Sebagai seorang perempuan tas adalah salah satu benda wajib yang harus selalu dibawa ketika bepergian. Entah itu tas berukuran kecil ataupun tas berukuran besar. Namun untuk sehari-hari saya hampir jarang pake tas berukuran kecil kecuali kalo pergi ke acara khusus seperti undangan pesta pernikahan atau acara special yang ga memakan waktu lama.

Dalam aktifitas sehari-hari saya lebih suka memakai tas yang berukuran sedang. Tas yang muat untuk membawa berbagai macam benda wajib seperti dompet, tempat make up dan atau printilan lain yang harus selalu ada di dalam tas.

pic : Pinterest edit by me

Dan dari sekian banyak benda yang biasa saya bawa di dalam tas, ada 5 benda wajib yang harus selalu ada, dan jangan sampai ketinggalan.Benda apa sajakah itu?


 

Bandung memang terkenal akan kulinernya yang beragam, enak dan murah. Dari sekian banyak jenis kuliner yang ada di Bandung, ada beberapa makanan yang meninggalkan kesan 'tak terlupakan' di lidah saya. dan berhasil bikin saya kangen pengen mencicipi makanan itu lagi.

Seperti halnya di 5 restoran favorit di Bandung berikut ini.  Di 5 restoran ini ada jenis makanan yang bikin saya inget terus dan ngangenin, seperti 


Hmm, tema ke enam di #bpn30daychallenge2018 ini cukup menarik buat saya. Karena saya jadi seperti belajar untuk mengenal diri saya kembali. Kalo mau dibikin list apa aja fakta tentang diri sendiri, sepertinya banyak banget fakta menarik tentang saya yang baru saya sadari keberadaannya saat ini. Proses mengenali diri sendiri memang adalah sebuah proses yang panjang.

Dan dari sekian banyak fakta tersebut, ada 5 fakta yang paling mudah saya kenali. Yaitu fakta-fakta tentang diri yang ada hubungannya dengan kesukaan.

Dan berikut ini 5 fakta tentang saya yang banyak man-teman saya belum ketahui : 

       1.Senang bereksperimen.
     
     Mungkin itu sebabnya kenapa saya senang membuat benda-benda kerajinan dari barang bekas, seperti membuat hiasan dinding dari dvd bekas, menghias pot tanaman dan masih banyak lagi.

       2. Suka berkebun. 
    
     Setiap weekend pagi ada sebuah kegiatan yang rutin saya kerjakan di rumah. Bermodalkan halaman yang tidak terlalu luas di belakang rumah, saya menikmati sekali kegiatan berkebun di rumah. Mulai dari memotong dan mencabuti rumput liar yang tumbuh, menggunting dedaunan yang kering dan mulai layu dan rutin menyirami tanaman. Walaupun jumlah tanaman yang saya miliki masih sedikit banget hehe. 

Sebuah pertanyaan yang saya lontarkan untuk diri sendiri ketika akhir-akhir ini saya merasa ‘ketergantungan’ pada media sosial. Ketika saya tidak bisa lepas dari scrolling timeline media sosial, yang ternyata sanggup membuat waktu menguap dalam sekejap. Huaa.

Entahlah, ketika sedang luang ada satu ‘rutinitas’ yang saya lakukan secara refleks, yaitu tangan meraih handphone dan kemudian membuka media sosial. Padahal sebenarnya ada aktifitas lain yang lebih bermanfaat yang bisa saya kerjakan.

Dan saya sempat baca sebuah artikel, kalo hal yang yang saya lakukan tersebut menunjukkan bahwa saya adalah termasuk ke dalam kelompok orang yang suka menunda pekerjaan. Nah lho. Hayo ngaku. Haha.

Saat ini saya memiliki 4 akun media sosial, yaitu Facebook, Instagram, twitter dan Pinterest. Dan keempat akun media sosial tersebut tidak benar-benar aktif semuanya. Hanya akun Instagram pribadi saja yang lebih sering saya update. Dibanding Facebook dan Twitter yang hanya saya gunakan ketika ingin share link postingan blog terbaru atau ketika sedang mengikuti sebuah event yang mengharuskan saya melakukan live tweet. Dan akun pinterest yang saya gunakan ketika saya membutuhkan inspirasi berupa gambar atau quotes inspiratif.

social media


Ya sebagai seorang blogger, media sosial mempunyai peran penting sebagai sarana untuk berbagi informasi yang merupakan bagian dari pekerjaan. Sebuah pekerjaan yang menyenangkan dan saya nikmati.


Cerdas Memilah Dan Memilih Informasi Dari Media Sosial


Kehadiran media sosial ini sebenarnya memiliki banyak manfaat. Selain sebagai sarana untuk bersosialisasi dan bersilaturahim, melalui media sosial kita bisa mendapatkan banyak informasi.

Namun dari sekian banyak informasi yang disampaikan melalui media sosial, sebagai netizen kita harus cerdas dan pintar dalam memilih dan menyerap informasi. Mana yang benar-benar kita butuhkan. mana yang bersifat hiburan. Dan mana yang hanya berupa berita ‘sampah’.

Dan saya merasa, saking banyaknya informasi yang berseliweran di timeline, kepala saya kadang seperti ‘overload’ kebanyakan informasi. Mungkin itu adalah salah satu pertanda kalo saya harus mulai diet dari media sosial.


Sejenak Diet Media Sosial


Tak ada salahnya kalo saya harus mulai mengurangi screen time saya untuk tidak selalu terkoneksi dengan media sosial. Jadi sebutan screen time tak hanya berlaku untuk anak kecil saja, tetapi sebagai orang dewasa kita juga harus belajar dispilin menerapkan screen time untuk diri kita sendiri.

Berikut ini jadwal no screen time yang mulai saya terapkan untuk diri sendiri, sebagai bagian dari proses diet media sosial :

  1. Stop buka handphone minimal satu jam sebelum waktu tidur. Dan yang paling jitu adalah dengan mematikan handphone, sehingga tak ada istilah masih membuka-buka handphone di tempat tidur (menjelang tidur) apalagi kalo sampai ketiduran sambil pegang handphone.
  2. Ketika bangun tidur di pagi hari, saya menghindari langsung membuka handphone. Karena sepertinya sudah menjadi ritual bagi kebanyakan orang. Kalo setiap bangun tidur benda yang paling dicari adalah handphone. Saya mengusahakan untuk fokus pada aktifitas utama saya sebagai ibu rumah tangga yaitu mengerjakan pekerjaan rumah. Kalo udah beres barulah boleh pegang handphone. Karena jujur saya pribadi, kalo udah buka handphone apalagi medsos suka jadi lupa waktu nih.
  3. Ketika sedang bekerja di rumah, saya meletakkan handphone di tempat yang ga mudah dijangkau. Sehingga kita tidak terdistraksi oleh gangguan dari notifikasi handphone seperti whatsapp misalnya.

Doakan semoga saya bisa disiplin menjalankan program diet media sosial ini. Karena walaupun saya membutuhkan media social, ada yang lebih penting dari bersosialisasi lewat media internet yaitu bertatap muka, bertemu dan berinteraksi secara langsung dengan orang-orang yang ada di sekeliling kita yaitu anggota keluarga di rumah, sanak saudara dan juga teman-teman serta sahabat.




 



Halo man-teman..

Udah hari ke 7 nih sejak #BPN30DaysChallenge2018 diadakan. Dan saya masih ‘terseok-seok’ di tema ke 4. Duh. Mungkin karena saya ‘malas’ dan masih menjadi bagian dari golongan orang yang suka menunda-nunda pekerjaan.  Dengan seribu alasan di belakangnya karena ini lah karena itulah. Oh no. Dan sekarang saya sedang ‘berjuang ngebut’ mengejar ketertinggalan untuk bisa setor tulisan full selama 30 hari. Semangaat gita.

Saya pun sadar kalo ini adalah konsekuensi dari keputusan saya ketika memberanikan diri untuk menerima tantangan menulis blog dalam waktu 30 hari. Judulnya sok-sok an gitu ya. Hehe. Padahal saya adalah tipe orang yang ngeblog nya masih ngandelin mood.  Hmm.

Dan jujur saya sengaja mengikuti tantangan ini karena saya ingin memacu diri sekaligus ingin membuktikan kalo saya bisa dan mampu ‘produktif’ menghasilkan tulisan di blog sesuai tema yang diberikan.


Tema blog harian selama #bpn30daychallenge2018

Ya tantangan menulis selama 30 hari yang diadakan mulai tanggal 20 November sampai dengan 20 Desember ini adalah tantangan menjelang akhir tahun 2018 yang diberikan oleh salah satu komunitas blogger perempuan terbesar di Indonesia yaitu komunitas blogger perempuan.  Komunitas yang saya ikuti karena saya memperoleh banyak manfaat. Bisa belajar tentang berbagai macam ilmu blogging, dan tentu saja mendapatkan banyak kesempatan untuk mengikuti event-event menarik yang diadakan oleh komunitas blogger perempuan bekerjasama dengan brand-brand ternama yang ada di Indonesia.

Sekilas Tentang Komunitas Blogger Perempuan


Komunitas blogger perempuan didirikan pada awal tahun 2015. Yang diprakarsai oleh tiga orang perempuan yang memiliki keahlian masing-masing di bidang online. Ketiga perempuan inspiratif tersebut adalah Shinta Ries, Almazia Pratita dan Dyane Dorothy. Rupanya ketiganya disatukan oleh tiga persamaan yaitu perempuan, jatuh cinta dengan dunia online dan memiliki keinginan untuk memajukan kedudukan blogger perempuan asal Indonesia.

Baca juga : Siapa Sajakah Blogger Favoritmu ?

Dari sekian banyak komunitas blogger yang ada di Indonesia, sepertinya hanya komunitas blogger perempuan saja yang berdiri dalam bentuk PT (Perseroan Terbatas). Menarik juga ya. Komunitas blogger perempuan ini berada di bawah naungan PT Perempuan Digital Indonesia yang beralamat di Plaza Kuningan menara selatan 10th Jl.H. Rasuna Said Jakarta Selatan.

Jumlah anggota komunitas blogger perempuan Indonesia saat ini yaitu sekitar 4000 orang. Dan tersebar di seluruh Indonesia. Seru ya. Tak hanya menjadi wadah untuk saling berbagi, berjejaring dan menginspirasi. Komunitas blogger perempuan juga sering mengadakan acara-acara menarik dimana para anggotanya bisa saling bertemu dan bersilaturahim.

Kalo tertarik dan pengen tahu lebih banyak tentang komunitas blogger perempuan intip aja di www.bloggerperempuan.co.id. Websitenya keren banget. Kusuka. Dan saya bangga menjadi bagian dari komunitas blogger perempuan.





Banyak orang bilang kalo menulis di blog hampir sama dengan menulis diary. Karena kita sama-sama mencurahkan isi fikiran yang ada di dalam kepala menjadi sebuah tulisan. Namun yang membedakan adalah medianya. Diary biasanya berupa sebuah buku kecil yang hanya pemiliknya saja yang boleh membaca isi buku tersebut (karena berdasarkan pengalaman sebagian besar tulisan di dalam buku diary adalah curhatan pribadi yang bersifat rahasia. Bahkan dulu pas jaman saya, sempet hits lho buku diary yang dilengkapi dengan kunci plus gemboknya haha. 

pic : IG @bloggerperempuan
 

Sedangkan untuk blog, postingan di blog cenderung lebih bersifat terbuka. Setiap orang yang memiliki akses internet bisa membaca blog kita. Entah karena tahu alamat blog milik kita atau karena ga sengaja mampir ke blog kita ketika sedang mencari tahu sebuah informasi yang ternyata berkaitan dengan postingan blog milik kita

Karena postingan di sebuah blog tak hanya berisi tentang cerita atau sharing pengalaman pribadi saja, melainkan ada juga review tentang produk atau bahkan liputan acara yang memang sengaja ditulis dengan tujuan untuk memberikan informasi. Walopun tak menutup kemungkinan masih ada sebagian orang yang ‘curhat’ melalui blog.


Nama Blog = Identitas


Ketika seseorang berkunjung ke sebuah blog, judul blog bisa menjadi sebuah penentu apakah orang tersebut akan memutuskan untuk membaca blog tersebut atau tidak. Jujur kalo saya sih menghindari judul blog dengan nama yang alay atau ga jelas. Karena dari judul kita bisa tahu (punya bayangan) kira-kira si blog tersebut isinya bercerita tentang apa.

Dan selain judul blog, biasanya sebuah blog memiliki nama. Nama yang merupakan tagline dari sebuah blog yang biasanya mewakili tentang identitas atau karakter si penulis blog tersebut.

Seperti halnya nama blog yang saya gunakan sekarang. Saya sengaja memilih nama yang sederhana untuk blog saya yaitu sarrahgita’s blog, stories, memories, journey, dengan alasan karena sebagian besar isi postingan di blog saya adalah tentang cerita dan pengalaman pribadi yang pernah saya alami dan kegiatan-kegiatan yang sedang saya lakukan yang kesemuanya menjadi bagian dari perjalanan hidup selama ini.

Sesimple itu, karena tujuan awal saya menulis blog adalah untuk mengabadikan semua kenangan dan kejadian yang pernah saya lewati. Yang mudah-mudahan ada manfaatnya bagi para pembaca yang mampir ke blog saya.

Tetaplah menulis, karena dengan menulis engkau ada.


Ketika masa liburan sekolah tiba, sudah menjadi agenda rutin, rumah kami akan dikunjungi oleh tiga orang keponakan tersayang yang ingin menghabiskan waktu berliburnya di Bandung.

Ketiga orang keponakan saya tersebut sangat aktif dan hobi bergerak. Energi yang dimilikinya seperti berlebih ga ada habisnya. Terkadang saya suka jadi bingung ketika harus mencari sebuah kegiatan yang cocok untuk menyalurkan energi berlebih mereka.

Berbagai macam aktifitas outdoor seperti bermain sepeda atau bermain bola sudah biasa dilakukan. Namun adakalanya mereka ingin melakukan kegiatan fisik lain yang bisa dilakukan di dalam ruangan (indoor).

Yuk Bermain Di Rumah Dengan Melakukan Gerakan Senam Lantai

Dan saya teringat pada salah satu jenis olahraga dasar yang pernah dipelajari waktu jaman sekolah dulu, yaitu senam lantai. Kegiatan senam lantai yang bisa dilakukan di luar maupun di dalam ruangan. Menarik untuk dicoba dan dilakukan di rumah bersama-sama.

Gerakan-gerakan pada senam lantai ini memang cocok dilakukan untuk anak-anak karena gerakannya terdiri dari berbagai macam gerakan menyenangkan seperti mengguling, melompat, meloncat, berputar di udara, menumpu dengan tangan atau kaki dan lain-lain.

Dan gerakan-gerakan senam tersebut bermanfaat dapat membantu anak-anak untuk membangun berbagai keterampilan motorik dan koordinasi serta membantu membangun kesadaran tubuh yang baik. 

pic : IG @wholesaleairtrack

Matras Airtrack Aman Digunakan Untuk Melakukan Kegiatan Olahraga Seperti Senam Lantai


Sesuai namanya, senam lantai ini dilakukan di atas lantai yang beralaskan matras. Matras yang berfungsi sebagai pelindung supaya kegiatan senam lantai tersebut aman dan bebas dari cedera
Dan ngintip di internet, saya baru tahu kalo sekarang ada matras olahraga yang bisa digunakan untuk olahraga senam lantai atau olahraga lainnya, dan aman digunakan oleh anak-anak. Yaitu matras Airtrack, matras tiup dengan kualitas terbaik yang terbuat dari bahan DWF (Double Wall Fabric), yang terdiri dari 2 lapis vinyl berlapis dengan ribuan benang yang menghubungkan dua lapisan (jumlah lapisannya mencapai 80.000 benang per m2 lho !). 
Matras Airtrack ini memiliki panjang 3m dan lebar 1m

Bahannya kuat banget mirip bahan yang biasa digunakan untuk membuat perahu karet gitu. Aman dan ringan. Terjamin kualitasnya karena dibuat menggunakan teknologi canggih. Berbeda jauh dengan matras lokal yang saya pakai waktu jaman sekolah dulu. Cenderung keras dan berat gitu. Haha.

Saya pun penasaran dan cari tahu lebih banyak tentang matras Airtrack ini. Jadi matras Airtrack ini memang aman digunakan untuk melakukan berbagai macam kegiatan olahraga. Memiliki 3 jenis ketebalan sesuai kebutuhan yaitu 10cm (P1), 20 cm (P2) dan 30 cm (P3). Dan matras yang biasa digunakan untuk olahraga senam adalah matras dengan ketebalan 10 cm (matras yang paling tipis). Koleksi matras Airtrack ini memang banyak macamnya.


Kelebihan Matras Airtrack :

  1. Mudah dipindahkan karena ringan (movability).
  2. Memiliki tingkat kestabilan yang baik. Aman untuk digunakan dalam berbagai aktifitas seperti senam, kegiatan cheerleader, bela diri dan kegiatan olahraga sekolah lainnya.
  3. Melakukan aktifitas di atas matras Airtrack seperti beraktifitas di atas lantai dengan daya pantul yang baik. Dan bisa memberikan sebuah pengalaman berolahraga yang menyenangkan (special training experience).
  4. Terdiri dari berbagai macam ukuran dan berbagai macam pilihan warna menarik. Serta bisa di pasang logo menggunakan gambar yang kita inginkan (customized logo).
  5. Memiliki garansi selama 2 tahun dan gratis biaya spare part untuk perbaikan.
Saya pun jadi tertarik pengen punya matras Airtrack ini, supaya anak-anak bisa bebas dan aman melakukan kegiatan olahraga di rumah. Harganya berapa ya kira-kira? Biasanya sih 
menjelang akhir tahun seperti sekarang, ada berbagai macam promo airtrack sale berupa promo diskon menarik. Atau bisa juga pake airtrack coupons yang bisa kita manfaatkan untuk membeli produk matras Airtrack ini. Lumayan khan?




Tantangan terbesar kita bukanlah tantangan yang ada di depan mata kita, melainkan yang ada dalam pikiran kita (Aristoteles Choudhury). Sebuah kutipan  yang ada kaitannya dengan ‘tantangan’ menulis di blog yang sedang saya ikuti hari ini (23/11) di acara Flash Blogging.  Saya 'ditantang' untuk menuangkan apa yang saya tangkap dari tema-tema menarik yang disampaikan oleh bapak Handoko Darta (staf tenaga ahli Kominfo) di acara flash blogging bareng Kominfo yang bertitel 4 tahun Indonesia kreatif. Menulis blog dalam waktu singkat memang menjadi sebuah tantangan tersendiri.

Oya kutipan menarik soal tantangan tersebut saya peroleh hasil googling dari internet. Dan berkat googling di internet saya pun jadi tahu siapa Aristoteles Choudhury itu, yang ternyata adalah seorang trainer alias motivator asal kota Jakarta. Makanya tak heran jaman sekarang banyak orang yang mendadak terkenal karena peran internet. Menjadi kreator yang bergerak di bidang kreatif.

Ya jaman sekarang, adalah jaman yang serba internet. Apa-apa internet. Begitupun halnya kalo perlu informasi tentang sesuatu, kita tinggal terkoneksi dengan internet dan tinggal tanya sama mbah Google. Sebutan mbah yang sering disematkan pada situs informasi no 1 di dunia yaitu Google karena kehadirannya sebagai sumber dari segala informasi.

Fyi ada sebuah video menarik di internet yang isinya bercerita tentang tingkat pengangguran di Indonesia. Namun dikemas dengan ringan ala anak muda jaman sekarang. Dikaitkan dengan isu-isu tren masa kini. Sehingga pesan yang disampaikan cenderung mudah dicerna dan mudah diterima.



Dan faktanya dalam 4 tahun terakhir jumlah pengangguran di Indonesia turun dari 5,70% menjadi 5,13 %. Alhamdulillah ya.

Yang menarik hal tersebut ada kaitannya dengan perkembangan di bidang ekonomi kreatif. Dimana jumlah penduduk Indonesia yang bekerja di sektor ekonomi kreatif di tahun 2017 mengalami kenaikan menjadi 17, 43 juta orang, yang sebelumnya di tahun 2015 sebesar 16,91 juta orang. 


Indonesia Adalah Negara Pengguna Internet Nomor 4 Di Dunia


Sebagai negara berkembang, total jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 51% yaitu 132,7 juta orang yang 106 juta diantaranya adalah pengguna aktif media social dan didominasi oleh para generasi milenial. Wow, sungguh sebuah angka yang luar biasa. Dan seperti yang disampaikan oleh ibu Dra, Siti Meiningsih, MSc, direktur PPI Ditjen IKP di awal acara Flash Blogging yang diadakan di Hotel Arya Duta Bandung ini, generasi milenial harus mampu menjadi generasi yang PosThink, yaitu generasi Positive Thinking.

Saya sendiri memahami istilah Generasi Positive Thinking tersebut sebagai generasi yang memiliki pemikiran postif untuk memanfaatkan internet sebagai sarana untuk berkreasi dan mendapatkan penghasilan.

Jadi di jaman sekarang udah bukan jamannya lagi menjadi ‘orang biasa’ yang setelah lulus kuliah kemudian mencari pekerjaan kantoran. Namun anak muda jaman sekarang harus mampu berpikir dan bertindak kreatif dan menghasilkan karya-karya yang luar biasa.

Karena sudah banyak contoh positif yang bisa kita tiru, seperti halnya para anak muda bangsa yang sudah berhasil menjadi bagian dari pelaku industri kreatif di Indonesia.

4 market place besar sebagai bagian dari industri kreatif di Indonesia

Mari berkarya dan menjadi bagian dari Indonesia kreatif untuk menuju Indonesia yang lebih baik.



Write What You Love And Love What You Write – Pertama kali mengenal blog saya seperti memiliki sebuah diary. Diary atau lebih tepatnya media online tempat saya menuliskan berbagai macam cerita dengan tema yang saya sukai serta pengalaman menarik yang pernah saya lewati. Banyak sekali cerita yang saya tulis di blog, mulai dari pengalaman pribadi, review produk sampai dengan liputan berbagai macam acara.

Dan dari sekian banyak tema yang saya tulis, ada beberapa tema yang saya sukai. Sukai dalam arti saya bisa lebih bebas menulis, mengalir begitu saja tanpa harus berfikir ekstra haha. Ya,khususnya yang berkaitan dengan liputan acara,  terkadang ada tema-tema khusus yang membuat saya harus berfikir lebih keras, mencari informasi sebanyak mungkin sebagai bahan referensi.


Dan berikut ini adalah 3 tema yang saya sukai ketika menulis di blog :

     1. Tema Kuliner


Sebagai penyuka kuliner, menuliskan pengalaman ketika kulineran menjadi sebuah hal yang menyenangkan. Berbagi pengalaman tentang rasa makanan yang pernah saya cicipi serta hal-hal menarik lainnya yang berhubungan dengan makanan. Seperti cerita dibalik pembuatan sebuah makanan, sensasi yang dirasakan ketika mencicipi sebuah menu makanan baru ataupun pengalaman ketika mengunjungi sebuah daerah dan mencicipi makanan khas di daerah tersebut. It makes me exciting.

 

     2. Tema Traveling


Selain hobi kulineran, saya juga senang jalan-jalan. Mengunjungi sebuah tempat baru. Bertemu dengan orang baru. Dan merasakan suasana baru yang berbeda. Pastinya banyak pengalaman menarik yang bisa kita ceritakan di blog sebagai oleh-oleh dari mengunjungi sebuah tempat. Jadi oleh-oleh itu ga mesti berupa barang aja khan? Bisa juga berupa tips dan informasi bermanfaat lainnya yang memang dibutuhkan oleh orang lain. Sebagai persiapan ketika akan mengunjungi tempat tersebut.

 

     3. Tema Hobi


Setiap orang pasti memiliki hobi. Hobi adalah sebuah kegiatan yang kita sukai dan kita menikmati melakukan pekerjaan tersebut tanpa merasa terbebani. Dan saya pun memiliki beberapa hobi, yang sesekali suka saya tulis di blog. Yaitu seperti hobi bebikinan (membuat kerajinan decoupage, membuat kerajinan DIY alias do it your self , hobi berkebun (berkebun di halaman rumah) serta hobi fotografi (smartphone fotografi). Dan masih banyak hobi-hobi lainnya. Wah banyak ya hehe.

Menulis di blog dengan tema yang kita sukai memang terasa lebih mudah dan lebih menyenangkan. Jadi kalo sewaktu-waktu bingung n stuck ga tau harus nulis apa di blog, mulailah menulis dengan tema-tema yang kita sukai.

Tema yang kita sukai ataupun tema berupa impian dan harapan. Yang percaya atau tidak ada sebuah ungkapan yang mengatakan, apabila kita menuliskan secara detail hal-hal positif yang kita inginkan. InsyaAllah impian atau harapan tersebut memiliki peluang besar untuk terwujud. Amiin.

So,start with write what you love dan love what you write.  

Salam,


Dua tahun sudah, ketika kegiatan menulis di blog menjadi sebuah aktifitas yang menyenangkan. Karena saya bisa menulis tentang apa saja yang saya sukai, bisa dikerjakan di rumah, bisa dikerjakan menyesuaikan dengan waktu yang saya punya, dan yang pasti mulai menghasilkan😙.

Dan saya jadi ingat awal ketika pertama kali membuat blog.Ya, waktu itu sekitar tahun 2010-an kalo ga salah. Setelah menikah dan ikut suami pindah ke luar pulau. Saya memutuskan untuk bergabung dengan sebuah bisnis online. Sebuah bisnis jaringan yang bergerak di bidang kecantikan. Kebetulan waktu itu saudara sepupu sudah lebih dulu terjun di bisnis tersebut. 

Nah, dalam menjalankan bisnis tersebut, ada salah satu tugas yang mengarahkan para anggotanya untuk memiliki sebuah website. Dan saya pun belajar membuat sebuah blog gratisan di platform blogspot. Blog yang jarang saya update dan saya sendiri lupa, apa saja yang pernah saya tulis di blog tersebut. Karena saya belum ngeh apa itu sebenarnya blog hehe.



Namun yang saya ingat, saya sempat lho membuat sebuah domain berbayar dengan tema keuangan. Sebuah tema yang saya pilih kala itu karena cocok dan erat kaitannya dengan salah satu tema di bisnis online yang saya jalankan tersebut. Jadi tugas saya naruh semacam landing page gitu. Tapi lagi-lagi web tersebut saya 'biarkan' begitu saja hingga setahun berlalu dan akhirnya hangus. Dan semua pengalaman itu baru saya sadari sekarang. Setelah mengenal blog lebih dekat. Ho ya ampun. Ho ternyata haha. 

Menghidupkan Kembali Blog Yang Mati Suri 

Waktu berlalu dan di tahun 2013 saya teringat pada blog gratisan yang pernah saya buat. Saya pun tergerak untuk mengisi blog tersebut dengan cerita dan pengalaman ketika tinggal di Makassar dan Surabaya. Banyak cerita dan pengalaman menarik yang ingin saya 'abadikan' supaya sewaktu-waktu  bisa saya baca-baca lagi. Blog memang hampir mirip dengan diary. Tapi bedanya blog bisa dibaca oleh semua orang di seluruh dunia yang terkoneksi dengan internet.

Blog tersebut pun mulai 'hidup' kembali, walaupun isinya hanya terdiri dari beberapa kalimat singkat. Hingga akhirnya di September 2016 saya pun memutuskan untuk bergabung dengan sebuah komunitas blogger. Yang memberikan banyak pengetahuan baru serta mengajarkan banyak hal termasuk 'mengarahkan' belajar menjadi seorang blogger. 


Bergabung Di Komunitas Blog Memberikan Banyak Energi Positif


Saya merasa beruntung sekali bisa menjadi bagian dari komunitas blogger. Komunitas positif yang saling mendukung satu sama lain. Ya, menulis di blog menjadi terasa lebih menyenangkan ketika kita dikelilingi oleh teman-teman yang memiliki minat dan hobi yang sama. Kita jadi lebih terpacu untuk bisa aktif menulis. Dan banyak hal-hal lainnya yang mendorong ke arah yang lebih baik.

Yang saya rasakan dengan menulis di blog, saya jadi belajar untuk disiplin, belajar untuk menikmati proses dan tentunya belajar untuk konsisten. Karena menurut saya konsistensi adalah salah satu tantangan terberat dalam aktifitas blogging.

Doakan saya ya semoga bisa konsisten untuk terus belajar menulis dan memenuhi tantangan #bpn30daychallenge2018 dari komunitas #bloggerperempuan

Lets blogging cause blogging is fun.

Salam,





Seiring dengan perkembangan jaman yang identik dengan era digital technology, dunia informasi di bidang keuangan pun ikut bertumbuh. Tak hanya informasi tentang seputar tips dan perencanaan keuangan saja yang bisa kita akses melalui internet, melainkan banyak informasi dan jasa lainnya di bidang keuangan yang bisa kita temui seperti jasa pembayaran, jasa pinjaman, jasa investasi, jasa asuransi dan sebagainya.

Hal tersebut bertujuan untuk membuat masyarakat lebih mudah mengakses produk-produk keuangan, mempermudah transaksi dan juga meningkatkan literasi keuangan. Yang kemudian dikenal dengan istilah Fintech alias Financial Technology. Secara garis besar Fintech adalah layanan jasa keuangan berbasis teknologi informasi.

Berkenalan Dengan Fintech (Financial Technology)


Jujur saya sendiri baru tahu tentang apa itu Fintech, ketika pada hari Selasa lalu, 13 November 2018 berkesempatan hadir di sebuah acara menarik, ngobrol seru yang membahas tentang tema keuangan, yang diadakan oleh grup Tempo Media bekerjasama dengan lembaga keuangan pemerintah Otoritas jasa keuangan (OJK) Indonesia.


Narasumber (kika) : Bpk Iwa Gartiwa (ketua kadin kota Bandung, Bpk Sigit Aryo Tejo ( Head Of Micro business @Modalku, Bpk Yefta Surya (Dirut PT Esta Kapital Fintek, dan Bpk Audi Ramzi (perwakilan OJK)

Fintech di Indonesia memiliki banyak jenis yang meliputi jasa pembayaran (payment), jasa peminjaman (lending), perencanaan keuangan (personal finance), investasi ritel, pembiayaan masal (crowdfunding), riset keuangan dsb.

Ada sekitar 73 perusahaan start up yang bergerak di bidang Fintech dan sudah terdaftar atau berizin di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Indonesia.

Dan sampai saat ini ada 47 perusahaan yang masih dalam proses pendaftaran serta 38 perusahaan lainnya yang menyatakan berminat mendaftar. 

Industry fintech ini memang memiliki potensi besar. Dan peraturan tentang perusahaan startup fintech di Indonesia diatur melalui peraturan pojk-nomor-77-pojk-01-2016. Info lebih lengkap bisa dilihat di www.ojk.go.id 

Peran Fintech Dalam Memenuhi Kebutuhan Masyarakat


Industri Fintech memiliki peran penting dalam membantu dan memudahkan penggunanya dalam hal keuangan. Tak hanya sekedar urusan mengatur keuangan, dan melakukan transaksi keuangan, Fintech juga merupakan sarana untuk melakukan pinjaman, yang juga memberikan masukan terkait pengambilan keputusan dalam bidang keuangan.

Nah di acara ngobrol seru ini, tema yang dibahas adalah seputar sosialisasi program Fintech peer to per lending, kemudahan dan risiko untuk konsumen.


Peer to peer lending ini memiliki pengertian sebagai penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam melalui sistem  elektronik dengan menggunakan jaringan internet.



Namun ada hal-hal yang harus dipahami dalam kegiatan Fintech khususnya yang berkaitan dengan pinjaman (lending).Yaitu hal-hal yang berkaitan dengan pengawasan (regulasi) dari pihak pemerintah serta penggunaan data konsumen.

Besar pinjaman yang diberikan melalui fasilitas peer to peer lending ini memang relative terbatas, karena target market jasa pinjaman online ini berbeda dengan target market lembaga keuangan konvensional seperti bank. Persyaratannya pun cenderung mudah. Maka layanan jasa pinjaman online ini banyak diminati oleh masyarakat yang terdesak akan berbagai macam kebutuhan pendanaan dalam waktu singkat.

Kebutuhan masyarakat akan pendanaan pun menjadi sebuah peluang bagi perusahaan-perusahaan start up yang bergerak di bidang Fintech untuk hadir menyediakan layanan penyedia pinjaman online.

Dengan adanya industri Fintech ini konsumen dituntut untuk cerdas dalam memilih dan mencari informasi sebanyak mungkin mengenai profil dan jasa perusahaan Fintech yang akan digunakan.

Berikut ini beberapa tips yang harus diingat untuk menghindari jasa pinjaman fintech illegal :

  •      Pastikan bahwa jasa pinjaman online tersebut memiliki kantor dan data pengelola yang jelas. Tidak disamarkan keberadaannya.
  •            Memiliki syarat dan ketentuan pinjaman yang masuk akal. 
  •         Tingkat bunga yang ditawarkan jelas dan transparan. Tidak memberatkan pihak peminjam dengan adanya biaya tambahan lain berupa denda dsb yang tidak sesuai dengan perjanjian awal.
  •      Pastikan tidak adanya penyalahgunaan data konsumen melalui tindakan menyalin semua data kontak yang ada di handphone konsumen.




Seperti yang kita ketahui beberapa waktu terakhir marak terdengar berita tentang jasa pinjaman online illegal yang melakukan praktek nakal hingga terdapat korban yang dirugikan secara moril dan materil. Praktek nakal tersebut berupa jumlah bunga dan denda pinjaman yang mencekik serta sistem penagihan yang tidak manusiawi.

Yang harus dipahami, Fintech ini erat kaitannya dengan digital technology. Dan kunci dari digital technology adalah data konsumen. Data yang memungkinkan rekam jejak setiap individu terus terekam di internet dan digunakan kembali setiap saat.

Semoga kehadiran Fintech ini tak hanya menjadi solusi bagi masyarakat, tapi juga bisa menjadi sebuah hubungan simbiosis mutualisme yang berkelanjutan. Tentunya sebagai masyarakat yang membutuhkan jasa Fintech khususnya jasa pinjaman, konsumen ingin mendapatkan rasa aman dan perlindungan dalam bertransaksi #pahami fintech.





Pengalaman Menarik Berkunjung Ke Pabrik Ajinomoto – Tak dapat dipungkiri saat ini adalah jamannya serba instan. Banyak sekali makanan instan termasuk diantaranya bumbu instan yang bisa ‘membantu’ kita para ibu rumah tangga untuk mempermudah kegiatan masak-memasak di dapur.

Dan dari sekian banyak merk bumbu instan yang ada di pasaran. Ada beberapa merk yang lumayan sering saya pakai. Yaitu bumbu penyedap rasa Masako dan saos Teriyaki merk Saori.


Tepung bumbu ayam goreng favorit Golden Crispy

Dan saya baru ngeh kalo merk Masako dan merk Saori ini diproduksi oleh satu perusahaan yang sama yaitu PT Ajinomoto. Sebuah perusahaan besar yang berpusat di Jepang dan didirikan di Indonesia pada tahun 1969.

Oalah ini nih pentingnya membaca kemasan produk sebelum menggunakan atau mengkonsumsinya. Taunya pake doang dan ga baca nama perusahaan yang memproduksinya hihi. 

Blogger Goes To Ajinomoto Factory


Dan saya senang sekali karena pada Rabu, 07 November 2018 lalu, saya bersama teman-teman blogger berkesempatan untuk berkunjung langsung ke salah satu pabrik Ajinomoto yang berada di kawasan KIIC (Karawang International Industrial City), Karawang Barat.

Sekitar 30 orang blogger yang berkunjung ke pabrik Ajinomoto berasal dari Bandung dan Jakarta.

Pagi itu saya bersama rombongan tiba di pabrik Ajinomoto sekitar pukul 09.00 WIB. Kami disambut oleh bapak Fahrurozi (PR Manager PT Ajinomoto Indonesia), bapak Nico Andrias (Manager GA & Finance PT Ajinomoto Indonesia) serta beberapa orang staff PT Ajinomoto lainnya.

Kami pun mendapatkan beberapa informasi singkat seputar perusahaan Ajinomoto. Seperti informasi mengenai 2 buah pabrik yang dimiliki Ajinomoto Indonesia yaitu pabrik pertama yang berada di Mojokerto, Jawa Timur, (berdiri pada tahun 1970) dan pabrik kedua yang berada di Karawang (berdiri pada tahun 2012).

PT Ajinomoto Indonesia
Karawang Factory
Karawang International Industrial City (KIIC)
Jl. Harapan Raya Lot JJ-1 KIIC Karawang Barat

Dimana pabrik Ajinomoto Karawang yang luasnya mencapai 16,6 hektar ini, memiliki jumlah karyawan sebanyak 685 orang. Dengan jumlah produksi Masako ayam mencapai 49.000 ton/tahun, (kabarnya rasa ayam menjadi rasa favorit), produksi Saori 3.600.000 kilo liter/tahun dan produksi Sajiku 24.000 ton/tahun. Wahh banyak yaa.

Kegiatan Blogger Goes To Ajinomoto Factory ini merupakan bagian dari kegiatan kunjungan pabrik (factory visit) yang rutin diadakan oleh PT Ajinomoto supaya masyarakat bisa mengenal lebih dekat Ajinomoto sebagai produsen bumbu umami terkemuka di dunia. Dan dapat melihat teknologi pembuatan bumbu masak yang menggunakan teknologi Jepang.

Sekilas Tentang Produk Ajinomoto


Selain penyedap rasa Ajinomoto, saat ini grup Ajinomoto Indonesia memproduksi bumbu kaldu penyedap merk Masako, bumbu praktis siap saji merk Sajiku, bumbu masakan Asia merk Saori, dan mayonnaise yummy merk Mayumi.

Bumbu Sajiku terdiri dari 2 macam yaitu bumbu praktis siap pakai (bumbu sayur asem, bumbu nasi goreng, bumbu sayur sop, bumbu soto ayam dll) dan tepung bumbu (tepung bakwan, tepung ayam goreng, golden crispy dll).



Hampir semua bumbu masakan dengan kelezatan sejati rasa umami tersebut diproduksi di pabrik Ajinomoto yang ada di Mojokerto. Sedangkan untuk di pabrik Karawang lebih ke pabrik tempat packaging saja.

Kalo man teman penasaran pengen tahu seperti apa sih proses pembuatan bumbu Masako di pabrik Ajinomoto, man teman bisa lho nonton siaran live nya disini. Mulai dari proses penerimaan daging di pabrik, proses perebusan daging, proses pemisahan tulang dan penggilingan daging, penyeleksian bumbu dan rempah hingga proses akhir penyimpanan dan pengiriman.

Fyi selain bumbu masakan instan, sejak tahun 2016 Ajinomoto Indonesia juga membuat roti lho. Dan kami beruntung bisa mencicipi salah satu roti (frozen bread) hasil diproduksi PT Ajinomoto Bakery Indonesia (yang didirikan pada tahun 2015). Tekstur rotinya lembut dan fla rasa vanilanya itu lho, rasa manisnya pas dan hmm enak mirip rasa es krim. Bikin ketagihan.

Frozen bread isi fla vanila

Sayang roti tersebut belum dijual di pasaran. Dan baru dipasarkan dengan sistem B2B alias buyer to buyer. Hanya untuk para pelaku usaha saja. Dan kabarnya beberapa toko kue milik artis yang menjual kue kekinian juga membeli topping isian kuenya dari Ajinomoto.

Oya buat man teman pecinta mie instan, sekarang udah ada mie instan produksi Ajinomoto. Merk mie instan-nya Yumyum rasa Tomyum. Dan bisa diperoleh di supermarket terdekat.  Sesuai asal makanan tomyum, mie instan Yumyum tersebut diproduksi langsung di pabrik Ajinomoto cabang Thailand. Favorit saya nih. Rasanya asem-asem seger. Apalagi kalo ditambah cabe rawit. Yum yummy.

Kesan Setelah Berkunjung Ke Pabrik Ajinomoto Karawang


Setelah berkunjung ke pabrik Ajinomoto Karawang, saya dan teman teman mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang bagaimana proses produksi produk Ajinomoto. Dan melihat langsung bagaimana proses packaging (pengemasan) bumbu instan produksi PT Ajinomoto di pabrik Karawang. Berdasarkan informasi dari salah seorang staff Ajinomoto, bumbu masakan yang diproduksi di pabrik Ajinomoto Karawang didistribusikan khusus untuk area pulau Jawa dan Sumatera saja.

Proses packaging (fyi sesuai aturan yang berlaku aktifitas packaging langsung di pabrik tidak diperbolehkan diabadikan menggunakan kamera)

 
Proses packaging menggunakan high speed machine dengan kecepatan 360 bungkus/mesin/menit

Oya selain banyak terdapat display eye catching yang informatif dan mewakili berbagai macam produk bumbu instan Ajinomoto. Ada hal lain yang menarik perhatian saya ketika mengunjungi pabrik Ajinomoto yaitu adanya lingkungan yang disiplin dan mandiri, seperti yang saya lihat di kantin karyawan Ajinomoto, yaitu semua karyawan dibiasakan untuk membereskan bekas makanannya sendiri. Sebuah kegiatan positif yang patut dicontoh.




Sebuah pengalaman tak terlupakan bisa berkunjung ke pabrik Ajinomoto Karawang. Dan sayapun percaya bahwa produk Ajinomoto memang terjamin kualitasnya. Halal dan higienis.



Salam,