Friday, April 28, 2017

Temu Blogger di Hotel Bidakara Savoy Homan : Ayo Dukung Germas !

Pada tanggal 21 April 2017 lalu, saya berkesempatan mengunjungi hotel Savoy Homan untuk menghadiri acara Temu Blogger yang bertema Urang Bandung Dukung Germas (Gerakan masyarakat hidup sehat) yang diadakan oleh Kemenkes (kementrian kesehatan) RI yang bekerja sama dengan pemerintah kota Bandung dan didukung oleh TOSKA PR.

Temu Blogger kesehatan 2017 : Urang Bandung dukung Germas
Pemateri di acara temu blogger kesehatan 2017 : (dari kiri) Indra Rizon (kepala bagian hubungan media dan lembaga kemenkes RI) , drg.Oscar Primadi (kepala biro dan komunikasi pelayanan masyarakat kemenkes RI), Nina Manarosana (sekretaris dinas kesehatan kota Bandung) , dan Uus  (Sukmarasekretaris dinas kesehatan provinsi Jawa Barat).

Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIB saya sudah tiba di hotel Homan dan langsung menuju ke lantai 1 tepatnya ke ruangan Embassy, tempat dimana acara temu Blogger ‘Urang Bandung dukung Germas akan diselenggarakan.

Ternyata pada hari itu yang bertepatan dengan peringatan hari Kartini, di  hotel Savoy Homan terdapat beberapa acara lain yang sedang berlangsung, diantaranya yaitu acara salah satu partai politik dan juga acara dari Kemenhum (kementrian Hukum) RI,  yang tempatnya bersebelahan dengan ruang Embassy, sehingga ada beberapa peserta yang nyasar sewaktu daftar di meja registrasi :).

Setiba di meja registrasi saya langsung mengisi daftar hadir dan  mendapatkan sebuah tas serta sebuah kaos berwarna hitam yang kemudian langsung saya pakai bertuliskan Temu Blogger Kesehatan 2017. Acara blogger ini dihadiri oleh sekitar 40 orang blogger yang berasal dari komunitas blogger (@bloggerbdg) yang berada di kota Bandung dan komunitas blogger dari daerah Jawa Barat lainnya seperti Cianjur, Karawang, Cirebon, Purwakarta dan Garut.

Apa itu Germas ?

Jujur ini adalah kali pertama saya mendengar istilah Germas, dan berdasarkan pemaparan dari Kepala Biro Komunikasi Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, yaitu bapak drg. Oscar Primadi, Germas merupakan :

Pengertian Germas | doc : sehatnegeriku.kemkes.go.id

Tujuan Germas

Germas merupakan bagian dari Instruksi Presiden (Inpres) no 1 tahun 2017 yang bertujuan agar masyarakat dapat berperilaku sehat sehingga berdampak pada terjaganya kesehatan, masyarakat menjadi lebih produktif, lingkungan menjadi bersih serta berkurangnya biaya untuk berobat.

Tujuan Germas yang diharapkan dapat tercapai
Bentuk kegiatan Germas

Sebagai masyarakat termasuk saya banyak yang belum tahu seperti apa contoh kegiatan yang termasuk ke dalam Germas.

Berikut ini adalah 7 contoh kegiatan Germas yang bisa dilakukan dalam aktifitas sehari-hari :

1. Melakukan aktifitas fisik.
2    2. Mengonsumsi buah dan sayur secara rutin terutama buah dan sayuran lokal.
      3. Tidak merokok.
4    4. Tidak mengonsumsi alkohol.
5    5. Memeriksa kesehatan secara rutin dan berkala.
6    6. Membersihkan lingkungan sekitar.
7    7. Menggunakan jamban.

Bentuk kegiatan Gerakan masyarakat hidup sehat

Dan yang menjadi fokus Kemenkes di tahun 2017 ini sehubungan dengan kegiatan Germas melalui pendekatan keluarga mencakup 3 hal yaitu melakukan aktifitas fisik, mengonsumsi buah dan sayur serta memeriksa kesehatan secara rutin dan berkala.

Fokus kegiatan Germas tahun 2017

Melakukan aktifitas fisik

Disadari atau tidak, masyarakat jaman sekarang mulai jarang melakukan aktifitas fisik yang mengeluarkan keringat yaitu olahraga. Padahal banyak sekali contoh kegiatan fisik yang bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, seperti halnya di sela-sela acara temu blogger Germas ini, seluruh peserta diajak untuk melakukan kegiatan fisik bersama berupa berolahraga di dalam ruangan. Hanya membutuhkan sekitar 15 menit saja, dan badan pun terasa lebih segar.

Jadi, di awal dan di tengah-tengah acara, pihak panitia memutar sebuah tayangan video yang berisi tentang gerakan-gerakan senam yang bisa dilakukan di dalam ruangan. Dan setelah melakukan gerakan-gerakan ringan tersebut, rasa kantuk dan sedikit rasa pegal yang saya rasakan karena duduk berjam-jam di dalam ruangan pun bisa berkurang.

Hal tersebut merupakan hal positif dan perlu disosialisasikan terutama di instansi-instansi dan organisasi yang karyawannya lebih banyak duduk dan bekerja di dalam ruangan.

Sedangkan salah satu contoh kegiatan fisik yang bisa dilakukan di rumah, antara lain ikut aktif mengerjakan pekerjaan rumah tanpa harus tergantung pada tenaga asisten rumah tangga. Aktifitas kecil seperti menyapu lantai, menyiram bunga dan membersihkan meja bisa menjadi salah satu kegiatan rutin yang bisa kita lakukan setiap hari.

Selain itu, aplikasi penghitung langkah yang ada di dalam handphone juga bisa menjadi  sarana pendukung supaya kita terpacu untuk aktif bergerak dengan berjalan kaki setiap harinya. Jadi kita bisa memasang target untuk berjalan kaki setiap hari sebanyak minimal sekian ribu langkah. Yang mana hal tersebut bisa berdampak positif bagi kesehatan jantung dan tubuh kita.

Karena berdasarkan data dari dinas kesehatan, dalam jangka 20 tahun terakhir, jumlah penyakit tidak menular naik drastis dibandingkan penyakit menular. Beberapa contoh penyakit tidak menular seperti diabetes, infeksi saluran pernapasan (ISPA), jantung koroner dan sebagainya lebih banyak disebabkan oleh pola gaya hidup manusia yang dari waktu ke waktu semakin tidak teratur (kurang istirahat), makan makanan instan yang kurang sehat serta jarang melakukan kegiatan fisik (olahraga).

doc : sehatnegeriku.kemkes.go.id

Mengonsumsi buah dan sayur

Sebagai penyuka buah dan sayuran, saya setuju sekali apabila hal ini dijadikan sebagai fokus dalam kegiatan Germas 2017, karena dalam keseharian saya masih sering melihat banyak orang yang jarang mengonsumsi buah dan sayur dengan alasan karena tidak suka rasanya. 

Padahal menurut saya makan buah dan sayur itu bukan karena rasanya tapi karena manfaatnya. Bahkan beberapa orang yang saya kenal mau makan buah dan sayur tapi dengan syarat rasa buahnya harus manis dan rasa sayurnya harus enak, waduh…, sementara rasa buah dan sayur itu sendiri beraneka ragam, ada manis, asam dan pahit. Dan buah atau sayur yang pahit itu sebenarnya memiliki khasiat khusus yang dibutuhkan oleh tubuh dan bisa mengobati penyakit tertentu.

Oya, untuk buah dan sayur, ada baiknya kita mengonsumsi buah dan sayuran lokal produksi daerah kita sendiri, karena selain mudah diperoleh, kualitasnya pun jauh lebih baik dan harganya relatif lebih murah. Sementara masih banyak masyarakat yang lebih tertarik untuk mengonsumsi buah dan sayuran impor, yang mungkin secara tampilan jauh lebih menarik. Akan tetapi kita tidak tahu bahwa sebenarnya sayuran dan buah-buahanan yang berasal dari luar negeri sudah mengalami beberapa proses pengawetan dengan tujuan untuk menjaga kualitas dan kesegaran buah serta sayuran tersebut.

Memeriksa kesehatan secara rutin dan berkala

Berbicara soal memeriksa kesehatan, peraturan umum yang berlaku di masyarakat yaitu bahwa orang yang berkunjung ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatan adalah orang yang sedang sakit sedangkan orang yang sehat tidak mesti memeriksakan kesehatannya. 

Dan hal tersebut merupakan pemahaman yang salah dan harus di sosialisasikan lagi kepada masyarakat, karena berdasarkan ilmu kesehatan sebaiknya kita memeriksakan kondisi kesehatan secara rutin dan berkala.

Sehingga dengan demikian tindakan pencegahan dapat dilakukan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam tahapan pengobatan yang tentunya bisa menguras tenaga, pikiran serta materi. Waktu yang ideal untuk memeriksakan kesehatan yaitu setiap 6 bulan sekali.

Memang hal ini membutuhkan proses dan pemahaman yang lebih dari masyarakat yang tentunya juga harus didukung oleh aparat kesehatan yang terkait termasuk pemerintah didalamnya.

Jadi yuk kita dukung program Germas ini dengan mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang.

Komunitas bloggerbdg mendukung program Germas 2017 | photosource : IG bunda @intan_roosmadewi




Sunday, April 23, 2017

5 tempat baca buku di Bandung buat kamu yang hobi baca

Tanggal 23 april diperingati sebagai hari buku sedunia. Saya sendiri baru ngeh setelah melihat postingan beberapa teman di instagram yang men-share tentang buku dan semua kegiatan yang berhubungan dengan buku.

Saya adalah penyuka buku, senang membaca buku dan mencari buku sebagai ‘obat’ di saat saya butuh penyegaran. Ya, membaca buku bisa menjadi sebuah hiburan dan sarana refreshing buat saya :). Setelah membaca buku biasanya saya mendapatkan pencerahan dan inspirasi. Thats why i love books.

Berkaitan dengan hal tersebut, saya ingin berbagi informasi tentang 5 tempat baca buku di Bandung yang pernah saya kunjungi yaitu :
  1.   Little wings : Books and café
Little wings memiliki konsep book café dan lokasinya paling dekat dari rumah. Cukup 10 menit saja untuk menuju kesana, lokasi tepatnya berada di jalan Cigadung Raya Barat No 2, daerah Bandung utara, bangunannya bercat merah dan berlantai tigaSaya baru tahu dari internet kalo bangunan bercat merah tersebut adalah sebuah café yang juga menyediakan buku. Ya gitu deh, jaman sekarang, informasi memang cenderung lebih cepat tersebar lewat internet atau socmed (social media). Seperti halnya, kudet (kurang update) yang satu ini, saya juga baru tahu kalo punya tetangga yang berjualan selai organik via online dan produknya digemari banyak orang. Waduh, ketauan deh kalo saya kurang bertetangga hehe. Abis di depan rumahnya ada guguk gede sih *eaa *ngeles

Oya, setiap orang yang berkunjung ke Little Wings, terutama perempuan, pasti pengen foto-foto deh, soalnya desain interior di Little Wings memang instagramable banget. Di dekat pintu masuk terdapat sebuah boneka beruang besar yang bisa dipeluk dan diajak berfoto bareng. Dindingnya pun dihiasi oleh berbagai hiasan buatan tangan (handmade) yang sangat menarik serta inspiratif dan pengen saya bawa pulang #eh.

Sebenernya saya belum pernah membaca dan meminjam buku yang ada di Little wings, karena waktu pertama kali berkunjung ke sana saya datang bersama pak suami yang tidak begitu suka baca buku. 

Little Wings memang cocok dijadikan sebagai tempat untuk sekedar ngopi-ngopi cantik sama teman atau pasangan. Di bagian luar ada gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai sambil ngobrol. Naik ke lantai dua, suasana nyaman semakin terasa, di sudut kiri ada sebuah meja beralas karpet yang bisa dipake duduk sambil lesehan yang bikin betah menurut saya :)

Kayaknya dalam waktu dekat ini, saya harus segera berkunjung lagi ke Little wings :)

2.       Pitimoss : books and library

Pitimoss book and library terletak di Jl. Banda No 12 S,  tak jauh dari stadion Siliwangi, Bandung. Koleksi buku di Pitimoss lebih banyak berupa buku bacaan popular seperti novel, komik dan sebagainya. Sehingga target marketnya adalah anak-anak usia sekolah dan mahasiswa. Namun saya sebagai ibu rumah tangga juga tetap berkunjung ke sana untuk meminjam buku karena ga ada larangan toh hehe.

Kalo ke Pitimoss biasanya saya sengaja datang meminjam buku untuk dibaca di rumah, karena konsep tempat baca di Pitimoss bukanlah library café dimana orang-orang bisa duduk berlama-lama sambil menikmati minuman atau makanan. Tapi kalo kebetulan lagi haus, Ptimoss juga menjual berbagai macam minuman dingin. Di teras Pitimos disediakan kursi panjang berbahan kayu yang bisa digunakan untuk membaca buku.

Untuk menjadi member di Pitimoss dikenakan biaya sekitar Rp 15 ribu untuk pembuatan kartu member. Dan kita akan langsung difoto di tempat menggunakan handphone sebagai bukti identitas. Kita akan langsung memperoleh nomor keanggotaan akan tetapi kartu membernya baru akan selesai dalam beberapa hari kemudian.

3.       Zoe library :  books corner and café

Untuk Zoe library, saya sering sengaja datang kesana sambil menunggu waktu janjian sama teman. Letak Zoe library paling strategis  dibanding tempat baca lainnya karena lokasinya berada  di tengah-tengah yaitu di Jalan Pager Gunung  no 3 dekat cafe Victoria, cafe jaman dulu yang jual macam-macam kue

Koleksi buku di Zoe library hampir mirip dengan koleksi buku di Pitimoss yang berupa buku-buku popular namun lebih banyak komik dan ada juga majalah. Nah di Zoe ini saya lebih sering membaca buku di tempat, satu buku biasanya dihargai mulai Rp 2ribu sampai dengan Rp 3500 apabila dibaca di tempat, sedangkan kalau meminjam untuk dibawa ke rumah dikenakan biaya sewa per minggu (maksimal pinjam 1 minggu).

4.       Kineruku : rumah buku

Kineruku merupakan salah satu tempat baca buku yang lumayan lawas karena sudah ada sejak tahun 2003 dan awalnya bernama Rumah Buku, namun sejak tahun 2012 berganti nama menjadi Kineruku. Kineruku terletak di Jl. Hegarmanah nomor 52 ke arah Sesko AD (jalan setelah supermarket Setiabudi Bandung).

Saya sendiri akhirnya baru berkunjung kesana pada pertengahan bulan April lalu. Di tengah suasana long weekend yang lumayan padat dan macet, saya sengaja datang ke sana untuk membaca buku dan menikmati me time saya:).   Kineruku buka setiap hari termasuk hari libur seperti hari minggu dan libur nasional dan tutup setiap hari Kamis. Kineruku berada di sebuah rumah yang nyaman dan saya betah berlama-lama membaca disana, homey banget deh.
Di halaman depan Kineruku terdapat sebuah pohon kaktus berukuran besar yang menjadi ciri khas dan di sebelahnya terdapat sebuah toko vintage bernama Garasi Opa.

Koleksi buku yang ada di Kineruku lumayan banyak dan sangat variatif, campuran antara buku berbahasa Indonesia dan buku berbahasa Inggris. Tema utama koleksi buku di Kineruku adalah sastra, sosiologi, budaya, sejarah, arsitektur, seni, desain dan filsafat. Selain buku, di Kineruku juga ada CD musik dan DVD film koleksi Kineruku serta barang-barang lucu seperti kartu pos, keramik, dan tote bag.

Kineruku juga sering digunakan sebagai tempat untuk membedah buku dan menonton film bareng oleh berbagai komunitas yang ada di Bandung.


5.       Cokotetra : library and books

Cokotetra library and books adalah salah satu tempat baca favorit saya yang terletak di daerah Dago tepatnya jl.Ir.H.Juanda no 322 Bandung. Tempat tersebut ga sengaja saya ‘temukan’ ketika saya sedang browsing di internet. Begitu tahu lokasinya berada tak jauh dari sekolah saya ketika SD dulu, saya pun memutuskan untuk berkunjung ke sana dan menemukan sebuah library café yang kecil mungil di sebuah ruko tapi cukup nyaman untuk menghabiskan me time saya.

Koleksi buku yang ada di Cokotetra tidak begitu banyak tapi judul-judulnya cukup menarik perhatian saya karena bukan buku-buku popular seperti novel dan sebagainya. Sambil baca buku, kita bisa menikmati minuman khas cokotetra seperti minuman coklat, kopi atau teh. Karena cokotetra sendiri memiliki arti coklat, kopi, teh dan sastra.

Nah, untuk kamu yang hobi baca dan ingin menghabiskan waktu dengan membaca,silahkan  datang langsung ke 5 tempat baca buku tersebut dan kemudian share disini tempat baca buku  mana yang menjadi favoritmu?

There’s a lot of good books

And

I do believe something very magical can happen when you read a good book - J.K Rowling -

 




                                                                                                                                                           


Tuesday, April 18, 2017

Nasi Cikur Warung Inul Bandung

Kulineran di Bandung menjadi sebuah kegiatan yang ditunggu-tunggu di saat weekend tiba. Ga aneh apabila setiap menjelang weekend sebagian jalanan di kota Bandung menjadi padat dan ramai oleh wisatawan, terutama warga Jakarta yang sengaja datang ke Bandung hanya untuk berwisata kuliner.

Salah satu area kuliner yang terkenal di Bandung berada di kawasan Bandung utara yaitu di daerah Dago. Di Dago atas banyak sekali tempat hang out berupa restoran yang menawarkan beragam makanan dengan suasana yang nyaman dan udaranya yang sejuk hingga pemandangan city view yang menarik.

Selain restoran yang menyajikan menu western dan menu ngopi-ngopi cantik, di kawasan Dago atas terdapat sebuah warung makan sederhana bernama warung Inul yang menyajikan makanan khas sunda seperti nasi timbel, ayam goreng dan juga nasi cikur.

Awalnya warung inul terletak di area komplek perumahan mewah Dago Resort dekat sebuah taman tak jauh dari pintu gerbang komplek (sebelum hotel Marbella Suites), dan kemudian warung Inul pindah ke area parkir Tahura (Taman Hutan Raya) Juanda, Dago pakar yang kemudian diberi nama warung Inul 2.

Warung Inul 2 di area Taman Hutan Raya Juanda, Dago Pakar Bandung | photo source :serbabandung.com
Oya, warung Inul ini tak ada hubungan sama sekali dengan penyanyi dangdut terkenal Inul Daratista ya, kabarnya diberi nama warung Inul karena anak sang pemilik warung sering menonton video penyanyi Inul dan kemudian terinspirasi karena mudah diingat.

Makan Nasi Cikur di Warung Inul Setelah Jalan-Jalan di Tahura

Hari Sabtu (15/04) lalu saya berkunjung ke Tahura Juanda bersama teman-teman untuk berburu foto sekalian berburu biji buah pinus haha, ya di Tahura banyak sekali pohon pinus yang tumbuh tinggi menjulang dan biji-bijinya jatuh berserakan di tanah. 
 
Seseruan berfoto ria di Tahura

Dan beberapa dari pohon pinus tersebut dimanfaatkan oleh pihak pengelola Tahura untuk memasang hammock (ayunan yang diikat diantara batang pohon) dan menjadi salah satu daya tarik wisata anak muda kekinian di Tahura.

Hammock warna-warni diantara pohon pinus di Tahura | photo source : IG @sarrahgita

Di Tahura ada Goa peninggalan jaman penjajah yaitu goa Jepang dan Goa Belanda

Sebelum pulang wefie dulu di depan patung Ir.H.Juanda
Setelah berjalan-jalan dan berfoto, kami memutuskan untuk makan siang di warung Inul. Warung inul 2  terletak sekitar 20 meter dari pintu masuk Tahura. Dan saya pun memesan salah satu menu favorit di warung Inul yaitu nasi cikur.

Cikur berasal dari bahasa sunda yang artinya kencur. Jadi nasi cikur adalah nasi yang digoreng bersama rajangan kencur yang sudah dicampur dengan bumbu penyedap lain termasuk irisan bawang daun. Di bagian atas nasi cikur tersebut diberi taburan bawang goreng garing yang menambah rasa gurih. Terlihat sederhana namun dibalik kesederhanaan itulah yang membuat nasi cikur ini menjadi menu favorit.
Nasi cikur salah satu menu favorit di warung Inul | tumis kangkungnya juga enak lohh | photo source : pergidulu.com
Nasi cikur ini cocok dimakan dengan ayam goreng atau ikan asin kemudian dipadukan dengan sambal, petai goreng dan lalapan segar khas sunda. Wahh, pokoknya endes surendes, apalagi makannya sambil lesehan yang bisa menambah hangat suasana dan mengikat rasa kebersamaan bareng keluarga atau teman.

Makan lesehan bareng di warung Inul | sederhana dan nikmat
Jadi kalo lagi jalan-jalan kulineran di Bandung dan pengen nyobain makanan khas Bandung kayak nasi cikur atau batagor Bandung yang enak dan terkenal itu kamu sudah tahu harus datang kemana :)

Selamat  kulineran :)

                                                                                                                                                        

Sunday, April 16, 2017

Bandros Bandung : Yuk Jalan-Jalan Keliling Bandung Naik Bandros

Kalo denger kata bandros, biasanya kita akan ingat pada salah satu nama makanan tradisional khas Bandung. Tapi beberapa tahun terakhir, Bandros lebih familiar pada sebutan untuk bis pariwisata yang bisa digunakan untuk berkeliling kota Bandung.

Sebagai warga Bandung, udah pada pernah naik bis Bandros belum nih? :)

Jujur saya sendiri baru berkesempatan naik Bandros, hari sabtu yang lalu (15/04), rame-rame bareng 20 orang teman dari sebuah komunitas foto. Padahal sebenernya sudah sejak lama saya ingin naik bis Bandros tersebut. Diantara rasa ingin tahu gimana sih caranya supaya bisa naik bis Bandros, bayar ga sih dan masih banyak pertanyaan lainnya.

Bis Bandros Bandung warna putih
Sampai akhirnya saya mendapat informasi dari seorang teman berupa broadcast di group wa, bahwa untuk warga Bandung yang ingin merasakan perjalanan keliling kota Bandung menggunakan Bandros bisa mendaftar terlebih dahulu (minimal satu hari sebelumnya) melalui sebuah nomor handphone dan gratis (tidak dipungut biaya). Lain halnya apabila kita ingin menggunakan bis bandros seharian, masyarakat bisa menyewa bis Bandros selama 8 jam dengan dikenakan biaya sebesar Rp 800.000. dengan catatan kita bisa berkeliling ke banyak tempat-tempat menarik di kota Bandung seperti taman, museum dan sebagainya dengan diantar oleh bis Bandros. Dan selama kita singgah di tempat-tempat yang kita inginkan, bis Bandros akan setia menunggu. Boleh juga tuhh :)

Sejarah bandros

Bandros yang merupakan singkatan dari Bandung Tour On Bus adalah bis tingkat yang disediakan oleh pemerintah kota Bandung bagi wisatawan yang hendak berkeliling kota Bandung.

Bus Bandros diresmikan oleh walikota Bandung yang ke 26 yaitu bapak Ridwan Kamil pada malam tahun baru 2014. Bandros merupakan salah satu bentuk CSR (Corporate Social Respocibility) dari beberapa perusahaan besar yang bekerjasama dengan pemerintah kota Bandung. 

Awalnya bus Bandros ini diadakan guna meningkatkan sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan dan penggerak roda ekonomi di kota Bandung. Dan rencananya  bus itu akan berada di setiap hotel guna  mengantar para wisatawan ke tempat-tempat wisata yang ada di kota Bandung. 

Bandros sekarang 

Antusias warga Bandung untuk naik bis Bandros masih lumayan tinggi hingga sampai saat ini. Terbukti jumlah bis Bandros yang ada di kota Bandung sekarang sudah berjumlah 6 buah  yang mana warna dari ke enam bis Bandros tersebut mewakili warna identitas dari setiap perusahaan tersebut, bandros warna merah (Telkomsel), bandros warna biru (BCA), bandros warna kuning (Bank Mandiri), bandros warna putih (toserba Yogya) dan yang terbaru bandros dari program CSR perusahaan kosmetik Wardah.
Dan sekarang, bis Bandros didesain menjadi hanya satu lantai saja karena pertimbangan keamanan.

Dengan berkeliling Bandung menggunakan bis Bandros, setidaknya pengetahuan kita bisa bertambah. Karena ternyata masih banyak warga Bandung termasuk saya  hehe, yang belum kenal pada bangunan-bangunan bersejarah apa saja yang ada di kota Bandung.

Lokasi naik bandros

Bis Bandros bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat terutama warga kota Bandung. Dan bisa kita temui di tempat pemberhentiannya yaitu di taman Cibeunying, sebuah taman yang di depannya terdapat sebuah robot besar berwarna hijau campur oranye mirip transformer yang terletak di area jalan Cilaki (sebrang restoran Rumah Nenek, jl.taman cibeunying selatan, Bandung).
Sedangkan apabila kita menyewa bis Bandros, kita bisa minta jemput lho alias bis Bandros akan datang menghampiri ke tempat yang kita tentukan sendiri . . wah asik tuh :)

Jadwal operasional bis bandros

Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan oleh warga yang ingin naik Bandros adalah jadwal keberangkatan dan kedatangan bis Bandros. Jadi dalam satu hari, bis Bandros beroperasi mulai pukul 08.00 pagi s/d pukul 16.00 wib. Dan setelah keberangkatan bis yang pukul 10.00 bis akan beristirahat terlebih dahulu. Bis bandros akan membawa penumpang berkeliling kota Bandung selama sekitar 45 menit s/d kurang lebih 1 jam. Dan para penumpang harus sudah stand by di Taman Cibeunying minimal 15 menit sebelum jam keberangkatan ya, selain supaya ga ketinggalan juga supaya bisa foto-foto dulu..asiik :)

 
Berfoto bareng sebelum jalan-jalan keliling kota Bandung pake bis Bandros

Rute bis bandros

Pertama kali naik bis bandros, saya sangat excited sekali, tak sabar untuk segera berkeliling kota bandung bersama teman-teman..yeay :)
Sabtu, 15 April 2017 | sobbaj_bandung keliling bandung naek bis Bandros ..asiik :)
Tepat jam 08.00 pagi, kami sudah duduk manis di dalam bis dan disambut oleh seorang laki-laki bernama kang Dede yang ternyata merupakan sopir sekaligus guide yang akan membawa kita jalan-jalan keliling Bandung sabtu pagi kemarin. 
 
Kang Dede sopir bus Bandros yang kocak  | teh poppy (berkemeja merah) PIC komunitas mang dudung (Masyarakat Peduli Bandung) 

Start dari Taman Cibeunying, bis Bandros melaju ke arah jalan Diponegoro, dengan disertai informasi dari kang Dede mengenai bangunan - bangunan bersejarah yang dilewati seperti gedung Dwi warna, museum Geologi dan gedung Sate.
Dari gedung Sate, bis berbelok ke arah kiri menuju jalan Banda melewati lapangan Saparua kemudian belok kanan menuju taman Ade Irma Suryani atau yang lebih dikenal dengan taman Lalu Lintas.

Melewati jalan Sumatera bis melaju perlahan menuju jalan Asia Afrika, yang pada Sabtu pagi itu sudah mulai padat dikarenakan ada kegiatan syuting sebuah sinetron serta keramaian lain di sekitar kawasan alun-alun kota Bandung.

Dari jalan Asia Afrika, bis berbelok ke arah jalan Banceuy, menuju kawasan Braga dan tak terasa sudah hampir satu jam waktu berlalu. 
  
Perjalanan naik Bandros terasa sangat menyenangkan karena tour guide kami sabtu pagi lalu sangat kocak, membuat suasana menjadi hangat hingga sepanjang perjalanan kami fokus mendengarkan informasi yang diselingi oleh canda tawa yang ramai, haha banyak sekali penuturan kang Dede yang mengundang sorak sorai para penumpang apalagi semua penumpang bis Bandros yang berjumlah dua puluh orang itu adalah perempuan semuanya.
Serunya naik bandros rame-rame bareng sobbaj_bandung in blue

Nah buat anda yang belum pernah naik bis Bandros, buruan deh  ajakin teman atau kerabat buat jalan-jalan keliling kota Bandung pake bis Bandros. Seru banget loh..
Inget Bandros saya jadi inget mang dudung. Mang dudung adalah singkatan dari masyarakat yang peduli Bandung sebuah komunitas yang mengelola bis pariwisata Bandros tersebut.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai bis Bandros, silahkan hubungi teh Poppy..selaku perwakilan dari komunitas Mang Dudung di No telepon 0896-2203-3971.

Oya, selain di kota Bandung, berdasarkan informasi dari kang Dede di perjalanan tadi, bis Bandros juga dikirim ke beberapa kota lain seperti Bogor, Semarang dan Jogja yang kemudian diberi nama berbeda sesuai identitas kotanya masing-masing. 


Naik bis bandros..seru uy !




Follow @sarrahgita On Instagram

© sarrah gita's blog. Made with love by The Dutch Lady Designs.