Tuesday, February 27, 2018

5 Gaya Dompet Wanita Terbaru

Setuju ga sih..penggunaan dompet kini bukan sekadar untuk menyimpan uang saja? Lebih dari itu, fungsi dompet sudah mulai bergeser sebagai salah satu item fashion..iya khan?

Sehingga kita harus memilih dompet yang bentuknya sesuai dengan selera dan gaya berpakaian kita pastinya.

Kalau mau membeli dompet wanita terbaru yang berkualitas, coba deh akses MatahariMall.com. Sekarang, MatahariMall.com menyediakan aneka dompet wanita berbagai jenis, merek, dan ukuran lho. Sehingga kita bisa memilih dompet sesuai kebutuhan. 

Setelah menyimak ulasan tentang 5 gaya dompet wanita terbaru berikut ini, kita bisa langsung memesan dompet pilihan kita di MatahariMall.com  :


1. Dompet Compact

Model dompet yang satu ini memang terkesan kuat dan tampak agak maskulin. Namun sebenarnya kini banyak pula dompet compact yang bisa menampilkan kesan anggun. Dompet compact terdiri dari material yang cukup keras sehingga tidak mudah berubah bentuk. Ritsleting pada jenis dompet ini mengelilingi ¾ bagian dompet. Letak ritlesting tersebut membuat kita bisa membuka dan menutup dompet dengan leluasa. Biasanya dompet compact berukuran besar juga cocok digunakan untuk acara pesta karena dapat menggantikan clutch bag.
Foto : IG @ the_horse

2. Dompet Wrislet

Nama dompet wrislet berasal dari aksen tali dompet yang bisa diletakkan di pergelangan tangan. Ketika kita menggenggam dompet wrislet, bagian talinya dapat dimasukkan pada pergelangan tangan agar lebih aman. Biasanya dompet wrislet memiliki ukuran cukup besar dan cocok untuk menyimpan smartphone, kunci mobil, dan beragam barang lainnya. Ketika kita tak ingin membawa tas besar, dompet wrislet bisa menjadi andalan untuk melengkapi aktivitas. Kini, pilihan warna dompet wrislet semakin beragam dan bisa disesuaikan dengan selera.
Foto : IG @nellispremiumcollectionbag

3. Flap Wallet

Tidak seperti dompet compact dan wrislet, flap wallet tidak dilengkapi dengan ritsleting. Model dompet lipat yang satu ini hanya terdiri dari saku-saku untuk menyimpan kartu dan uang kertas. Flap wallet biasanya berukuran tipis dan agak panjang sehingga tidak menyita kapasitas ketika disimpan di tas. Sebaiknya kita tidak meletakkan banyak barang pada flap wallet. Agar bentuknya tidak menggembung dan sulit disimpan.
Foto : IG @wallts_catalog

4. Dompet Koin

Dompet koin biasanya berukuran sangat kecil dan tidak terdiri dari saku-saku. Jenis dompet yang satu ini juga dilengkapi ritsleting agar uang logam tak mudah tercecer. Variasi bahan dompet koin sangat beragam, mulai dari kain batik, kulit, hingga kanvas. Kita harus memilih dompet koin yang bahannya kuat dan elastis. Supaya dompet koin tersebut tidak mudah rusak ketika digunakan. Dompet koin biasanya digunakan untuk menyimpan uang receh yang agak kumal sehingga kita wajib membersihkannya secara teratur. Jangan sampai dompet koin kesayangan terlihat kusam akibat kotoran yang menumpuk.
Foto : IG @momotails

5. Pouch Wallet

Pouch wallet biasanya berbentuk simpel dengan beberapa sekat yang dibatasi oleh ritlesting. Bentuknya yang agak besar membuat dompet ini kerap digunakan untuk menyimpan berbagai barang seperti smartphone dan surat-surat. Pouch wallet juga dapat digunakan untuk menyimpan perlengkapan makeup ketika kita bepergian. Dompet multifungsi ini sangat praktis dan mudah dibawa bepergian. Barang-barang kita tak akan mudah tercecer bila kita menggunakan pouch wallet setiap saat.
Foto : IG @the_horse
Di antara kelima jenis dompet wanita terbaru tersebut, manakah yang paling sesuai dengan kebutuhan?

Jangan hanya memperhatikan harga dompet ketika akan membelinya. Dompet mahal biasanya memang berkualitas dan tidak mudah rusak. Namun, kita juga harus memilih jenis dompet sesuai dengan kebutuhan. Rutinitas pun akan berlangsung lancar kalau kita selalu menggunakan dompet yang sesuai kebutuhan. 

Yuk cermat memilih dompet yang nyaman digunakan setiap hari

Monday, February 26, 2018

Yuk Belajar Menjadi Narator Melalui Aplikasi Buku Bicara

Buku adalah sebuah benda yang mempunyai banyak arti buat saya. Sedari kecil hingga sekarang, saya mempunyai ketertarikan khusus pada buku. Saya senang sekali membaca buku, karena melalui buku saya bisa mendapatkan banyak pengetahuan serta pengalaman baru, dan juga sekaligus belajar melatih daya imajinasi saya.

Dan tak pernah terbayang sebelumnya, kalo suatu saat, sebuah buku akan hadir dalam bentuk audio (audio book). Jadi sebuah buku bisa dinikmati tidak dengan cara membacanya, melainkan dengan cara mendengarkan.

Wah, gimana tuh caranya? Jadi, pada awal Februari 2018 lalu, yayasan Save The Children (yayasan Sayangi Tunas Cilik),  memperkenalkan sebuah aplikasi baru berbasis android (bisa diakses lewat handphone) yang bernama Buku Bicara. 

Yayasan Sayangi Tunas cilik juga menerbitkan buku bacaan anak yang dibacakan di aplikasi Buku bicara

Berkenalan Dengan Aplikasi Buku Bicara

Aplikasi buku bicara hadir berawal dari keprihatinan akan minat baca anak yang masih rendah, serta fenomena keberadaan gadget (gawai), yang semakin mendominasi setiap akitifitas kita sehari-hari.


Buku bicara adalah sebuah aplikasi web dan mobile yang bisa diakses untuk mendengarkan cerita dalam buku.

Yang menjadi istimewa buku bicara ini hadir dalam bentuk audio book, sehingga melalui aplikasi buku bicara kita bisa mendengarkan sebuah cerita. Dan bisa tetap berimajinasi melalui cerita-cerita yang kita dengarkan tersebut.

Untuk bisa mendengarkan sebuah cerita yang ada di aplikasi Buku Bicara, kita tinggal mengunduh (men-download) aplikasi buku bicara, yang bisa diperoleh di aplikasi playstore handphone masing-masing.

Para pemuda dari Forum Pemuda Jawa Barat menggagas lahirnya aplikasi Buku bicara ini, dan bersinergi dengan yayasan Kalyana Mandira , sebagai website developer.

Atau BukuBicara juga bisa diakses melalui website www.bukubicara.com melalui google apps .
Di aplikasi Buku bicara terdapat berbagai macam kategori cerita seperti cerita rakyat, cerita anak (dongeng), puisi, biografi dan lain sebagainya

Tinggal klik tombol play dan kemudian dengarkan ceritanya

Menjadi Narator Di Aplikasi Buku Bicara

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, melalui aplikasi Buku Bicara ini kita bisa mendengarkan berbagai macam cerita, dimana cerita tersebut dibacakan oleh seseorang yang biasa disebut sebagai narator.

Dan tahukah kamu, tak hanya orang dewasa saja yang bisa ikut berkontribusi untuk menjadi narator di aplikasi Buku Bicara ini lho. 

Seperti halnya seorang gadis kecil bernama Takasya, yang sudah berkontribusi menjadi narator kecil di Buku Bicara, dengan membacakan 4 buah cerita berjudul Bawang merah dan bawang putih, Perilaku hidup bersih dan sehat, Berbelanja makanan di pasar serta Sahrul belajar membaca. Hebat ya!

Contoh buku yang dibacakan oleh Takasya

Anak kecil pun bisa berkontribusi menjadi narator tentunya dengan bimbingan orang tua ya

Oya, aplikasi Buku Bicara ini juga ditujukan untuk kegiatan sosial, yaitu untuk anak-anak para penyandang tuna netra (yang lebih mengandalkan indera pendengaran dibanding indera penglihatan).

Saya pun jadi teringat pada relawan yang aktif membacakan cerita untuk para tuna netra, di panti sosial Bina Netra Wyata Guna, Jl. Pajajaran, Bandung. Sepertinya hampir mirip dengan menjadi narator di Buku Bicara ini.

Namun bedanya, melalui aplikasi Buku Bicara, kita bisa melakukannya kapan saja dan dimana saja. Asalkan kita memiliki smartphone, akses internet serta buku cerita yang sesuai.

Nah, untuk menjadi narator di Buku Bicara ini, ada beberapa langkah awal yang harus kita lakukan seperti :

1. Mengunduh aplikasi buku bicara melalui web atau google play
     2. Daftar menjadi narator dengan cara membuat akun terlebih dahulu (mengisi data pribadi) 
   3. Setelah data kita terdaftar, silahkan login dan pilih submenu Upload buku https : //www.bukubicara.com/narator
    4. Kemudian isi data profil buku dan upload narasi bertipe mp3 pada bab awal / perkenalan buku atau keseluruhan buku tergantung banyaknya halaman konten buku (maks.durasi 30 menit).
5
Langkah mengupload cerita di aplikasi Buku bicara

    Apabila semua langkah awal tersebut sudah di lakukan, calon narator tinggal menunggu verifikasi selanjutnya dari admin bukubicara.com untuk proses pengecekan konten mp3 buku, yang akan diinformasikan kepada narator via email. 

     Sumber cerita yang akan dibacakan harus berasal dari buku cerita yang berbentuk fisik alias memiliki sampul buku (cover), karena gambar halaman depan buku tersebut harus kita tampilkan. Jadi kita ga bisa membacakan sebuah cerita yang berasal dari sebuah artikel atau cerita di internet.  

     Dan jangan lupa, cerita yang dibacakan harus memenuhi syarat seperti tidak mengandung unsur SARA, kekerasan atau pornografi ya man teman. 

     Oya, supaya cerita tersebut enak didengar, bacakan cerita dengan suara yang jelas ya (tidak terlalu cepat atau terlalu lambat) sehingga mudah diikuti dan akan lebih seru kalo kita menyertakan juga ekspresi suara (apabila ada beberapa karakter berbeda dalam cerita yang akan kita bacakan tersebut). 
     
     Wah, jadi ga sabar pengen belajar jadi narator nih..coba yuk !

Mudah-mudahan adanya aplikasi buku bicara ini, dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat, terutama dalam rangka menumbuhkan kembali minat baca anak-anak di nusantara pada buku bacaan.

Mari kita dukung semangat literasi untuk anak-anak Indonesia !

Para peserta pelatihan buku bicara di Hotel Malaka, Jl. Halimun no 36, Bandung yang dihadiri oleh guru, pekerja sosial, blogger dan pelajar







Wednesday, February 14, 2018

Pengalaman Menarik Mengikuti Pelatihan Jurnalistik Bareng Siswa SMU

Sore itu, udara di kampung Sampireun cukup dingin, apalagi sebelumnya hujan sempat turun. Namun cuaca dingin tersebut, tidak mengurangi antusias para peserta yang sedang berada di aula, untuk menyimak beberapa materi tentang ilmu jurnalistik.

Ya, sekitar hampir 60 orang siswa dan siswi dari dua sekolah menengah atas di Bandung (SMA Negeri 10 dan SMK Bahagia, Bandung), turut serta dalam sebuah acara pelatihan yang diadakan oleh Dinas komunikasi dan informatika (Diskominfo) kota Bandung.

Suasana pelatihan jurnalistik di Aula Kampung Sampireun
Setiap tahun, Diskominfo kota Bandung mengadakan berbagai macam pelatihan, sebagai bagian dari program kerja mereka (agenda rutin tahunan). 

Dan di acara pelatihan yang diadakan menjelang akhir tahun 2017 ini, tema yang dipilih adalah Pelatihan Jurnalistik Bagi Relawan TIK Kota Bandung
Relawan TIK merupakan inisiasi dari kementrian komunikasi dan informatika untuk membangun komunitas pegiat teknologi, informasi dan komunikasi. Dimana anggota relawan TIK tersebut terdiri dari berbagai latar belakang seperti akademis (guru/dosen), siswa sekolah, blogger dan sebagainya.

Dan saya bersama teman-teman dari komunitas emak2 blogger (KEB) Bandung, turut hadir di acara pelatihan jurnalistik tersebut sebagai bagian dari relawan TIK kota Bandung. 

*fyi relawan TIK adalah relawan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, yang tersebar di seluruh kota di Indonesia

Ketika Siswa SMU Berkenalan Dengan Ilmu Jurnalistik

Apabila mendengar kata jurnalistik, ingatan kita biasanya langsung tertuju pada sebuah profesi yaitu wartawan atau biasa disebut jurnalis. 

Jurnalis adalah seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik, atau orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan/dimuat di media massa secara teratur.

Mengenal profesi jurnalis
Walaupun tidak semua orang sanggup dan mampu menulis sebuah berita, terutama berita yang baik dan benar, setiap orang bisa belajar untuk mulai menulis dan membuat berita.

Dimana berita itu sendiri terdiri dalam berbagai macam bentuk, yaitu antara lain :

1. News (berita fakta)
2. Views (berita berdasarkan opini/sudut pandang seseorang)
3.Wawancara (berita berdasarkan hasil wawancara dengan sebuah nara sumber   terpercaya)
4. Paper Trail (berita yang diperoleh berdasarkan penelusuran info dan dokumen). info dan dokumen tesebut bisa berasal dari banyak sumber seperti data publik, dokumentasi & kliping, penggalian bahan online, makalah, pidato dsb)

Nah di sela acara pelatihan tersebut, salah seorang pemateri yaitu kang Ari Syahril yang juga adalah ketua APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), meminta semua peserta pelatihan, untuk membuat sebuah berita singkat berupa views (sudut pandang masing-masing), tentang perjalanan dari Bandung menuju Garut.

Tak disangka kegiatan praktek menulis berita tersebut, mendapat respon beragam dari para peserta, terutama dari para siswa sekolah, yang rata-rata masih kebingungan dan ragu untuk mulai menulis. 

Padahal menurut kang Ari, mau memulai adalah salah satu poin penting dalam kegiatan menulis / pelaporan, selain tentunya memperbanyak referensi serta usahakan untuk menggunakan kalimat aktif dalam setiap penulisan berita.

Dan kami cukup terhibur dengan isi tulisan salah seorang siswa yang isinya sangat polos sekali, yang bercerita tentang minuman bajigur...kalo inget itu saya jadi suka senyum-senyum sendiri tuh..jadi inget tulisan saya jaman abege dulu..hehe..

Suasana acara pelatihan sore itu cukup hangat dan santai. Walaupun cuaca cukup dingin plus turun hujan membuat saya sedikit kurang fokus pada isi materi yang disampaikan. #mencarialasan #haha

Beberapa materi yang disampaikan adalah materi seputar perkembangan jurnalistik di Indonesia, bagaimana cara membuat berita yang baik dan benar, serta beberapa bahasan mengenai kode etik dalam bidang jurnalistik. 

Hingga mengundang perhatian beberapa orang guru dan kepala sekolah yang turut hadir mendampingi para siswa, untuk bertanya tentang salah satu kejadian di masa lampau yang pernah mereka alami.

Hal tersebut melibatkan beberapa orang oknum wartawan yang melakukan pemerasan, hingga oknum wartawan yang menulis berita hoax dan sempat mencoreng nama institusi sekolah mereka. Sebuah pengalaman yang tidak seharusnya terjadi karena meninggalkan kesan yang cukup negatif bagi para jurnalis kita.

Diskominfo Kota Bandung Dan Program Kerja

Selain pemberian materi tentang ilmu jurnalistik, pihak panitia dari Diskominfo, memberikan sesi pertanyaan berupa kuis, sehingga suasana pun terasa lebih akrab dan interaktif

Pertanyaan kuis pun diberikan langsung oleh Kepala Diskominfo kota Bandung, Ibu dr. Ahyani Raksanagara, M.Kes, sebagian besar pertanyaan berkaitan dengan hal-hal yang menyangkut penyebaran berita hoax (berita yang tidak jelas isi dan sumbernya), perisakan (bullying) di internet, ujaran kebencian (hate speech) serta bagaimana cara mengatasinya.

Melalui acara pelatihan tersebut, diharapkan semua peserta, khususnya para siswa, memiliki cukup pengetahuan tentang literasi digital.
Mudah-mudahan Diskominfo kota Bandung secara kontinyu membuat program kerja yang tepat sasaran dan memiliki manfaat maksimal khususnya yang berkaitan dengan melek teknologi terutama teknologi media internet.

Terima kasih Diskominfo.

Baca juga : Pentingnya Literasi Digital Di Era Milenial

Follow @sarrahgita On Instagram

© sarrah gita's blog. Made with love by The Dutch Lady Designs.