya berkesempatan untuk mengikuti sebuah workshop online yang membahas tentang tips berjualan online untuk pemula. 

 

tips jualan online untuk pemula


3 Tips Jualan Online Untuk Pemula

Setelah mengikuti workshop singkat yang diadakan via zoom meeting tersebut, sedikit banyak saya mendapatkan insight baru (pencerahan) tentang beberapa tips jualan online untuk pemula. 

Dan berikut ini 3 tips jualan online yang bisa diterapkan oleh para pemula yang ingin segera mulai berjualan online :


  1. Tentukan Segmen Pasar (Market) yang Ingin Dituju

Sebelum mulai berjualan online, tentukan terlebih dahulu segmen pasar yang ingin kita tuju. Mulai dari demografi (jenis kelamin, usia, penghasilan), lokasi serta harga. 

Hal ini mungkin terlihat sepele tapi segmentasi pasar merupakan hal yang sangat penting agar bisnis bisa berjalan dengan lancar.

Ketika segmen pasar sudah berhasil ditemukan, proses pemasaran produk akan menjadi lebih mudah dan lancar. 

Setelah itu baru tentukan jenis produk yang ingin kita jual. Apakah berbentuk makanan, minuman, fashion (pakaian, tas, sepatu dan sebagainya) atau produk kesehatan. Yang pasti pilihlah produk yang memang dibutuhkan dan dicari banyak orang.

 

  1. Manfaatkan Platform Digital yang Sudah Tersedia untuk Melakukan Promosi

Hidup di era digital seperti sekarang menjadi sebuah keuntungan tersendiri. 

Banyak sekali platform digital yang bisa kita pilih untuk berjualan. Mulai dari Google, aplikasi whatsapp hingga social media seperti Facebook, Instagram. 

Atau bahkan kita juga bisa berjualan online melalui market place besar seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak dan sebagainya.

Kita cukup meng-upload foto produk yang akan kita jual dan kita pun sudah bisa berjualan melalui platform digital tersebut. 

Jangan lupa untuk konsisten melakukan promosi dengan cara membagikan informasi menarik seputar produk yang kita jual.

 

  1. Pilih Sistem Dropship

Dalam berjualan online ada 3 jenis system penjualan yang bisa kita pilih yaitu memproduksi sendiri barang yang akan kita jual, menjadi reseller (menyetok sejumlah barang untuk dijual kembali) dan menjadi dropshipper (menjual tanpa harus menyetok barang).

Nah untuk pemula ada baiknya kita memilih system penjualan dropshipper dulu. 

Dengan system dropshipper, modal yang kita keluarkan relatif tanpa modal  karena kita cukup memasarkan produk tersebut tanpa harus menyetok barang. 

Produknya pun akan dikirim langsung dari distributor. Jadi kita ga usah repot-repot packing.

 

Tokorame : Aplikasi Jualan Online Dengan Sistem Dropship

Pucuk di cinta ulam pun tiba, di awal tahun 2021 ini saya mendapatkan informasi bahwa ada sebuah Aplikasi Jualan Online Dengan Sistem Dropship yang bernama Tokorame.

 

tokorame
Aplikasi Tokorame di-launching pada tanggal 10 Januari 2021 di Bandung


launching tokorame
M. Bariz Hilmi Founder Tokorame


Wah cocok banget nih dengan yang saya butuhkan. Saya bisa segera mulai berjualan online tanpa harus memikirkan produk apa yang akan saya jual dan tanpa harus menyetok barang. 

Selain itu Tokorame juga menyediakan fasilitas gratis belajar jualan online lho. Ya peran mentor yang akan membimbing kita dalam menjalankan bisnis sangatlah penting.  

 

Para Mentor Expert yang Bergabung di Tokorame

Tokorame bekerjasama dengan para mentor yang sudah ahli (expert) di bidang bisnis online dan marketing online. 

Para mentor yang merupakan putra-putri terbaik bangsa dan berasal dari berbagai kota di Indonesia. Mereka adalah :

  1. Coach Juni Handoko (Tangerang selatan)
  2. Coach Army Alghifari (Bandung)
  3. Coach Weliyan Tanoyo (Yogyakarta)
  4. Coach Suryadin Laoddang (Yogyakarta)
  5. Coach Ki Jendral Nasution (Bandung)
  6. Coach Muri Handayani (Bandung)
  7. Coach Didik Arwiyansah (Yogyakarta)
  8. Coach Rulli Indrawan (Yogyakarta)

Jadi dengan bergabung di Tokorame sebagai reseller kita akan dibimbing langsung oleh para ahli yang berpengalaman dan terpercaya di bidangnya.

 

Fasilitas yang diperoleh Apabila Bergabung menjadi Partner di Tokorame

Selain bisa mendapatkan panduan berupa ilmu belajar jualan online, para reseller (partner) di Tokorame juga akan mendapatkan fasilitas berupa web unik untuk berjualan.

Di dalam web terdapat foto barang-barang yang akan kita jual (katalog online). 

Dan katalog online tersebut bisa kita isi dengan produk-produk yang sesuai dengan pilihan kita. Misal produk fashion saja. atau produk makanan saja.

Dan untuk urusan adminitrasi, info stock barang serta laporan penjualan realtime pun akan diinfokan secara update. 

Sehingga reseller bisa dengan mudah memantau arus keuangan dan administrasi selama menjalankan bisnis.  

 

Kesimpulan

Untuk pemula khususnya ibu rumah tangga yang ingin mulai berjualan online bisa memanfaatkan platform digital seperti Tokorame. 

Di era New Normal seperti saat ini Tokorame menjadi solusi sekaligus jawaban dari kebutuhan para ibu-ibu milenial untuk bisa mendapatkan tambahan penghasilan hingga jutaan rupiah tanpa perlu memproduksi barang sendiri dan kirim pesanan secara manual.

Toko rame juga mengklaim sebagai platform yang menyediakan 100 produk rumahan yang paling dicari dan dibutuhkan oleh emak-emak milenial.

Dan yang menarik semua produk yang dijual di Tokorame adalah produk lokal karya anak bangsa yang tentunya berkualitas dan bisa bersaing di pasaran.

Bikin makin penasaran khan? Untuk info lebih lengkap kunjungi langsung situs resminya di www.tokorame.co.id atau follow akun social medianya di fb : tokorame dan instagram @tokorameofficial

 

tokorame

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wah, di tahun 2021 ini bakalan ada lagi film Indonesia yang ceritanya diangkat dari novel nih. Ya, sejak tiga tahun terakhir dunia perfilman Indonesia diwarnai oleh beberapa film yang ceritanya diadaptasi dari novel yang laris di pasaran.

Sebut saja seperti Winter in Tokyo (2016), Surga Yang Tak Dirindukan 2 (2016), Dilan (2017), Dear Nathan (2017), Danur (2017), Hujan di Bulan Juni (2017), Bumi Manusia (2019) dan masih banyak lagi.

Dan tahun ini IDN Pictures sebagai rumah produksi baru (perusahaan film akuisisi IDN Media dan Demi Istri Production) akan melahirkan proyek pertamanya dengan mengangkat novel Balada si Roy karya Gol A Gong menjadi cerita film layar lebar dengan judul yang sama.

 

film balada si roy
foto : instagram.com/filmbaladasiroy

Hmm, jujur saya baru tahu sekarang, kalo novel Balada si Roy ini pernah hits dan digandrungi oleh banyak anak muda pada jamannya. Bahkan ada komunitasnya pula lho. Komunitas Sahabat Balada Si Roy namanya. Wih saya jadi penasaran sama sosok si Roy ini.

 

novel balada si roy
Novel legendaris Balada Si Roy karya Gol A Gong

 

Sekilas Tentang Balada si Roy

 

Saya pun mencari tahu tentang novel Balada si Roy melalui sebuah aplikasi bacaan yang saya install di handphone.

Ternyata ada tujuh novel Balada si Roy yang saya temukan di aplikasi Gramedia Digital. Masing-masing berjudul Balada si Roy : Blue Ransel, Joe, #1. Joe : Avonturir , #2. Rendezvous – Bad days, #3.Blue Ransel Solidarnos, #4. Telegram – Kapal, #5, Traveler – Epilog.

Setelah saya membaca sekilas sinopsisnya Balada si Roy ini bercerita tentang cinta terlarang anak SMA, antara Roy yang bandel dan Ani yang cantik. Dan ada Dullah (anak jawara dengan geng Borsalino-nya yang juga mencintai Ani).

Dullah merasa berhak mendapatkan Ani karena sudah dijodohkan oleh orang tua mereka. Di cerita ini disebutkan kalo ayah Ani ‘menjual’ Ani kepada ayah Dullah yang kaya dengan imbalan seluruh utangnya beres. Cerita klasik jaman siti Nurbaya ya hehe.

Dan diantara persaingan Roy dan Dullah dalam mendapatkan cinta Ani terjadi sebuah kejadian yang menyedihkan. Dullah membunuh Joe, anjing herder milik Roy warisan dari almarhum ayahnya.

Roy pun terluka hingga ia memutuskan untuk travelling menjelajahi Indonesia sambil membawa serta cintanya kepada Ani. Roy harus pergi tapi juga harus pulang karena ada yang dikasihi dan mengasihi di rumah yaitu ibunya.

 

Tokoh Pemeran di Film Balada si Roy

 

Membayangkan sosok si Roy, sedikit banyak mirip tokoh Dilan ga sih? Sosok bad boy jaman SMA. Cuman bedanya si Roy ini versi lebih jadul lagi. Nah kira-kira siapakah sosok yang pas untuk memerankan si Roy ini?

Di bulan Desember 2020 lalu, melalui sebuah konferensi pers virtual IDN Pictures pun mengumumkan deretan nama pemain film Balada si Roy.

1.  Abidzar Al Ghifari sebagai Roy.

2.  Feby Rastanty sebagai Ani.

3.  Bio One sebagai Dullah.

4.  Zulfa Maharani sebagai Wiwik.

5.  Sitha Marino sebagai Dewi.

6.  Jourdy Pranata sebagai Andi.

7.  Omara Esteghlal sebagai Toni.

8.  Yusuf Mahardika sebagai Edi.

9.  Dea Aditya sebagai Iwan.

10. Fachri Muhammad sebagai Sodik.

11. Maudy Koesnaedi sebagai ibu dari Roy, serta

12. Kiki Narendra sebagai ayah dari Ani.

 

pemeran film balada si roy
Para aktris/aktor muda di Film Balada Si Roy yang akan rilis tahun 2021

 

Well menurut saya Abidzar Al Ghifari yang merupakan anak kandung almarhum Ustad Jefri Albuchori (Uje) dan Pipik dian Irawati ini cukup mewakili sosok Roy. Tampan dan sedikit terlihat bad boy, daya tarik yang bisa membuat para wanita gemas dan tergila-gila.

 

pemeran film balada si roy
Abidzar Al Ghifari sebagai Roy dan Feby Rastanty sebagai Ani

Daniel Mahendra selaku salah satu inisiator komunitas Sahabat Balada si Roy juga mengaku telah mempercayakan pemilihan pemain pada tim IDN Pictures. “Saya yakin pasti Mas Nugros dan Mbak Santi beserta tim sudah memiliki banyak pertimbangan matang terkait pemilihan aktor dan aktris yang akan membintangi film Balada Si Roy ini.

Dilihat dari segi pembawaan aktor atau aktrisnya sendiri, bahkan penampilannya juga pasti dipertimbangkan. Saya rasa begitu, ya, jadi penggemar berat Balada Si Roy percaya bahwa pemilihan pemain sudah dijalankan melalui berbagai pertimbangan yang matang,” ungkapnya.

 

Tentang Komunitas Sahabat Balada si Roy

 

Novel Balada si Roy ini hadir di era awal tahun 90-an. Dan sebelum hadir dalam bentuk novel, cerita si Roy ini ditayangkan secara berkala di majalah Hai (sebuah majalah remaja yang hits pada jamannya). Tak heran demam si Roy pun kemudian melanda para anak muda saat itu.

“Demam Roy” ini pertama kali muncul melalui sebuah grup di Facebook. Dan seiring berjalannya waktu jumlah anggota komunitas Sahabat Balada si Roy hingga saat ini mencapai 1982 orang, dan pasti akan terus bertambah. Wah seru ya.

Dan yang menarik tiap pergi ke berbagai kota di Indonesia, penggemar Balada Si Roy ini saling bertemu untuk mengadakan kopi darat.  Saling membagikan cerita tentang pengalaman masing-masing, tentang bisnis atau hanya sekedar kangen-kangenan.

Melaui cerita dalam novel Balada si Roy ini banyak sekali nilai-nilai positif  yang bisa diambil. Salah satunya tentang nilai persahabatan. Dan juga pesan positif  lainnya seperti ajakan untuk menghirup udara segar di luar, kumpul bersama teman-teman dan kesampingkan gadget ketika sedang bersua dengan kawan.

 

film balada si roy

 

Harapan Untuk Film Balada Si Roy

 

Semoga dengan dirilisnya film Balada si Roy di tahun 2021 ini menjadi tonggak bangkitnya kembali dunia perfilman di Indonesia. Setelah di tahun 2020 kemarin banyak sekali aktivitas perfilman yang tertunda karena wabah pandemi Covid-19

Apalagi film Balada si Roy ini bersetting tahun 80-an. Pastinya akan sangat menarik dan bisa membangkitkan nostalgia para penggemarnya.

Dan selamat untuk IDN Pictures karena mendapatkan kehormatan mengangkat novel legendaris Balada si Roy menjadi sebuah film. Semoga menjadi angin segar untuk proyek- proyek film selanjutnya. 

*IDN Pictures adalah sebuah perusahaan film berbasis teknologi yang memiliki visi untuk membawa dampak positif dan inspirasi bagi masyarakat.

 

balada si roy

 

Staycation di hotel bersama pasangan atau keluarga adalah sebuah aktivitas yang menyenangkan. Namun ketika pandemi corona masih melanda, banyak orang yang kemudian mengurungkan niatnya untuk staycation di hotel.


Begitupun dengan saya, saya sempat takut dan khawatir akan protocol kesehatan yang berlaku di tempat penginapan seperti hotel. 

Kira-kira aman ga ya? Dan rasa kekhawatiran tersebut akhirnya terjawab setelah saya memutuskan untuk staycation di salah satu hotel yang ada di kawasan Pasteur, Bandung bersama suami akhir Desember 2020 lalu.




Menginap di hotel saat corona

 

Menginap di Hotel Saat Corona, Harus Bawa Surat Keterangan Antigen Kah?


Beberapa waktu yang lalu pemerintah mengeluarkan peraturan baru berupa harus melampirkan surat keterangan sudah ikut tes rapid antigen bagi masyarakat yang akan bepergian jauh ke luar kota.

Khususnya bagi masyarakat yang akan menggunakan alat transportasi umum seperti kereta api, bus atau pesawat terbang.

Nah bagaimana dengan menginap di hotel saat corona? Apakah harus bawa surat keterangan tes rapid antigen juga?

Di bagian depan meja resepsionis saya sempat membaca sebuah informasi yang menyebutkan bahwa setiap orang yang akan menginap di hotel harus melampirkan surat keterangan antigen atau apabila tidak membawa surat keterangan, pihak hotel akan melakukan random test kepada setiap pengunjung hotel yang datang.

Tapi ketika kami check in petugas hotel tidak meminta kami untuk melampirkan surat keterangan antigen, kami hanya diwajibkan untuk mengisi dua lembar form isian berupa deklarasi kesehatan dan deklarasi perjalanan minimal 14 hari sebelum check in di hotel.


*Tes rapid antigen adalah tes imun yang berfungsi untuk mendeteksi keberadaan antigen virus tertentu yang menunjukkan adanya infeksi virus saat ini. Rapid tes antigen biasanya digunakan untuk mendiagnosis patogen pernapasan. Seperti virus influenza dan respiratory syncytial virus (RSV). 

Disebut rapid test antigen karena tes untuk mendeteksi virus corona tersebut dapat memberikan hasil diagnosis yang cepat yaitu hanya dalam waktu 15 menit.

Sumber : halodoc.com


Suasana & Fasilitas di Kamar Hotel Saat Corona


Setelah beres check in kami langsung naik ke kamar hotel yang berada di lantai 7. Suasana hotel terasa sepi. Sebagian lampu juga sudah dimatikan. Waktu saat itu menunjukkan pukul 22.00 wib.

Di dalam lift menuju kamar pun hanya ada kami berdua. Dan saya merasa lega karena salah satu hal lain yang juga membuat saya khawatir yaitu protocol kesehatan di dalam lift.

Kabarnya beberapa hotel menerapkan aturan mengalihkan sebagian pengunjungnya  untuk menggunakan tangga (khusus pengunjung di lantai 1 atau 2) demi menghindari kerumunan di dalam lift.

Tak sampai satu menit kami tiba di depan pintu kamar, karena ternyata jarak dari pintu lift ke pintu kamar hanya 6 langkah saja. Dan mengingat ini adalah pengalaman pertama kali saya menginap di hotel saat corona saya penasaran dengan fasilitas protokol kesehatan di dalam kamar hotel.

Dan ketika saya perhatikan, tidak ada hal signifikan terkait situasi corona. Saya hanya melihat sebuah tulisan di atas meja yang isinya mengingatkan pengunjung untuk selalu menjaga protocol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun) selama menginap di hotel. Plus sebuah hand sanitizer gel kemasan  tube yang diletakkan di atas meja.

 

hand sanitizer gel

Selain itu, bersama kunci kamar diselipkan satu buah tissue basah mengandung desinfektan yang bisa digunakan untuk melap permukaan gagang pintu atau permukaan meja.

Btw udara kota Bandung malam itu terasa cukup dingin. Hujan gerimis memang turun sejak tadi sore ditambah dengan dinginnya udara dari pendingin ruangan (AC) yang ada di kamar hotel. Brrr.

Untungnya di perjalanan menuju hotel tadi kami menyempatkan diri untuk mampir membeli dua porsi sate padang. Ternyata makan sate padang di kamar hotel seru juga lho. Seru plus romantis soalnya makannya berdua bareng suami hehe.



kamar hotel
Untuk pertama kalinya makan sate padang di kamar hotel ini. Kok rasanya deg-degan ya wkwk.

 

Sarapan di Hotel Saat Corona


Bangun di pagi hari dengan perut lapar. Saya baru ingat kalo saya dan suami memilih jam sarapan mulai pukul 09-10.00 wib. Ya, pihak hotel membagi jam sarapan menjadi 3 sesi. Yaitu mulai pukul 06-07, 07-08 dan 09-10. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya kerumunan orang dalam satu waktu di saat sarapan.

 

kolam renang hotel
Pemandangan pagi hari dari balik jendela kamar hotel..kolam renang dilantai 6 tampak sepi

 

Selepas mandi dan menikmati secangkir teh manis hangat kami pun bergegas turun ke area restoran yang ada di lantai dasar. Hanya terlihat dua meja yang terisi oleh pengunjung hotel yang sedang sarapan pagi itu.

Dan ada perbedaan yang mencolok ketika sarapan di hotel saat corona. Ga ada lagi sistem sarapan ala prasmanan (buffet) dengan aneka pilihan makanan yang bisa kita pilih. Seorang wanita petugas hotel pun menyampaikan bahwa nanti akan ada waiter yang datang ke meja pengunjung untuk menawarkan menu sarapan yang ingin disantap.

Setelah menunggu beberapa saat seorang waiter pria bermasker datang menghampiri. Dan sang waiter yang bertugas waktu itu hanya menyebutkan dua menu yang tersedia. Yaitu menu American breakfast dan Indonesian breakfast. Tanpa menjelaskan dengan detail pilihan menu lainnya.

Sayang sekali pihak hotel tempat kami menginap tidak menyediakan buku menu atau lembar menu lainnya atau bar code yang bisa diakses via handphone secara online. Sehingga kami sedikit kebingungan untuk memilih menu sarapan yang akan disantap. Kami pun memutuskan untuk memilih menu American breakfast sebagai menu sarapan.

Baca juga : Menikmati Sarapan di Hotel De Braga by Artotel

 

menu sarapan hotel
Menu American breakfast terdiri dari 3 buah bola kentang,3 sosis goreng yang dibungkus beef bacon serta 2 jenis sayuran.

 

Oya untuk area tempat sarapan sendiri dibatasi, satu meja hanya bisa diduduki oleh 2 orang (dengan jarak ). Dan pagi itu area outdoor di samping kolam renang menjadi salah satu area favorit pengunjung hotel. Ada sekitar 20 orang pengunjung hotel yang memilih tempat duduk di samping hotel sebagai tempat sarapan.

Dan kami pun yang tadinya ingin sarapan di area outdoor tersebut memutuskan untuk makan di area dalam yang masih kosong.


Baca juga : Makan di Luar Saat Corona, Yes or No?

 

Kesan & Pesan Ketika Menginap di Hotel Saat Corona


Saya baru sadar ketika memasuki area lobi hotel tadi malam, saya dan suami tidak diperiksa suhu tubuh. Dan mengingat saya dalam keadaan sehat (suhu badan normal) dan tidak ada keluhan apa pun. Saya tidak menanyakan hal tersebut pada petugas hotel.

Dan setelah mengalami sendiri menginap di hotel saat corona. Sebaiknya pilihlah hotel yang benar-benar menerapkan protokol kesehatan sesuai SOP (Standard Operation Procedure). Pilih hotel berdasarkan rekomendasi teman atau lihat dulu reviewnya dari internet.

Selain itu pilih juga hotel yang menyediakan layanan antar makanan ke kamar. Supaya kita merasa lebih tenang dan aman.  Karena jujur pengalaman sarapan di hotel saat corona untuk pertama kalinya, meninggalkan kesan yang kurang nyaman untuk saya dan suami. Well, setiap orang pasti memiliki pengalaman berbeda ketika menginap di hotel saat corona.

Yang pasti harapan saya semoga badai corona ini segera berlalu supaya aktivitas perhotelan dan pariwisata bisa kembali normal. Karena mengutip dari katadata.co.id hingga April 2020 terdapat sekitar 1266 hotel yang ditutup karena terdampak virus corona. Dan sekitar 150 ribu pegawai kini dirumahkan akibat lesunya bisnis ini.

Dan tentunya juga untuk semua bidang lain, semoga di tahun 2021 ini kita semua bisa segera bangkit lagi untuk menuju ke arah yang lebih baik. Aamiin.






Newer Posts Older Posts Home

ABOUT ME

Halo ! Makasih ya udah mampir ke blog sarrahgita.com. Saya Gita seorang lifestyle blogger asal Bandung. Penyuka kuliner, jalan-jalan dan fotografi. Blog ini juga menerima kerjasama berupa kolaborasi (guest post) atau sponsored post. Untuk kontak silahkan hubungi saya via email di gitasarrah@gmail.com

Find Me On Social Media !

Recent Posts

Loading...

POPULAR POSTS

  • Review Café Senandung Sore, Lokasi dan Cara Menuju Kesana
    Pemandangan sawah hijau dari area cafe Senandung Sore Sebagai orang yang senang mengeksplorasi suasana, menu dan desain cafe yang beragam. S...
  • Mengatur Keuangan Pribadi Lebih Mudah dengan Aplikasi Budgeting
    Pernah ga sih ngerasa kalo sisa uang bulan ini kok tinggal sekian rupiah ya? Uangnya udah dipake buat kebutuhan apa aja ya? Nah salah satu s...
  • Tentang Rasa Kehilangan dan Melepaskan
    Pagi itu aku terbangun. Entah kenapa tiba-tiba setetes air mata menetes di ujung pelupuk mataku. ''Aku rindu padamu ibu". Tak t...
  • Gerakan Ekonomi Sirkular Indonesia, Olah Sampah Menjadi Uang
    “ SOD ”.. “ SOD .. ditarik sekarang ”. SOD alias sampah organik dapur. Tiga kata yang yang sering saya dengar setiap hari Senin dan Kamis. D...
  • Plogging, Arti, Manfaat dan Hubungannya dengan Perempuan
    Di dua tahun terakhir, ada banyak aktivitas baru yang menarik perhatian saya. Beberapa diantaranya erat kaitannya dengan lingkungan yaitu hi...

Labels

  • tips & info76
  • technology62
  • health & beauty58
  • kuliner57
  • stories56
  • financial34
  • explore bandung32
  • traveling26
  • education24
  • blogging23
  • business18
  • home living14
  • books8

proud member of

proud member of
Seedbacklink

Total Pageviews

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates