Review Menginap Di De Braga By Artotel : Hotel Modern Di Kawasan Bersejarah Bandung

by - March 24, 2019

Review Menginap Di De Braga By Artotel : Hotel Modern Di Kawasan Bersejarah Bandung - Mendapatkan kesempatan untuk staycation di sebuah hotel di Bandung adalah sebuah hal yang menyenangkan. Karena buat saya nginep di hotel biasanya selalu identik dengan bepergian ke luar kota alias travelling. Nah di pertengahan Maret 2019 lalu (13/03), bersama seorang teman perempuan, saya sengaja menginap satu malam di hotel de Braga by Artotel. Berasa jadi turis di kota sendiri nih hihi.

 

Sesuai namanya, hotel de Braga by Artotel terletak di jalan Braga. Tepatnya di jalan Braga nomor 10. Sangat mudah menemukan lokasi hotel bintang empat ini, hotel berlantai 14 yang posisinya berada tak jauh dari Gedung Merdeka, hanya sekitar 50 meteran saja. Alias bersebelahan dengan ikon tulisan Braga yang ada di belokan antara jalan Naripan - Braga.

Wih, lokasinya strategis banget ya, deket banget sama pusat kota Bandung, jadi kalo nginep di hotel de Braga dan pengen jalan-jalan ke Alun-alun Bandung atau ke jalan Asia Afrika, yang identik dengan bangunan-bangunan bersejarah peninggalan jaman Belanda itu, kita tinggal jalan kaki aja. 5 menit nyampe deh.

Selamat Datang di Lobby de Braga by Artotel


Sore itu sekitar pukul 16.30 saya tiba di lobi hotel de Braga. Sebuah hotel dengan konsep artdeco yang dikemas secara modern namun berada di tengah-tengah kawasan bersejarah kota Bandung. Oya ini adalah kali kedua saya berkunjung ke hotel de Braga by Artotel. Dan kesan pertama begitu memasuki lobi hotel de Braga, saya mendapati sebuah kesan yang sangat ‘welcome’. Karena meja lobi di hotel de Braga bentuknya terbuka, berbeda dengan meja lobi hotel lain pada umumnya. Jadi sebagai tamu saya merasa ‘disambut dengan tangan terbuka’ dan tak ragu untuk menghampiri.



Sambil menunggu Efi yang sudah tiba duluan di hotel, saya duduk di kursi lobi. Pandangan pun saya arahkan ke sekeliling area lobi. Saya mendapati beberapa hal menarik lainnya disana, seperti sebuah backdrop berwarna putih dengan latar belakang pepohonan yang berada di sebelah kiri pintu masuk.

 
Salah satu program menarik di bidang lingkungan hidup yang digagas oleh hotel de Braga #artotelforhope

Di area lobi di bawah tangga terdapat spot khusus cinderamata

Dan saya melihat ada sebuah pintu di pojok sebelah kanan dengan tulisan ‘Sarinah’ berukuran besar di atasnya. Ternyata pintu tersebut merupakan pintu masuk ke dalam toko cinderamata Sarinah yang menyediakan berbagai macam oleh-oleh serta kerajinan tangan khas Bandung. Dulu Sarinah ini dikenal sebagai pusat perbelanjaan pertama di kota Bandung, dan sudah ada sejak jaman pemerintahan Soekarno. Keberadaan Sarinah yang tetap dipertahankan hingga saat ini menjadi nilai plus dari konsep heritage building yang diusung oleh hotel de Braga by Artotel.



Tak lama menunggu, Efi pun muncul. Kami pun segera naik ke kamar yang berada di lantai 9. Oya ketika akan memasuki pintu lift saya sempat melihat sebuah mural berwarna eye catchy di dinding dekat lift. Sebuah mural hasil karya seniman asal Bandung yang instagramable banget buat dijadiin latar belakang pepotoan.




 
On frame : Teh Efi | captured by me

 

Pretty Room Number - 9006


Tiba di lantai 9 dan menyusuri lorong hotel, kami pun tiba di sebuah kamar bernomor 9006. Wah dapet kamar dengan nomor cantik nih. Saya pun ga sabar untuk segera masuk ke dalam kamar hotel.

Pemandangan pagi hari yang cantik dari kamar jendela hotel tempat saya menginap #9thfloorview
Oya hotel de Braga memiliki 112 kamar dengan 3 pilihan tipe kamar sesuai kebutuhan, yaitu tipe studio 25, tipe studio 35 dan tipe de Braga suite. Masing-masing kamar memiliki tiga interior design dengan tema berbeda.



Saya dan Efi menginap di kamar bertipe studio 25 (kamar paling ekonomis) yang memang cocok untuk kami berdua. Kamar studio 25 memiliki fasilitas 1 tempat tidur (queen size bed), safety deposit box, free wi-fi access, serta televisi berukuran 42 inchi (LED flat screen TV) yang sempat saya setel untuk nonton drakor haha. #eh sejak kapan saya kena ratjun nonton drakor yak?

 
Interior backdropnya fun n playful banget ya..

 
Selfie pake tripod hasil take yang ke 5 kali haha


Meja kerja di sudut ruangan kamar ( exclude laptop ya, laptopnya punya teh Efi hehe )


Oya yang menarik di setiap kamar yang ada di hotel de Braga, pengunjung mendapatkan fasilitas mesin pembuat kopi Dolce Gusto yang cara pakainya sangat praktis sekali. Tuang air putih di wadah yang ada di bagian belakang coffee machine. Pasang kapsul kopinya di laci bagian depan. Pencet tombolnya dan jadi deh segelas kopi nikmat tinggal minum. Ga nyampe 5 menit lho bikinnya.


Fasilitas di setiap kamar hotel de Braga by Artotel : Coffee machine Dolce Gusto


Kopi yang bikin saya penasaran karena kemasannya unik.

 
Quotes unyu di kemasan sikat gigi: Treat your toothbrush like your password dont let anybody use it!

 

Kamar mandinya bernuansa monochrome gitu, simple dan elegant


Makan Malam dan Sarapan di Kunst Bistro by de Braga


Menginap di hotel tentu belum lengkap kalo belum mencicipi menu makanannya. Karena menjadi sebuah nilai plus apabila pelayanan hotel bukan hanya dari segi kebersihan dan kenyamanan saja melainkan juga dari segi rasa makanan yang enak dan berhasil meninggalkan kesan khusus di hati pengunjungnya.

Di de Braga by Artotel ini terdapat area tempat makan khusus pengunjung hotel yang bernama Kunst Bistro. Kunst Bistro terletak di lantai 3. Satu area dengan kolam renang. Dari pintu lift ke Kunst Bistro ke arah kanan, sedangkan ke kolam renang ke arah kiri.


 

Dan ini dia satu hal lainnya yang saya suka dari hotel de Braga ini, karena hotel ini bernuansa art, maka interior design ruangannya penuh dengan kejutan warna-warni menarik. I love it. Fyi semua karya seni di setiap lantai yang ada di hotel de Braga merupakan hasil karya 8 orang seniman berbakat asal Bandung lho.







Ketika waktu makan malam tiba, saya mencoba salah satu menu ala Carte di Kunst Bistro yaitu menu Snapper Grill, ikan kakap panggang dengan saus berwarna merah (yang untungnya tidak pedas, karena saya ga doyan pedas), ikan panggang tersebut disajikan dengan nasi ala Itali (risotto) serta bayam goreng (crispy fried spinach), unik juga ya bayam digoreng, dan hmm rasanya enak juga. Gurih gitu.



Untuk minumannya saya memesan Cleansing juice, yaitu jus campuran buah dan sayur. My favorito. You should try it ! Rasanya seger bangeet. Enaak.

Cleansing juice (campuran sawi hijau, nanas, jahe dan lemon)
 
Sedangkan ketika sarapan saya mencoba menu prasmanan. Btw kalo makan di hotel dengan menu prasmanan saya suka bingung nih mau makan apa. Kalian suka ngerasa gitu juga ga sih? Saking banyaknya menu yang tersedia malah jadi bingung deh hehe.

Aneka Assorted pastry yang menggoda

Akhirnya saya pun memutuskan untuk makan makanan ringan seperti schotel mie, beberapa kue serta fresh omellete (dadar telur).


Juice apelnya enak, rasa asem manisnya pas

Fasilitas di Hotel de Braga by Artotel


Pagi itu ruangan restoran lumayan ramai. Dipenuhi oleh pengunjung hotel yang sedang sarapan. Rupanya mereka adalah peserta acara pelatihan yang diadakan di salah satu meeting room hotel de Braga. Di hotel de Braga ini memang terdapat meeting room yang bisa dipakai untuk mengadakan berbagai macam acara. Meeting room-nya lumayan banyak lho dan tersedia dalam berbagai ukuran. Dan disewakan untuk wedding juga.

Selain meeting room, de Braga by Artotel memiliki fasilitas kolam renang. Dua kolam renang yang terbagi menjadi kolam khusus dewasa dan khusus anak.

Spot kolam renang di hotel De Braga by Artotel
Dan yang istimewa sebagai hotel yang mengusung konsep art, hotel de Braga memiliki sarana Space art yang biasa digunakan untuk memajang hasil seni karya para seniman. Ruang art space ini berada di lantai 2, satu area dengan meeting room.


Gambar di belakang saya adalah hasil karya para seniman dengan tema Printmaking & Paper (bagian dari art exhibition yang rutin diadakan di hotel de Braga)


Oya fasilitas yang tak kalah menarik lainnya, hotel de Braga menyediakan sepeda gratis lho. Iya jadi setiap pengunjung yang menginap di hotel de Braga boleh menggunakan sepeda untuk berkeliling kota Bandung, menyusuri kawasan jalan Asia Afrika, kawasan Banceuy, Braga dan sekitarnya. Wah seru juga nih. Pagi-pagi sepedahan menikmati suasana kota Bandung. Sayang sekali waktu itu saya ga sempat coba. Karena  ada agenda lain.

So hotel de Braga by Artotel ini is one of recommended hotel buat man-teman yang ingin menginap di Bandung sambil menikmati suasana pusat kota Bandung yang penuh sejarah.

De Braga by Artotel – 4 stars hotel

Jl Braga No 10 Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Instagram : @debragabyartotel
Website : www.debragahotel.com
Room Rate : Start from Rp 600k/night



You May Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya. :)
Maaf, karena semakin banyak SPAM, saya moderasi dulu komentarnya. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman.